Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Menghancurkan Para Monster Part 2


__ADS_3

Di tempat lain, Freya yang melakukan serangan yang sama seperti yang dilakukan oleh Darren, membakar hangus jantung monster tanaman dengan sihir apinya. Namun tiba-tiba tanah bergetar membuat Freya bersama dengan teman-temannya keluar dari tanah dan bergegas untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Saat melihat, gunung api meletus dan monster kadal api semuannya keluar dari gunung api. Satu ekor kadal api yang begitu besar keluar dan membuat Freya bersama dengan Evan yang menyerang monster kadal api.


Mereka bertarung dengan sengit sehingga tidak ada yang bisa di pastikan siapa yang menang. Kekuatan sihir yang di miliki mereka membuat semuannya menjauh untuk menyelamatkan diri.


"Kalian pergi menjauh dari sini, buat pelindung untuk kota. Jangan sampai para monster memasuki istana." Ucap Freya.


"Baik tuan putri." Ucap mereka yang kembali dan melaporkan kepada Georgi tentang situasi yang ada di hutan gunung api. Mereka segera membuat pelindung.


Freya bersama dengan Evan menyatukan kekuatan mereka dan tiba-tiba Georgi juga bersama dengan mereka menyatukan kekuatan untuk membuat bola besar dan menghancurkan king monster kadal api dengan kekuatan mereka bertiga.


Beberapa menit berjalan setelah penyerangan mereka bertiga dengan membuat king monster kadal api berada di dalam bola api membuatnya tidak dapat keluar dan suhu yang ada di tubuhnya dengan suhu bola api lebih besar suhu bola api sehingga membuatnya melebur. Perlahan-lahan tubuh king monster kadal api melebur terbakar hingga habis.


Mereka bertiga menghentikan aliran sihir ke arah bola api dan tersenyum menyatakan kemenangan mereka.


Setelah mereka mengalahkan semua monster yang tertidur di hutan kerajaan,langit menjadi gelap dengan pekat. Matahari dan bulan menyatu dengan pertanda gerhana matahari. Angin yang kencang di hutan larangan membuat perlahan-lahan kenkai yang sudah di pasang di sekitar hutan larangan retak. Retak dengan begitu cepat dan pecah.


Alice dan Arlan baru selesai membuat pola penyegelan utama di hutan larangan melihat semua fenomena membuat mereka menyimpan bahwa monster king mo akan muncul.


"Bagaimana situasi di sana?" tanya Alice kepada semua orang dengan kerang komunikasi.


"Aku baru selesai mengalahkan kadal api bersama dengan ayah dan guru Evan." Jawab Freya.


"Aku juga." Jawab Alda.


"Aku juga." Jawab Dylan.


"Tapi ada yang aneh, kenapa di tempat kalian awan mengumpul dengan begitu pekatnya dan akan terjadi gerhana matahari?" tanya Glen.


"Glen, Dylan, Arlan, Freya, Papa, Bu Viola, Mama, Guru Aidan, Guru Rose, Guru Mega......... Monster King Mo akan segera hadir. Kalian sudah siap dengan rencana kita? Ingatlah untuk selamat." Alice yang memanggil semua orang untuk bersiap. Para raja yang sudah bersiap di depan gerbang dengan prajurit dan jenderal untuk mencegah monster masuk ke dalam istana. Sedangkan Para guru dan murid elit pergi ke hutan larangan untuk berada di pasukan utama pencegah monster yang ada di dalam hutan larangan. Glen, Freya, Aleda dan Dylan segera pergi menyusul ke hutan larangan setelah mereka selesai mengalahkan monster di hutan kerajaan masing-masing.

__ADS_1


"Bagaimana dengan keadaan kalian di sana?" tanya Ansel.


"Ayah tenang saja kami berdua baik-baik saja. Sekarang kalian fokus saja untuk mempertahankan istana karena bisa jadi para monster tiba-tiba datang menggunakan portal." Ucap Arlan.


"Raja-raja yang lain kalian juga sudah siap?" tanya Alice.


"Iya." Jawab mereka bersamaan.


"Pertarungan akan segera di mulai." Ucap Alice.


Sementara Arlan juga sedang berkomunikasi dengan beberapa klannya dan para raja hewan yang ada di sekitar hutan larangan.


"Bagaimana dengan kalian? Sudah siap membuat segel nya?" tanya Arlan kepada Naga Tanah bernama Abimata, Naga Udara bernama Abistya, Naga Api bernama Abiwara, Naga Petir bernama Abiyoga, Naga Air bernama Abisam.


"Kami sudah siap yang mulia." Ucap para naga masing-masing.


"Baik. Kita aktifkan dari sekarang. Ingat kalian harus mengaktifkan segel nya. Saat aku memberi aba-aba selanjutkan kita akan menyegel Monster King Mo." Ucap Arlan.


"Bagaimana dengan kalian pada raja hewan?" tanya Arlan


"Kami sudah siap yang mulia." Jawab Raja serigala, Raja singa, Raja Orc, raja-raja lainnya sudah mengakui bahwa Arlan akan memandu mereka menuju kemenangan.


"Bagus. Halangi monster apa saja yang ingin keluar dari hutan ini. Bunuh mereka tanpa berhenti. Apa kalian mengerti?" tanya Arlan.


"Baik yang mulia." Semua raja hewan sedang berada di depan sungai perbatasan hutan larangan.


"Ema, kembali. Ana bantu mereka dan para raja hewan di depan hutan larangan. Obati yang terluka. Jerry kau tidak perlu kembali. Pimpin mereka dengan pengetahuan mu. Katakan hal yang sama seperti tadi. Apa kalian semua mengerti apa yang aku katakan?" tanya Alice.


"Baik nona." Jawab Ema yang segera pergi ke arah hutan larangan dari hutan kerajaan Gasta.

__ADS_1


"Siap Nona." Jawab Jerry dan Ana yang berada di posisi yang sudah di tentukan oleh Alice.


"Kalian dengar apa yang aku katakan, jika kalian melihat banyak hewan buas ada di depan hutan larangan jangan takut, mereka adalah teman bukan musuh. Bertarung Lah bersama dengan mereka." Jawab Alice.


Dylan, Aleda, Freya dan Glen masih belum mengerti apa yang dikatakan oleh Alice sampai mereka sudah tiba di depan hutan larangan.


"Jadi ini maksudnya?" tanya mereka di dalam hati.


"Sebenarnya ada berapa banyak lagi hal yang kita tidak ketahui tentang Alice? Bagaimana dia bisa berteman dengan begitu banyak monster seperti ini?" tanya Glen.


"Iya, bukankah itu adalah elang yang pernah kita temui?" tanya Aleda.


"Ya, itu raja elang yang sama seperti yang pernah kita lihat di hutan larangan." Jawab Dylan.


"Kalian jangan terlalu heran, semua hewan yang bertarung dengan kita adalah temannya Arlan. Anggap saja itu adalah peliharaan kerajaan Gasta." Jawab Alice tertawa kecil.


"Anggap saja seperti itu." Jawab Arlan yang sedang memeriksa pola segel yang sudah siap di buatnya bersama dengan Alice.


"Kalian tuan Glen, tuan Dylan, Nona Freya dan Nona Aleda?" tanya Ana.


"Iya." Jawab mereka heran dengan siapa yang sedang berbicara dengan mereka.


"Ini adalah ramuan yang diberikan oleh nona Alice kepada kalian. Silahkan untuk di minum." Jawab Ana.


"Oh ya aku lupa memberitahu kalian, minum ramuan itu akan membuat kalian naik ke tingkat dewa level satu. Ana akan melindungi kalian saat penyerapan. Gunakan sekarang karena waktu sudah semakin dekat " Jawab Alice.


"Baik." Jawab Mereka yang menerima ramuan dari Ana dan langsung mengkonsumsinya.


Dengan duduk bertapa mereka mengumpulkan banyak energi dan kekuatan sihir yang berkumpul di sekitar mereka dan perlahan-lahan tingkat sihir mereka naik sampai ke level 1 tingkat dewa.

__ADS_1


"Selamat Nona Aleda, Nona Freya, Tuan Dylan, dan Tuan Glen. Kalian sudah berhasil naik tingkat." Jawab Ana.


__ADS_2