Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Pemberian Hadiah untuk Alice


__ADS_3

"Kita berhasil?" tanya Dylan kepada Jagger. Mereka berdua yang sudah terduduk di tanah melihat monster besar yang sudah jatuh.


"Syukurlah kita berhasil." Jawab Aleda.


"Aku sudah tidak ada tenaga lagi." Jawab Aidan yang sudah di rangkul oleh Arlan.


"Kita menang." Jawab Freya kepada Alice dengan memeluk Alice dengan girang.


"Akhirnya selesai juga." Jawab Glen yang duduk melihat hasil karyanya.


"Nona, bolehkan aku memakannya?" tanya Ema.


"Kau ingin memakan monster orc?" tanya Alice.


"Iya, monster orc itu hanya tinggal 10% lagi akan berbuah menjadi king Orc seutuhnya tapi kalahkan oleh kalian. Dan kekuatannya masih tersisa, aku bisa memakan inti monsternya agar menambah kekuatan ku nona. Dan dagingnya cukup enak. Boleh ya nona?" tanya Ema yang memohon.


"Baiklah. Jangan sampai ketauan." Jawab Alice.


"Baik nona." Jawab Ema yang keluar.


Ema yang berubah menjadi Chimera berada di depan mereka yang sudah kehabisan tenaga.


"Haaaaaa. Monster apa lagi ini yang datang?" tanya semua orang terkejut kecuali Alice. Arlan yang sudah meletakkan Aidan bersama dengan yang lainnya dan siap untuk bertarung lagi karena hanya tinggal Arlan yang masih memiliki kekuatan bertarung.


"Tunggu, jangan. Monster ini bukan musuh." Ucap prajurit yang pernah di tolong oleh Ema.


"Apa maksud mu?" tanya Arlan. Ema hanya menoleh ke arah mereka lalu mengahlikan ke arah monster orc.


"Maksud mu monster legendaris yang menolong mu tadi monster itu?" tanya Jagger yang melihat.


"Monster Chimera." Jawab Aidan yang mengetahui jenis monster seperti Ema.


Mereka yang sedang berdebat tidak di pedulikan oleh Ema. Ema membuat tubuhnya menjadi lebih besar dari monster orc. Setelah selesai menjadi besar, Ema langsung melahap monster orc dengan beberapa detik. Seketika monster orc sudah masuk ke dalam perut Ema.


"Cepat pergi, jangan terlalu lama dan jangan berbicara." Jawab Alice.


"Baik nona." Jawab Ema.

__ADS_1


Ema yang sudah selesai makan langsung mengecil lagi dan pergi dari padangan semua orang dan membuat dirinya mengecil tak terlihat dan masuk ke dalam ruang spiritual Alice lagi.


"Dia melahap monster orc yang besar begitu saja?"


"Benar-benar seperti monster legendaris."


"Kalau saja monster itu menyerang kita tidak akan bisa melawannya." Jawab Arlan.


"Benar. Syukur dia bukan musuh " Jawab Jagger.


"Sudah jangan dibahas lagi, kita segera kembali ke kota untuk memulihkan diri." Jawab Dylan.


"Pangeran benar." Jawab Aleda.


"Minum ini, ini akan membantu stamina kita tetap terjaga dan memberikan sedikit tenaga sihir." Jawab Alice memberikan beberapa obat kepada semua orang yang sudah lelah setelah berperang.


Mereka segera pergi dari lokasi peperangan menuju ke kota dengan kekuatan tersisa yang di bantu para prajurit. Mereka membutuhkan waktu beberapa jam untuk sampai menggunakan pegasus yang sudah di siapkan.


Tiba di istana, mereka langsung melaporkan kondisi yang terjadi dalam peperangan.


"Jadi seperti itulah ceritanya Ayahanda." Jawab Dylan.


"Panggil semua alkemis istana untuk mengobati mereka yang terluka. Siapkan tempat untuk guru dan teman Dylan." Ucap Kozi memerintah pelayan kepada mereka.


Mereka semua di perintahkan untuk istirahat sampai esok pagi. Dan di kumpulkan kembali di pagi hari dengan kondisi yang lebih baik.


"Salam Raja Kozi." Jawab mereka semua yang memberikan hormat kepada Kozi yang duduk di singgasana.


"Duduklah." Jawab Kozi.


"Dari cerita yang sudah aku dengan Dylan. Kalian semua sangat membantu kerajaan ku untuk menghadapi krisis peperangan dengan monster orc yang tidak pernah kami duga. Dan dikhususkan, Alice. Gadis cantik yang pintar, sama seperti kedua orangtua mu. Bahkan kecerdasan mu juga sama dengan ayah mu. " Jawab Kozi.


"Terima kasih raja." Jawab Alice.


" Tapi, bisakah aku bertanya kepada mu putri Darren?" tanya Kozi.


"Silahkan raja." Jawab Alice.

__ADS_1


"Bagaimana bisa memikirkan strategi seperti itu?" tanya Kozi.


"Raja juga berfikir sama dengan ku." Jawab Aidan dan yang lainnya.


"6 jam sebelum keberangkatan, Alice dan pangeran Arlan pergi ke perpustakaan mencari buku-buku dan arsip tentang data monster orc. Dari data yang di dapat di perpustakaan istana, Alice dapat memikirkan rencana itu raja." Jawab Alice yang menjawab dengan tenang.


"Jadi dia hanya bermodalkan data-data sejarah tentang orc?" tanya raja dan lainnya dalam hati.


"Hahahaha. Dengan data sedikit seperti itu kau mampu mengkombinasikan dengan kekuatan yang ada di sekitar mu. Kau sudah melebihi kecerdasan ayah dan ibu mu" Jawab Kozi.


"Terima kasih raja." Jawab Alice yang masih tetap tenang.


"Kalian yang membantu kerajaan Mizu termaksud pangeran Dylan, semuanya mendapatkan koin emas sesuai dengan misi yang sudah kalian jalankan Dan untuk Alice, katakan apapun yang kau inginkan dari kerajaan ku sebatas itu adalah hal wajar. Aku bingung mencari hadiah untuk mu jika hanya koin emas saja " Jawab Kozi.


"Raja tidak perlu repot-repot, aku tidak banyak membantu. Justru karena pangeran Dylan, Senior Jagger dan Guru Aidan dan teman-teman saya yang lain lebih banyak membantu dari pada saya." Jawab Alice yang masih tetap merendah.


"Izin bicara raja Kozi."Ucap Arlan ingin mengatakan sesuatu.


"Silahkan pangeran Arlan." Jawab Kozi.


"Alice tidak akan pernah meminta imbalan yang berlebih, kalau aku bisa usul, raja berikan saja dia plakat khusus sebagai pembaca bebas di perpustakaan kerajaan Mizu dan bawa dia ke dalam gudang senjata untuk dia memilih barang yang dia suka, aku pastikan dia akan memilih barang yang tidak terduga." Jawab Arlan sambil tersenyum.


"Hahaha, kau sangat menyukai membaca. Aku akan memberikan plakat pembaca bebas di perpustakaan kerajaan Kozi. Dan membiarkan mu memilih salah satu harta Karun kerajaan Kozi di dalam gudang senjata.Apakah itu cukup?" tanya Kozi.


"Tidak perlu repot-repot raja Kozi. Cukup berikan pada ku harap koin pada misi dan aku akan menerima pembaca bebas. Hanya itu saja." Jawab Alice.


"Perempuan ini? Kenapa dia begitu polos?"


"Apa dia benar-benar menolak sebuah tawaran besar?"


"Alice, apa yang kau lakukan sebenarnya?"


"Tidak-ada, aku memang akan memberikan kalian hadiah di dalam gudang senjata sebagai apresiasi kalian membantu mengerjakan petugas, kita ha Kozi dari krisis monster orc yang masih." Jawab Kozi.


"Bahkan apa yang aku berikan kepada kalian tidak akan pernah bisa membalas kebaikan kalian menyelamatkan kami. Mereka memang benar-benar monster." Jawab Kozi


"Dylan, pergilah bersama dengan mereka ke gudang harta Karun kerajaan."

__ADS_1


"Baik ayah. Aku akan mengantar mereka ke tempat tujuan." Jawab Dylan dengan wajah datar mempersilahkan mereka untuk mengikuti dirinya menunjukkan jalan ke gudang kerajaan.


__ADS_2