Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Dylan dan Aleda Melaporkan Misi Ke Guild Gasta


__ADS_3

Dylan dan Aleda menghabiskan waktu seminggu di kerajaan Sky dan pagi ini berangkat pulang menuju kerajaan Gasta.


"Kita hanya membutuhkan waktu seminggu, apakah kita yang lebih dahulu menyelesaikan misi atau tidak?" tanya Aleda kepada Dylan.


"Aku fikir bukan kita yang lebih dulu. Tapi aku berharap kalau kita yang lebih dulu." Ucap Dylan.


"Kita ke tempat ayah dulu, aku ingin berpamitan." Jawab Aleda.


Mereka berdua yang sudah membereskan barang-barangnya pergi menemui raja Karta.


"Ayah kami pamit."Ucap Aleda yang memeluk Karta.


"Hati-hati sayang ayah." Ucap Karta.


"Dylan, tolong jaga putri ku dengan baik." Jawab Karta.


"Iya paman." Jawab Dylan yang tersenyum.


Setelah itu, mereka langsung pergi menggunakan transportasi teleportasi kerajaan Sky ke kerajaan Gasta.


Dylan dan Aleda sampai beberapa jam setelah teleportasi. Sampai di kerajaan Gasta, Aleda dan Dylan langsung ke guild.


"Wah, kalian berdua juga sampai dengan cepat. Apa kalian juga sudah menyelesaikan misi?" tanya Gerry .


"Apa sudah ada yang lebih dulu di bandingkan kami?" tanya Dylan.


"Tentu saja, Alice dan Arlan yang menyelesaikan misi 4 hari yang lalu." Jawab Gerry.


"Berarti 3 hari menyelesaikan misi?" tanya Dylan.


"Iya. Jadi bagaimana dengan kalian?" tanya Gerry.


"Kami menyelesaikan misi di hari ke 5. Dan berkunjung ke istana raja Karta makanya baru sampai hari ini." Jawab Dylan.


"Baiklah. Aku ingin menerima catatan dari guild Sky." Jawab Gerry.


"Tentu." Jawab Dylan yang mengeluarkan berkas yang sudah di siapkan guild Sky untuk guild Gasta.


"Ayo kita ke ruangan." Jawab Gerry yang mengajak mereka berdua ke ruangan untuk membicarakan misi yang sudah di laksanakan oleh mereka.

__ADS_1


"Aku membaca sebentar." Jawab Gerry yang menerima berkas yang di catat oleh Guild Sky.


"Jadi kalian melawan monster kera api?" tanya Gerry yang terkejut dengan catatan yang telah di berikan oleh guild Sky.


"Iya." Jawab Dylan dan Aleda.


"Kalian benar-benar luar biasa. Penerus kerajaan yang luar biasa. Bibit unggul yang pantas dan layak menjadi siswa inti akademi." Jawab Gerry.


"Apakah memang seperti itu?" tanya Aleda.


"Iya. Bahkan generasi kami tidak sekuat kalian saat seusia kalian. Aku dan yang lainnya memikirkan bahwa kalian adalah generasi yang paling unggul dari generasi sebelumnya." Jawab Gerry.


"Apakah harus di besar-besarkan seperti ini?" tanya Dylan.


"Iya, harus. Lihatlah kalian bisa mengalahkan monster kera api yang harusnya di lawan dengan 10 orang level sihir puncak." Jawab Gerry.


"Benarkah?" tanya Dylan.


"Kalau kalian sering ke perpustakaan kerajaan? Jika kalian pernah membaca arsip petualang yang sudah di bukukan oleh guild kerajaan, kalian akan bisa membaca dan mengetahui pengalaman-pengalaman para penyihir terdahulu yang mengalahkan berbagai monster." Jawab Gerry.


"Apakah kami boleh membacanya?" tanya Aleda.


"Tentu, karena kalian adalah murid inti akademi sihir yang memiliki fasilitas khusus. Kalian bisa membaca beberapa arsip yang telah di bukukan tentang monster yang pernah di kalahkan oleh penyihir. Kalian bisa mengerti apa yang aku katakan sekarang." Jawab Gerry.


"Wajar jika kalian baru mengetahuinya. Kalian baru saja 6 bulan menjadi murid inti akademi sihir dunia. Jika kalian ingin mengetahui fasilitas yang dimiliki oleh murid inti akademi sihir dunia ada di dalam kantong penyimpanan yang telah di bagikan oleh akademi saat kalian masuk ke dalam akademi ini " Jawab Gerry.


"Apakah ada?" tanya Aleda.


"Ada, carilah perlahan. Jadi selama ini tidak kalian lihat apa saja isi dari kantong penyimpanan yang di berikan oleh kalian?" tanya Gerry. Dan mereka berdua menggelengkan kepalanya.


"Hmmm, lebih baik kalian cari tau sendiri apa saja yang ada di dalam sana. Oh ya, aku terima semua laporan ini." Jawab Gerry yang menerima laporan dokumen dari guild Sky.


Dylan dan Aleda yang keluar dari guild Gasta.


"Mau memeriksa buku di perpustakaan?" tanya Aleda yang memanggil Dylan.


"Iya." Jawab Dylan.


Mereka pergi ke perpustakaan Gasta dan mengeluarkan token yang ada di kantong penyimpanan milik mereka. Pustakawan memeriksa token mereka dan membuka pintu perpustakaan setelah selesai memeriksa.

__ADS_1


"Maaf pak, bisa kami mengetahui dimana bisa membaca buku arsip monster dari guild Gasta?" tanya Aleda.


"Silahkan masuk. Untuk arsip buku monster dari guild ada di lantai 5." Jawab Pustakawan yang beritahu Dylan dan Aleda.


"Terima kasih." Jawab Aleda. Mereka pergi ke lantai atas dan melihat jajaran buku yang begitu banyak dan di susun sesuai dengan subjek monster yang sudah di susun.


Dengan mudah, Aleda dan Dylan dapat melihat dimana buku yang mereka butuhkan. Mereka langsung ke arah rak buku monster kera api. Membaca arsip buku dari 10 tahun terakhir hingga 1 tahun terakhir. Dengan satu persatu buku yang di baca lalu di kembalikan ke rak lagi sampai mereka selesai membaca satu baris rak buku yang sudah di selesaikan.


"Memang benar apa yang di katakan pak Gerry." Jawab Aleda.


"Iya, sejarah laporan para murid akademi atau para prajurit kerajaan yang melawan monster kera api sesuai dengan apa yang dikatakan oleh pak Gerry." Jawab Dylan.


"Jadi benar bahwa kekuatan kita lebih kuat dari sebelumnya dan lebih terlatih dari sebelumnya. Pantas saja pak Gerry begitu menyanjung kita karena kemampuan yang kita miliki." Jawab Aleda.


"Iya. Buku yang aku baca hampir semua melawan monster kera api sebanyak 5 sampai 10 orang tingkat puncak melawan monster kera api tingkat puncak level 9." Jawab Dylan.


"Aku juga membaca hal yang sama. Belum ada yang melawan monster kera api 3 orang dengan kekuatan seperti kita. Kita benar-benar nekat." Jawab Aleda.


"Dan melihat mereka mengalahkan monster kera api memang kelemahannya adalah ekor apinya dan kepalanya." Jawab Dylan.


"Benar. Jadi strategi yang di lakukan oleh pangeran memang tepat. Kemudahan kita menghadapi monster kera api karena strategi yang di fikirkan oleh pangeran Dylan." Jawab Aleda.


"Aku hanya menarik kesimpulan dari cerita nona Aurora. Dari cerita yang telah diberikan olehnya aku mendapatkan pemikiran itu dalam menyimpulkannya." Jawab Dylan.


"Pangeran, sepertinya aku sedikit lelah, kita kembali ke asrama." Jawab Aleda.


"Oke." Jawab Dylan.


Mereka yang keluar dari lantai 5, bertemu dengan Arlan dan Alice yang baru saja turun.


"Aleda." Panggil Alice yang memanggil Aleda.


"Alice." Panggil Aleda kembali.


"Kalian sudah kembali, syukurlah." Jawab Alice.


"Iya. Aku dengar kalian lebih cepat menyelesaikan misi di bandingkan kami." Jawab Aleda.


"Itu hanya kebetulan saja karena pangeran Arlan bersama dengan ku dan kami berada di Sagasta. Kurasa kalau kalian langsung pulang kemari kita akan bertemu." Jawab Alice.

__ADS_1


"Darimana kamu tau kalau kami menetap beberapa hari di kerajaan ku?" tanya Aleda.


"Tentu saja, kalau saja itu aku. Aku akan melakukan hal yang sama. Berkunjung ke rumah." Jawab Alice tertawa.


__ADS_2