Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Menerima Misi Pertama Part 2


__ADS_3

Alice menjawab pertanyaan Aidan dengan begitu santai dan secara logika tanpa dicurigai. Mereka semua berfikir bahwa apa yang di fikirkan oleh Alice memang benar. Selama ini mereka hanya fokus untuk menang melawan monster tanpa harus berfikir tentang data apa yang terlihat untuk mendapatkan kesimpulan kepada mereka.


"Hmmmm, pemikiran yang simpel. Tapi pemikiran Alice bukanlah pemikiran yang mudah untuk di difikirkan, sangat jarang seorang penyihir memikirkan hal yang dasar. Hal dasar itu yang sebenarnya menjadi dal yang unggul." Jawab Aidan.


"Tahun ini benar-benar mendapatkan murid yang cukup kompeten dalam berfikir." Jawab Aidan lagi.


"Lalu bagaimana dengan pertanyaan ku tadi? Apakah pangeran Dylan hanya mengetahui tentang informasi sama atau ada informasi yang tidak di ketahui oleh akademi?" tanya Alice.


"Kau boleh menjawab atau menolaknya." Jawab Aidan.


"Aku akan menjawabnya guru." Jawab Dylan yang melangkah maju melihat seluruh wajah orang-orang yang seperti ingin mendapatkan informasi dari dirinya. Mereka semua siap untuk mendengarkan apapun yang dikatakan oleh Dylan.


"Seminggu sebelum datang ke akademi ini, aku mendapatkan informasi bahwa ada seorang penyihir bertopeng telah menghancurkan permukiman orc. Sekitar 100 Orc yang tinggal di hutan itu. Petugas wilayah yang telat mengetahui hal itu melihat sendiri bahwa bangkai yang tertumpuk itu menghilang dan membentuk sebuah lingkaran sihir pintu gerbang masuk kedalam dungeon. Mungkin jika itu ada 1000 orc akan menjadi portal monster."


"Apa ini karena aku?" tanya Alice dalam hati dan melanjutkan mendengar ucapan dari Dylan.


"Monster yang muncul adalah orc yang berada di level sihir elemen tingkat dasar level 8. Tapi, yang muncul bukan satu orc saja melainkan lebih dari satu, mungkin kemarin ada 6 orc. Sementara petugas wilayah berada di level puncak hanya satu dua orang. Mereka kewalahan menghadapi 6 orc yang keluar dari dungeon saat itu. Dan syukurnya walaupun mereka terluka, mereka sudah membuat sihir seger untuk sementara waktu. Segel sihir itu bisa bertahan sebulan paling lama tergantung dengan kekuatan dungeon yang muncul." Jawab Dylan lagi.


"Menurut laporan dungeon yang muncul itu berwarna hijau. Jadi bisa di simpulkan itu adalah dungeon level dasar saja. Jadi hanya itu yang aku ketahui secara menyeluruh tentang kejadian dungeon yang muncul di kerajaan ku." Jawab Dylan.


"Orc? Mungkin tidak sesederhana itu. Lebih baik aku tidak perlu untuk bertanya lebih lanjut." Jawab Alice dalam hati untuk menghindari pertanyaan lagi kepadanya.


"Ada lagi yang ini bertanya tentang misi pertama ini?" tanya Aidan. Dan mereka semua sedang berfikir untuk menyimpulkan situasi. Aidan yang melihat mereka serius berfikir menganggap bahwa semuanya sudah jelas.


"Jika tidak ada lagi yang ingin bertanya. Kita bertemu kembali di sini 6 jam lagi. Dylan, terima kasih atas informasinya. Kalian semua pergilah bersiap untuk menjalankan misi." Jawab Aidan yang memerintahkan mereka untuk bubar. Aidan juga pergi meninggalkan kelas dan pergi membawa berita yang dia dapatkan ke guild akademi.


Alice yang pergi berjalan meninggalkan kelas dan berjalan keluar dari akademi untuk mencari sebuah toko tempahan alat-alat sihir. Alice yang di ikuti oleh Arlan dari belakang.


"Boleh aku ikut?" tanya Arlan.

__ADS_1


"Kebetulan." Jawab Alice dalam hati.


"Dengan syarat kau akan membawaku ke perpustakaan kerajaan." Jawab Alice yang tersenyum.


"Kalau hanya itu sangat mudah." Jawab Arlan tersenyum.


"Oke. Kita ke tempat yang lain terlebih dahulu. " Jawab Alice. Arlan menganggukkan kepalanya dan mengikuti Alice datang ke sebuah pandai besi.


"Kenapa kemari?" tanya Arlan.


"Jangan banyak tanya atau kau ku suruh pergi." Jawab Alice.


"Oke." Jawab Arlan.


"Pangeran Arlan?" tanya pemilik pandai besi yang mengenal Arlan.


"Dia yang akan mencari. Aku tidak memerlukannya." Jawab Arlan yang mengikuti Alice berjalan melihat satu tempat ke tempat lainnya.


"Apakah anda ingin menggunakan mata super ?" Sistem yang muncul di kelapa Alice, dan Alice mengikuti apa yang di sihir katakan.


Alice yang mendapatkan skill pengelihatan mata dewa membuat dirinya melihat dengan jelas level sihir benda-benda yang ada di sekitar. Alice mencari sebuah pedang usang miliknya yang menjadi temannya. Pedang yang sebenarnya memiliki kesadaran jiwa.


"Apakah hanya ini saja barang-barang yang anda miliki?" tanya Alice kepada pandai besi.


"Iya nona, tapi sebentar. Anda juga boleh melihat gudang senjata yang aku miliki. Karena nona datang bersama dengan tuan Arlan aku mengizinkan orang lain masuk ke dalam gudang milik ku." Jawab pandai besi.


"Orang ini memiliki kekuatan yang tidak sederhana tali dia juga memiliki jiwa yang tegas, sabar dan optimis." Jawab pandai besi.


Mereka masuk ke dalam gudang senjata kerjaan yang di jaga hanya satu orang, tapi Alice tidak mengetahui bahwa dirinya masuk ke dalam gudang persenjataan kerajaan.

__ADS_1


"Ini benar-benar wow." Jawab Alice dalam hati. Alice berjalan dan melihat semua benda dengan mata supernya dan menemukan sebuah pedang usang yang berkarat tergeletak saja di bawah lemari dengan kain merah sebagai lapisan.


"Aku akan mengambil ini." Jawab Alice.


"Itu pedang usang yang sudah lama sekali di temukan di gurun pasir. Tapi tidak ada satupun yang mau membawanya. Pedang itu hanya sebagai hiasan saja." Jawab pandai besi.


"Tentu saja dia akan melakukan itu " Jawab Alice dalam. hati.


"Paman aku akan mengirimkan uangnya." Jawab Arlan


"Tidak perlu, aku masih sanggup untuk membayar." Jawab Alice.


"Tidak aku saja." Jawab Arlan.


"Pangeran, nona. Jangan bertengkar. Aku akan memberkati ini gratis. Lagi pula pedang ini tidak pernah ada orang yang tertarik padanya. Jadi akan memberikan pedang ini gratis untuk nona." Jawab Pandai besi.


"Terima kasih. Tapi aku tidak akan menerimanya dengan seperti ini. Aku akan memberikan sesuatu untuk mu." Jawab Alice yang membuka kantong. Alice mengeluarkan beberapa mutiara monster untuk pandai besi.


"Apakah ini cukup?" tanya Alice yang memberikan 50 mutiara monster yang dapat digunakan sebagai bahan pokok pembuatan besi.


"Ini?" pandai besi kaget dengan mutiara monster tingkat dasar level 2 dengan kualitas terbaik dengan memegang mutiara dan memeriksanya.


"Apakah masih kurang?" tanya Alice.


"Tidak-tidak. Ini sudah cukup nona. Ini adalah mutiara monster level 2 tingkat dasar yang terbaik yang aku dapatkan selama ini. Dan ini sudah lebih dari cukup." Jawab pandai besi.


"Baguslah. Kalau begitu, senang berbisnis dengan anda." Jawab Alice yang tersenyum.


"Wanita pilihan pangeran memang bagus." Jawab pandai besi saat berbisik kepada Arlan. Alice yang berjalan keluar berpamitan kepada pandai besi dan Arlan mengikuti dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2