Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Menelan Inti Monster Gurita


__ADS_3

"Ciri-ciri yang dikatakan oleh raja Kozi mirip dengan seseorang yang aku kenal." Jawab Gerry dalam hati namun ia tidak ingin mengatakan apapun saat itu.


"Jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Georgi.


"Entah harus waspada atau bukan. Kita harus membuat tuan dari monster legendaris itu berpihak kepada kita." Jawab Darren.


"Iya. Jika dia menjadi musuh kita, kita sudah pasti akan terbunuh dengan mudah." Jawab Kozi.


"Kita tidak mengetahui tujuannya, apakah dia memang membantu ras manusia atau sedang membuat rencana dengan ras mosnter untuk menyerang manusia. Namun saat ini, dia masih terlihat berada di pihak kita." Jawab Ansel.


"Yang pasti, kita harus membuat pemberitahuan kepada seluruh dunia bahwa jika bertemu dengan dia harus melaporkan." Jawab Karta.


"Kita harus mencari tau tentang dia." Jawab Steven.


Mereka menganggukan kepalanya untuk mencari tau siapa sebenarnya tuan dari monster legendaris Chimera.


Disisi lainnya, Ema yang pergi dari lautan itu menuju ke daerah hutan untuk menetralisir kekuatan sihir yang ada pada tubuh monster gurita yang telah dimakan olehnya. Ema meletakkan tubuh Alice di sebuah tenda yang di ambil olehnya dari kantong penyimpanan. Ema juga membuat pembatas pelindung untuk mereka berdua.


"Ini sudah cukup. Aku sudah bisa mulai menyerap sihir dari tubuh monster gurita yang aku makan tadi." Jawab Ema dalam hati melihat Alice yang sudah di letakkan di tempat layak.


Sementara di tempat lain, Alice yang berada di dungeon sedang bermeditasi menyerap inti sihir monster secara perlahan-lahan. Kekuatan Sihir air yang masuk untuk menambah persentase kekuatan sihir air yang dimiliki oleh Alice.


Sihir air bertambah menjadi 30%


Sihir air bertambah menjadi 40%


Sihir air bertambah menjadi 50%


Pemindahan sihir air sudah selesai. Selamat anda telah meningkatkan sihir air yang di miliki. Kekuatan sihir air 50 %. Kekuatan sihir Api 70%. Kekuatan sihir angin 30%. Kekuatan sihir petir 40%. Kekuatan sihir tanah 60%. Hadiah tambahan anda mendapatkan 500 Koin.


Alice membuka matanya karena telah selesai menyerap inti sihir monster gurita yang telah didapatkan olehnya. Kekuatan sihir miliknya pun bertambah 30% dari sebelumnya. Alice mendapatkan keuntungan yang lumayan membunuh monster gurita.

__ADS_1


"Tubuh ku semakin ringan dan kekuatan ku mulai kembali seperti dulu dengan cepat." Jawab Alice dalam hati saat menggerakkan kedua tangannya. Alice yang sudah selesai kembali ke dunia nyata di mana raganya sedang tertidur pulas di dalam tenda. Alice membuka matanya dan keluar tadi tenda.


"Ema, pukul berapa ini?" tanya Alice melihat hari masih gelap.


"Tengah malam. Nona membutuhkan waktu 3 jam untuk menyerap inti sihir monster gurita." Jawab Ema yang melihat status Alice yang sudah bertambah.


"3 jam?" tanya Alice.


"Iya. Selamat nona, sihir air anda semakin meningkat." Jawab Ema.


"Kau juga sama Ema. Bahkan sihir mu sudah hampir mendekati sempurna seperti dulu." Jawab Alice.


"Karena aku adalah monster yang sudah hidup ribuan tahun sehingga mudah untuk menyerap sihir di sekitar." Jawab Ema.


"Iya iya." Jawab Alice yang tersenyum dan mengusap bulu Ema dengan kedua tangannya.


"Waktunya kita kembali." Jawab Alice kepada Ema. Ema yang berubah menjadi seekor kucing kembali. Alice mulai mengukir sihir teleportasi ke arah kamarnya.


Tiba di dalam kamarnya, Alice ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Membuat sihir penekan kekuatan miliknya yang lain selain sihir api. Lalu tidur hingga terbangun di pagi hari.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Alice berbisik dengan Arlan yang berada di sampingnya.


"Apakah kau tidak dengar apa yang terjadi tadi malam?" tanya Arlan.


"Kenapa?" tanya Alice.


"Kau tidak bangun dengan gempa yang terjadi kemarin malam akibat pertarungan seorang bertopeng yang memiliki monster peliharaan legendaris yaitu Chimera? Chimera itu bertarung dengan monster gurita yang berada di lautan bagian barat di kerajaan Mizu." Jawab Arlan yang menjelaskan sambil bertanya.


"Tidak, aku tertidur sangat terlelap." Jawab Alice yang menyembunyikan ekspresinya dengan ekspresi terkejut.


"Apa yang sudah kau lakukan Ema? Sudah aku katakan untuk segera pergi bukan?" tanya Alice dengan menggunakan transisi suara berkomunikasi dengan Ema yang sedang di pangkuannya saat ini.

__ADS_1


"Maaf nona, aku terlanjur menikmati makan malam sehingga lupa bahwa orang-orang sudah berdatangan." Jawab Ema.


"Ahh, sudahlah." Jawab Alice.


"Lalu apa hubungannya dengan kondisi saat ini? Apakah ada korban jiwa ?" tanya Alice.


"Tidak ada. Saat kami tiba di sana semuanya sudah selesai. Tapi kami menemukan bahwa monster legendaris Chimera itu pernah menolong kerajaan Mizu, termasuk menolong kita saat peperangan melawan Orc. Monster Chimera yang telah menutup atau menyegel pintu dungeon monster orc keluar." Jawab Arlan.


"Benarkah?" tanya Alice lagi.


"Iya. Mereka semua sedang penasaran dengan sosok yang telah mengendalikan monster legendaris seperti Chimera. Karena selama ini tidak pernah ada yang menemukan bahwa seorang manusia dapat mengendalikan monster. Bahkan dia sebagai monster legendaris." Jawab Arlan.


"Jadi mereka semua sedang diam di pagi ini sedang memikirkan harus mencari informasi seseorang itu mulai dari mana?" tanya Alice dan Arlan menganggukkannya.


"Mereka juga khawatir bahwa manusia tindakan mengendalikan monster akan menjadi musuh kita semua." Jawab Arlan.


"Jadi mereka bermaksud untuk membuat seorang misterius itu menjadi sekutu?" tanya Alice dan Arlan menganggukkan kepalanya lagi.


"Bukannya sudah jelas, dari cerita yang kita dapatkan selama ini bahwa seorang yang misterius itu telah membantu kita untuk melawan monster orc. Jika dia memiliki niat buruk untuk menyerang manusia maka dia akan melakukan hal itu saat kita melawan monster orc." Jawab Alice.


"Tapi sifat manusia yang selalu curiga dengan kebaikan dan penasaran tentang identitas orang misterius itu membuat mereka untuk tidak dapat percaya sepenuhnya." Jawab Arlan.


"Benar juga." Jawab Alice.


"Oleh karena itu mereka sedang merencanakan bahwa pencarian identitas seorang misterius itu akan diungkapkan ke seluruh penjuru dunia." Jawab Arlan.


"Bagaimana mereka mencari tau tentang orang itu?" tanya Alice.


"Saat itu raja Kozi berbicara dengan Chimera dan melihat sosok itu di pundak Chimera. Sosok misterius itu menggunakan jubah hitam dan topeng untuk menutupi wajahnya dengan ukiran yang seperti ini." Jawab Arlan kepada Alice yang ingin mengetahui.


"Sepertinya mulai sekarang aku harus berhati-hati." Jawab Alice dalam hati.

__ADS_1


"Nona, aku minta maaf karena sudah membuat kekacauan seperti ini." Jawab Ema.


"Tidak apa-apa, kita hanya perlu berhati-hati. Lagi pula, tidak bisa selamanya kita harus menutupi hal ini." Jawab Alice kepada Ema.


__ADS_2