
"Baiklah. Aku mengerti, terima kasih atas informasinya dan juga inti buah surga ini. Aku akan menceritakan tentang ku lain waktu pada mu, sekarang aku sedang terburu-buru, jika kau ingin bertemu dengan ku hubungi dengan token ini, kau juga bisa masuk ke dalam alam spiritual di dalam dungeon milik ku sendiri." Jawab Alice yang memberikan plakat ukiran rune yang dapat menjadi kunci pintu dungeon milik Alice.
"Terima kasih nona penyihir. Aku akan berkunjung nanti." Jawab Monster ikan.
Alice pergi meninggalkan monster ikan dan berenang keluar dari danau.
"Anda mengenalnya?" tanya Ema.
"Iya. Sebelum bertemu dengan mu saat itu, aku tingga di hutan sendirian dan bertemu dengan ibunya, namun karena ibunya menikah dengan monster ikan asli, ibunya dibunuh oleh ayahnya sendiri dan dirinya juga hampir di bunuh. Ibunya kabur dari hutan dengan membawa nya lalu bertemu dengan ku. Saat itu, aku hanya bisa membantu ibunya merawat bayi yaitu monster ikan tadi. Aku merawatnya di kolam yang berada di depan rumah. Setelah 1 tahun kejadian itu, aku bertemu dengan mu dan dia sudah cukup umur untuk pergi bertualang sendiri. Janji ku kepada ibunya sudah selesai, dia sudah bisa hidup sendiri sehingga dia pergi menjelajahi benua ini. Dan aku juga tidak pernah bertemu dengan ia hingga hari." Jelas Alice kepada Ema di saat mereka sedang berenang keluar dari danau.
"Oh, pantas saja dia menghormati anda seperti itu." Jawab Ema.
"Ema, nanti aku akan menyerap inti buah surga. Jadi mohon bantuannya." Jawab Alice.
"Baik." Jawab Ema.
Mereka sudah berada di atas permukaan danau, Alice mencari tempat untuk berteduh dan tidak di ketahui orang-orang. Setelah mendapatkan tempat yang cocok. Alice langsung mengeluarkan inti buah surga yang berikan monster ikan.
"Aku akan mulai." Jawab Alice yang sedang. duduk dan memulai meditasinya untuk peningkatan level. Ema menjaga diri Alice yang sedang menerobos level. Membuat pelindung sekitar dan duduk menunggu Alice dengan penuh kebahagiaan..
Disisi lain, Arlan yang berada tidak jauh dari mereka melihat Ema yang sedang menjaga Alice. Arlan hanya memperhatikan dari kejauhan dan bersembunyi untuk tidak di ketahui oleh Alice dan Ema. Beberapa jam Alice bermeditasi menyerap inti buah surga satu persatu selesai.
"Lumayan, hanya cukup 3 buah saja yang bisa aku makan." Jawab Alice dalam hati dan membuka matanya.
"Kenapa nona?" tanya Ema yang melihat sudah ada peningkatan kekuatan yang ada di dalam tubuh Alice.
__ADS_1
"Tidak bisa menyerapnya lagi. Hanya bisa 3 buah, jika tidak aliran sihir yang ada dalam tubuh akan hancur." Jawab Alice.
"Tidak apa-apa nona. Ini sudah cukup." Jawab Ema yang menyemangati.
"Iya, buah ini akan aku berikan kepada Papa dan Arlan saja. Lagi pula persentase kekuatan yang aku miliki semuannya sudah setara. Sudah 80% seluruh elemen sihir yang aku miliki." Jawab Alice .
"Benarkah? Buah ini benar-benar bagus. Andai aku bisa makan." Jawab Ema.
"Ahhaha, tenanglah. Aku akan lebih banyak memberikan makanan mu." Jawab Alice yang tertawa. Alice berdiri dan merasakan ada yang melihatnya.
"Ada apa nona?" tanya Ema. Alice yang berhenti dan memejamkan mata untuk melihat situasi sekitar merasakan energi sihir.
"Tidak apa-apa. Seperti ada yang sedang memantau tapi tidak ada aku lihat." Jawab Alice yang tersenyum.
"Nona sudah bisa mendeteksi sekitar sejauh 2 km?" tanya Ema.
"Baguslah." Jawab Ema.
"Masih ada waktu satu jam lagi, dan saat menggunakan sihir pendeteksi, aku melihat ada 3 kekuatann sihir dari monster yang ada di arah Utara. Kita selesaikan itu untuk makan sore mu." Jawab Alice. Arlan sudah pergi jauh untuk kembali ke tempatnya setelah melihat Alice yang sudah selesai menyerap kekuatan.
"Oke." Jawab Ema yang tersenyum senang.
"Aku tidak akan membantu, kau kalahkan sendiri dengan kekuatan mu." Jawab Alice.
"Nona tenang saja. Aku tidak akan merepotkan mu. Nona hanya perlu duduk dengan tenang melihat aku yang akan mengalahkan mereka semua." Jawab Ema.
__ADS_1
"Oke. Bentar lagi sampai, 5 meter dari sini." Jawab Alice yang turun dari punggung Ema setelah mereka sampai. Mereka berada di padang rumput. Tapi rumput yang hidup bukanlah rumput yang hijau, melainkan berwarna cokelat.
"Disana!" ucap Alice yang menunjuk tangannya ke arah monster Godzilla yang berjumlah 3.
"Monster Godzilla itu masih anak-anak. Jadi tidak terlalu sulit. Setara dengan kekuatan mu." Jawab Alice yang menghitung kekuatan 3 Godzilla dengan kekuatan Ema.
"Nona tenang saja." Jawab Ema yang langsung maju mendekati monster Godzilla.
"Dasar hewan legendaris ini." Jawab Alice yang tersenyum melihat Ema yang pergi meninggalkannya dan mulai menyerang 3 ekor monster Godzilla.
Ema langsung mengeluarkan sihir air ke seluruh tubuh Godzilla dan menyerang sihir listrik yang bisa menyebar langsung dengan cepat melalui air yang sudah membasahi tubuh monster Godzilla. Monster Godzilla itu terduduk dan mengeluarkan mata yang seram dan membuka mulutnya dan langsung menyerang dengan sihir api ke arah Ema. Ema dengan cepat menghindar, dan langsung menyerang dengan menyebarkan racun ke tubuh monster Godzilla. Dengan kulit keras yang di miliki Monster Godzilla menjadi pelindung cairan racun.
"Aku harus bisa membuatnya masuk ke dalam kulitnya." Ema yang sedang berfikir dan mulai membuat kekuatan sihir duri landak yang pernah di bunuhnya seratus tahun yang lalu. Duri landak itu di baluri racun milik Ema dan langsung di lemparkan ke arah Monster Godzilla.
Sedikit demi sedikit duri landak itu menancap di 3 tubuh monster Godzilla. Racunnya tidak langsung bekerja, butuh waktu beberapa waktu untuk membuat racunnya tersebar. Untuk mempercepatnya Ema terus membuat mereka bergerak dan menghindari serangan darinya.
Setengah jam berlalu, Sama melihat gerakan monster Godzilla sudah mulai melambat. Kekuatan yang di keluarkan monster Godzilla juga sudah tidak terlalu kuat. Ema langsung mengeluarkan seluruh kekuatan sihir petir miliknya dan membuat monster Godzilla menjadi matang seperti sedang di bakar.
Dan sekitar Padang rumput menjadi terbakar akibat dari serangan monster Godzilla yang mengeluarkan api di sekitar. Alice membantu Ema untuk membereskan Padang rumput yang terbakar dengan kekuatan air dan sudah memasang pelindung atas pertarungan Ema dengan monster Godzilla agar tidak menarik monster lainnya saat mereka bertarung.
"Lihat nona, aku sudah mengalahkannya." Jawab Ema.
"Aku melihat kau membiarkan mereka untuk membakar pasang rumput ini. " Jawab Alice.
"Iya, maaf-maaf nona." Jawab Ema.
__ADS_1
"Cepat bereskan mereka, biar aku yang urus ini." Jawab Alice yang masih menyirami Api yang membakar Padang rumput.
"Terima kasih nona." Jawab Ema yang akan memakan semua monster Godzilla yang sudah di kalahkan olehnya.