
Naga air yang bernama Katla menceritakan apa yang di ketahui olehnya kepada Arlan.
"Apakah yang kau maksud adalah seorang wanita bernama Alice dengan seekor Chimera baru saja kemari?" tanya Arlan yang memastikan kepada Naga air.
"Iya, bagaimana tuan mengetahui siapa nama gadis itu?" tanya Katla.
"Tentu saja aku mengetahui ya, mungkin dia adalah reinkarnasi dari penyihir wanita yang telah mengalahkan monster King Mo." Jawab Arlan.
"Apa? Pantas saja aura kuat miliknya hampir sama seperti tuan. Jadi dia adalah wanita suci yang akan mengalahkan monster King Mo?" tanya Katla.
"Mungkin saja, tapi aku tidak akan tinggal diam. Aku akan melindunginya." Jawab Arlan.
"Jadi yang di katakan oleh Ema itu benar bahwa monster king mo akan bangkit kembali?" tanya Katla.
"Iya. Seperti yang sudah di katakan oleh peliharaan Alice. Aku malah senang bisa berenkarnasi menjadi seorang manusia bukan naga. Dengan wujud ini, aku bisa menggunakan dengan leluasa fikiran dan kekuatan yang aku miliki. Ternyata pengetahuan manusia lebih hebat di bandingkan dengan naga. Jika naga memiliki kekuatan yang besar maka manusia memiliki pemikiran yang luar biasa. Aku bisa mengabungkan kedua hal ini menjadi satu." Jawab Arlan dengan mengepal kedua tangannya dan menunjukkan otot kekar miliknya kepada Katla sambil tersenyum.
"Wah, tuan memang paling hebat, tapi apa yang aku lihat sekarang. Anda tidak sekuat dulu." Jawab Katla.
"Kau benar, saat ini aku hanya memiliki dua elemen sihir. Tanah dan petir, kekuatan ini adalah kekuatan yang lebih besar dari penyihir lain yang aku temui selama ini, hanya saja aku tidak akan menunjukkan kekuatan asli kepada mereka." Jawab Arlan dengan melepaskan kekuatan miliknya yang sudah di segel sendiri.
"Tuan, kau benar-benar hebat. Bagaimana bisa kau memiliki kekuatan manusia yang setara dengan kekuatan naga?" tanya Katla.
"Karena aku adalah reinkarnasi naga suci. Walaupun saat ini kekuatan naga yang sudah aku kumpulkan dengan usaha ku sendiri. Tapi kekuatan dahulu tidak hilang di tubuh ini. Saat ini, aku hanya bisa membangkitkan darah naga sekitar 50%." Jawab Arlan yang menjelaskan kepada Katla.
"Aku mengerti, anda harus menemui beberapa klan naga lainnya yang masih tersisa dan meminta berkah dari mereka." Jawab Katla.
__ADS_1
"Iya, sepertinya seperti itu. Seperti mimpi ku saat aku memerintahkan kalian untuk pergi sebelum bencana pemusnahan klan naga oleh monster di bumi ini." Jawab Arlan.
"Anda benar, setelah aku fikir-fikir apa yang anda katakan itu benar. Aku masih ingat bagaimana anda memberikan pengarahan yang baik kepada kami. Disaat itu kami mempercayai apa yang kau lihat dalam mimpi itu untuk memberikan kami kebebasan pergi dan meningkatkan populasi klan naga dan kekuatan klan naga." Jawab Katla.
"Iya. Sampai aku mati, hal yang aku sesali hanya dua. Yaitu tidak menemukan kalian semua dan tidak dapat melindungi bumi." Jawab Arlan.
"Jadi seperti itu ceritanya. Aku juga tidak pernah keluar dari tempat ini. Aku hanya mendengar dari beberapa hewan atau orang yang datang ke gua ini bercerita tentang dunia luar. Karena selama ini aku hanya meditasi di dalam kolam herbal ini." Jawab Ema.
"Tapi tuan, dengan adanya tuan saat ini, anda bisa mengambil esensi obat yang sudah aku kumpulkan selama ribuan tahun." Jawab Katla dengan menunjukan bunga teratai yang masih kuncup. Arlan berjalan mendekati bunga teratai yang tumbuh di dasar kolam herbal dengan memancarkan ungu muda dengan begitu indah, tiba-tiba kelopak bunga satu persatu terbuka dan membuat bunga tersebut telah mekar.
"Apa aku harus menyerapnya?" tanya Arlan.
"Iya. Anda harus menyerap semua kekuatan sihir herbal yang ada di dalam bunga itu. Itu akan memberikan efek yang baik untuk mu agar tidak mudah lelah saat bertarung dan memberikan efek penyembuh dengan praktis. Anda lihat, bunga itu akhirnya mekar setelah ribuan tahun lamanya. Dia menandai siapa raja yang sebenarnya dari klan naga." Jawab Katla.
"Baiklah. Bantu jaga aku untuk tidak di ganggu oleh siapapun dalam menyerap semua kekuatan ini " Jawab Arlan yang sedang terbang dan mendarat di atas bunga dan duduk bersilang dengan posisi sedang berdoa.
"Tuan berhasil, selamat tuan." Jawab Katla dengan memberikan selamat kepada Arlan yang sudah berhasil. Melihat bunga teratai yang segar bermekar tadi menjadi kayu dan seperti dengan tenggorokan yang kering.
"Aku baik-baik saja. Tidak apa-apa semuannya seperti sangat seru." Jawab Arlan kepada Katla.
"Baguslah. Anda juga kekuatannya sudah bertambah." Jawab Katla kepada Arlan yang sudah mencapai ke kelas presiden rumah sakit. Kecepatan Arlan yang segera memahami adalah hal yang baik.
"Katla, tentang apa yang akan terjadi kedepannya. Apa kau akan tetap bermeditasi di tempat ini?" tanya Arlan.
"Apa aku boleh keluar?" tanya Katla.
"Tentu saja boleh. Kau ikut saja dengan ku. Aku masih sanggup untuk memberikan mu makan dan hidup yang lumayan enak." Jawab Arlan.
__ADS_1
"Ini beneran?" tanya Katla.
"Iya. Ikutlah dengan ku berpetualang. Kau bisa mengubah dirimu menjadi kecil?" tanya Arlan.
"Tentu saja bisa." Jawab Katla dan mengubah dirinya menjadi naga kecil." Jawab Katla.
"Oke. Naik kemari." Jawab Arlan yang sedang mengadakan tangannya menampung Katla untuk naik ke telapak tangannya. Katla yang sudah naik di atas telapak tangannya dan meletakkan di atas bahu.
"Bagaimana dengan kolam dan juga tempat ini?" tanya Katla.
"Kita akan memasukkan ke dalam alat spritual milik ku. Kau juga bisa masuk ke dalamnya." Jawab Arlan dengan mengunakan sihirnya untuk memindahkan kolam dan hal lain yang ada di dalam gua ini. Harta benda berkilauan yang di kumpulkan Katla juga di masukkan ke dalam alam spiritual.
"Katla, kau harus ingat apa yang aku katakan. Kau jangan muncul sembarangan di hadapan orang lain. Kau harus menutupi keberadaan mu. Kau juga bisa berada di alam spiritual milik ku. Apalagi jangan menunjukkan siapa kamu di depan Alice. Semua akan ada waktunya. Aku akan memperkenalkan mu kepadanya secara langsung." Jawab Arlan.
"Di mengerti." Jawab Katla.
"Bagus. Sekarang kita harus kembali. Dan besok kami harus berburu lagi dan menemukan jamur herbal." Jawab Arlan.
"Jamur herbal?" Tanya Katla.
"Iya." Jawab Arlan.
"Baiklah, aku siap menjadi anggota bahasan anda Raja Arlan." Jawab Katla.
"Panggil saja dengan nama Arlan." Jawab Arlan kepada Katla.
"Baik tuan Arlan." Jawab Katla dan mereka pergi meninggalkan gua itu dan kembali di perkemahan di depan api unggun. Arlan yang penasaran melihat Alice yang sedang tertidur dengan pulas. Tidak seperti orang yang sudah selesai mandi.
__ADS_1