Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Pengarahan Berangkat Memasuki Hutan Larangan


__ADS_3

"Selanjutnya, Darren akan menjelaskan situasi hutan larangan kepada kalian." Jawab Viola yang mempersilahkan Darren untuk memberikan informasi kepada mereka.


"Terima kasih Viola, aku akan memulainya. Kalian dengarkan baik-baik. Sebelum kita memasuki hutan larangan, kita akan menelusuri hutan awal. Hutan awal ini hanya hidup beberapa hewan sihir tingkat menengah baik jumlah banyak atau tidak. Namun tidak terlalu membahayakan untuk kita." Jawab Darren.


"Apa kita akan masuk bersama di hutan awal ?" tanya Alice yang mengangkat tangannya setelah Papa nya selesai berbicara.


"Iya. Untuk masuk ke dalam hutan awal kita akan bersama-sama. Setelah itu kita akan berpencar sesuai arah yang sudah di tentukan. Dan akan kembali setelah 10 menjelajah ke hutan larangan. Kita harus berkumpul di hutan awal, dimana kita akan berpisah nanti." Jawab Darren.


"Karena kita akan masuk ke hutan awal, kita akan menggunakan jaket bulu serigala untuk menyamarkan aroma tubuh manusia kita di dalam hutan. Mungkin akan sedikit repot di gunakan saat musim semi saat ini." Jawab Darren.


"Apakah itu penyamaran agar tidak membuang tenaga melawan hewan hutan awal?" tanya Freya.


"Iya. Itu adalah strategi yang harus di lakukan untuk kita menghemat daya sihir yang kita miliki untuk hal yang lebih penting ketika di hutan larangan." Jawab Darren.


"Ini untuk kalian." Ucap Darren yang memberikan 1 token teleportasi dan 2 buah batu berwarna putih bersih seperti putih gigi.


"Ini apa? " tanya Aleda semuannya pada heboh dengan pemberian token dan batu dari Darren.


"Token itu adalah token teleportasi. Cara menggunakannya kalian hanya perlu menghancurkan token itu, maka akan ada portal teleportasi yang terbuka selama satu menit. Dan akan tertutup setelah seseorang masuk ke dalam portal itu. Maka jangan terlalu lama masuk ke dalam portal untuk teleportasi saat dalam bahaya. Kalian mengerti?" tanya Darren dan mereka semua menganggukkan kepalanya.


"Yang ini?" tanya Dylan.


"Sedangkan ini adalah batu penunjuk arah. Jika dalam 10 hari kita belum kembali di titik awal, kita mencari rekan yang belum kembali. Dan batu itu juga akan memberikan informasi kepada kalian tentang bahaya yang akan terjadi saat mencari jamur herbal. Jadi kalian bisa meletakan sedikit sihir kalian di dalam batu itu. " Jelas Darren dan semua orang sedang mengikuti instruksi yang di perintahkan oleh Darren untuk mengalirkan sedikit sihir mereka di batu kecil berwarna abu-abu yang ukurannya sebesar jempol anak umur 5 tahun.


"Batu itu juga berguna untuk pencahayaan, kalian bisa langsung mengatakan di dalam hati untuk berkomunikasi pada batu bahwa kalian membutuhkan cahaya. Seperti ini," jawab Darren yang sedang melayangkan batu di tangannya dan batu itu bercahaya seperti lampu. Semuannya mengikuti ucapan Darren untuk mencoba batu sihir melayang dan mengubahnya menjadi batu yang bersinar.

__ADS_1


"Bagus, kalian semua belajar dengan cepat." Darren melihat mereka langsung belajar dengan cepat apa yang sudah di praktekkan dia langsung.


"Jika bercerita tenang pengalaman, singkatnya adalah aku mendapatkan tugas bersama dengan yang lainnya untuk membuat dinding pelindung agar tidak ada hewan maupun monster mendekati wilayah kerajaan. Saat itu aku melawan Fenrir legendaris sehingga dapat kabur di dalam hutan terlarang sejauh 10 Km dan menemukan jamur herbal yang tidak sengaja aku makan dan menyembuhkan luka. Sekitar 10 buah jamur yang bisa aku bawa pulang waktu itu. Aku tidak tau kalau kita masuk ke hutan larangan, apakah kita akan selamat atau tidak. Tapi setidaknya, saran dari ku jangan terlalu jauh saat berpetualang, kita gak pernah tau apa yang ada di dalam hutan larangan itu sendiri." Jawab Darren.


"Ada lagi yang ingin kalian pertanyakan?" tanya Darren kepada semuanya.


"Tidak ada." Jawab mereka dengan menggelengkan kepala.


"Ingat, jika kalian takut dengan masa depan di sana, jangan pernah pergi. Kalian harus ingat benar bawah hal ini di lakukan untuk membantu negara kalian masing-masing dalam membentuk penelitian dalam menciptakan obat herbal untuk prajurit kalian masing-masing, dan sebagai penerus kerajaan masing- masing. Jangan mundur lagi saat kita akan berangkat, jadi ingin tidak ikut maka kerjakan sekarang ." Jawab Darren


"Sanggup." Jawab mereka dengan mengangkat kedua tangannya yang benar-benar semangat.


"Pantas saja, seorang Darren yang seperti itu saja tidak mampu melawan hewan Fenrir." Jawab Dylan dalam hati.


"Baik. Jika tidak ada lagi pertanyaan dari murid . Aku akan memberitahu kalian untuk mengumpulkan beberapa hal yang mau kalian bawa selama misi ini. Dan kalian harus benar-benar mengikuti instruksi pendamping dengan baik." Jawab Aidan dalam pengumuman.


"Kita akan pergi setelah sore hari." Jawab Aidan lagi.


Semua siswa yang sudah ada di barisan sendang bergerak untuk segera mengumpulkan beberapa hal yang harus di bawa oleh mereka beberapa hari kedepan.


"Bagus juga bisa ke hutan larangan." Jawab Alice dalam hati.


"Sayang, putri Papa." Darren mendekati Alice.


"Iya Papa."Jawab Alice.

__ADS_1


"Beberapa makanan sudah di bawakan oleh Mama. Jadi kita tidak perlu takut untuk mencari makanan." Jawab Darren berbisik kepada Alice.


"Papa, apakah ini jamur yang kemarin itu?" tanya Alice yang berbisik dan Darren menganggukan kepala.


"Bagus juga, persediaan botol ku tinggal 20 lagi." Jawab Alice dalam hati


"Nona, di hutan larangan kita akan bertarung lagi?" tanya Ema


"Jika bertemu dengan monster kita akan bertarung." Jawab Alice.


"Yes, asyik bisa bertarung dengan monster lagi. Dengan begitu semuanya tidak akan membosankan." Jawab Ema.


"Mama juga tadi sudah menyiapkan beberapa pakaian untuk ku, ternyata untuk ini." Jawab Alice kepada Darren.


"Papa, aku harus ke Asrama untuk mengambil beberapa pakaian ganti selama perjalan dan beberapa hal lainnya yang perlu di bawa. ." Jawab Alice.


"Oke. Kita bertemu kembali di sini jam 5 sore. Istirahat siang sebelum berangkat nanti. Waktunya juga 10 jam lagi." Jawab Darren dengan mengelus kepala Alice sebelum berpisah.


"Ayah mengatakan untuk mendapatkan beberapa jamur herbal untuk membantu kebutuhan medis kerjasama." Jawab Glen dalam hati .


"Pantas saja ayah mengatakan untuk mendapatkan jamur herbal. Ternyata kegunaan dan juga tempat jamur itu tumbuh di tempat yang sangat berbahaya." Jawab Dylan dalam hati.


Mereka semua berjalan ke asrama untuk menyiapkan beberapa pakaian dan hal-hal penting lainnya.


"Hutan larangan yang menjadi rumor bahwa hutan itu jarang di telusuri banyak orang. Jika datang ke sana tanpa persiapan yang matang aku takut kami hanya akan mengantarkan nyawa saja." Jawab Arlan dalam hati lalu pergi meninggalkan lapangan asrama dan pergi ke asrama

__ADS_1


__ADS_2