Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Hari Pertama di Hutan Larangan: Glen, Freya dan Evan


__ADS_3

Evan yang memimpin jalan untuk memasuki hutan larangan dengan menggunakan token yang telah di berikan. Freya dan Glen dibawa oleh Evan tiba di hutan larangan di bagian pegunungan. Meraka tiba di atas tebing yang begitu curam.


"Guru. Pangeran Glen." Jawab Freya yang berhenti melangkah melihat Glen dan Evan sedang berhenti di depannya. Freya melihat sekitar dan mereka berada di ujung tebing yang 3 langkah lagi bisa menjatuhkan mereka ke jurang.


"Ternyata arah yang di ambil kita adalah bagian pegunungan." Jawab Evan melihat sekitar.


"Sepertinya memang begitu." Jawab Glen yang juga melihat sekitar.


"Untung saja berhenti melangkah, kalau tidak kita akan jatuh dari ketinggian ini ke dasar air yang di bawah. Tapi bisa juga kita jatuh di bebatuan tebing yang curam itu." Jawab Freya yang melihat kebawah dengan pelan-pelan.


"Kita bisa menggunakan sihir terbang Freya." Jawab Glen.


"Oh iya. Aku hanya tidak suka dengan ketinggian yang tingginya seperti ini." Jawab Freya.


"Iya-iya." Jawab Glen yang membalikkan tubuhnya bersama dengan Evan yang juga membalikkan tubuh mereka. Mereka meninggalkan tebing dan menelusuri turun ke bawah. Mencari tempat yang dapat membuat merasa aman.


"Kalian masih ingat bukan tentang apa yang diberikan oleh senior Darren?" tanya Evan.


"Hindari pertarungan dengan monster di tempat ini, jika bertarung buatlah kenkai atau pelindung untuk tidak memancing monster lainnya." Jawab Glen.


"Jamur herbal bisa tumbuh dimana aja dalam catatan buku kuno, yaitu tempat yang jarang terpapar sinar matahari secara langsung, tempat yang lembab dan di batang kayu yang lama. Bisa saja di Gua." Jawab Freya.


"Bagus, sekarang kita lihat di atas tebing ini dimana tempat yang memungkinkan jamur herbal tumbuh." Jawab Evan.


"Hmmm." Jawab Freya dan Glen yang sedang memeriksa lokasi dengan pengamat pengelihatan keseluruhan lokasi yang dapat mereka lihat.


"Gimana kalau di sana guru?" tanya Freya yang melihat ada sebuah kawah belerang yang dekat dengan gunung berapi, tepat berada di kaki gunung berapi yang masih aktif.


"Disana itu bukannya kolam belerang?" tanya Glen.

__ADS_1


"Disana arena panas. Mana mungkin jamur herbal bisa tumbuh disana." Jawab Evan.


"Bukannya belerang itu juga bisa jadi obat Guru? Apa salahnya jika kita melihat." Jawab Freya.


"Baiklah, kita ke sana." Jawab Evan.


"Boleh juga, disana juga tempat paling dekat dari tebing ini." Jawab Glen.


Mereka memutuskan untuk pergi ke kawah putih tempat tumpukan belerang yang mengeras dan danau belerang yang mendidih panas dan ada juga yang hangat.


Mereka turun sedikit demi sedikit dari jalan yang curam berbatu, licin dan juga bersemak. Dengan pelan-pelan melangkah seperti turun tangga yang tidak mendatar saat di pijak, tapi mereka tetap perlahan turun ke bawah.


Evan tiba-tiba berhenti melangkah saat melihat di sekitar kawah putih kolam belerang itu ada sesuatu yang bergerak.


"Ada apa guru?" tanya Freya.


"Lihat, airnya bergoyang." Jawab Glen.


"Bukan itu. Lihat itu Freya." Jawab Glen memerintahkan Freya melihat ke sebelah kanan. Terlihat jelas seekor kadal yang cukup besar dengan ukuran tubuh 5 meter dengan kulit berwarna cokelat dan bergaris merah pada punggungnya.


"Monster kadal api?" tanya Evan yang mengingat bahwa itu adalah monster kadal api.


"Kita tidak bisa kesana Freya." Jawab Glen


"Sepertinya begitu. Lihatlah." Jawab Evan melihat monster kadal api itu keluar dari kolam belerang. Tidak hanya 1 ekor tali memiliki 10 ekor yang keluar dari dalam kolam belerang yang mereka lihat.


Monster Kapal-kapal api itu keluar dari kolam belerang berjalan menuju sebuah gua yang tidak jauh dari di tempat mereka.


"Kita gunakan peringan tubuh untuk melompat dengan cepat. Jangan sampai monster kadal api itu melihat kita. " Jawab Evan untuk menghindari monster kadal api yang di lihat mereka.

__ADS_1


"Baik guru." Jawab Freya dan Glen. Mereka melompat ke pinggir kanan dan ke kanan untuk menghindari monster kadal api. Hingga mereka jauh dari kolam belerang.


"Padahal jika ke sana akan enak. Mungkin saja kita bisa merendamkan diri di air hangat itu." Jawab Freya yang masih mengeluh.


Mereka melompat di jalan turun ke bawah seperti bukit dan menggunakan sihir memanjat tebing. Mereka juga berhati-hati agar tidak di lihat banyak monster kadal api.


Mereka yang semakin jauh dari tempat kawah putih belerang melihat ada sebuah gua yang di kelilingi dengan 5 pohon besar dengan tempat yang cukup lembab dan tidak terpapar cahaya matahari langsung. Gua yang berada di tebing dengan 5 pohon besar. Dan terlihat hening tanpa penghuni.


"Bagaimana jika kita pergi kesana?" tanya Glen.


"Tempatnya cocok. Tapi jika nanti itu ada yang menghuni di tempat itu. Kita harus membuat pelindung untuk mengalahkannya tanpa membuat keributan." Jawab Evan.


"Baik guru." Jawab Glen dan Freya. Saat mereka ingin menggunakan sihir terbang. Tiba-tiba tebing bergetar dan membuat mereka berpegangan dengan erat pada rerumputan yang ada di tebing.


"Apa itu?" tanya Glen, Freya dan Evan.


Saat mereka mengintip ke arah getaran, ternyata berasal dari kolam belerang. Mereka melihat semua kadal sedang mengepung beberapa ekor monster lalat yang tebang ke arah mereka. Monster lalat itu berjumlah 10 ekor dengan ukuran setiap ekor 1 meter panjang tubuh dengan berat tubuh 50Kg. Lalat hijau dengan kepala yang jelek karena memang itu adalah monster lalat.


"Itu apa?" tanya Freya yang memfokuskan pengelihatannya ke arah kiri.


"Sepertinya lalat." Jawab Glen.


"Seekor lalat dengan besar yang seperti itu?" tanya Freya.


"Bukan hanya seekor tapi lihat " Jawab Evan yang menunjuk bahwa lalat itu sedang terbang di atas kawah belerang. Getaran itu berasal dari lidah monster kadal api yang memanjang dan tidak mengenai lalat yang terbang sehingga lidahnya membentur dinding jurang yang telah di lewati oleh Freya, Glen dan Evan.


"Tetap bertahan memegang sesuatu untuk tidak jatuh ke bawah." Jawab Evan yang melihat di bawah mereka adalah tebing di mana gua itu terlihat dengan beberapa pohon.


"Baik." Jawab Freya.

__ADS_1


Mereka menunggu pertarungan monster kadal api dan monster lalat bertarung. Monster lalat tidak bisa mengeluarkan banyak sihir karena dia bukan penyihir. Mereka hanyalah monster yang menaburkan benih larva di tanah. Sedangkan monster kadal api memiliki kekuatan dan kecepatan lidah yang mengeluarkan racun seperti terbakar saat terkena.


Monster lalat yang menghindar dengan berterbangan ke sana kemari akhirnya 5 ekor monster lalat terkena lidah monster kadal api dan langsung masuk ke dalam mulut lidah kadal api dengan cepat. Sedangkan monster lalat lainnya berhasil kabur karena terbang tinggi dan tidak dapat di jangkau dengan panjang lidah monster kadal api.


__ADS_2