Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Mengalahkan Monster Ular Tanah


__ADS_3

"Berjalan terus saja." Jawab Darren melihat ke belakang dengan ekspresi Alice dan Darren yang khawatir sedang mengamati lingkungan.


"Papa yakin?" tanya Alice.


"Iya. Kita akan berhenti ketika merasa ada bahaya." Jawab Darren.


"Kita harus tetap hati-hati." Jawab Arlan.


Alice, Arlan dan Darren yang terus berjalan menelusuri pepohonan di dalam hutan untuk mendengarkan suara alir yang mengalir. Meraka berjalan di jalan ular yang mengajar tikus tadi.


"Berhenti." Ucap Darren yang berada di balik pohon terakhir yang mendekati aliran sungai, Darren melihat ular yang berada di seberang sungai itu terdapat sebuah gua yang di depannya di jaga oleh seekor ular.


"Ada apa Papa?" tanya Alice.


"Lihat kesana." Jawab Darren dengan menunjukkan tangannya ke arah ular yang sedang melingkar berada di depan gua.


"Dia sepertinya sudah selesai memakan tikus buruannya." Jawab Alice melihat ular itu dengan perut yang sedikit besar dari tubuh ular lainnya. Ada benjolan di perut ular yang menandakan bahwa ia baru saja siap makan.


"Benar juga, ular itu sepertinya berhasil memburu tikus yang telah di kejar nya tadi." Jawab Arlan yang juga melihat nya.


"Tapi ada yang aneh dengan ular itu." Jawab Darren yang sedang berfikir.


"Aneh?" tanya Alice.


"Ular memiliki sifat yang yang setelah kenyang akan melingkari tubuhnya dan berhibernasi. Mungkin saja dia sedang berhibernasi setelah makan tikus." Jawab Arlan.


"Benar juga, aku hampir lupa bahwa ular itu jarang makan dan setelah makan akan melaksanakan hibernasi untuk mengolah makanannya di dalam perut." Jawab Darren.


"Jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Alice.


"Hmmmmmmm." Jawab Darren yang sedang melihat sesuatu.


"Ada apa Papa?" tanya Alice.


"Kalian berdua lihat itu?" tanya Darren menunjuk ke arah gua yang ada di balik ular.

__ADS_1


"Apa paman?" tanya Arlan.


"Perhatikan baik-baik yang ada di pinggir mulut gua itu." Jawab Darren.


Alice dan Arlan dengan diam dan memfokuskan pengelihatannya ke arah mulut gua dan melihat ada tumbuhan berwarna biru yang sedang mengumpul seperti bunga yang sedang tumbuh.


"Itu adalah jamur herbal." Jawab Darren.


"Apa?" tanya Arlan dan Alice dengan saling bertatapan dan mengalihkan pandangannya kedepan lagi dan melihat tanaman jamur herbal yang maksud oleh Darren


Kalahkan monster ular tanah segera dana dapatkan tempat gua sebagai perlindungan sebelum badai. Hadiah 1000 poin.


Sistem layar status Alice muncul dan memerintahkan untuk membunuh monster ular tanah.


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Alice.


"Mau tidak mau kita harus melawan ular itu." Jawab Darren.


"Bagaimana dengan monster lainnya yang berada di dekat sini?" tanya Alice.


Alice dan Arlan saling melihat satu sama lain dan memberikan jawaban kepada Darren dengan menganggukkan kepalanya.


"Bagus, aku akan membuat kenkai kotak untuk melindungi pertarungan kalian dengan monster ular tanah agar tidak di rasakan oleh monster lainnya yang berada di tempat ini. Apa kalian mengerti?" tanya Darren. Arlan dan Alice menganggukkan kepalanya dan menyetujui ide ini.


Mereka bertiga dengan menggunakan sihir terbang dan mendekati ular yang sedang tidur dengan melingkarkan tubuh ya. Mereka yang sudah berhasil menyerang sungai dan langsung berdiri sesuai dengan rencana mereka.


Alice dan Arlan tepat berada di depan kepala monster tanah yang sedang tertidur. Sedangkan Darren berada tidak jauh dari mereka. Tepatnya Darren berada di atas gua yang berada di dinding jurang yang mengelilingi mereka.


"Pelindung." Ucap Darren yang sudah memulai pertarungan dengan membuat perlindungan mereka yang bertarung tidak akan membuat kehancuran kepada mahluk hidup lainnya.


Hal ini sama seperti sedang berada di dalam ruang spiritual yang tidak akan hancur dunia luar. Alice dan Arlan bersama dengan monster ular tanah sedang berada di dalam kenkai yang sudah di buat oleh Darren


Arlan langsung membuat sebuah gerakkan sederhana dengan membentuk tanah padat yang runcing dan mampu menembus daging untuk bisa menyerang tubuh monster ular tanah.


"Sekarang." Jawab Alice yang sudah berada di udara. Arlan menyerang dari bawah tanah. Tanah runcing yang sudah di siapkan oleh Arlan di munculkan dan langsung membuat tubuh monster ular tanah tertusuk-tusuk dengan tanah runcing dan membuat monster ular tanah bangun.

__ADS_1


"Sekarang Alice." Jawab Arlan.


"Oke." Jawab Alice yang langsung menggunakan kekuatan api miliknya dari atas menyerang kepala monster ular dengan api yang begitu membara.


Arlan menambahkan kekuatan serangan dengan membuat sihir petir yang di keluarkan untuk membuat ular tanah tidak dapat berkutik sama sekali. Monster ular tanah yang tidak mau kalah dengan meta yang melotot dan lidah yang di julurkan panjang ke segala penjuru untuk membuat Alice jatuh dari terbang. Dan membuat Arlan goyah dari tanah.


Dengan luka-luka pada ekor monster ular tanah akibat tanah runcing dari serangan Arlan tidak mengehentikan monster ular tanah mengibaskan ekornya untuk membuat kedua orang terkena serangan dan terjatuh di dinding pelindung.


"Manusia sialan? Kenapa kalian ada di tempat ini? Apa yang mau kalian lakukan? Ini bukan tempat kalian." Jawab Monster ular tanah.


"Alice gunakan kekuatan kita bersamaan. Aku serang kepalannya, kau serangan ekornya." Jawab Arlan.


"Baik." Jawab Alice dengan cepatnya membuat sebuah bola api besar dan menyerang kepala Monster Ular Tanah.


Arlan juga membuat serangan listrik ke arah ekor monster ular tanah. Arlan juga membuat tanah runcing untuk menusuk lagi daging tubuh monster tanah.


"Arghhhhhhh." Jawab Monster ular tanah yang besar itu kesakitan akibat serangan yang di luncurkan Alice dan Arlan.


"Jangan terlalu lama. Papa sudah tidak bisa lama-lama menahan kenkai ini untuk kalian.


"Baik Papa." Jawab Alice.


"Baik paman." Jawab Arlan.


Arlan yang mengeluarkan pisau yang berbuah menjadi pendang di genggam olehnya dan siap untuk memotong.


"Bagus." Jawab Alice yang melihat Arlan dengan inisiatif dirinya sendiri menggunakan pedang yang pernah di berikan oleh Alice kepada Arlan.


"Alice aku mohon bantuannya. " Jawab Arlan.


"Baik. Lakukan saja semampu mu jangan di paksa. Aku akan mencoba membuat pengelihatan monster ular tanah tidak bisa melihat serangan mu. " Jawab Alice.


Mereka berkerjasama dengan Alice yang melemparkan dua bola api ke mata monster ular tanah dan membuat matannya terbakar dan tubuhnya tidak dapat lagi menahan sakit sehingga bergoyang ke sana kemari.


Arlan sudah siap dengan kesiapan untuk meletakkan seluruh kekuatan sihir nya ke dalam pedang . Arlan yang sudah mengalirkan kekuatan sihirnya di pedang membuat pedang itu langsung memotong-motong bagian tubuh monster ular. Potongan demi potongan itu terjatuh di sekitar.

__ADS_1


__ADS_2