Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Penjelasan Aurora Pemimpin Bukit Bou


__ADS_3

"Terima kasih sudah mengantarkan kami." Ucap Aleda kepada pria paruh baya yang telah membantu mereka mengantarkan ke rumah pemimpin wilayah bukit Bou.


Aleda dan Dylan mengetuk pintu rumah dan yang membuka adalah seorang wanita yang berumur 30 tahunan yang bernama Aurora.


"Salam." Ucap Aleda yang memberikan salam kepada Aurora.


"Kalian siapa?" tanya Aurora.


"Perkenalkan kami adalah murid dari akademi sihir dunia,. Saya Aleda, dan ini teman saya sekaligus tunangan saya, Dylan." Jawab Aleda..


"Salam." Ucap Dylan yang tersenyum kepada orang baru.


"Jadi kalian mengambil misi dari guild kerajaan Sky dan kerajaan Gasta?" tanya Aurora. Aleda dan Dylan menganggukkan kepalanya.


"Masuklah. Kita bicara di dalam." Jawab Aurora yang mempersilahkan mereka untuk masuk ke rumahnya.


"Terima kasih," jawab Aleda dengan lemah lembut.


"Duduklah, aku akan membawakan minuman untuk kalian." Jawab Aurora.


"Apa kami boleh bertemu dengan pemimpin wilayah bukit Bou?" tanya Dylan dan Aurora hanya tersenyum lalu pergi mengambilkan makanan dan sedikit cemilan untuk Dylan dan Aleda.


"Minumlah, oh ya aku belum memperkenalkan diri ." Jawab Aurora yang sedang bersama mereka duduk dan menikmati teh hangat.


"Perkenalkan aku Aurora, kalian bisa memanggil ku Kakak Aurora ayah hanya Aurora saja. Aku adalah pemimpin wilayah bukit Bou


"Uhkkkk." Aleda yang tersedak karena mendengar perkenalan yang dikatakan oleh Aurora.


"Kau tidak apa-apa putri Aleda?" tanya Aurora dengan tersenyum dan Aleda terkejut bahwa orang yang dihadapannya mengenal dirinya.


"Anda mengenal saya?" tanya Aleda.

__ADS_1


"Tentu, saya adalah mantan prajurit kerajaan Sky. Saya sudah memutuskan berhenti sejak umur 27 tahun. Mungkin sekitar 3 tahun yang lalu. Mungkin putri tidak mengingatnya karena aku hanya prajurit biasa. Namun aku sering melihat putri Aleda." Jawab Aurora.


"......" Mereka banyak mengobrol perkenalan diri hingga pada akhirnya mengobrol gak terkait misi.


"Jadi, kenapa nona Aurora meminta guild untuk mengalahkan monster kera api sementara nona Aurora sudah banyak mengalahkan monster saat menjadi prajurit?" tanya Aleda.


"Semua itu karena beberapa tahun yang lalu, saat kedua orangtua saya masih hidup. Mereka hanyalah seorang pebisnis di kota Bao, suatu ketika mereka pergi bersama barang dagangannya untuk pergi ke kota sekaligus mengunjungi ku di istana. Tapi, dalam perjalanan kemari, mereka di serang kera api. Saat itu, desa di bukit Bao ini baik-baik saja tapi secara tiba-tiba desa di serang oleh kera api dan mengalami kebakaran sebagian rumah penduduk."


"Dan kera api itu pergi ke gunung Bou yang ada di sebelah bukit Bou ini. Saat aku tau cerita ini dari penduduk desa. Aku memutuskan untuk meninggalkan barisan prajurit dan berniat membunuh langsung kera api."


"Lalu?" tanya Aleda yang serius mendengarkan cerita Aurora.


"Itu bukan kera api biasa, tali itu adalah monster kera api yang memiliki ukuran yang cukup besar. Tinggi 15 meter dengan berat badan kemungkinan 3 ton. Di sebut sebagai kera api karena ia memiliki api di ujung ekornya. Dan sifatnya yang cerdas sulit untuk dikalahkan." Jawab Aurora.


"Ada sudah pernah mencobanya?" tanya Aleda.


"Tentu saja. Sudah berapa kali aku untuk mencoba mengalahkannya namun tetap saja tidak segampang yang dibayangkan." Jawab Aurora.


"Beberapa kali aku bertemu dengan monster kereta api itu, tapi aku selalu gagal untuk membunuhnya karena tubuhnya memiliki otot dan kulit yang sulit untuk ditembus oleh pedang milik ku. Tubuhnya begitu keras dan kecepatannya sangat baik. Aku sama sekali tidak bisa mengikutinya. Dan ia selalu lolos atau aku yang berani meloloskan diri." Jawab Aleda.


"Apa aku boleh mendengar nona Aurora mendeskripsikan kekuatan dan juga kelebihan dari kerah Monster hati maupun kelemahannya sejauh ini.


"Kera api itu sangat kuat mungkin level sihir yang dimiliki oleh dia mendekati sihir tingkat raja. Tubuhnya keras seperti batu, jalan dan melompatnya cepat. Kecerdasannya juga seperti manusia jadi sangat sulit untuk menangkapnya." Jawab Aurora.


"Sementara nona hanya ada pada tingkat puncak level 6." Jawab Aurora kepada Aleda dan Dylan.


"Karena hal itu, untuk mengizinkanku membunuh monster kera api itu. Karena kami yang berada di desa ini sudah 3 tahun setelah kejadian itu masih membekas di hati manusia yang tinggal di bukit Bou.


"Jadi apa rencana nona selanjutnya?' tanya Dylan.


"Mengalahkannya dengan kalian. Bukannya kalian dagang untuk membantu ku mengalahkan monster kera api?" tanya Aurora.

__ADS_1


"Hahahhah, baiklah nona Aurora. Boleh aku mengetahui jenis sihir mu?" tanya Dylan.


"Ayahku sebenarnya juga merupakan seorang penyihir dari kerjaan Suhi. Jadi aku mengikuti dirinya yang memiliki kekuatan sihir tanah." Jawab Aurora.


"Bagus, dengan begitu kita memiliki 3 jenis kekuatan sihir. Air, tanah, dan angin. Dari apa yang di ceritakan oleh nona, aku memiliki sebuah strategi untuk mengalahkan monster kera api." Jawab Dylan.


"Apa itu?" tanya Aurora.


"Apakah nona Aurora bisa menggunakan pedang?" tanya Dylan.


"Bisa, tapi tidak terlalu ahli." Jawab Aurora.


"Itu sudah cukup. Aku ingin kita mencari penempaan tomba besi ke pandai besi. Mungkin butuh 100 pandai besi." Jawab Dylan.


"Untuk apa?" tanya Aleda dan Aurora.


"Nona Aurora bertugas untuk mengurung monster kera api itu dengan menggunakan kekuatan sihir tanah. Gunakan sihir nona untuk membuat sebuah tawanan untuk monster kera api. Ketebalan dinding yang di buat sekitar 10 meter saja. Aku mau dinding itu hanya menahannya 1 menit, itu sudah cukup untuk kita." Jawab Dylan.


"Sedangkan aku adalah penahan kedua, aku akan menggunakan sihir air yang aku miliki untuk mengurung dirinya dengan lautan air sekaligus melindungi kalian berdua dari serangan api yang ada di ekornya."


"Sedangkan Aleda akan menjadi penyerang terakhir untuk monster kera sakti menggunakan 100 tombak yang di tembakkan ke arah monster kere api." Jawab Dylan.


"Tapi kulitnya kera sakti itu tidak selembut Dagingnya." Jawab Aurora yang pernah berhadapan dengan monsternya kera api.


"Aku tau itu, makannya aku akan menggunakan serangan jarum salju ke arah monster kera api. Target kita yang pertama adalah mengincar matanya, telinganya dan hidungnya. Dalam buku monster kera sangat sensitif dengan 3 Indra itu. Oleh karena itu, kita harus mengalahkannya pada bagian kelemahannya dahulu baru kita sedang tubuhnya. Sedangkan ekor apinya, aku akan berusaha untuk membekukannya." Jawab Dylan.


"Ide yang bagus. Tidak buruk." Jawab Aurora.


"Iya, aku setuju. Kalau aku punya pemikiran untuk menyerangnya juga dengan tujuan utama adalah matanya dengan menggunakan unicorn yang di luar lalu menggunakan air garam ke wajahnya. Itu akan membuatnya pedih dan mengahlikan pengelihatannya." Jawab Aleda.


"Itu juga ide yang bagus." Jawab Dylan dan Aurora yang tersenyum melihat idenya.

__ADS_1


__ADS_2