
"Kau benar juga Ema. Baiklah, aku akan menyimpannya di dalam kantong penyimpanan." Jawab Alice.
"Nona kemari lah." Jawab Ema yang berjalan ke arah reruntuhan gua yang ada di sekitar tubuh monster kelelawar. Ema menunjukan sebuah tanaman ginseng dengan daun yang terlihat sangat segar dan sehat masih di lindungi oleh bebatuan yang runtuh tadi.
"Ada apa?" tanya Alice yang berjalan mendekati Ema sedang melihat sebuah tanaman yang selamat dari reruntuhan.
"Ini?" tanya Alice yang melihat 1 buah tanaman ginseng.
"Iya nona, sepertinya itu sudah ada 100 tahun lamanya." Jawab Ema yang melihat ginseng.
Ginseng merah berusia 97 tahun.
Alice melihat usia tanaman gingseng yang ada di depan matanya dengan menggunakan sistem miliknya.
"Nona sepertinya masih ada ginseng lain. Biasanya gingseng berkembangbiak dengan berkelompok karena akarnya yang terus ke dalam tanah. Aku akan menggunakan sihir cahaya untuk membuat penerangan di sekitar ." Jawab Ema.
"Kita coba cabut lebih dulu." Jawab Alice dengan mencabut ginseng itu.
Ema yang juga melihat daun ginseng lainnya yang tumbuh di sekitar dalam gua yang runtuh. Mereka mengumpulkan banyak tanaman ginseng yang tumbuh di sekitar gua. Dari usia ginseng puluhan tahun hingga yang tertua adalah ginseng berusia 102 tahun. Mereka menghabiskan waktu hingga pagi hari.
Matahari yang sudah mulai mengintip di ujung gunung. Alice dan Ema sudah selesai mengumpulkan ginseng dan segera meninggalkan hutan. Mereka keluar dari hutan dengan banyak membawa banyak tanaman herbal dan misi mengalahkan monster kelelawar.
"Ema, kembalilah ke wujud kucing mu lalu masuk ke dalam alam rahasia spiritual milik ku. Aku akan menyamar menjadi penyihir petualang untuk menjual beberapa sisa dari misi yang akan aku serahkan kepada guild." Jawab Alice.
"Baik nona." Jawab Ema.
Alice yang menggunakan jubah hitam dan menggunakan topeng wajah untuk menutupi wajah aslinya. Alice pergi ke kota kerjasama Gasta dan masuk ke dalam guild kerajaan. Semua orang menatap aneh Alice yang sedang masuk ke dalam guild menggunakan jubah hitam dan topeng.
"Siapa kamu? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Gerry yang berperilaku sopan namun tetap waspada.
"Aku penyihir petualang ingin menjual beberapa tanaman herbal dan juga hasil buruan. Apakah di sini bisa menerimanya?" tanya Alice dari balik topeng.
__ADS_1
"Apakah anda sebelumnya memiliki plakat penyihir petualang atau penyihir pedagang?" tanya Gerry.
"Tidak ada. Aku tidak kan membuat plakat, kau bisa memotong pajaknya saja sesuai apa yang mau aku jual." Jawab Alice kepada Gerry dengan begitu dingin dan menunjukan aura yang menakutkan.
"Baiklah, apa yang ingin anda jual tuan...." Gerry yang belum siap bertanya nama, Alice langsung mengeluarkan tanaman herbal jenis Curcuma ( Kunyit ).
"Ini?" tanya Gerry melihat Curcuma heyneana, Curcuma aeruginosa, Curcuma xanthorrhiza, Curcuma mangga, Curcuma longa, Zingiber officinale dan Tamanan obat lainnya yang masing-masing hanya satu tangkai. Alice mengeluarkan dari giok hijau.
"Siapa dia sebenarnya? Giok hijau? Bukankah, giok hijau itu sudah tidak pernah ada lagi? Bahkan terakhir tercatat giok hijau di temukan 100 tahun yang lalu . Giok itu adalah tempat penyimpanan tanpa batas." Jawab Gerry dengan melihat fokus Alice yang sedang mengeluarkan satu persatu tanam herbal.
"Berapa yang di butuhkan guild ini untuk tanaman herbal ini?" tanya Alice.
"Anda memiliki berapa buah tanaman herbal?" tanya Gerry balik bertanya.
"Hmmmm, sebentar." Jawab Alice yang mengeluarkan tanaman herbal satu persatu bertambah di atas meja guild.
"Aku harus mengeluarkan berapaan tangkai?" tanya Alice dalam hati.
"Setengahnya saja." Jawab Alice sendiri dalam hatinya.
"Siapa dia? Bagaimana mungkin dia bisa mendapatkan begitu banyak tanaman herbal dengan jumlah masing-masing 50 dan ada 20 jenis tanaman herbal?" tanya para pengunjung yang sedang duduk di dalam guild. Begitu juga dengan Gerry yang begitu heran melihat Alice yang mengeluarkan banyak tanaman herbal.
"Haaaaaaaaaa. Ini sudah banyak." Jawab Gerry yang terkejut.
"Apakah tidak bisa di jual?" tanya Alice.
"Tidak-tidak, kami masih bisa membelinya, ini adalah kualitas tanam herbal yang bagus." Jawab Gerry yang memeriksa satu persatu tanaman herbal sejak Alice mengeluarkannya dari giok hijau.
"Apa aku kebanyakan? Padahal ini hanya setengah dari yang aku ambil." Jawab Alice dalam hati.
"Maaf aku menjadi terbengong. Aku akan mulai menghitungnya koin emasnya." Jawab Gerry yang meminta bantuan pelayannya untuk menghitung koin emas dan dirinya mulai membungkus tanaman herbal dengan kotak untuk di simpan.
__ADS_1
"Bagaimana dengan herwan buruan?" tanya Alice kepada Gerry.
"Silahkan di keluarkan saja " Jawab Gerry yang begitu senang mendapatkan banyak tanaman herbal yang berkualitas.
"Anda yakin aku mengeluarkannya disini?" tanya Alice yang melihat banyak orang yang sedang menatap tajam wajahnya yang sedang bertransaksi penjualan tanaman herbal kepada Gerry.
"Apa mungkin dia memiliki banyak monster buruan juga?" tanya Gerry dalam hati yang panik. Gerry keluar dari ruang lingkup admin guild mendekati Alice.
"Maaf, aku salah mengira. Silahkan ikut dengan ku. Kita masuk ke dalam ruang pemotongan dan gudang penelitian monster." Jawab Gerry yang menunjukkan ketulusannya dengan datang di depan Alice dan mempersilahkan ikut bersama dengannya. Mereka masuk ke dalam gudang pemotongan dan penelitian.
"Anda bisa mengeluarkannya sekarang disini." Ucap Gerry yang sedang mempersilahkan Alice mengeluarkan monster buruan.
Alice mulai mengambil hewan buruan monster kelelawar yang sudah di kalahkan olehnya. Kelelawar yang begitu besar dan mematikan bisa di kalahkan oleh Alice membuat Gerry sangat terkejut.
"Ini? Ini? Ini bukannya monster kelelawar darah yang sudah membuat penduduk khawatir dan prajurit kerajaan berhenti menginvestigasi tentang hal ini?" tanya Gerry yang melihat monster kelelawar di keluarkan Alice di atas meja pemotongan daging.
"Tuan, siapa sebenarnya anda?" tanya Gerry.
"Aku seorang wanita, panggil saja aku Queen Ice." Jawab Alice.
"Nona Queen Ice, kalau aku bisa bertanya bagaimana anda bisa mengalahkan monster ini?" tanya Gerry.
"Aku kebetulan lewat dan dia menganggu perjalanan ku." Jawab Alice kepada Gerry memberikan kebohongan yang begitu sempurna.
"Berapa level tingkat anda?" tanya Gerry.
"Maaf-maaf, aku tidak bermaksud. Tidak perlu di jawab.
"Tapi, bisakah anda menunggu hasil penjualan monster ini? Karena aku harus melaporkan hal ini kepada kerajaan." Jawab Gerry
"Butuh berapa lama?" tanya Alice.
__ADS_1
"Nanti malam atau besok pagi. " Jawab Gerry.
"Hmmm, baiklah. Aku akan menunggunya. Oh ya aku akan memberikan beberapa penjualan monster lainnya." Jawab Alice dengan mengeluarkan ratusan taring orc yang dikumpulkan Alice saat mereka berperang. Ema yang sering menggunakan kekuatannya untuk mengumpulkan hal-hal penting.