Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Kemenangan Melawan Monster Cacing Tanah


__ADS_3

Freya yang mendengar hitungan Glen sudah tersampaikan. Seluruh panah yang di buat telah di panaskan oleh apinya. Hujan panah panas yang melayang ke arah tubuh induk monster cacing tanah tidak bisa membuatnya menghindar.


"Arghhhhhhhhh, bagaimana bisa manusia seperti kalian memiliki kekuatan seperti ini. Sialllllllll aku tidak bisa menghindar. Arghhhh." Ucap induk monster cacing tanah yang kesakitan.


Freya terus menyerang hingga seluruh panah yang dibuat olehnya habis. Setelah semua orang habis, Glen mengeluarkan pedang miliknya dan langsung memotong-motong tubuh monster cacing tanah menjadi bagian. Karena kulitnya tidak setebal yang di fikirkan dan seluruh isi pada tubuhnya keluar seperti air.


"Glen menghindar." Ucap Freya.


"Baik." Jawab Glen.


Freya dengan kekuatan tersisa milihnya mengeluarkan kekuatan sihir api membakar semua tubuh induk monster cacing tanah dan bayi monster cacing tanah yang tersisa menjadi debu.


Setelah kemenangan mereka dalam berperang melawan monster cacing tanah membuat Freya tidak kokoh dal.berdiri. Glen datang memapah Freya.


"Kita berhasil Glen." Jawab Freya yang pingsan tidak sadarkan diri setelah mengucapkan hal itu kepada Glen yang sedang menampung tubuhnya yang hampir jatuh.


"Kerja bagus Freya. Istirahatlah, kau sudah melakukan hal besar hari ini." Jawab Glen dengan tersenyum.


"Sepanjang aku hidup selama ini, baru kali ini aku melawan monster yang cukup tangguh seperti ini. Mungkin monster ini sudah hampir berada di level raja tingkat 5." Jawab Glen dalam hati melihat kemenangan dirinya melawan monster cacing tanah.


Seluruh penduduk wilayah Arm bersorak bahagia atas kemenangan yang mereka saksikan. Glen juga menghancurkan kembali dinding pembatas yang dibuat olehnya untuk penduduk yang sedang mengungsi di bukit. Dinding yang sudah dilepaskan oleh Glen, para penduduk wilayah Arm langsung berlari ke arah Glen yang telah berhasil mengalahkan monster cacing tanah. Para penyihir lainnya juga merasa senang atas kemenangan mereka.


"Kau tidak apa-apa pangeran Glen." Tanya Ali.


"Tidak apa-apa. Bagaimana dengan semua penduduk?" tanya Glen.


"Kami semua tidak apa-apa. Terima kasih pangeran Glen sudah membantu kami dari masalah ini." Jawab para warga yang sangat berterima kasih kepada Glen.

__ADS_1


"Sudah menjadi kewajiban ku untuk melindungi rakyat kerjaan Suhi." Jawab Glen.


"Sekarang bukan waktunya untuk senang, kita harus membangun ulang wilayah Arm." Jawab Glen.


"Baik." Jawab mereka semua semangat.


Glen memerintahkan penyihir kerjaan Suhi untuk melaporkan hal ini kepada raja Steven. Dan memintanya untuk membawa beberapa ahli arsitektur untuk membangun ulang rumah penduduk yang hancur, membawa ahli pertanian, perternakan dan perkebunan. Beserta dengan bibit tanaman. Utusan itu segera pergi dari wilayah Arm untuk melaporkan.


Sedangkan Glen membangun rumah pengungsi sementara untuk penduduk menggunakan sihir tanahnya membangun rumah apa adanya dengan atap yang terbuat dari daun-daun pohon. Dan membiarkan Freya beristirahat di dalam.


Mereka bersama-sama beristirahat hingga pagi hari, dan saat pagi hari mereka semua langsung mengerjakan tugas masing-masing tanpa membangunkan Glen dan Freya.


Ada yang mengembala ternak mereka, ada yang mencari makanan, ada yang kerja bakti menyingkirkan puing-puing rumah yang telah hancur. Ada yang sedang memasak. Semuanya kembali bekerja seperti biasanya.


Glen yang terbangun dan melihat semua penduduk Arm sibuk dengan kesibukannya masing-masing membuat Glen tersenyum.


"Pangeran sudah bangun?" tanya Ali.


"Sungguh mengejutkan." Jawab Glen.


"Karena anda telah ada di hati semua penduduk Arm." Jawab Ali kepada Glen. Ali menunjukkan semua yang ada di sekitar, Glen yang menerima senyuman dari para penduduk membuat dirinya menjadi tenang dan juga bahagia.


"Ayo sarapan dulu pangeran." Ucap Ali lagi.


"Nanti saja. Aku akan menunggu Freya. Sekarang, aku akan membantu kalian membersihkan kekacauan ini." Jawab Glen.


Beberapa saat kemudian, Freya sudah terbangun dan saat itu Glen ada di sampingnya.

__ADS_1


"Kau haus?" tanya Glen memberikan air kepada Freya.


"Ayo kita sarapan, pasti kau lapar." Jawab Glen kepada Freya. Dan saat Freya keluar, ia di sambut dengan hangat oleh penduduk Arm. Freya juga merasakan apa yang di rasakan oleh Glen saat pagi tadi. Mereka berdua kembali membantu para penduduk setelah selesai sarapan hingga sore hari.


Utusan yang diperintahkan oleh Glen untuk melaporkan apa yang terjadi di wilayah Arm sudah di dengar oleh Steven. Tanpa basa-basi, Steven langsung menyiapkan semua yang di minta oleh Glen dan ikut bersama pergi ke desa Arm. Mereka yang tiba di wilayah Arm pada pagi hari. Karena menempuh perjalanan dari istana ke wilayah Arm membutuhkan waktu 12 jam.


"Ayahanda?" panggil Glen yang terkejut melihat kedatangan Steven.


"Kerja bagus putra ku. " Jawab Steven yang memeluk Glen di hadapan semua penduduk dan Freya. Melihat kedekatan Glen dengan ayahnya membuat semua orang terharu.


"Tentu saja aku datang ke sini melihat kemenangan putra ku mengalahkan monster cacing tanah serta melihat langsung rakyat ku sendiri." Jawab Steven yang memang sifatnya ramah.


"Semua karena menantu pilihan ayahanda. Jika bukan karena Freya, aku juga tidak bisa mengalahkan monster cacing tanah itu dengan mudah." Jawab Glen.


"Tidak raja Steven, semua ini juga karena strategi dari pangeran Glen. Karena arahan yang diberikan oleh pangeran Glen kepada kami sehingga memberikan ketepatan dalam melakukan kekuatan kami." Jawab Freya.


"Aku juga sudah mengetahui dengan detail ceritanya. Tentu saja aku sangat senang melihat kalian bekerjasama dengan baik mengalahkan monster cacing tanah di wilayah Arm ini." Jawab Steven.


"Kemarilah putri kecil ku yang sudah tumbuh dewasa." Ucap Steven kepada Freya. Karena sejak awal Steven dan juga Georgi itu adalah sahabat. Mereka sejak awal memang sudah menjodohkan mereka berdua sejak dalam kandungan istri mereka masing-masing.


Steven memeluk Freya dan Glen tanpa memperdulikan sekitar. Setelah itu Steven berdiri dan berbicara kepada penduduk Arm.


"Maaf jika kedatangan ku terlambat, tapi permasalahan yang sudah lama terjadi di tempat ini baru saja terpecahkan. Maaf sudah membuat kalian semua menderita hidup di kerjaan Suhi." Jawab Steven kepada semua penduduk.


"Tidak raja, karena putra mu kami semua selamat. Dan karena mu juga kami berusaha untuk bangkit kembali 3 tahun yang lalu. Kau sudah cukup adil kepada kami." Jawab mereka kepada Steven.


"Oleh karena itu aku akan memfasilitasi pembangunan ulang wilayah Arm. Mohon bantuannya." Jawab Steven lagi.

__ADS_1


"Hidup raja Steven." Ucap mereka bersorak untuk Steven.


Setelah itu mereka semua kembali membangun rumah, ladang, kebun dan perternakan. Sementara Steven, Glen dan Freya hanya tinggal di desa selama 3 hari. Karena masih masih hal yang harus mereka urus. Mereka berpamitan dengan Ali dan penduduk lainnya. Penduduk wilayah Arm sangat berterima kasih kepada Raja Steven, pangeran Glen dan Freya.


__ADS_2