Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Masuk ke tempat Isolasi Desa Fungi


__ADS_3

"Padahal ini masih siang, kenapa tetua desa itu memerintahkan kita untuk istirahat?" tanya Alice kepada Arlan yang sedang duduk di kursi di dalam kamar.


"Mungkin saja karena kita sudah dalam perjalan jauh." Jawab Arlan.


"Apa kau tidak ingin mengikuti pergi mencari tau sesuatu dari desa ini?" tanya Alice.


"Boleh, tapi malam saja. Kita bertindak saat malam. Aku ingin melihat, sebenarnya apa yang terjadi dengan malam hari di tempat ini." Jawab Arlan.


"Oke. Jangan ganggu aku, aku ingin bermeditasi." Jawab Alice kepada Arlan dan Arlan mengiyakan. Alice sedang meninggalkan raganya dan hanya jiwanya saja yang keluar dari raga. Alice mencari dan mengikuti Agi.


"Apa yang terjadi?" tanya para rakyat kepada Agi. Mereka sedang berkumpul di sebuah gudang yang cukup luas, hanya ada bahan-bahan makanan di dalamnya.


"Mereka hanya seorang penyihir petualang saja. Tidak ada yang harus di khawatirkan." Jawab Agi kepada semua lelaki yang ada di desa.


"Tapi mereka mengatakan untuk membantu kita malasan medis. Perempuan itu memiliki kemampuan menyembuhkan. Jadi ini adalah harapan kita satu-satunya untuk keluar dari keadaan ini. Jika dia memang bisa menyembuhkan luka teman-teman, saudara dan rakyat ku. Aku akan menyetujui hal ini Apakah kalian akan memutuskan hal yang sama?" tanya Agi kepada mereka semua.


"Kami akan menyetujui saja apa yang dikatakan oleh kepala desa. Tapi jika terjadi hal yang sama seperti dokter di masa lalu, apakah ini tidak akan membuat kita yang tertuduh kembal" tanya seseorang.


"Tenang saja, mereka semua mengatakan bahwa jika terjadi sesuatu kepada mereka bukan menjadi tanggung jawab kita." Jawab Agi kepada orang-orang desa.


"Jika mereka bisa menyelamatkan penduduk yang sakit, aku sangat berterima kasih kepada mereka." Jawab salah satu warga.


"Iya benar, kami juga akan begitu."Penduduk desa sedang mengharapkan kembalinya kedamaian seperti dulu lagi.

__ADS_1


"Oleh karena itu, mereka ingin melihat penduduk yang sedang di isolasi. Jika kalian sudah menyetujuinya maka aku akan membawa mereka siang ini untuk melihat para penduduk yang sedang di isolasi." Jawab Agi dan pera penduduk hanya menganggukkan kepalanya.


Alice yang melihat hal itu langsung kembali ke raga miliknya dan para penduduk bubar dari gudang melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. Agi pergi ke dapur untuk mengambil makanan untuk penduduk yang di isolasi dan memerintahkan untuk membuat beberapa makanan untuk Alice dan Arlan. Namun saat mengetuk pintu Arlan dan Alice, mereka menolak makanan itu untuk mereka sehingga mereka segera pergi ke ruang bawah tanah.


"Arlan. Minum ini, ini adalah ramuan untuk menghindari wabah, mungkin bisa efektif. Karena kita belum mengetahui sebenarnya apa penyebabnya sehingga kita tidak bisa membuat kesimpulan. Alice memerintah Arlan untuk meminum obat alergi agar tidak terkena nanti jika sudah di lokasi.


"Ini untuk makanan para penduduk yang di isolasi." Jawab Agi yang berhenti di sebuah sumur yang di tutup sangat rapat. Alice dan Arlan saling menatap, mengapa mereka di ajak ke depan sumur.


"Sumur ini sudah lama tidak di pakai sehingga menjadi jalan pintas untuk ke ruang bahwa tanah sebagai isolasi penduduk." Jawab Agi.


"Jadi bagaimana cara kami untuk masuk ke dalam sumur." Tanya Arlan.


"Kalian akan menggunakan keranjang makanan ini turun ke bawah, atau jika kalian memang sudah memiliki sihir, kalian pasti bisa masuk ke dalam pintu sumur ini." Jawab Agi.


"Baik jika itu memang harus seperti itu." Jawab Alice langsung masuk ke dalam sumur tanpa aba-aba namun di tahan oleh Arlan.


"Aku hanya bisa mengantarkan kalian sampai sini saja. Jika terjadi sesuatu aku sama sekali tidak dapat membantu. Aku hanya memiliki sihir yang sedikit sehingga sangat jarang untuk di keluarkan." Jawab Agi.


"Tidak apa-apa Pak. Ini sudah lebih dari cukup, terima kasih." Jawab Alice.


Alice masuk ke dalam lebih dulu kemudian Arlan mengikuti dan makanan pada penduduk yang di isolasi turun ke dalam sumur. Tiba di dasar, ternyata tidak memiliki air sama sekali, hanya menemukan tanah yang kering dengan sebuah pintu dari lorong sumur itu di dasar.


"Kalian siapa?" tanya salah satu penduduk yang di isolasi dengan keadaan tubuhnya yang luka dengan nanah seperti orang yang sedang alergi.

__ADS_1


"Aku Alice, dia Arlan. Aku sedikit mengetahui tentang ilmu medis. Kami sudah meminta izin dari Agi. Jadi apakah aku bisa memeriksa kalian?" tanya Alice kepada penduduk itu.


"Apakah benar kalian adalah seorang dokter?" tanya perempuan paruh baya yang menerima makan siang dari keranjang yang digunakan untuk mengantar makan siang. Alice menganggukan kepalanya dan wanita paruh baya itu menjerit kepada teman-teman.


"Teman-teman, kita kedatangan seorang dokter." Ucapnya dengan anda tinggi sehingga semua orang mendengar dan bereaksi sangat senang.


"Silahkan dokter masuk." Jawab perempuan itu dan menunjukkan beberapa orang yang sudah tidak bergerak dan hanya berbaring di tanah dengan tempat tidur beralas begitu saja dan beberapa orang yang masih bisa berdiri dan hanya terluka gatal-gatal pada tubuh mereka.


Alice dan Arlan melihat dari kanan dan kiri. Sekitar ada 20 orang yang ada di dalam ruangan bawah tanah dan beberapa tanah yang habis digali dan di tutup kembali.


"Ada 15 orang yang tertidur tanpa bisa bergerak dan ada 5 orang yang masih bisa bergerak." Jawab Arlan.


"Bisa aku melihat luka mu?" hanya Alice yang meminta dirinya untuk memastikan luka nanah yang di alami oleh penduduk.


Alice mulai menganalisis gangguan sakit yang ada di tubuh perempuan paruh baya itu menggunakan sistem yang dimiliki oleh ya .


"Tunggu sebentar." Jawab Alice. kepada mereka.


Terdeteksi luka nanah ini di akibatkan oleh racun yang membuat kulit melepuh dan bernanah. ( Sistem sedang menganalisis)


Alice mengeluarkan ramuan yang dimiliki olehnya untuk diminumkan oleh para penduduk yang di isolasi.


"Arlan, berikan ramuan ini kepada penduduk yang terbaring sebanyak 2 tetes, sedangkan ini untuk kalian Bu satu tetes saja. Di dalam botol ini ada 10 tetes ramuan" Jawab Alice kepada perempuan paruh baya itu dan Arlan yang sedang membangun ya.

__ADS_1


Arlan mengambil dua buah botol dari Alice dan wanita paruh baya itu mengambil 1 botol yang di beri oleh Alice. Arlan pergi ke satu persatu penduduk yang selama mati rasa tak bisa apa-apa. Dan perempuan paruh baya itu juga membagikan botol miliknya. Ia meminum satu tetes lebih dulu baru teman-temannya yang masih bisa berdiri sama seperti dirinya.


"Apa? Bagaimana mungkin bisa?" tanya mereka yang tiba-tiba melihat reaksi setelah meminum ramuan dari Alice.


__ADS_2