
Haura yang membawa Dylan dan Aleda masuk ke dalam hutan larangan tiba di hutan larangan bagian tengah. Mereka tiba di tempat yang hampir sama lingkungan yang terlihat. Pepohonan Venus yang tinggi dan lebat berjajar di pengelihatan mereka. Tapi di bawah pepohonan yang berjajar itu tidak tumbuh rerumputan yang tinggi.
"Kita sampai." Jawab Haura.
"Ini yang dikatakan hutan larangan?" tanya Aleda dan Haura menganggukan kepalanya.
"Kalian masih ingat yang dikatakan oleh Pak Darren dan apa yang sudah kita baca di buku kuno?" tanya Haura.
"Jamur herbal hidup di tempat yang lembab jauh dari matahari. Biasanya hidup di sekitar gua, di batang pohon yang sudah lama tidak tumbuh." Jawab Aleda.
"Kita harus mencarinya dengan hati-hati dan sebisa mungkin menghindari pertarungan. Karena pertarungan akan memancing hewan lainnya untuk datang ke tempat kita. Itu akan merepotkan kita." Jawab Dylan.
"Iya. Kalian benar. Jadi kita akan mulai mencari tempat yang kemungkinan jamur herbal hidup. " Jawab Haura.
"Oke." Jawab Aleda dan Dylan dengan memperhatikan lingkungan sekitar. Sedangkan Haura menggunakan sihir terbang nya untuk ke atas melihat lingkungan.
Haura melihat matahari yang sedang menyinari hutan larangan. Haura melihat tempat yang tidak terlalu tekena sinar matahari dengan ketinggian ia berada. Haura melihat tempat yang pohonnya lebih besar dari yang lain dan sinar matahari tidak terlalu mengenainya. Haura yang dapat melihat tempat itu segera turun dari terbang nya dan memberitahukan kepada Aleda dan Dylan.
"Kenapa guru ke atas?" tanya Aleda
"Melihat daerah mana yang tidak terkena paparan sinar matahari. Kita akan berjalan ke kanan." Jawab Haura yang sudah menentukan tempatnya.
"Oh, guru terbang dengan ketinggian maksimal untuk melihat sinar matahari yang menyinari hutan?" tanya Dylan.
"Iya. Ayo kita bergerak." Jawab Haura.
"Baik." Jawab Dylan dan Aleda yang mengikuti Haura berjalan. Mereka menelusuri hutan menuju ke tempat yang sedang mereka tuju sambil melihat ke kanan dan kiri. Mereka juga memeriksa di akar-akar pohon dan tanah sekitar yang di lewati apakah ada jamur herbal yang di cari.
__ADS_1
Mereka yang sudah berjalan sekitar setengah jam namun juga belum sampai.Haura berhenti, dan membuat Aleda dan Dylan juga tiba-tiba berhenti.
"Ada apa guru?" tanya Aleda.
"Iya. Kenapa berhenti?" tanya Dylan.
"Aku merasakan ada energi sihir yang mendekat." Jawab Haura.
"Kita bersembunyi." Ucap Haura yang berlari ke arah akar pohon yang seperti gua.
"Ada apa?" tanya Dylan.
"Ikuti saja apa kata guru." Jawab Aleda.
Mereka bertiga berlari ke arah akar pohon yang seperti gua itu untuk bersembunyi. Dan secara tiba-tiba suara hempasan angin yang kuat menumbangkan pohon yang berada di hadapan mereka. Saat mengintip di ke atas seekor burung rajawali yang sedang bertarung dengan burung gagak. Bertarung di atas dan membuat beberapa pohon yang ada di bawahnya terjatuh.
"Iya." Jawab Haura.
"Bisa gawat jika kita terlihat oleh mereka." Jawab Haura lagi.
"Jadi itu alasan kita bersembunyi di sini." Jawab Aleda dan Haura menganggukkan kepalanya.
"Kekuatan mereka sangat luar biasa." Jawab Dylan yang melihat mereka sedang bertarung satu sama lain.
"Iya. Terlihat jelas mereka itu memiliki kekuatan bertarung yang hebat. Tapi jika di perhatikan dengan jelas, burung gagak itu sudah terluka sedangkan rajawali itu belum terluka sama sekali." Jawab Aleda.
"Kau benar Aleda, jika di udara biasanya yang rajanya adalah rajawali. Tapi terkadang mereka bertarung karena gak sepele. Jika bukan karena rebutan makanan pasti rebutan wilayah." Jawab Haura.
__ADS_1
"Iya. Aku pernah dengar bahwa di udara rajanya adalah rajawali. Binatang raja wali menjadi klan hewan yang di takuti saat di udara. Mereka punya wilayah sendiri." Jawab Dylan.
"Iya benar. Kesempatan kita melihat secara langsung pertarungan mereka berdua di udara." Jawab Haura.
"Iya guru. Ada hal yang bisa aku pelajari dari pertarungan mereka beberapa menit yang lalu." Jawab Aleda yang memang sejak tadi sudah memperhatikan cara rajawali dan buruk gagal bertarung. Meraka menggunakan kekuatan angin yang berada di udara untuk saling menyerang.
Burung rajawali dan burung gagak sedang bertarung sambil mempertahankan keseimbangan. Mereka yang saling menyerang satu sama lain dan juga menghindar satu sama lain. Burung rajawali memiliki paru dan cakar yang kuat untuk mengerahkan kekuatannya ke arah burung gagak. Burung rajawali mencengkram sayap burung gagak, namun tidak berhasil menangkap. Burung rajawali hanya dapat mencabut satu persatu bulu sayap burung gagak.
Burung gagak juga memiliki kekuatan yang hampir sama seperti dengan burung rajawali yang terbiasa dengan memakan bangkai dengan paru dan kakinya yang tajam untuk merobek tubuh burung rajawali. Tapi serangannya selalu gagal mengenai tubuh rajawali.
"Guru lihat, sepertinya burung gagak itu bukan hanya sekedar burung gagak." Jawab Aleda.
"Kau benar Aleda. Itu bukan hanya sekedar burung gagak. Itu adalah monster burung gagak. Lihat bagaimana dia menyembuhkan luka nya dengan cepat setelah mendapat serangan dari burung rajawali. Tapi dia hanya seekor burung gagak yang masih belum menandingi kekuatan rajawali. Lihat dan amati." Jawab Haura.
Burung rajawali menggunakan kekuatan penuhnya untuk melemparkan serangan angin yang kuat menjadi bilah pedang mengarah ke arah tubuh burung gagak. Dengan menggunakan kedua sayap burung rajawali menghempas angin yang kuat dan terbentuk bilah pedang yang langsung menyayat tubuh burung gagak dengan tebasan seperti bentuk X. Burung gagak yang melayang di udara tidak bisa lagi untuk menghindar, sehingga tubuhnya menjadi terpotong menjadi dua.
Dua potong tubuh burung gagak terjatuh ke tanah. Burung rajawali menjadi pemenang pertarungan ini. Burung rajawali itu turun ke bawah dengan mengambil kedua bagian tubuh monster burung gagak dengan kakinya. Kedua tubuh burung gagak yang ada di bawa di bawa terbang oleh burung rajawali. Pertarungan itu selesai.
Aleda, Dylan dan Haura sudah bisa keluar dari persembunyiannya dan melihat lingkungan hasil dari pertarungan yang telah di lakukan oleh burung rajawali dan burung gagak.
"Kenapa hewan biasa seperti burung rajawali dengan monster gagal bisa bertarung di tempat ini? Bukannya ini adalah tempat berkumpulnya para monster?" tanya Aleda.
"Senior Darren mengatakan bahwa terkadang hewan legendaris yang berkumpul di hutan awal akan datang sesekali ke hutan larangan untuk berburu. Tapi itu hanya dugaan sementara yang di lihat oleh senior Darren. Kami juga tidak tau akan kebenaran itu." Jawab Haura.
"Oh jadi begitu." Jawab Aleda.
"Apa mungkin mereka memang memusuhi para monster dan ingin merebut kekuasaan di tempat ini secara bertahap?" tanya Dylan yang memiliki sebuah dugaan.
__ADS_1
"Entahlah. Sudahlah, ayo kita lanjutkan perjalanan." Jawab Haura. Dan mereka bertiga melanjutkan perjalanan mereka ke tempat yang di tuju yang menurut mereka memiliki jamur herbal.