
Seekor Fenrir yang sedang mengaum pada malam hari untuk berburu. Fenrir yang lapar mencari makanan di malam hari. Fenrir menggunakan sihir udara yaitu angin untuk mengalahkan burung yang ada didepannya. Setelah membantai beberapa ekor burung, Fenrir dengan mudahnya melahap semua hewan buruan miliknya.
Fenrir adalah seekor binatang suci yang seperti serigala yang hidup sudah hampir ribuan tahun dan memiliki kekuatan udara yang tinggi dan kecepatan yang bergerak dengan cepat.
Namun tiba-tiba seseorang dengan menggunakan topeng setengah, topeng yang hanya menutupi matanya saja sedangkan mulutnya tidak tertutup oleh topeng.
"Siapa kau manusia?" tanya Fenrir.
"Kau sudah lupa?" suara laki-laki yang di balik topeng setengah itu. Dan laki-laki itu mengeluarkan sedikit aura dingin berwarna biru.
"Naga suci?" tanya Fenrir yang langsung menundukkan kepalanya memberikan hormat.
"Wahh, sudah lama aku tidak mendengarkan hal itu." Jawab lelaki itu.
"Panggil saja aku sekarang Arlan, Arlan Sagasta." Sambil membuka topeng yang menutupi setengah wajahnya, dan benar bahwa itu adalah pangeran Arlan.
"Bagaimana bisa anda menjadi seorang manusia?" tanya Fenrir yang terkejut dengan sosok Arlan.
"Akhirnya anda kembali, padahal selama ini aku sudah mencari kemana-mana." Jawab Fenrir lagi.
"Ceritanya panjang, aku datang kemari hanya untuk memberitahumu tentang satu hal. Bencana 100 tahun yang lalu akan kembali beberapa tahun lagi. Aku harap, kau dan yang lainnya sudah mempersiapkan diri. Jangan sampai membuat kalian terluka lagi seperti sebelumnya." Jawab Arlan kepada Fenrir dengan menutup kembali wajahnya.
"Apa? Monster King Mo akan muncul kembali?" tanya Fenrir.
"Iya. Dalam buku kuno yang di temui manusia dan dari hasil pengamatan ku selama menjadi manusia. Aku melihat semuannya dan memastikan hal itu akan terjadi. Dan yang perlu kau ketahui adalah aku sudah menemukan wanita suci yang menjadi Reinkarnasi penyihir cantik itu." Jawab Arlan.
"Kau bertemu penyihir wanita yang telah mengalahkan Monster King Mo?" tanya Fenrir.
__ADS_1
"Ia, dia juga sudah berenkarnasi dan tetap menjadi wanita penyihir. Namun sifatnya tidak sedingin dulu, dia sudah menjadi wanita yang cukup bahagia dengan memiliki kasih sayang keluarga yang lengkap dan sangat ceria setiap saat." Jawab Arlan yang sedang membicarakan Alice sebagai wanita suci yang akan mengalahkan Monster King Mo.
"Baguslah, jika anda sudah di dekatnya. Tapi apa yang harus kami lakukan tanpa seorang pemimpin?" tanya Fenrir.
"Bukannya sudah jelas, kau yang menjadi pemimpin. Selama aku sudah mati waktu itu, kau yang selalu menjaga semua wilayah ini untuk menggantikan ku." Jawab Arlan.
"Semuannya aku lakukan karena aku tau anda akan kembali memimpin kami." Jawab Fenrir.
"Aku sudah bukan lagi naga suci, kau harus mengerti itu. Saat ini aku sudah menjadi manusia yang hanya memiliki kekuatan dua sihir, yaitu Petir dan tanah. Dan untuk kekuatan naga belum kembali pulih dan tidak akan kembali sepenuhnya seperti dulu. Namun, kekuatan sihir yang ada pada tubuh ku saat ini sudah melebih kekuatan naga asli saat dulu. Ternyata inilah kekuatan manusia yang melebihi kekuatan makhluk lainnya di muka bumi ini." Jawab Arlan yang mengeluarkan aura sihir kekuatan miliknya di depan Fenrir.
Fenrir yang mendengarkan cerita, melihat langsung kekuatan Arlan langsung tertunduk dan tidak dapat berbicara karena membuat dirinya beku tanpa bergerak.
"Yang mulia naga suci menjadi lebih kuat dari sebelumnya." Jawab Fenrir dalam hati.
"Apa kau sudah mengerti?" tanya Arlan.
"Aku harus menyembunyikan semua ini sampai aku menghadapi Monster King Mo. Aku harus membantu wanita suci untuk mengalahkan Monster King Mo tanpa harus ada yang kehilangan lagi antara aku dan juga wanita suci. Aku akan berusaha untuk melakukan hal itu untuk mengubah takdir dimana saat ini kami diberikan kesempatan kedua." Jawab Arlan.
"Apa anda tinggal dengan wanita suci?" tanya Fenrir.
"Tidak, tapi saat ini aku berada di sekitarnya. Oh ya satu hal lagi, aku dan kelompok ku sedang berada di wilayah ini untuk masuk ke hutan larangan. Aku harap hewan lain tidak akan menjadi penghalang ketika kami berada di sini. Aku tidak ingin kalian di bantai oleh kelompok ku. Apa kau paham?" tanya Arlan.
"Aku mengerti, aku akan mengatakan kepada seluruh anggota untuk tidak melakukan hal itu." Jawab Fenrir.
"Ini berikan kepada King Wolf. Anggota pada serigala gunung telah menyerang kami tadi sore. Untung saja paman Darren memberikan perintah untuk tidak membunuh serigala gunung. Jadi mereka hanya terluka saja." Jawab Arlan.
"Baik. Terima kasih yang Mulia." Jawab Fenrir.
__ADS_1
"Sudah aku katakan, saat ketemu lagi jangan panggil itu. Panggil saja aku dengan nama Arlan." Jawab Arlan.
"Baik tuan Arlan." Jawab Fenrir.
"Aduh. Ya sudahlah, itu juga boleh. Aku akan kembali ke kelompok ku. Kau jangan buat keributan seperti tadi untuk memancing kami." Jawab Arlan.
"Baik tuan Arlan, aku hanya lapar." Jawab Fenrir dan Arlan sudah meninggalkannya di tempat itu.
Semua orang yang masuk ke tenda masing-masing dan istirahat dengan baik di malam hari ini, tidur dengan nyenyak. Tapi Alice tiba-tiba terbangun karena Alice yang di bangunkan oleh Ema untuk pergi keluar dari tenda dan dinding yang telah di buat Glen.
"Ada apa?" tanya Alice yang bertanya saat Ema keluar dari ruang spiritual dan berbuah wujud menjadi kucing dengan mengelus kepalanya di kepala Alice untuk membangunkannya.
"Aku merasakan ada kekuatan yang luar biasa tidak jauh dari tempat ini." Jawab Ema.
"Kekuatan?" tanya Alice yang langsung terduduk dan mengusap matanya. Alice dan Ema berangkat menuju kekuatan sihir yang dirasakan oleh Ema tadi. Sementara Arlan kembali ke tenda dan tidur kembali.
Alice dan Ema yang sampai di tempat yang memiliki aura sihir yang kuat dan melihat tidak ada apa-apa di sana. Mereka hanya melihat bulu burung yang berserakan.
"Apa tadi ada yang memburu burung-burung ini?" tanya Alice yang memegang satu helai bulu burung.
"Hewan apa yang mengeluarkan kekuatan seperti itu? Tapi nona, yang aku rasakan tadi adalah kekuatan sihir seorang manusia yang kuat. Lebih kuat daripada nona. Apakah ada orang lain di hutan awal ini selain kita?" tanya Ema.
"Kau yakin dengan hal itu?" tanya Alice.
"Iya. Nona tau sendiri aku bisa merasakan aura kekuatan walaupun itu hanya sedikit. Apalagi tadi, itu sangat besar dan samar-samar aku merasakan kekuatan yang tidak asing. Namun aku tak mengingatnya itu apa." Jawab Ema kepada Alice.
"Baiklah, ini sudah malam dan kita tidak menemukan apa-apa. Kita terlambat datang dan tidak menemukan apa-apa. Lebih baik kita kembali lagi." Jawab Alice kepada Ema.
__ADS_1