Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Pergi Ke Desa Fungi


__ADS_3

"Apa yang akan kita ambil?" tanya Arlan kepada Alice. Alice masih sedang membalikkan selembar demi selembar halaman pada buku yang di berikan oleh Gerry.


"Aku akan pergi ke guild Mizu saja." Jawab Dylan kepada Aleda.


"Apakah bisa untuk ke guild Sky?" tanya Aleda.


"Boleh, kita sepakat untuk mengambil setengah misi di guild Mizu dan setengah misi di guild Sky." Jawab Dylan.


Freya, Glen, Arlan mendengarkan hal itu berfikiran sama seperti Dylan. Tapi tidak dengan Alice yang masih sibuk membalik-balikkan halaman.


"Kita akan melakukan hal yang sama." Jawab Freya kepada Glen.


"Oke." Jawab Glen dengan menganggukkan kepalanya.


Mereka berempat berdiri dan pergi meninggalkan guild Gasta. Hanya tinggal Alice dan Arlan yang masih di dalam guild Gasta.


"Apa yang ingin kau ambil Arlan?" tanya Alice.


"Misi yang cukup sekali mendapatkan 5000 poin langsung." Jawab Arlan menunjuk desa Fungi dan beberapa misi lainnya yang senilai 5000 poin.


"Nona, pilih desa Fungi saja. Aku merasakan ada hal yang menguntungkan di tempat itu. " Jawab Ema.


"Kita ambil ini saja." Jawab Alice yang menunjukkan halaman desa fungi.


"Desa Fungi?" tanya Arlan.


"Iya." Jawab Alice.


"Tertulis di halaman ini tentang desa fungi adalah desa yang berada di hutan bagian selatan kerajaan Gasta. Di dalam sini dikatakan permasalahannya adalah setiap tahun jumlah penduduk yang paling besar mengalami kematian mendadak." Jawab Arlan.


"Iya. Sudah 10 tahun ini tidak ada yang menemukan apa penyebab yang telah terjadi di desa itu. Padahal desa itu dulunya adalah desa yang makmur dengan pemasukan buah yang cukup bagus." Jawab Arlan kepada Alice.


"Bagaimana jika kita datang kesana untuk menyelidikinya." Jawab Alice.


"Kau yakin?" tanya Arlan kepada Alice.


"Iya." Jawab Alice.


"Baiklah. Kita ambil ini." Jawab Arlan.


"Oke. Kita ke asrama dulu untuk mengambil beberapa barang yang harus di bawa ke sana." Jawab Alice. Arlan mengiyakan dan mereka pergi ke asrama untuk mengambil perlengkapan dan pergi berjalan kaki menuju ke desa Fungi.

__ADS_1


"Apa mau menggunakan kuda agar lebih cepat?" tanya Arlan.


"Lebih baik tidak perlu. Lagi pula kita sudah lama tidak berpetualang." Jawab Alice.


Mereka memutuskan untuk berjalan kaki yang membutuhkan waktu satu harian untuk sampai ke hutan selatan yaitu desa Fungi.


"Selama perjalanan kita bisa merasakan aura sihir untuk sebagai stamina sihir kita di dalam tubuh. Mengatur pernapasan untuk menikmati sihir bumi yang masuk ke dalam tubuh kita." Jawab Alice.


"Kau masih sama seperti dulu." Jawab Arlan dengan tersenyum melihat Alice yang berjalan di sampingnya.


"Bagaimana dengan sihir air milik mu?" tanya Arlan.


"Tidak terlalu banyak kemajuan." Jawab Alice.


"Mau sampai kapan menyembunyikan ini dari paman Darren?" tanya Arlan.


"Akan tiba waktunya semuanya akan terlihat." Jawab Alice.


Mereka yang berbicara tentang pengalaman sambil menikmati perjalanan dan menikmati latihan pernapasan untuk meningkatkan sihir mereka. Tidak terasa mereka sudah memasuki hutan bagian selatan. Dan setengah perjalanan lagi mereka akan sampai ke desa Fungi. Karena waktu sudah hampir malam, mereka memutuskan untuk membuat perkemahan di malam hari dan beristirahat.


"Hari akan gelap, lebih baik kita menginap di sekitar sini." Jawab Alice yang berhenti saat mereka sedang menelusuri aliran sungai yang akan menyebrang melanjutkan perjalanan.


Arlan mengeluarkan tenda miliknya dari kantong penyimpanan dan mendirikan tenda. Sedangkan Alice juga melakukan hal yang sama. Arlan yang sudah selesai lebih dulu mendirikan tenda membantu Alice untuk mendirikan tenda.


"Aku akan pergi mencari kayu bakar." Jawab Arlan yang sudah selesai mendirikan tenda Alice.


"Oke. Aku akan menyiapkan makanan kita malam ini." Jawab Alice kepada Arlan. Alice mengeluarkan bahan-bahan masakan yang sudah di bawa oleh mereka di dalam kantong penyimpanan sedangkan Arlan pergi mengambil kayu bakar.


Alice menggunakan sihir air untuk mencari ikan di sungai yang berada tidak jauh dari tenda mereka.


"Nona, aku keluar. Aku juga ingin makan ikan segar." Jawab Ema.


"Jangan sampai Arlan melihat mu bersama dengan ku " Jawab Alice.


"Oke." Jawab Ema. Ema yang ikut dengan Alice mencari ikan untuk dimakan olehnya mentah-mentah. Sedangkan Alice sedang memotong dan membersihkan ikan dari sisiknya lalu menusuknya menggunakan ranting dan di lumuri garam.


"Aku tinggal kau di sini." Jawab Alice.


"Baik nona, aku juga akan melihat sekitar." Jawab Ema yang mengubah dirinya menjadi kucing kembali dan berlari menelusuri hutan. Alice kembali ke depan tenda dan melihat Arlan sudah kembali.


"Aku mencari ikan di sungai tadi." Jawab Alice yang baru datang.

__ADS_1


"Aku juga baru tiba. Aku akan membuatkan apinya." Jawab Arlan. Alice memberikan ikan yang sudah di tusuk oleh ranting itu kepada Arlan dan dia pergi membuat sambal untuk pelengkap memakan ikan bakar malam ini.


Mereka yang bekerjasama dan menikmati makan malam.


"Kau duluan tidur. Aku akan bergantian dengan mu nanti." Jawab Alice.


"Tidak perlu. Tidurlah, biar aku yang akan menjaga sepanjang malam." Jawab Arlan.


"Tidak. Aku tidak ingin kau kurang tidur saat kita tiba di desa nanti. Jadi kita bergiliran saja untuk berjaga." Jawab Alice.


"Tapi Alice ...."


"Kalau kau tidak mau, aku akan berjaga juga bersama dengan mu." Jawab Alice.


"Oke, aku akan tidur lebih dulu." Jawab Arlan kepada Alice.


Arlan yang lebih dulu tidur dan Alice masih di depan api unggun dan menikmati malam.


"Nona." Panggil Ema yang sudah kembali dari menelusuri hutan sekitar.


"Apa yang kau dapatkan?" tanya Alice.


"Nona, ada yang aneh dengan lingkungan hutan yang ada di sekitar desa Fungi. Aku tadi sempat ke sana, suasana desa sangat senyap dan juga sekitar hutan tidak ada satu makhluk hidup pun yang ada di sekitar. Bahkan hanya seekor serangga." Jawab Ema.


"Apa kau sudah memastikannya?" tanya Alice.


"Iya nona. Dan penduduk di sana sudah menutup pintu mereka. Tidak ada sama sekali kegiatan di malam hari. Desa itu seperti desa mati." Jawab Ema.


"Bagaimana dengan hutan sekitarnya selain mendekati desa?" tanya Alice.


"Dari setengah perbatasan sini hingga setengah perjalanan ke arah desa, hutan tubuh seperti biasa tapi setelah itu seperti yang aku katakan." Jawab Ema.


"Bagaimana dengan monster?" tanya Alice.


"Di sekitar sini tidak ada monster yang berada di tingkat tinggi. Hanya ada beberapa monster biasa dan hewan binatang biasa saja." Jawab Ema.


"Baiklah. Kita akan mencari lebih banyak pengamatan untuk mencari apa yang sebenarnya terjadi." Jawab Alice


"Baik nona. Nona tidurlah, biar aku yang menjaga." Jawab Ema.


"Tidak apa-apa, kau saja yang tidur." Jawab Alice.

__ADS_1


__ADS_2