
Seketika pasukan yang sedang siap berperang di depan hutan larangan memberhentikan gerakannya karena sulit bergerak namun mereka bisa secara paksa menggerakkan kepalannya melihat apa yang muncul dari portal besar itu. Monster King Mo muncul dari balik portal hitam besar di atas langit.
Monster King Mo mengeluarkan satu kepalannya dari balik portal dan perlahan-lahan mengeluarkan semua tubuhnya. Namun dirinya yang belum penuh keluar dari portal sudah di sambut dengan begitu cepat. Saat semua orang terhenti waktunya karena ada tekanan sihir yang kuat untuk memberhentikan waktu namun tidak dengan Alice, Ema dan Arlan. Mereka masih bisa mengimbangi tekanan sihir yang di pancarkan oleh Monster King Mo.
"Nona kita serang saja dia sekarang." Ucap Ema yang baru saja tiba.
"Oke." Jawab Alice kepada Ema.
Mereka terbang dan langsung memenggal satu kepala monster king mo yang baru saja keluar dari portal. Monster King Mo tidak terkejut dengan hal itu, dengan cepat ia keluar dari portal hitam dan menumbuhkan kepalannya yang baru saja terpenggal. Dan semuannya sudah bisa bergerak kembali.
"Seperti biasa, regenerasi tubuhnya cepat." Jawab Alice.
"Iya nona." Jawab Ema.
"Sudah kau lakukan yang aku katakan tadi?" tanya Alice dan Ema menganggukan kepalanya.
"Kita bertemu kembali King Mo." Jawab Alice di depannya.
"Kalian hanya manusia biasa yang berani menghalangi tujuan utama ku!" Monster King Mo menjawab dan langsung memberikan serangan kepada Alice dan Ema dengan kekuatan elemen api dari kepalannya yang pertama yang baru saja tumbuh.
Saat ini juga Alice memakai jubah dan topeng miliknya. Orang yang melihat saat ini hanya melihat penyihir bertopeng dengan sedang bertarung dengan Monster King Mo. Mereka juga sudah terlepas dari tekanan sihir dari monster King Mo karena tubuhnya sudah keluar semua dari portal hitam.
"Kalian jangan ada yang mendekati King Mo. Lakukan tugas kalian semampunya untuk bertahan." Jawab Alice dan yang lain mengiyakan.
"Suara apa? Apa ini serangan itu?" tanya Aleda dan yang lainnya sudah bisa bergerak.
__ADS_1
"Oke Alice." Jawab mereka semua yang sudah bisa bergerak.
Sihir kenkai yang melindungi hutan larangan sudah rusak sehingga para monster keluar dari hutan larangan dengan porak poranda menghancurkan sekitar. Aleda, Glen, Dylan, dan Freya bersama dengan raja hewan siap bertahan. Mereka maju ke depan dan memulai peperangan dengan para monster.
Suara pedang, jeritan, serangan sihir, pertarungan menjadi alunan gelombang suara yang terdengar di seluruh tempat. Mempertahankan hidup dan wilayah. Mereka semua berjuang untuk membunuh semua para monster yang sudah di kendalikan oleh monster King Mo.
Disisi lain, monster King Mo yang sedang bertarung dengan Alice dan Ema, tidak terima bahwa dirinya sudah di serang. Tapi kekuatannya yang masih cukup mampu membuat regenerasi dengan cepat sehingga kepala monster King Mo 5 kembali.
"Lihat serangan ku! " Ucap Monster King Mo yang sedang mengeluarkan serangannya ke arah Alice. Alice yang menghindar dari serangan King Mo, serangan itu meratakan hutan larangan setengahnya menjadi rata dengan tanah. Tidak ada lagi pohon yang berdiri.
"Kau fikir bisa menyerang ku dengan mudah?" tanya Alice yang langsung menggunakan pedang 5 elemen mengeluarkan serangan miliknya dan mengarahkan ke 5 kepala King Mo dengan 5 sihir elemen dasar.
"Brukkkkkkk." Suara jatuh. Monster King Mo terjatuh dari langit ke bawah tanah hutan larangan.
"Hebat juga kau bisa membuat ku terjatuh." Jawab King Mo dan langsung ke berdiri dan 5 kepalannya dengan segera mengeluarkan 5 elemen dasar sihir ke arah Alice. Alice dengan cepat membuat pertahanan untuk menghindari serangan King Mo. Tidak mau kalah, Alice terus mendekat dengan perlindungan pedang 5 elemen dan terus menyerang. Menggunakan kekuatan sihir yang sama suntuk menghalangi kekuatan sihir lawan.
"Alice bertahanlah, sebentar lagi sihir segel sudah menyatu di semua tempat
Setelah itu pergilah menjauh dari tempat." Jawab Arlan.
"Iya. Fokus saja dengan penyaluran kekuatan mu untuk melakukannya. Aku mengandalkan mu Arlan." Jawab Alice kepada Arlan
"Hebat juga kau manusia? Apa kau adalah penyihir yang akan mengehentikan ku seperti sebelumnya?" tanya King Mo.
"Tentu saja. Apa kau tidak ingat dengan pertemuan pertama kita?" tanya Alice yang tersenyum tipis.
__ADS_1
"Jadi kali ini kau sudah dapat mengalahkan semua monster tanaman?" tanya Monster King Mo.
"Apa gunanya kita berbicara terus. Diam dan lawan aku dengan kemampuan mu." Jawab Alice yang terus provokasi.
"Sudah waktunya untuk serius, aku sudah bosan bermain dengan mu." Jawab monster King Mo.
"Aku juga ingin lebih serius dengan mu." Jawab Alice tersenyum.
"Ema, apa kau sudah siap?" tanya Alice.
"Tentu nona." Jawab Ema.
Dengan kekuatan monster King Mo membuka 5 mulutnya di setiap kepala dan siap mengeluarkan semua kekuatan elemen dasar bersamaan ke arah Alice. Alice juga sudah bersiap untuk menghalangi semua elemen yang akan mengarah kepadanya. Sedangkan Ema juga sudah bersiap dengan menggunakan racun miliknya yang sudah 80% menguasai tubuh monster King Mo.
"Arghhhhhhhhhhh." Suara jeritan Alice yang mengeluarkan semua kekuatannya untuk menghalangi serangan King Mo. Petir, Air, Api, Tanah dan udara. Mereka bertarung dengan sengit.
"Bagaimana bisa ini terjadi?" tanya Monster King Mo yang kekuatannya semakin melemah.
"Kau kira sejak tadi kami menyerang mu dengan jarum untuk apa?" tanya Alice.
"Kau melakukan hal yang sama seperti sebelumnya?" tanya Monster King Mo.
"Kau kira aku tidak akan melakukan hal yang sama. Ini adalah satu-satunya cara paling efektif untuk membunuh mu. Lagi pula kali ini sudah berevolusi dengan tubuh mu di masa lalu." Jawab Alice tertawa kecil.
"Arghhhhhh, kenapa tubuh ku terasa ada yang menggerogoti." Ucap Monster King Mo yang menghentikan serangan 5 elemen dari setiap kepala yang dimiliki olehnnya karena rasa tubuhnya yang begitu menyakitkan. Panas dan rasa sakit bercampur menjadi satu seperti sedang di gerogoti sesuatu. Racunnya bekerja dengan baik sehingga membuat monster King Mo mengehentikan serangannya.
__ADS_1
"Kita mulai Ema." Ucap Alice dengan bilah pedang yang sedang di pegang olehnnya dan dengan kekuatan 5 elemen miliknya dan kecepatan yang dimiliki berlari ke arah Monster King Mo. Dengan sekali tebas satu arah dengan pedang 5 elemen, Alice berhasil memenggal 5 kepala monster King Mo dengan begitu sempurna.