
Alice yang sejak tadi sedang telepati dengan Ema.
"Ema, kau sedang dimana? Aku sudah mengumpulkannya data dari pada korban yang terkena wabah penyakit di desa Fungi. Aki menyimpulkan bawah ini ada kaitan dengan air terjun yang kau laporkan tadi." Jawab Alice kepada Ema.
"Aku sedang di atas pohon tepat di depan air terjun nona. Nona kemari saja, arah Utara dari kamar kita." Jawab Ema kepada Alice untuk datang ke air terjun.
"Alice?" panggil Arlan yang menyadarkan Alice bahwa mereka sudah di permukaan sumur.
"Apa tadi yang kau katakan Arlan?" tanya Alice sekali lagi karena sejak tadi ia sedang berfokus dengan Ema.
"Aku mengatakan, mungkin saja kesimpulan awal dari cerita mereka ada kaitannya dengan air terjun." Jawab Arlan.
"Aku juga berfikir seperti itu. Bagaimana jika kita mencari keberadaan air terjun itu dimana." Jawab Alice dengan melihat sekitar dari atas sumur.
"Kita cari dulu dimana air terjun itu berada. Mau bersama atau kita berpencar?" tanya Arlan.
"Bersama saja." Jawab Alice kepada Arlan
"Kita akan mengambil ke arah mana?"
"Mungkin ke arah Utara dulu. Karena jika ke arah sana kita akan berasa di pintu masuk desa, sedangkan ke sana kita akan kembali ke tempat tinggal Agi." Jawab Alice dan Arlan menganggukan kepalanya.
Alice dan Arlan langsung mencari air terjun yang dimaksud.
"Perkiraan mu tepat Alice." Jawab Arlan saat mereka berdua sudah melihat ada air terjun di depan mereka dimana air sungai sedang mengalir.
"Jangan ragu, ayo kesana." Jawab Alice kepada Arlan dan mereka menggunakan kecepatan terbangnya ke arah air terjun.
"Nona sudah sampai? Nona lihatlah ke arah kanan air terjun. Disana banyak tanaman jamur yang nona maksud. Sedangkan ikan yang dikatakan oleh nona, aku belum melihatnya sejak tadi." Jawab Ema yang sudah mendengar penjelasan Alice. Alice menjelaskan apa yang dikatakan oleh orang desa kepada Ema saat ia menuju air terjun.
__ADS_1
Alice yang langsung terbang melayang ke arah yang dikatakan oleh Ema memetik jamur yang dikatakan oleh warga.
"Arlan, kemari." Jawab Alice yang sudah memetik jamur beracun itu.
"Kau menemukan apa yang dikatakan oleh mereka?" tanya Arlan yang melihat Alice sudah memegang jamur beracun.
"Iya. Aku akan coba menelitinya." Jawab Alice.
"Apa tidak apa-apa kau memegangnya secara langsung?" tanya Arlan yang khawatir bahwa Alice akan terkena racun.
"Tenang saja. Jika jamur ini beracun maka racunnya akan bekerja jika jamur ini di konsumsi. Karena tidak ada bubuk di atas permukaan jamur. Itulah yang membuatku berani memegangnya secara langsung." Jawab Alice
"Baguslah." Jawab Arlan.
"Oh ya, bagaimana jika kau memancing ikan. Mungkin saja dapat menemu ikan yang pernah di temui oleh mereka." Jawab Alice.
" Oke. Aku akan di pinggir sana untuk meneliti jamur ini." Jawab Alice kepada Arlan.
"Oke." Mereka berdua menganggukan kepalanya dan berpisah di tempat. Arlan sedang mengeluarkan alat pancing miliknya dari kantong penyimpanan dan bersiap untuk memancing dengan umpan yang sudah ada. Alice pergi ke pinggir air terjun, tepat di bawah pohon Ema duduk di batang pohon. Ema turun dan berbicara dengan Alice.
"Bisa bantu aku?" tanya Alice untuk mendeteksi racun di jamur merah berbintik itu. Alice juga mengeluarkan jarum perak untuk ditusukkan kedalam jamur.
Ema yang tahan dengan racun dan kemampuan yang dapat menganalisa jenis racun. Ema langsung memakan jamur yang ada di depannya dan menunggu reaksinya.
Alice yang sudah menusuk jarum perak ke jamur. Jarum perak itu berubah menjadi hitam tepat pada ukuran jarum itu masuk kedalam jamur setelah di cabut dan menunggu waktu beberapa menit.
"Bagaimana?" tanya Alice kepada Ema.
"Jamur ini memang beracun, tapi bagiku racunnya hanya sekitar 20% saja. Dan untuk ukuran manusia hanya sekitar 5% nona. Manusia yang memakan jamur ini mungkin akan mengalami mual, muntah darah, halusinasi dan tidak sadarkan diri. Untuk kematian, kemungkinan hanya sekitar 40% saja." Jawab Ema menjelaskan tingkat racun yang ada di dalam jamur.
__ADS_1
"Jarum perak ini juga tidak terlalu pekat. Racun ini juga tidak terlalu kuat." Jawab Alice yang sedang berfikir dan menganalisis kembali apa jamur ini adalah penyebab dari penduduk desa yang terisolasi. Alice kembali ke tempat asal jamur ini di temukan dan melihat sekitar.
"Apakah sudah siap?" tanya Arlan.
"Sudah, tapi hanya ada 5% keracunan untuk tubuh manusia. Aku kesini hanya melihat kembali tempat jamur di temukan. Bagaimana dengan mu?" tanya Alice.
"Belum ada ikan yang memakan pancing ku." Jawab Arlan.
"Semangat." Jawab Alice yang tersenyum dan kembali fokus dengan tempat jamur di temukan. Lingkungan jamur di temukan pada tempat yang lembab dan jika matahari terbit di tengah, tempat itu akan tersinari.
"Ini." Ucap Alice yang sedang memegang permukaan dimana jamur di temukan. Ternyata itu adalah sebuah kayu besar yang sudah berlumut. Alice melihat kayu besar itu hingga ke air terjun yang terjatuh. Alice berjalan di atasnya dan mengikuti kayu itu hingga air terjun membasahi kayu, begitu juga Alice yang sudah basah di guyur air terjun yang tidak terlalu deras.
"Arlan, aku ke atas dulu untuk mengecek sesuatu." Jawab Alice yang memberitahu Arlan. Arlan hanya menganggukkan kepalanya.
Alice yang menggunakan sihir terbang ke atas air terjun. Melihat hamparan pepohonan yang hijau ada di sekeliling pinggir air sungai. Alice terus berjalan dari aliran sungai itu. Sam Alice melihat dari kejauhan seperti gua. Saat di dekati ada sebuah lubang besar di pinggir sungai tidak jauh dari air terjun itu jatuh.
"Apa itu gua di dekat aliran sungai?" tanya Alice dalam hati. Alice mendekat ke arah lubang besar itu dan tiba-tiba Arlan datang mengejutkan dirinya dari belakang.
"Alice, aku mendapatkan beberapa ikan. Ikan yang mana sesuai dengan cerita penduduk desa?" tanya Arlan yang menepuk pundak Alice.
"Arlan? Kau membuatku kaget saja." Jawab Alice.
"Kau sedang mengecek apa?" tanya Arlan. Alice menunjukkan ke arah bawah karena mereka sedang terbang.
"Lubang apa ini dekat aliran sungai?" tanya Arlan yang terkejut melihat sebuah tumpukan tanah seperti gua depannya dan dari atas seperti terowongan.
"Apa ini adalah anak cabang dari aliran sungai? Atau air gua yang terhubung ke sungai?" tanya Alice kepada Arlan.
"Tapi aku merasa ini bukan gua, aku sangat familiar dengan lubang ini. Tunggu sebentar, aku akan ke sana sebentar." Jawab Arlan yang terbang menelusuri lubang
__ADS_1