Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Kembali dari Hutan Larangan Part 2


__ADS_3

"Racun?" tanya Alice yang sedang melihat kondisi Dylan, Aleda dan Haura yang sudah pingsan. Kulit tubuh mereka yang pucat dan menghitam. Beberapa luka perban yang ada di tubuh mereka.


"Arlan bantu aku untuk meminumkan obat penyembuh ini kepada Dylan. Dokter juga bantu aku memberikan obat penyembuh ini kepada Guru Haura." Jawab Alice yang memberikan botol kecil yang berisi obat penyembuh yang baru saja di buat oleh Alice.


Arlan dan dokter itu menerima botol pemberian Alice. Mereka juga membantu untuk meminumkan obat penyembuh itu kepada Dylan dan Haura. Sedangkan Alice membantu Aleda meminum obat herbal yang di buatnya.


"Baru saja satu menit setelah meminum obat itu. Tubuh mereka kembali normal bahkan tubuhnya lebih segar dan sehat.


"Apa yang anda berikan ini nona Alice?" tanya Dokter camp yang melihat kinerja obat penyembuh yang di berikan oleh Alice ini sangat cepat.


"Aku akan mengajari anda nanti Pak." Jawab Alice yang tersenyum.


Perlahan-lahan Haura, Dylan dan Aleda membuka matannya. Mereka bertiga sudah sadar dari pingsan. Alice dan Arlan langsung membantu mereka untuk duduk dan memberikan minum air mineral secukupnya.


"Ambil mangkok." Jawab Alice kepada para perawat. Beberapa detik kemudian saat Dylan, Haura dan Aleda sudah duduk dan mereka tiba-tiba merasa mual dan muntah di dalam mangkok yang sudah di sediakan.


Darah hitam yang berbau bangkai keluar dari mulut Dylan, Haura dan Aleda. Racun yang ada di dalam tubuh mereka keluar dengan bersih.


Mereka bertiga yang sudah memuntahkan racun yang ada di dalam tubuh dan membuat mereka kembali sehat. Aleda, Dylan dan Haura membersihkan mulutnya dengan air yang sudah di sediakan oleh Alice untuk mereka berkumur-kumur membersihkan darah hitam racun yang baru saja keluar.


"Apa yang dirasakan?" Tanya Alice.


"Sudah lebih baik." Jawab Aleda.


"Syukurlah." Jawab Alice.


"Apa yang sebenernya terjadi?" Tanya Arlan kepada Dylan.


"Kami di serang oleh kawanan serigala. Monster serigala berkepala 3 yang telah membuat kami bertiga kewalahan. Kekuatan cukup jauh di bandingkan kami. Karena hal itu kami menggunakan jimat teleportasi untuk segera meninggalkan hutan larangan." Jawab Dylan.


"Bagaimana mungkin seekor serigala memiliki racun?" tanya Alice dalam hati.


"Kami juga tidak mengetahui kenapa bisa seperti ini. Kami juga tidak tau kenapa semakin melawannya semakin lemah. Dan juga kami tidak memiliki kekuatan." Jawab Haura.


"Mungkin karena air liurnya. Dalam catatan kuno mengatakan bahwa seekor serigala yang memiliki 3 kepala adalah serigala yang semua serangannya memiliki kekuatan racun di dalamnya. Itulah yang membuat mereka menjadi penguasa di suatu wilayah." Jawab Arlan.

__ADS_1


"Jadi ada yang seperti itu?" tanya Alice yang berfikir.


"Mungkin saja." Jawab Dylan.


"Syukurlah kalian selamat." Jawab Alice.


"Iya. Terima kasih sudah memberikan kami obat penyembuh milik mu." Jawab Aleda.


"Bukan ya kita harus saling membantu. Lagi pula ini adalah hasil uji yang aku lakukan tadi." Jawab Alice yang tersenyum.


"Apa semuanya baik-baik saja?" Tanya Darren yang baru saja tiba.


"Sudah membaik Papa. Aku sudah menggunakan obat penyembuh untuk Guru Haura, Dylan dan Aleda. Racun dalam tubuh mereka juga sudah keluar. Hanya tinggal istirahat secukupnya saja." Jawab Alice.


"Syukurlah. Haura, Dylan dan Aleda. Istirahatlah dulu, jangan kemana-mana. Syukurlah kalian selamat." Jawab Darren.


"Baik. " Jawab Haura, Aleda dan Dylan.


"Guru Haura, Dylan dan Aleda. Selamat istirahat. Jika membutuhkan sesuatu katakan saja. Aku tidak jauh dari tempat ini. Jika terjadi sesuatu suruh perawat untuk menghubungi ku " Jawab Alice.


Tidak lama mereka keluar, seorang prajurit sedang melaporkan kepada mereka .


"Nona, tuan Evan, pangeran Glen dan putri Freya sudah kembali." Ucap Prajurit. Arlan, Alice dan Darren langsung bergegas ke arah pintu keluar camp militer. Mereka bertemu dengan Evan, Glen dan Freya.


Evan, Glen dan Freya berjalan dengan pelan dengan menggunakan kekuatan mereka walaupun mereka sudah babak belur dan banyak terluka. Sihir mereka juga hampir habis. Namun mereka masih lebih baik daripada Dylan, Haura dan Aleda.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Darren.


"Iya tidak apa-apa hanya beberapa luka yang cukup sakit." Jawab Freya.


"Minumlah ini." Jawab Alice memberikan satu persatu obat penyembuh kepada Freya, Glen dan Evan. Meraka langsung meminumnya tanpa tagu. Seperti biasanya obatnya berjalan mulus, mereka langsung pulih tanpa ada luka yang tersisa di kulit.


"Ini obat yang sama?" tanya Freya yang sudah merasakannya dus kali.


"Iya. Bagaimana dengan rasanya. Apakah ada yang berbeda dari sebelumnya?" tanya Alice

__ADS_1


"Iya. Obatnya bekerja seperti biasanya dan untuk obat kali ini sepertinya lebih cepat." Jawab Freya.


"Baguslah." Jawab Alice tersenyum.


"Sudah-sudah jangan di jalan seperti ini. Kita kembali ke ruangan." Jawab Darren. Mereka yang masih di jalan menghentikan pembicaraan dan berjalan ke arah rumah dinas Darren.


Setelah sampai, mereka di suguhkan makanan dan makan bersama. Setelah menikmati makanan, Alice mulai berbicara.


"Kalian urutan ke 3 yang sudah kembali dari hutan larangan." Jawab Arlan.


" Ke 3." Jawab Glen.


"Kami lebih dulu sampai kemarin . Dan guru Haura tiba baru saja tadi dan sekarang kalian." Jawab Arlan.


"Jadi di mana mereka?" tanya Evan .


"Mereka bertiga masih di rawat di tempat ini. Mereka mengalami ketidak beruntungan karena bertemu dengan monster serigala berkepala 3 dan mereka kena racun itu. Namun saat ini sudah kembali pulih." Jawab Darren.


"Mereka keracunan sehingga memutuskan untuk kembali saja." Jawab Alice.


"Jadi mereka keracunan sihir monster serigala berkepala 3? tanya Freya.


"Iya. Tapi sudah baik-baik saja. Mereka saat ini sedang istirahat. Kalian juga, pergilah membersihkan diri dan istirahat." Jawab Darren.


"Tapi kami ingin melihat mereka lebih dulu " Jawab Freya.


"Mereka juga baru istirahat. Kalian juga pergilah istirahat. Kalian bisa keluar nanti untuk melihat di hari Selasa sore hari ini." Jawab Darren.


"Sebelum itu, apa yang terjadi dengan guru?" hanya Freya.


"Hanya kecelakaan kecil. Kami melawan monster semut hitam. Kekuatannya dan kekuatan kami yang berbeda jauh. Daripada mati dan belum melakukan apapun." Jawab Alice.


"Pergilah istirahat. Aku sudah memberikan obat herbal itu sehingga pemulihannya lebih cepat. Guru Evan, Dylan dan Freya hanya perlu istirahat memulihkan kekuatan." Jawab Alice yang sudah memberikan obat penyembuh yang dibuat oleh nya sendiri.


"Iya, istirahatlah dengan baik." Jawab Darren yang memerintahkan Glen, Freya dan Evan tidur. Glen, Freya dan Evan langsung mengikuti perintah dari Darren dengan istirahat di kamar yang sudah di siapkan oleh prajurit militer untuk mereka.

__ADS_1


__ADS_2