
Digaris depan, Glen dan Freya sudah kelelahan terlihat pada wajah mereka yang banyak mengeluarkan keringat. Aidan juga merasa tenaga sihir ya sudah banyak terkuras.
"Guru, lihat." Ucap Freya yang menunjuk ke arah depan.
"Ada apa?" tanya Glen melihat ke depan dan terkejut.
"Mereka?" tanya Aidan yang juga terkejut.
Monster orc yang sedang memakan rekannya. Monster orc yang sudah dikalahkan dimakan oleh monster orc lain yang masih hidup. Monster orc yang memakan sesamanya menjadi kuat. Memakan sesama menjadi kekuatan untuk mereka.
"Bagaimana ini mungkin terjadi? Pantas saja sejak tadi kenapa kita merasa monster orc ini semakin lama semakin kuat. Ternyata mereka memakan sesama sebagai sumber energi mereka." Jawab Aidan.
"Iya guru, kau benar. Jika di hitung kita sudah mengalahkan 200 monster orc. Tapi mereka memakan sesama mereka yang sudah kita kalahkan." Jawab Freya.
Sementara di sisi lain, Aleda yang di tolong oleh Dylan dari serangan monster orc sedang berhenti dan monster orc mulai menyerbu mereka berdua. Alice yang melihat itu langsung berjalan ke arah Dylan dan Aleda.
"Arlan selamatkan mereka." Ucap Alice kepada Dylan yang sudah menjaga garis terkahir dengan aman.
"Baik." Jawab Arlan yang mengikuti Alice berlari ke depan. Mereka berdua mengalahkan para monster orc saat berlari. Dan melemparkan monster arc yang sudah terbunuh ke dalam kolam namun belum di bakar oleh sihir api Alice.
"Kalian berdua masih sanggup untuk bertarung?" tanya Alice yang sedang berdiri menghalangi para orc yang ingin menyerang Dylan dan Aleda. Aleda dan Dylan menganggukkan kepalanya.
"Jika tenaga sihir kalian sudah banyak terkuras. Bantu aku untuk mengumpulkan mayat-mayat monster orc ini ke dalam kolam yang ada di belakang garis terakhir." Jawab Alice.
"Lakukan saja, jangan banyak tanya." Jawab Arlan.
"Baik." Jawab Dylan dan Aleda.
"Guru terlalu jauh. Aku ingin melakukan transisi suara namun ..... lebih baik orang lain saja." Jawab Alice dalam hati. Mereka masih jauh dari posisi garis depan.
"Siapa di antara kalian yang bisa komunikasi transisi?" tanya Alice.
"Aku bisa." Jawab Dylan.
__ADS_1
"Bagus. Lakukan itu sekarang, aku ingin berkomunikasi dengan yang lain. Sebarkan semua yang aku katakan." Jawab Alice.
"Arlan, bantu aku lindungi kami lebih dulu. Aleda, lindungi Dylan yang sedang melakukannya, agar tersebar keseluruhan prajurit." Jawab Alice.
"Baik." Jawab mereka bertiga.
"Katakan kepada mereka untuk mayat orc yang sudah terbunuh di kumpulkan menjadi satu dan di bakar hingga menjadi abu. Perintahkan Freya dan guru Aidan untuk melakukan itu sementara yang lainnya mengalahkan monster orc dan mengumpulkannya. Jangan sampai mayat monster orc di makan dengan monster orc lainnya, itu akan menjadi nutrisi bagi mereka." Jawab Alice.
"Jadi ini alasannya kau melakukan hal itu?" tanya Arlan dan Alice menganggukkan kepalanya.
"Baiklah. Kerjakan, aku akan melindungi kalian." Jawab Arlan.
"Apakah kau sudah mengerti Dylan?" tanya Alice.
"Baik. Aku mengerti." Jawab Dylan
"Aleda jaga Aidan sementara waktu, aku akan membantu Arlan. Setelah selesai, kalian lakukan yang aku perintahkan tadi, lindungi diri kalian sendiri dan kumpulkan mayat mereka di kolam yang sudah di buat Arlan." Jawab Alice.
"Bagus." Jawab Alice yang berlari membantu Arlan untuk bertarung membunuh monster orc.
"Jagger, guru Aleda, Glen, Freya dan seluruh prajurit. Apa kalian mendengarkan aku?" tanya Dylan, semua orang terdiam seketika lalu melanjutkan pertarungan mereka melawan monster orc sambil mendengarkan Dylan.
"Aku Dylan, jika kalian mendengarkannya tolong jawab aku." Ucap Dylan lagi.
"Kami mendengar." Jawab Semua orang.
"Jagger, turun dari tebing dan bantu kami. Guru Aleda dan Freya mundur kebelakang. Glen tetap di garis depan, Arlan dan Alice akan segera menuju ke sana. Jagger juga bantu di garis pertama. Alice mengatakan bahwa kita harus mengumpulkan mayat monster orc ke satu tempat dan jangan sampai monster orc yang masih hidup memakan monster orc yang telah mati, itu akan menjadi kekuatan bagi orc. Jadi, tugas guru Aidan dan Freya, bakar semua mayat hingga menjadi abu. Sedangkan yang lain, kalahkan monster orc. Apa kalian mengerti?" tanya Dylan.
"Kita harus mengehentikan monster orc untuk memakan sesama?" tanya Aida dalam hati.
"Baik." Jawab mereka semua yang langsung berada di posisi sesuai dengan apa yang diterangkan oleh Dylan tadi kepada mereka menggunakan komunikasi transisi.
"Bagus." Jawab Alice yang mendengarkan hal itu.
__ADS_1
Jagger dan Glen berada di garis depan dengan kekuatan tersisa untuk melawan monster orc yang masih hidup dan bermutasi. Alice dan Arlan terus maju ke garis depan. Sedangkan Aidan dan Freya mundur ke belakang untuk membakar mayat monster orc dengan kekuatan sihir api mereka. Dylan dan Aleda juga membantu mengumpulkan mayat monster orc.
Semua sudah bekerja sesuai dengan instruksi yang sudah di beritakan. Arlan dan Alice akhirnya berada di garis depan.
"Serahkan kepada kami. Senior beristirahat lah dan bantu yang terluka.. Berikan ini kepada yang terluka." Jawab Alice yang memberikan satu botol ramuan pil untuk para prajurit yang terluka.
Jagger menerimanya dan Glen sudah terduduk karena kehabisan tenaga sihir yang sudah dia gunakan sejak tadi.
"Kau hebat." Jawab Arlan kepada Glen yang terjatuh di bantu Arlan ke pinggir dingin tebing. Arlan membuat pembatas dinding dari tanah untuk Glen dan para prajurit yang lain untuk beristirahat."
Jagger mengikuti apa yang dikatakan oleh Alice. Jagger membantu prajurit-prajurit yang terjatuh dan terluka untuk di kumpulkan bersama dengan Glen. Jagger juga memberikan pil kesembuhan untuk luka luar yang ringan kepada mereka. Obat yang diberikan oleh Alice tadi sangat berguna bagi prajurit yang terluka ringan di luar dan yang terluka berat bisa menghentikan pendarahan dan memberikan sedikit efek sihir setiap orang. Prajurit dokter yang berada di tebing turun untuk membantu Jagger mengobati semua pasien.
"Guru, aku sudah kehabisan tenaga sihir." Jawab Freya yang sudah beberapa kali menggunakan sihirnya untu menghanguskan mayat monster orc.
"Kalian berdua pergilah ke tempat Glen." Ucap Dylan yang melihat Aleda juga sudah kehabisan sihir .
"Iya, pergilah kalian berdua, biarkan kami yang melakukannya. Pilihkan dulu kekuatan kalian." Jawab Dylan dan Aidan.
"Baik guru." Jawab Freya
"Baik pangeran." Jawab Dylan.
Mereka berdua berjalan menuju ke tempat Glen dan mendapatkan pil kesembuhan untuk mereka. Setelah meminum obat itu mereka menjadi lebih baik.
"Pil ini bisa membuat sedikit sihir untuk diri ku." Jawab Freya.
"Kau akan segera sembuh Freya." Jawab Glen yang sudah terlebih dahulu meminum pil ramuan dari Alice.
"Glen? Apakah kau tidak apa-apa? tanya Freya.
"Iya. Aku di sini." Jawab Freya.
"
__ADS_1