Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Hari Pertama di Hutan Larangan : Arlan, Alice dan Darren


__ADS_3

Pelindung yang berlapis satu persatu terbuka untuk membuat pintu masuk mereka. Darren, Haura dan Evan melangkah lebih dulu setelah pelindung terbuka. Murid inti akademi sihir mengikuti mereka dari belakang dan masuk ke dalam hutan larangan.


"Kita sampai. Ingat apa yang di sampaikan Pak Darren. Kita harus bersama-sama berjalan menelusuri hutan dan menemukan jamur herbal." Ucap Haura dan Evan kepada murid nya sebagai guru pendamping.


"Kalian sudah ingat pesan yang sudah aku sampaikan kepada kalian?" tanya Darren.


"Siap pak." Ucap mereka bersama di tempat yang berbeda.


Pepohonan yang tinggi dan rimbun berjajar di sepanjang mata memandang. Semak belukar yang tinggi maupun pendek terlihat jelas di bawah pohon Venus yang pendek. Tidak ada yang mereka lihat selain pepohonan.


"Jadi ini kita sudah sampai?" tanya Alice dan Darren menganggukan kepalanya.


"Apa ini tempat paman dulu?" tanya Arlan.


"Entahlah, aku tidak ingat dengan jelas. Karena yang aku lihat di masa lalu juga hanya ada beberapa jenis monster. Tapi yang jelas adalah ini adalah tempatnya." Jawab Darren yang melihat sekitar dengan seksama.


Darren yang sudah lama tidak masuk ke tempat seperti ini. Darren hanya berdiri dan memejamkan matanya untuk mendengarkan suara air yang mengalir.


"Ada apa Papa?" tanya Alice yang melihat Darren berhenti melangkah dan memejamkan matanya.


"Mendengarkan suara aliran sungai." Jawab Darren.


"Sungai?" tanya Alice dan Arlan bersama-sama.


"Iya. Jamur itu hidup di tempat yang lembab. Bisa saja ia hidup di sekitar aliran sungai. Aku hanya ingin memastikan hal itu untuk kita melangkah mencari jamur herbal." Jawab Darren.


"Oh." Jawab Alice dan Arlan juga berdiri dan mencoba mendengarkan aliran suara sungai.


"Aku tidak mendengarkan apa-apa." Jawab Alice yang membuka mata dan melihat dua orang yang masih menutup mata.


"Papa, Arlan." Panggil Alice untuk membuat mereka membuka mata.


"Saya." Jawab mereka yang membuka mata dan melihat Alice.


"Arlan bisa menggunakan sihir tanahnya untuk mencari lokasi perairan sungai." Jawab Alice yang memberikan opsi untuk meminta Arlan menggunakan sihir tanahnya. Arlan bisa merasakan air sungai menggunakan sihir tanah.


"Benar juga, kenapa tadi ikutan paman Darren." Jawab Arlan yang tersenyum. Arlan menyentuh tanah dan mulai merasakan air yang mengalir ke tanah. Arlan merasakan gerataran air yang mengalir deras yang di sebut olehnya itu adalah air sungai.

__ADS_1


"Bagaimana Arlan?" tanya Alice melihat Arlan yang sudah membuka matanya dan mengangkat tangannya.


"Aku sudah menemukannya. Kita maju terus." Jawab Arlan.


"Bagus. Ayo." Jawab Darren yang tersenyum. Darren mengeluarkan pedangnya dan mulai membuat jalan dengan memotong rerumputan yang tinggi menuju ke aliran sungai.


"Aku akan ikut juga paman." Jawab Arlan yang mengeluarkan pedangnya dan ikut membantu Darren membuka jala. Arlan tidak membiarkan Darren untuk membuka jalan dan meminta Darren untuk tetap di belakang dan menjaga Alice. Mereka yang berjalan dengan penunjuk arah Arlan dan tidak sampai-sampai.


"Apa masih jauh?" tanya Alice.


"Iya. Kita memang jauh dari aliran sungai sejak masuk tadi." Jawab Arlan.


"Pantas saja." Jawab Alice.


"Berhenti." Jawab Darren yang merasakan ada aura sihir yang kuat mendekati mereka.


"Ada apa paman?" tanya Arlan.


"Aku merasakan ada yang mendekat." Jawab Darren. Alice dan Arlan segera memejamkan matanya dan merasakan kekuatan sihir yang di maksud oleh Darren.


"Naik ke atas pohon." Jawab Darren kepada mereka berdua.


Dengan cepat, Arlan dan Alice serta Darren menggunakan sihir melayang. Mereka bertiga ke atas pohon dan menetapkan dirinya pada batang pohon Venus. Pohon besar yang cukup menampung 10 orang pada bidang batang pohon yang menancap di tanah.


Ular berwarna hitam pekat dengan tubuh sekitar 30 meter dengan berat 5, ton telah lewat dan sedang mengejar kawanan tikus tanah yang memiliki bobot berat setengah ton.


"Ular?" tanya Alice.


"Stttttt." Jawab Darren kepada Arlan dan Alice untuk tidak berisik. Mereka hanya perlu melihat dari atas.


Ular dan tikus itu hanya lewat dari bawah mereka tanpa merasakan keberadaan Alice, Arlan dan Darren.


"Untung saja." Jawab Darren.


"Kenapa kita tidak melawannya?" tanya Alice.


"Kita bisa saja mengalahkannya tapi itu akan mengundangmu monster lain di sekitar datang ke kita. Dan itu akan merepotkan." Jawab Darren.

__ADS_1


"Aku baru melihat ular sebesar itu Papa, bahkan tikus yang besarnya seperti itu." Jawab Alice.


"Aku juga. Jadi ini yang di namakan hutan terlarang?" tanya Arlan.


"Iya. Hutan ini menyimpan banyak hewan yang tumbuh dan hidup tidak seperti biasannya. Bahkan juga tanaman langka dan juga tanaman lainnya. Hal-hal yang ada di dalam hutan terlarang adalah makhluk hidup yang tidak biasa. Belum lagi tentang monster yang hidup di tempat ini." Jawab Darren.


"Hutan larangan adalah tempat mahluk hidup aneh yang hidup." Jawab Alice dengan singkat.


"Iya benar. Maka dari itu, hindari semaksimal mungkin pertarungan melawan mereka. Atau itu akan merepotkan untuk kita." Jawab Darren.


"Baik paman." Jawab Arlan.


"Oke papa." Jawab Alice.


Kita turun lagi." Jawab Darren yang memerintahkan mereka berdua untuk turun dari pohon.


"Bekas jalan ular itu memberikan kita sedikit penerbangan jalan yang tidak tinggi rerumputan." Jawab Darren melihat jalan ular yang baru saja lewat.


"Iya. Sepertinya juga mereka mengarah ke sungai." Jawab Arlan.


"Apa kita akan tetap berjalan ke arah sana? Takutnya kita akan bertemu dengan mereka di aliran sungai." Jawab Alice.


"Kita jalan aja dulu, jika memang mereka masih ada di sekitar sungai kita akan menghindari nya." Jawab Darren.


"Oke." Jawab Arlan.


"Waktu papa menemukan jamur itu ada di mana?" tanya Alice.


"Di sebuah gua yang tidak jauh dari aliran sungai. Tapi, jamur itu tumbuh di atas batang pohon tua yang sudah lama tidak tumbuh. Batang pohon itu berada di dalam gua dengan kelembapan suhu udara yang rendah. Jadi papa fikir kita akan menemukan jamur itu di dekat aliran sungai." Jawab Darren.


"Benar juga, didalam buku kuno juga sudah di jelaskan bahwa jamur herbal hidup di saat musim hujan. Dia akan tumbuh di atas pohon tua dengan nutrisi suhu kelembapan yang tinggi dan di tempat yang tidak terlalu bercahaya." Jawab Arlan.


"Aku juga tau itu. Jadi satu-satunya tempat adalah sebuah gua?" tanya Alice.


"Mungkin saja, dengan menelusuri lebih dalam hutan larangan. Kita akan menemukannya." Jawab Darren kepada Alice dan Arlan.


"Iya. Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan misi ini dengan cepat." Jawab Arlan kepada Alice dan Darren.

__ADS_1


__ADS_2