Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Strategi Melawan Monster Cacing Tanah


__ADS_3

"Apa saja itu?" tanya Mereka.


"Pertama, kalian langsung membakarnya hingga menjadi debu. Hanya sihir api yang bisa melakukan itu, oleh karena itu peran penyihir api menjadi yang prioritas dalam mengalahkan bayi monster cacing tanah. Kedua, gunakan garam dapur yang sudah di kumpulkan oleh warga untuk melemahkan bayi monster cacing tanah bergerak bebas, di saat itu kalian bisa membunuhnya. Cara kedua ini aku serahkan kepada penyihir udara. Gunakan garam dapur yang di tabur dari atas ke tubuh bayi monster cacing tanah kemudian penyihir yang lain bunuh dengan kekuatan kali, terutama menggunakan benda tajam. Cara ketiga adalah dengan menebasnya menjadi beberapa bagian. Hal ini bisa penyihir yang sudah mahir dalam bertarung jarak dekat menggunakan pedang." Jawab Glen menjelaskan.


"Tapi aku mengusulkan kalian semua bertindak secara tim. Kerjasama dalam melawan mereka adalah yang paling utama. Untuk menghemat waktu dan menghemat tenaga masing-masing penyihir. Ada tim penyerang pertama, tim penyerang kedua dan tim pembasmi yang terakhir." Jawab Freya.


"Maksudnya?" tanya mereka yang tidak paham ucapan Freya.


"Tim penyihir udara yang memberikan garam ke tubuh bayi monster cacing tanah menjadi tim penyerang pertama. Tim penyihir yang menguasai pedang dengan jarak dekat menjadi tim penyerang kedua. Dan penyihir api menjadi tim pembasmi yang membakar semua tubuh monster cacingan tanah yang akan dimakan oleh bayi monster cacing lainnya sebagai nutrisi." Jawab Freya.


"Aku hampir lupa jika tidak di bilang Freya." Sahut Glen.


"Kalian harus ingat bayi monster cacing tanah menetas dan keluar di permukaan tanah untuk mencari nutrisi sihir untuk kehidupannya. Jika kalian telah membunuh bayi monster cacing tanah dengan memotong beberapa bagian itu akan menjadi makanan bayi monster cacing tanah lainnya. Dan yang memakan sesamanya itu akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Hal itu yang harus di awasi." Jawab Glen.


"Apa? Jadi pangeran mengatakan bahwa tidak ada cara lainnya yang lebih efektif selain membakarnya hingga menjadi debu?" tanya mereka kepada Glen. Glen menganggukan kepalanya dan tersenyum seram.


"Jadi itu alasan nona Freya mengusulkan strategi mengalahkan bayi monster cacing tanah." Jawab mereka.


"Iya. Apa kalian sudah mengerti?" tanya Glen.


"Bagaimana dengan induk monster cacing tanah?" tanya mereka.


"Soal itu biar kami berdua yang menghadapinya. Kalian fokus saja pada arena yang harus dikalahkan oleh tim kalian. Setelah kami menyelesaikan induk monster cacing tanah kami akan segera membantu kalian." Jawab Freya.


"Trkkkkkkkk." Getaran tanah yang mulai mengguncang.

__ADS_1


"Sepertinya mereka akan keluar. Semuanya mohon bantuannya. Jaga diri kalian dan menangkan pertarungan ini " Jawab Glen.


"Baik pangeran." Jawab mereka dengan semangat.


Guncangan tanah seperti gempa skala tinggi membuat semua sekitar bergoyang. Tanah mulai retak. Tim 1, tim 2, tim 3 semuanya pergi ke arena masing-masing sesuai yang sudah di bagikan kepada mereka. Para penduduk sudah di atas bukit melihat retakan tanah pada wilayah Arm dan terkena guncangan akibat gak itu.


Sementara Glen dan Freya membuat sebuah rencana untuk melawan monster cacing tanah saat semua orang sedang membantu mereka menyampaikan ke pemimpin wilayah beberapa saat yang lalu. Dan strategi mereka sudah di sampaikan kepada para penyihir yang membantu mereka. Saat ini satu persatu monster cacing tanah keluar ke permukaan tanah.


Glen membuat dinding pembatas wilayah Arm dengan sihir tanahnya. Seluruh wilayah Arm telah di kelilingi dinding tanah yang menghentikan longsor karena guncangan. Para penduduk wilayah Arm dan para penyihir semuanya merasa takjub dengan kekuatan yang baru saja di keluarkan oleh Glen.


"Jadi ini kekuatan pangeran Glen?"


"Pantas saja seorang pangeran, ternyata kekuatannya dapat digunakan dengan tepat. Dan kekuatannya tidak seperti Penyihir elemen tanah yang selama ini aku kenal."


"Dia benar-benar seorang adik junior yang berbeda dari pada kami yang senior dari kami."


"Kalian bisa dengar aku?" tanya Glen yang menggunakan komunikasi telepati.


"Pangeran ini benar-benar hebat." Ucap beberapa penyihir yang mendengarkan ucapan Glen.


"Kami dengar." Jawab mereka semua.


"Langsung gunakan strategi yang sudah kita bicarakan tadi." Jawab Glen


"Baik." Jawab mereka.

__ADS_1


"Untung saja tadi aku mendengar Glen berbicara." Jawab Ali


"Iya. Jika bukan karena bocah itu, kita pasti akan mati semua nya dengan cepat dan menjadi santapan para monster cacing tanah."


"Aku benar-benar berterima kasih kepada pangeran Glen yang datang menyelamatkan kami."


"Kami mohon untuk selalu menjaga mereka semua."


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya pemimpin wilayah.


"Glen mengatakan bahwa kita harus tetap tenang dan letakkan garam itu di dinding yang telah di buat oleh Glen. Mereka akan melakukan sesuai rencana." Jawab Ali yang memerintahkan semua penduduk yang mengelilingi wilayah Arm untuk meletakkan garam dapur yang sudah di kumpulkan di letak di atas dinding.


Penyihir wilayah Arm bagian peternakan langsung menjelaskan rencana. Mereka mengambil garam yang sudah di kumpulkan penduduk. Penyihir udara membawa garam yang sudah di kumpulkan dan mengudara membawa garam dapur dan digunakan untuk menabur bayi monster cacing tanah yang muncul. Seketika bayi monster cacing tanah yang ingin masuk ke dalam tanah karena perih yang dirasakan mereka saat garam menembus kulit cacing yang mereka rasakan.


Penyihir penyerang kedua langsung bertindak dengan mengeluarkan pedang miliknya dan menggunakan pedang mereka untuk memotong beberapa bagian tubuh bayi monster cacing. Dan penyihir api datang dengan segera memberikan sihir api miliknya saat teman-temannya sudah mengumpulkan daging monster cacing tanah di biarkan begitu saja saat mengalahkan. Tim pembasmi langsung membakar bayi monster cacing tanah menjadi abu. Tindakan pertama mereka dapat membunuh 20 ekor bayi monster cacing tanah.


"Ahk benar-benar menghabiskan tenaga." Jawab mereka tim peternakan.


"Kerja bagus."


" Ini benar-benar kerja tim dan juga perang yang seru."


"Baru kali ini aku merasakan pertarungan dengan monster yangs sesungguhnya."


Mereka semua merasakan luar biasa Pertarungan ini. Mereka menikmatinya.

__ADS_1


Tim 2 dan tim 3 juga tidak mau kalah melihat tim satu yang begitu bahagia karena terlihat semangat yang meledak-ledak. Mereka mengikuti strategi yang di berikan oleh Freya. Mereka dapat mengalahkan beberapa ekor monster cacing tanah


Mereka dengan mudah terbiasa dapat meningkatkan kecepatan mereka di Medan perang dengan satu persatu mengalahkan bayi monster yang ada di hadapan mereka. Mereka mengikuti semua apa yang dikatakan oleh Freya dan terbiasa pada keadaan ini.


__ADS_2