Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Melaporkan Rencana Alice Part 2


__ADS_3

"Iya. Aku sendiri yang menjadi guru sihir air yang membimbingnya. Apa yang aku ajarkan padannya hanya di dengar dan dilihat olehnya sekali, dia langsung bisa melakukan hal itu." Jawab Viola.


"Anak ini, bukan hanya saja cantik dan baik dalam berprilaku namun juga pintar. Tidak ada cela yang bisa di pertimbangkan tidak untuknya. Pantas saja pangeran Arlan tidak pernah mau dijodohkan oleh siapapun. Dan saat Raja Ansel dan istrinya mengetahui tentang Arlan yang jatuh hati kepada Alice langsung menyetujui." Jawab Selly dalam hati.


"Tapi hal ini jangan di beritahu oleh siapapun. Biarkan waktu yang akan menjawab apa yang akan terjadi di masa depan. Yang terpenting adalah kalian harus mempercayai Alice dalam rencana ini." Jawab Viola.


"Tentu saja. Alice bukan hanya sekedar mewarisi taktik berperang dari guru Darren dan sihir api dari ayahnya namun juga kekuatan Ibu serta kekuatan dirinya sendiri yang bisa melebihi kedua orangtuannya." Jawab Aidan.


"Tentu saja aku juga mempercayai anak ramah seperti Alice." Jawab Mega.


"Iya, anak seperti dia." Jawab Taksa.


Semuannya menyetujui untuk mempercayai Alice.


"Baiklah, aku akan membagikan kelompok untuk kalian. Aidan dan Mega pergi mengumpulkan batu kristal biru bersama dengan ku. Rose, Taksa dan Devon pergi mencari bahan-bahan di hutan untuk pembuatan obat penyembuh. Selly dan Gerry siapkan bangunan laboratorium yang memadai untuk pertemuan semua dokter yang akan datang seperti rencana kita bulan lalu. Kalian berdua tetap pada prioritas pembangunan gedung yang sudah hampir selesai. Dan cari tungku obat terbaik untuk membuatnya serta bahan kayu bakar terbaik untuk membuat obat penyembuh." Jawab Viola memberikan perintah kepada mereka semua.


"Siap." Jawab Mereka.

__ADS_1


"Baiklah. Hari ini cukup sampai disini, besok kita akan mulai bekerja dengan sibuk. Jaga kesehatan kalian." Ucap Viola mengakhiri pertemuan rapat mereka di aula.


Disisi lain, Glen sudah kembali ke kerajaan Suhi. Glen yang yang sudah sampai langsung berjalan ke aula kerajaan di singgasana Steven. Steven yang sedang pertemuan dengan beberapa menteri dan pejabat yang lain. Mereka baru saja selesai dan pintu terbuka.


"Glen?" tanya semua orang yang terkejut dengan kedatangan Glen yang tiba-tiba.


"Kebetulan semua orang ada di sini." Jawab Glen yang berjalan terus dan pada pejabat sedang membungkukkan tubuhnya memberikan penghormatan kepada Glen yang sedang berjalan ke arah Steven.


"Ayah, aku mendapatkan perintah dari raja Ansel tentang persiapan menghadapi ramalan dari buku kuno." Jawab Glen yang membuat Steven terkejut. Steven terkejut dengan Glen yang sudah mengetahui hal ini yang berarti persiapan harus segera di laksanakan.


"Aku mengerti. Duduklah, aku akan menjelaskan terlebih dahulu kepada mereka sebelum kau menjelaskannya." Jawab Steven.


"Jadi memang benar ini adalah rahasia. Bahkan semua orang juga belum mengetahui tentang hal ini." Jawab Glen dalam hati yang duduk di sebelah kursi singgasana Steven.


"Semua dengarkan dengan baik-baik apa yang aku katakan." Jawab Steven memberikan perintah kepada semua orang yang hadir untuk mendengar dirinya.


"Kalian pernah mendengar tentang pertemuan 5 raja yang membahas kunci makam kuno? Kalian juga sudah tau bahwa kami tidak mendapatkan apa-apa tentang hal itu." Ucap Steven dan mereka menganggukan kepalannya.

__ADS_1


"Sebenarnya kami menemukan sebuah buku kuno. Sebuah buku yang berisi ramalan para monster yang akan muncul di sekitar kita. Jika kalian melihat buku terbitan tentang monster dan cara mengalahkannya, itulah hasil dari buku kuno yang kami temukan............" Steven menceritakan apa isi dalam buku kuno itu yang membuat semua ora g terkejut dan langsung membicarakan. Mengomentari dan bertanya-tanya. Mereka benar-benar terkejut dengan apa yang di ceritakan oleh Steven kepada mereka. Mereka terus bertanya satu persatu untuk penjelasan dari cerita Steven. Tentang monster-monster dan terutama adalah tentang Monster King Mo. Mereka semua benar-benar terkejut dan ketakutan tentang penjelasan Steven mengenai Monster King Mo.


"Semuannya tenang," ucap Steven yang melihat semua orang menjadi khawatir berbicara kesana kemari. Mereka terdiam dan Steven mulai berbicara lagi.


"Inilah alasan ku dan para raja yang lain tidak memberitahu jajaran menteri dan orang-orang yang sangat mencintai negara ini. Kami semua tidak ingin membuat kalian khawatir seperti ini, ini juga yang menjadi pertimbangan kami untuk menyiapkan semua hal dengan baik." Jawab Steven dan semua orang menjadi diam dan lebih tenang. Mereka berfikir bahwa mereka seharusnya memikirkan cara untuk menghadapi apa yang akan terjadi bukan khawatir memikirkan hal yang belum terjadi.


"25 tahun yang lalu, setelah kami berunding kami memutuskan untuk merencanakan kekuatan militer setiap negara harus di tingkatkan dan pendidikan generasi muda harus di fokuskan. Kedua hal ini menjadi bagian penting untuk menuju ke masa depan menghadapi monster King Mo yang mungkin akan muncul beberapa tahun kedepan. Jika sesuai dengan perkiraan, semua ini akan terjadi setahun yang akan datang." Jawab Steven dan membuat mereka kembali khawatir.


"Apa yang harus kami lakukan Raja Steven? Apakah rencana yang sudah di buat akan banyak membantu?" tanya salah satu menteri.


"Tentu saja tidak. Untuk menghadapi ramalan di masa depan itu, kita harus bersatu. Menyatukan kekuatan untuk mempertahankan umat manusia. Yang harus kita lakukan adalah siap untuk menghadapinya bukan pasrah." Jawab Steven.


"Apa yang bisa bantu?" tanya mereka.


"Hal itu akan kita tanyakan kepada putra ku, Glen Augie. Glen, silahkan katakan apa yang sudah di katakan oleh raja Ansel. " Jawab Steven dan membuat semua orang menjadi penasaran apa yang ingin di sampaikan oleh Glen dan kenapa harus perkataan Raja Ansel?


"Ini adalah rencana dari adik junior ku yang bernama Alice. Alice Blossom, anak dari Darren Blossom. Kalian semua pasti mengenal siapa ayahnya tapi tidak anaknya. Untuk itu izinkan aku menceritakan dengan singkat tentang anak dari Darren Blossom yaitu Alice Blossom." Jawab Glen menghentikan penjelasannya dan melihat reaksi mereka yang diam dan mulai serius.

__ADS_1


"Ini adalah rencana Alice setelah kami menyelesaikan misi dari rencana para 5 raja dan orang-orang penting yang mengetahui buku kuno. Selain 5 raja, yang mengetahuinya tentang buku kuno ini adalah Guru Darren Blossom dan Bu Viola, kepala sekolah akademi sihir dunia. 12 hari yang lalu kami mendapatkan misi dari akademi untuk mendapatkan jamur herbal yang di ambil dari hutan larangan."


"Seperti biasa kami menerima misi itu dari akademi. Akademi juga membuat sebuah tim yang membentuk 3 murid inti akademik sihir dunia dan 1 orang pelindung. Kami memiliki 3 tim dengan 3 orang pelindung yang mendampingi kami yaitu Guru Darren Blossom, Guru Haura, dan guru Evan."


__ADS_2