
"Kalian tenang saja, sifat serigala adalah berkelompok dan mereka menghormati siapapun pemimpin mereka. Dan saat kita mengalahkan pemimpinnya kita akan memenangkan pertarungan ini. Tapi kalian harus hati-hati, monster ini berusia puluhan tahun dan kekuatannya ada di elemen level raja. Dia berada di atas kalian berdua. Dan kekuatan elemen ku baru saja di level raja tingkat 1. Ini adalah taruhannya nyawa kita bertiga." Jawab Haura.
"Aku mengerti guru, kami akan berhati-hati untuk tidak terkena serangan yang di miliki olehnya.
"Bagus. Aku akan mulai memprovokasi dirinya untuk melawan kita bertiga sendirian sehingga anggotanya tidak akan mengganggu pertarungan kita." Jawab Haura.
"Baik guru." Jawab Dylan dan Aleda yang menganggukkan kepalannya.
Haura terus menerus memprovokasi monster serigala berkepala 3 dengan omongan. Dan Monster serigala berkepala 3 terpancing dengan omongan Haura
"Jadi kau ingin mengalahkan kami bertiga sendirian?" tanya Haura.
"Tentu saja. Sudah cukup melawan kalian bertiga hanya aku seorang." Jawab monster serigala berkepala 3.
"Kalian semua dengar, mundur dan saksikan saja. Apapun yang terjadi, kalian jangan ikut campur pertarungan yang akan aku lakukan. Apa kalian mengerti?" tanya monster serigala berkepala 3 ini sedang memerintah anggota nya dan mereka menganggukkan kepalannya lalu mengaum kuat bersama-sama untuk menyemangati pemimpin mereka untuk bertarung.
Pertarungan di mulai, suasa tegang dengan begitu senyap dan sunyi. Aleda, Dylan dan Haura sedang bersiap untuk melawan. Begitu juga dengan monster serigala berkepala 3 yang sedang mulai serius. Monster Serigala berkepala 3 dengan cepat bergerak ke arah mereka bertiga.
Dylan, Aleda dan Haura dengan menggunakan sihir terbang menghindari gerakan monster serigala berkepala 3 yang sedang berkecepatan cepat ingin menandakan Dylan, Aleda dan Haura.
"Cepat juga kalian menghindarinya." Jawab monster serigala berkepala 3 melihat ke atas.
Monster serigala berkepala 3 dengan cepat juga mengeluarkan sihir angin dengan melolong menggunakan 3 kepalanya mengeluarkan suara yang begitu kuat dan angin ****** beliung kepada 3 orang yang berada di atas.
"Aaaaaaaaa." Ucap Aleda, Haura dan Dylan yang terkena serangan tiba-tiba itu tanpa membuat perlindungan maupun menghindari serangan itu. Mereka yang begitu masuk ke dalam angin ****** beliung membuat mereka semua berputar-putar mengikuti alunan angin.
__ADS_1
Haura dan Aleda yang memiliki sihir angin mulai belajar mengendalikan angin yang sudah membawa mereka itu untuk keluar dari jeratan angin yang di arahkan oleh mereka.
Haura lebih dulu keluar dari perangkap itu dan keluar untuk menolong mereka namun dirinya sudah di serang kembali oleh monster serigala berkepala 3.
Monster serigala kepala 3 mengeluarkan petir dari tanduk miliknya ke arah Haura. Haura yang dengan cepat menghindar.
"Untung saja masih sempat." Jawab Haura dalam hati melihat serangannya mampu membuat guncangan ke tanah seperti sedang menjatuhkan bom.
Tidak berhenti di situ, monster serigala berkepala 3 kembali menyerang Haura dengan air hutan buatan yang di buat olehnya seperti jarum-jarum kecil yang sedang berjatuhan. Dengan menggunakan angin yang di bentuk dengan bulat membuat air hujan jarum itu tidak mampu menembus pertahanan yang di buat oleh Haura.
"Aku kira kau hanya manusia biasa. Ternyata kau mampu menghindar dari ketiga serangan ku. Bagaimana dengan ini." Jawab Monster serigala berkepala 3 dengan menggunakan kekuatannya mengeluarkan luncurannya melolong membentuk angin yang kuat mengarah ke Haura. Haura yang berusaha menahan membuatnya lama kelamaan mundur dan terdesak di pohon. Haura yang membuat angin yang menyerangnya untuk pecah. Angin dari lolongannya itu pecah dan membuat pecahan angin yang sebagian besar ke lawan arah Haura dan sebagian lagi mengarah ke Haura sehingga membuat beberapa bagian tubuh Haura tergores.
"Kau pasti bisa Aleda." Haura yang masih memikirkan kedua muridnnya yang berada di dalam angin ****** beliung itu belum juga keluar. Haura terbang ke arah ****** beliung itu untuk menyelamatkan mereka namun dirinya tetap di sedangan oleh monster serigala berkepala 3.
"Selamatkan Dylan. Serahkan dia dulu kepada ku." Jawab Haura yang sudah melihat Aleda keluar dari serangan angin ****** beliung.
"Jangan buang-buang waktu. Selamatkan Dylan dan serahkan dia kepada ku."Ulang Haura lagi kepada Aleda.
"Baik guru." Jawab Aleda yang baru saja keluar dari angin yang mengurung dirinya.
Aleda mulai dengan membuat aturan angin ke dalam angin ****** beliung yang mengurung Dylan. Perlahan-lahan Aleda membuat lubang pada angin itu dan masuk mencari Dylan. Dylan yang ikut pada angin sedang memutar. Dylan di tarik tangan oleh Aleda dan keluar dari angin ****** beliung itu.
"Uhkhhhhh....." Dylan batuk dengan kondisi tubuhnya yang banyak tersayat-sayat dan kulitnya terluka.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Aleda.
__ADS_1
"Iya. Sedikit perih, aku baru merasakan kekuatan level raja seperti ini." Jawab Dylan.
"Benar kata Dylan. Kekuatannya luar biasa." Jawab Aleda dalam hati.
"Aku juga merasakan itu, butuh waktu untuk keluar dari perangkap angin ****** beliung itu. Tapi aku melihat guru lebih dulu keluar dari perangkap itu. Namun keliatannya dia tidak baik-baik saja." Jawab Aleda.
"Kita harus segera membantu guru." Jawab Dylan yang kembali bersemangat untuk melawan. Dylan langsung mengeluarkan kekuatan sihir nya dengan membuat 4 lubang tepat di kaki monster serigala berkepala 3 itu sehingga membuatnya terjebak tak bergerak.
"Bagus." Jawab Haura.
Haura dan Aleda terbang ke arah monster serigala berkepala 3 dengan menyerang hidungnya dengan pedang mereka lalu melayangkan sayatan kedua pada lidahnya hingga terpotong. Mereka berhasil menggunakan dua sayatan dari kesempatan itu kepada monster serigala kepala 3.
"Berani-beraninya kalian." Jawab Monster serigala berkepala 3 itu dengan mata bersinar merah pekat dan mengeluarkan angin membuat mereka terpental jauh dan berhenti saat menabrak pepohonan.
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Dylan dengan melirik ke belakang dimana Haura dan Aleda terlempar. Dylan langsung membuat pertahanan dengan tangannya untuk menghindari serangan angin kencang pada mereka.
Dylan juga membuat sihir tanah berbentuk kubus yang mengelilingi seluruh angin monster serigala berkepala 3.
"Apa yang terjadi?" tanya Haura dan Aleda.
"Tidak tau, sepertinya dia mengeluarkan kekuatan aslinya." Jawab Dylan.
"Kekuatan ini?" tanya Haura yang merasakan kekuatan yang mengerikan bahkan membuat darahnya mendidih dan tengkuk lehernya merinding.
"Kalian berdua, gunakan sihir teleportasi dari jimat yang sudah di berikan. Kita tidak akan bisa menghadapinya. Pergi sekarang sebelum dia siap berevolusi." Jawab Haura.
__ADS_1
"Baik guru." Jawab Aleda dan Dylan yang juga merasakan hal yang sama, ketakutan yang tiba-tiba mereka rasakan.
Mereka menggunakan jimat teleportasi itu untuk keluar dari situasi ini. Dengan keadaan mereka yang sudah terluka dan kekuatan musuh yang jauh lebih besar daripada mereka membuat mereka harus menghindari ini. Lagi pula, ada kekuatan lain yang di rasakan oleh Haura yang sedang mendekat, kekuatan yang lebih kuat dari pada monster serigala berkepala 3.