Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Perang melawan Monster Orc part 1


__ADS_3

Ema yang pergi setelah menghancurkan lingkaran sihir begitu saja di depan para prajurit. Para prajurit yang melihat Ema menghancurkan lingkaran sihir dengan begitu mudah sementara mereka sudah melakukan usaha mengeluarkan semua kekuatannya namun hanya mampu meretakkan lingkaran sihir saja.


"Dia benar-benar monster legendaris." Ucap mereka semua bersama dengan melihat hasil dari kekuatan yang di buat oleh Ema.


Mereka yang sudah berhasil menghancurkan lingkaran sihir pergi untuk melaporkan. Mereka lebih cepat di bandingkan dengan orc yang berjalan dari bawah. Mereka menggunakan lingkaran sihir untuk sampai ke tempat Dylan .


"Tuan Jagger, pangeran Dylan, kami sudah selesai dengan tugas menghancurkan dungeon. Tapi bukan kami yang menghancurkannya, tadi kami dibantu oleh seekor monster legendaris Chimera. Monster itu mengatakan bahwa dia di suruh oleh tuannya untuk membantu kami."


"Ha? Chimera? Bagaimana bisa ada bintang legendaris bisa berteman dengan manusia?" tanya Dylan dan Jagger bersamaan kaget


"Kami juga tidak tau. Tapi yang penting dia bukan musuh kita, dan sekarang yang terpenting adalah kita harus melawan para orc sekitar ada 300 orc yang sedang menuju kemari. Kemungkinan 30 meter jarak mereka dari kita."


"Aku mengerti, kita harus memprioritaskan hal ini terlebih dulu." Jawab Jagger.


"Aku bergabung dengan yang lain." Jawab Dylan.


"Baik pangeran. Berhati-hatilah." Jawab Jagger.


"Nona aku udah menyelesaikan tugas dari mu." Jawab Ema.


"Baguslah. Kekuatan mu juga sudah di pakai 30%. Sekarang kembalilah ke wujud kucing. Aku akan memanggil mu kembali jika memang memerlukan." Jawab Alice berkomunikasi melalui telepati.


"Baik nona." Jawab Ema yang berubah menjadi kucing dan pergi dengan cepat ke arah Alice sampai tidak di ketahui orang lain. Ema masuk kembali ke dungeon milik mereka yang sekarang di namakan sebagai alam spiritual.


Mereka semua sudah bersiap dengan kedatangan orc yang hampir sampai. Semua prajurit sudah di lengkapi dengan baju perang dan senjata yang mereka pegang. Begitu pula dengan pasukan monster orc yang sudah di lengkapi dengan baju baja dan juga senjata mereka.


"Arlan," panggil Alice.


"Ada apa? Apakah kau gugup pertama kali akan berperang dengan monster?" tanya Arlan yang sudah terbiasa dengan Medan perang yang selalu ikut bersama dengan Darren di Medan perang.

__ADS_1


"Tidak, buka. itu."


"Tapi aku juga baru pertama kali berperang dengan monster orc. Jadi tenanglah aku akan melindungi mu." Jawab Arlan.


"Dengar baik-baik, saat kau mengalahkan orc jangan biarkan meninggalkan tubuhnya begitu saja." Jawab Alice.


"Maksudnya?" tanya Arlan.


"Saat kau mengalahkan monster orc, aku harap kau berikan kepada ku." Jawab Alice.


"Kenapa harus memberikan kepada mu?" tanya Arlan.


"Ikuti saja. Karena kita berdua adalah tim, tugas mu untuk mengalahkan Orc di garis depan, aku akan ada di belakang mu. Kau mengerti ?" tanya Alice.


"Baiklah, aku akan mengikuti saran yang telah kau berikan kepada ku." Jawab Arlan.


Di garis utama sudah ada Dylan dan Aleda yang bersama dengan Aidan , di tengah ada Glen dan Freya dan di pusat terakhir ada Alice dan Arlan.


Prajurit yang di atas menjatuhkan seluruh batu besar yang sudah dipersiapkan oleh mereka di atas tebing. Mereka memberikan serangan pertama dengan menjatuhkan batu, beberapa monster orc telah terbunuh tertimpa oleh batu-batu yang telah dijatuhkan oleh Jagger.


"Serang!" perintah Dylan kepada pasukan yang berada di garis depan untuk menyerang monster orc yang berhasil lolos dari hujan batu yang di buat oleh Jagger.


Mereka semua berlari ke depan dan mengajukan senjatanya untuk mengalahkan monster orc yang berada di depan mereka. Bunyi senjata antara mereka terdengar jelas pada peperangan ini. Orc yang terus maju ke garis depan karena mereka memiliki pasukan yang lebih banyak dibandingkan dengan pasukan prajurit negara Mizu.


Glen membuat sebuah dinding tanah yang mengurung monster orc. Monster orc yang sudah terkurung di dalam dinding tanah yang dibuat oleh Glenn kemudian diserang dengan jarum yang terbuat dari tanah ke arah monster orc yang terkurung.


Freya yang langsung mengeluarkan sihir apinya untuk menyerang monster orc. Monster orc yang terkena oleh serangan sihir api matang seperti daging babi yang baru saja di panggang.


Aidan yang juga mengeluarkan sihir apinya untuk menghadang monster orc melewati mereka di garis depan. Namun, semaksimal apapun mereka melakukannya tetap mereka kalah jumlah sehingga beberapa monster orc juga melewati mereka di garis depan.

__ADS_1


Jagger yang berada di atas juga membantu para prajurit untuk menjatuhkan batu dengan menggunakan air yang ditahan olehnya dari bawah batu lalu dijatuhkan ke arah monster orc.


Di garis kedua, Dylan yang mengeluarkan sihir airnya dengan cara membuat air membeku berbentuk runcing yang diarahkan ke monster Orc. Aleda juga menggunakan sihir anginnya untuk membuat sebuah panah yang berbentuk dari angin untuk diarahkan ke monster Orc.


Mereka berdua yang memimpin lapisan kedua juga tidak dapat menahan orc untuk tidak melewati mereka. Beberapa monster orc melewati mereka dengan mudahnya walaupun sudah banyak monster orc yang di bunuh mereka.


Arlan yang bersiap dengan menggunakan sihir petirnya untuk membuat serangan ke arah monster orc dengan membuat sebuah dinding tanah yang mengelilingi beberapa monster orc. Lalu melepaskan serangan sihir petir ke arah monster orc yang sudah dikurung olehnya. Beberapa monster yang sudah dikalahkan olehnya langsung diberikan ke arah Alice.


Alice yang menggunakan pedang miliknya untuk membunuh monster orc yang berhasil lolos dari Arlan. Alice yang sudah memerintahkan Arlan untuk membuat sebuah ruangan seperti kolam kosong menggunakan tanah.


Alice meletakkan seluruh monster orc yang kalah ke dalam kolom yang telah dibuat oleh Arlan. Lalu mengeluarkan sihir apinya untuk membakar seluruh monster orc hingga hangus menjadi debu.


"Kenapa dia melakukan itu? Bukannya mereka sudah mati?" tanya Arlan dalam hati yang terus bertarung melawan para monster orc yang ada di hadapannya.


"Kenapa mereka tidak ada habisnya?" tanya semua orang dalam hati kecuali Alice.


"Guru, sudah berapa banyak yang kita kalahkan namun mereka tetap saja tidak ada habisnya." Jawab Glen.


"Aku juga merasakan itu." Jawab Aidan dalam hati.


"Tetap fokus untuk mengalahkan para monster orc." Jawab Aidan.


"Guru, aku sudah lelah." Jawab Freya Ya sudah banyak mengeluarkan sihir apinya untuk mengalahkan monster orc.


"Aku juga sudah lelah." Jawab Aleda.


"Aleda awas." Jawab Dylan dengan menggunakan sihir airnya menembak monster orc yang melayangkan senjata kapak ke arah Aleda.


"Pangeran." Jawab Aleda yang terkejut dengan panggilan Dylan. Aleda melihat monster orc yang tercampak akibat sihir air Dylan. Dia terselamatkan oleh Dylan.

__ADS_1


"Apa kau masih sanggup untuk bertarung?" tanya Dylan kepada Aleda yang terlihat sudah kelelahan.


__ADS_2