
"Kau benar, baru saja aku ingin mengatakan hal itu kepada mu." Jawab Arlan tersenyum. Arlan berjalan mengambil kepala monster belut listrik beracun dan mengambil inti monsternya.
"Ayo kita kembali." Jawab Alice yang ingin membuat Arlan lupa dengan tubuh monster belut listrik beracun.
"Oke." Jawab Arlan turun ke bawah dan kembali menemui pada penduduk yang sudah mengungsi menjauh dari pedesaan.
"Jangan sampai tersisa, dan ingat darah belutnya sisakan aku 1 liter untuk membuat eksperimen pengumpulan jenis hewan beracun." Jawab Alice melakukan telepati kepada Ema.
"Baik nona." Jawab Ema yang langsung ke lokasi.
Alice dan Arlan yang sudah turun ke air terjun bertemu dengan pada penduduk, Ema yang berubah menjadi Chimera. Memakan tubuh belut listrik beracun. Dan setelah memakannya ia bermeditasi sedikit untuk mengolah racun dan sihir dari belut ke dalam tubuhnya.
"Kalian sudah kembali? Kalian tidak apa-apa?" tanya Agi kepada Arlan dan Alice yang sudah datang.
"Tidak apa-apa pak. Kami baik-baik saja. Dan untuk monster belut listrik beracun sudah teratasi. Alice sudah memotongnya." Jawab Arlan.
"Semua warga sudah bisa kembali ke desa. Mungkin membutuhkan waktu untuk memiliki tanah yang subur dan untuk air kalian bisa menggunakan besok seperti semula." Jawab Alice.
"Nona?" panggil Ema sedang telepati.
"Ada apa?" tanya Alice.
"Sepertinya bukan hanya satu monster belut listrik beracun yang ada. Aku menemukan satu lagi sekitar 10 km dari tempat tadi." Jawab Ema.
"Apa kau yakin?" tanya Alice
__ADS_1
"Iya." Jawab Ema.
"Aku akan kesana setelah menyelesaikan ini." Jawab Alice.
"Tapi untuk sementara waktu, malam ini kita semua bermalam di sini saja. Darah monster belut listrik beracun masih mencemari air, tanah dan udara. Jika terlalu dekat dengan tempat itu akan sangat berbahaya. Kami berdua akan mengeceknya kembali besok pagi." Jawab Alice.
"Iya. Kita istirahat saja di sini." Jawab Arlan.
Arlan membuat dinding tanah menggunakan sihirnya untuk di hutan itu. Dan Alice mengeluarkan beberapa kain tenda yang bisa digunakan untuk atap sementara waktu. Mereka membuat 2 rumah dan bermalam disana.
"Alice, istirahatlah. Aku akan menjaga kalian." Jawab Arlan.
"Tidak perlu, karena kemampuan yang kamu miliki kita bisa tidur di tempat aman. Jadi tidurlah juga bersama pak Agi dan yang lainnya. Kami juga akan tidur." Jawab Alice dan Arlan menganggukkan kepalanya dan mengelus kepala Alice lalu pergi masuk ke dalam bersama Agi.
Alice yang melihat semua orang sudah tertidur. Diam-diam pergi menemui Ema.
"Akan lebih aman jika aku menggunakan hak ini." Jawab Alice sambil melihat di depan ada lubang besar juga namun lubang ini tidak terlalu besar dari sebelumnya.
"Kau yang ingin berburu atau aku?" tanya Alice.
"Sepertinya aku saja nona, aku baru saja menyerap tubuh monster belut listrik beracun yang sudah nona kalahkan tadi. Aku hanya ingin menguji kemampuan baru yang sudah meningkat." Jawab Ema.
"Baik. Kerjakan." Jawab Alice.
Ema menggunakan serangan listrik 800 volt ke dalam lubang besar itu sehingga membuat lubang itu pecah dan terlihat monster belut listrik beracun yang menghuni tempat itu.
__ADS_1
"Dia tidak apa-apa? Bagaimana mungkin bisa?" tanya Ema yang terkejut.
"Belut listrik beracun itu sudah kebal dengan listrik. Dia bisa menjadikan serangan listrik menjadi kekuatan miliknya. Tapi kau bisa melakukan itu terus menerus sampai di kelebihan menyerap arus listrik. Itu akan membuat arus listrik yang di terima olehnya menjadi kacau. Seperti yang dilakukan oleh Arlan dengan menyerang beberapa kali tanpa memberikan jeda. " Jawab Alice.
"Baik nona." Jawab Ema.
"Awas." Jawab Alice melihat monster belut listrik beracun sedang mengangkat kepalanya dan mengeluarkan serangan listrik ke arah Ema. Ema dengan cepat menghindari dan langsung bersiap mengambil posisi menyerang.
Ema dan monster belut listrik beracun saling bergantian menyerang dan menghindar. Sampai Ema mengeluarkan kekuatan 1000 volt petir ke arah monster belut listrik beracun sebanyak 3 kali berturut-turut tanpa henti. Ema memenangkan pertarungan ini dan membuat monster belut listrik mati.
"....." suara Petir yang dilakukan oleh Ema terdengar hingga di tempat Arlan. Arlan terbangun dan melihat keluar. Mungkin akan segera hujan, sehingga Arlan masuk kembali ke dalam rumah buatan mereka.
"Jika aku ke tempat Alice dia sudah tidur dan tidak mungkin juga. Lebih baik menyerap kekuatan inti monster belut listrik beracun ini di sini daripada tidak bisa tidur lagi." Jawab Arlan dalam hati dan menyudutkan diri dari penduduk desa. Membuat posisi duduk meditasi dan mengeluarkan inti monsternya lalu mulai menyerap.
Ema yang telah berhasil mengalahkan monster belut listrik beracun di perintahkan Alice untuk segera memakannya dan menyerap inti monster yang dapat meningkatkan kemampuan Ema lagi. Sedangkan Alice pergi ke depan lagi menyelusuri sungai untuk mengecek apakah hanya ada dua belut atau sebenarnya banyak.
"Kau tinggal di sini dulu, aku ke depan untuk melihat apakah masih ada atau tidak." Jawab Alice kepada Ema.
Dengan cepat Alice terbang ke depan dan melihat lagi ada seekor monster belut listrik beracun. Alice menggunakan sihir petir miliknya yang di gabungkan dengan pedang monster untuk menebas monster belut listrik beracun. Alice membunuh monster belut listrik beracun dengan begitu mudah seperti sedang memotong belut untuk di makan. Alice hanya mengambil inti monsternya saja. Kemudian pergi kedepan lagi mengecek dan menemukan ada lagi monster belut listrik beracun. Alice sudah menemukan sebanyak 10 lubang sarang belut dan mengalahkan dengan mudah saja. Sampai yang di tempat ke 11 lubang sarang belut ini lebih besar dari sebelum-sebelumnya bahkan seperti aliran sungai kedua dari sungai utama. Ternyata itu adalah King monster belut listrik beracun. Induk dari para monster belut listrik beracun.
"Aku sudah menunggu mu, ternyata hanya seorang wanita lemah yang membunuh semua anak-anak ku." Ucap King monster belut listrik beracun itu keluar dari lubang sarangnya.
Induk monster belut yang membuat guncangan air menjadi ombak kuat yang mengalir dari sungai. Ema yang sudah menyerap kekuatan monster yang baru saja dikalahkan olehnya tiba-tiba melihat ada tubuh monster belut listrik beracun lagi yang mengalir mengikuti air sungai yang deras.
"Monster belut listrik beracun lagi?" tanya Ema yang melihat dan langsung menyimpan di ruang spiritual miliknya.
__ADS_1
"Apakah nona menemukan sarang Monster belut lagi ?" tanya Ema yang berlari di pinggir sungai untuk maju menyusul Alice yang ada di depan. Lagi-lagi Ema menemukan tubuh monster belut listrik beracun. Semakin ke depan Ema menemukan 3 ekor sampai ke depan lagi Ema sudah menemukan 10 ekor monster belut listrik beracun.