Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Pohon Tumbang


__ADS_3

Haura, Aleda dan Dylan yang sudah keluar dari persembunyiannya dan melanjutkan perjalanan menelusuri hutan dengan pepohonan yang tinggi dan besar-besar. Mereka yang berjalan dan melihat sekitar apakah ada jamur herbal atau tidak.


Saat perjalanan, mereka terhenti dengan banyaknya ranting pohon yang jatuh dan menumpuk membuat jalan mereka terhambat. Dan matahari yang cerah tiba-tiba tertutup awan hitam.


"Apakah ini mau malam?" tanya Aleda.


"Mungkin ini masih sore hari." Jawab Dylan.


"Iya, itu hanya awan hitam." Jawab Haura yang melihat ke atas.


"Banyak sekali tumpukan ranting pohon di depan kita? Apakah kita harus jalan terus atau mengambil jalan lain?" tanya Aleda.


"Aku akan memeriksanya." Jawab Haura yang menggunakan sihir angin untuk terbang melihat situasi di depan.


"Wilayah ini sudah seperti rawa-rawa, tapi tidak terlihat ada air." Jawab Haura dari atas melihat pemandangan di depan. Setelah itu Haura kembali ke tempat Dylan dan Aleda.


"Bagaimana guru?" tanya Aleda


"Di depan banyak pohon tumbang, pepohonan yang tumbang sudah lama sehingga banyak ranting pohon kering di permukaan dan setelah aku perhatikan di bawah ranting pohon itu lembab. Itu seperti rawa-rawa tapi tidak ada air nya." Jawab Haura.


"Bukannya jamur suka di tempat yang lembab? Apalagi di depan banyak pohon yang sudah lama tumbang?" tanya Aleda.


"Benar juga. Bagaimana jika kita memeriksanya." Jawab Dylan.


"Baiklah. Kita berpencar." Jawab Haura.


Mereka terbang dan menyelusuri tempat pepohonan yang tumbang. Aleda, Haura dan Dylan masing-masing berpisah dan mulai melakukan pencarian.


Aleda mulai dengan mengangkat ranting kering dan juga dedaunan yang lembab di bawah. Aleda hanya menemukan tanah yang basah. Namun tidak berhenti untuk mencari.


Dylan juga menggunakan kekuatan sihirnya untuk merasakan apakah ada air di bawah ini. Namun tidak ada, ini hanya lembab karena suhu atau hujan yang terus menerus. Arlan sudah memberikan kesimpulan tentang keadaan yang ada di sekitarnya.


Haura mulai mencari jamur herbal dengan membongkar beberapa ranting yang dekat dengan batang pohon yang besar. Semakin membongkar, Haura menemukan tumbuhan jamur yang di cari mereka sedang tumbuh di bawah batang pohon besar yang berada di sekitarnya.

__ADS_1


"Ini? Iya benar, ini jamur herbal." Jawab Haura yang terkejut dengan jamur herbal yang ditemukan oleh nya. Terdapat 3 tangkai yang hidup setelah banyak ranting pohon yang telah di singkirkan ya dari batang pohon besar yang tua itu.


"Dylan, Aleda. Kemari!" Haura yang begitu semangat mendapatkan 3 tangkai jamur herbal memanggil kedua muridnya itu untuk segera datang ketempat nya.


Dylan dan Aleda yang mendengar panggilan Haura dengan menggunakan komunikasi telepati langsung pergi menjumpai Haura.


"Ada apa guru?" tanya mereka berdua.


"Lihat apa yang aku temukan." Jawab Haura yang memperlihatkan jamur herbal 3 tangkai yang masih belum di petiknya dan tidak berdekatan di batang pohon.


"Jamur herbal?" tanya mereka berdua.


"Iya. Kalian lihat, aku menemukan 3 tangkai setelah banyak usaha menyingkirkan banyak ranting pohon di sekitar batang pohon besar ini." Jawab Haura yang menunjukkan di sisi kanan terdapat 2 buah tangkai jamur herbal dan di sisi kiri ada 1 tangkai.


"Apa jangan-jangan di sekitar pepohonan tumbang ini terdapat jamur herbal yang berada di bawah batang pohon?" tanya Dylan.


"Mungkin saja." Jawab Aleda.


Aleda dan Dylan langsung pergi ke sisi kanan dan kiri masing-masing untuk menyingkirkan ranting pohon di batang pohon besar lainnya. Membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk menyingkirkan ranting dan ternyata benar. Mereka menunjukkan jamur herbal itu.


"Aku menemukan 7 tangkai." Jawab Dylan.


"Jadi memang benar, jamur herbal tumbuh di batang pohon besar yang sudah lama ini tumbang." Jawab Dylan, Haura dan Aleda dalam hati bersama-sama.


"Aku akan mulai memeriksa semua pohon tumbang ini." Ucap Haura.


"Baik guru. Kami juga akan melakukannya." Jawab Aleda.


"Iya." Jawab Dylan .


Mereka sangat bersemangat untuk terus membongkar ranting dan tumbuhan menjalar lainnya yang berada di pinggir batang pohon besar yang telah tumbang ke tanah itu. Mereka mulai mengumpulkan jamur herbal yang mereka temukan.


Beberapa jamur herbal yang mereka temukan ada yang sudah busuk, ada yang masih kecil dan ada yang masih bagus. Jadi butuh mengambil yang bagus saja dan meninggalkan yang busuk dan masih kecil untuk tetap tumbuh.

__ADS_1


Mereka juga menemukan hal aneh yang dekat dengan jamur di sekitar pohon tumbang. Sesuatu berwarna putih dengan bungkusan seperti akar pohon.


"Guru, ada hal yang aneh yang aku temukan." Jawab Aleda.


"Hal aneh?" tanya Haura dan Dylan yang mendengarkan telepati suara Aleda.


"Iya. Aku melihat sebuah warna putih yang di selimuti akar. Tapi ini seperti bukan akar. Aku tidak berani untuk mengeceknya. Tapi ini seperti telur. Tapi warna putih namun tak bercangkang." Jawab Aleda.


"Putih tapi tidak bercangkang?" tanya Haura.


"Iya. Akan aku coba untuk menyentuhnya." Jawab Aleda dengan menggunakan tangannya menyentuh sesuatu berwarna putih itu. Baru saja di sentuh dengan pelan namun malah pecah mengeluarkan lendir putih yang aneh menurut Aleda.


"Aku tidak menekannya kuat tapi ini pecah mengeluarkan lendir putih. Pelindungnya bukan cangkang tapi seperti kulit tipis bening." Jawab Aleda dan Aleda terus melihat ke arah akar yang terlihat menutupi warna putih itu dan melihat sesuatu tanah yang seperti gua.


"Sepertinya itu adalah serangga yang suka dengan lingkungan lembab. " Jawab Haura.


"Jangan di fikirkan. Tinggalkan saja dan cari jamur herbal ke tempat lainnya." Jawab Haura.


"Baik guru." Jawab Aleda yang tidak ingin meneruskan penelusurannya.


Setelah setengah dari hamparan pohon tumbang yang mereka periksa. Tiba-tiba mereka di serang seekor monster lipan atau kaki seribu. Dengan tubuhnya yang sebesar batang pohon tumbang dengan warna merah pekat kehitaman.


"Arghhhhhhhhhhhhhhhhhhhh." Suara jeritan Aleda yang terkejut dengan kemunculan monster lipan dengan kepala seperti manusia ingin menyerang.


"Siapa kalian?" tanya monster lipan itu berdiri di batang pohon tumbang yang sama besar seperti tubuhnya.


Dylan dan Haura yang terkejut dengan jeritan Aleda yang terdengar nyaring di telinga mereka. Mereka yang masih asyik dengan mengumpulkan jamur herbal tiba-tiba berhenti dan menoleh ke belakang.


"Ada apa?" tanya Dylan dengan telepati.


"Monster lipan." Jawab Aleda dengan telepati.


"Menghindar." Jawab Dylan kepada Aleda dan langsung terbang menuju ke arah Aleda.

__ADS_1


Haura yang mendengarkan hal itu juga langsung pergi namun di berhentikan oleh 3 ekor monster lipan juga.


"Apa yang kalian lakukan di sarang kami?" tanya monster lipan.


__ADS_2