
"Nona harus menghancurkan matanya terlebih dahulu lalu memotong semua tentakel miliknya dan dengan cepat kali hancurnya kepalanya dengan menggunakan sihir api yang nona punya atau membelah kepalanya dengan pisau monster yang nona miliki" Jawab Ema yang menyampaikan pesan kepada Alice.
"Apa perlu bantuan dari ku?" tanya Ema Yang pastinya Alice akan menolak.
"Tidak perlu. Aku mengerti apa yang kamu katakan." Jawab Alice yang sudah mendapatkan pengarahan dari Ema untuk mengalahkan monster gurita yang ada di hadapannya.
Alice langsung membuat seluruh air lautan yang ada di sekitar monster gurita untuk bergerak menyayat seluruh tentakel milik Mr gurita. Monster gurita terus berusaha untuk tetap tenang ketika air yang bergoncang membawa tubuhnya kesana kemari. Alice juga membuat sihir air dengan membuat bilah pedang agar dapat memotong tentakel milik mosnter gurita.
"Arghhhhhhhhhhh." Monster Gurita kesakitan saat tentakel miliknya terlalu terpotong-potong oleh air yang berbentuk pisau yang sedang menyayat. Monster gurita yang masih kesakitan akibat tubuhnya yang telah terpotong membuat sihir tinta mengarah ke Alice. Dengan tenang juga Alice menghindari serangan tinta yang mengarah ke dirinya.
Alice dengan cepat membuat sihir naga petir ke arah gurita tepat di kepalanya. Serangan petir itu membuat kepala gurita menjadi pening sehingga matanya yang buram melihat keberadaan Alice untuk memberikan serangan selanjutnya. Alice mengambil kesempatan ini untuk mendekati tubuh gurita tepat di kepalanya dan menyerang dengan kekuatan penuh pada gagang pedang monster. Dengan seluruh kekuatan sihir yang masuk ke dalam gagang pedang monster dan menyerang ke arah kepala monster gurita.
Kepala poster gurita yang terbelah dua akibat dari serangan pedang monster yang dilakukan oleh Alice. Serangan itu bukan hanya membelah tubuh monster gurita namun juga membuat guncangan pada air laut yang juga terbelah.
Alice yang sangat lemas akibat mengeluarkan seluruh kekuatan miliknya dibantu oleh Ema yang langsung menangkap tubuhnya di atas pundak.
"Nona tidak apa-apa?" tanya Ema.
"Iya. Pergi ke arah bangkai mosnter gurita untuk mengambil bola kristal inti sihir miliknya." Jawab Alice.
"Baik nona." Jawab Ema yang terbang ke arah tubuh monster gurita yang telah terbelah dua. Alice bola kristal inti sihir monster gurita.
"Nona, tetap di punggung ku. Aku akan memakan semua tubuh monster gurita." Jawab Ema menggunakan sihir miliknya untuk memakan semua tubuh monster gurita yang sudah banyak sedang mengambang di atas permukaan air laut.
"Oke." Jawab Alice yang sudah merebahkan tubuhnya di atas punggung Ema.
__ADS_1
"Jangan terlalu lama, lebih baik kita masukkan lebih dulu sisanya ke dalam dungeon milik kita. Orang-orang akan segera datang kemari. Dan kita harus segera pergi. Aku akan masuk ke dungeon untuk menyerap inti monster ini." Jawab Alice.
"Baik nona, aku akan segera pergi ketika orang-orang akan datang ke sini." Jawab Ema yang masih memakan setengah tubuh gurita di atas permukaan.
Disisi lain, seorang prajurit penjaga kerajaan Mizu melaporkan kepada Kozi tentang situasi yang telah terjadi di lautan bagian barat.
"Apa yang sedang terjadi ayah?" tanya Dylan di hadapan banyak orang yang berada di luar istana.
"Ada apa?" tanya Ansel.
"Ada monster gurita yang berada di laut bagian barat sedang bertarung dengan seseorang. Aku akan memeriksanya sendiri." Jawab Kozi kepada mereka.
"Aku ikut." Jawab Ansel dan semua raja serta guru juga ikut untuk melihat.
Seekor Chimera yang berada di atas udara dan sedang memakan bagian tubuh tentakel monster gurita. Bagian-bagian tubuh monster gurita yang sedang mengambang di atas permukaan laut.
"Raja, aku ingat betul bahwa monster legendaris Chimera itu yang pernah menolong aku untuk menutup pintu dungeon monster king Orc.
"Apa kamu yakin?" tanya Kozi sekali lagi. Dan membuat semua raja terkejut dengan apa yang dikatakan oleh prajurit Kozi.
"Jadi apa yang harus kita lakukan? Dia itu musuh atau tidak?" tanya Arlan yang memecahkan keheningan saat mereka semua terkejut.
"Kalian semua tetap disini, biar aku yang akan mendatanginya dan berbicara dengannya." Jawab Kozi. Mereka menganggukan kepalanya dan tetap berdiri di pesisir pantai yang airnya sudah kembali ke lautan.
"Maaf, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Kozi yang mendekat Ema dan Ema hanya diam saja setelah meliriknya. Kozi tidak berani untuk mengatakan hal apapun lagi karena saat itu Ema sedang makan setengah kepala monster Gurita.
__ADS_1
"Monster Gurita itu mungkin berada di level puncak, sedangkan dia......?" Kozi berfikir dalam hatinya.
Ema yang sudah selesai makan dengan tubuh Alice yang berada di pundaknya tertidur karena jiwa Alice sedang berada di alam spiritual dungeon miliknya untuk menyerap kekuatan inti monster. Saat itu Alice tidak punya cukup sihir untuk membuat raganya juga masuk ke dungeon. Hanya jiwanya saja yang bisa masuk sudah cukup.
"Tuan ku setelah mengalahkan monster gurita yang berusia 100 tahun ini di dalam gua lautan untuk ku." Jawab Ema dengan singkat.
"Maksudnya seorang yang sedang di atas pundaknya menggunakan jubah hitam itu?" tanya Kozi dalam hati.
"Sebelumnya terima kasih sudah membantu kami untuk mengalahkan monster orc. Aku sudah mendengar dari prajurit ku, sebagai rasa terima kasih ku bisakah aku mengundang kalian di kerjaan ku?" tanya Kozi.
"Tidak perlu, kau tidak akan pernah bisa memberikanku makanan. Lagi pula master ku sedang istirahat, " jawab Ema dengan singkat lalu pergi meninggalkan Kozi begitu saja. Kozi kembali bersama para raja lainnya.
"Apa yang terjadi?" tanya Ansel.
"Aku juga tidak begitu paham. Tapi monster legendaris Chimera itu bukan musuh. Dia sepertinya memiliki tuan seorang manusia yang telah mengaturnya." Jawab Kozi.
"Manusia mengatur monster?" tanya semua orang yang mendengar penjelasan Kozi.
"Dia juga mengatakan bahwa tuannya mengalahkan monster gurita berusia seratus tahun untuk memberikan dia makanan." Jawab Kozi.
"Benar, saat itu juga dia mengatakan bahwa dia melaksanakan perintah dari tuannya dan memakan tubuh orc yang muncul di depan pintu dungeon saat itu. " Jawab prajurit.
"Siapa tuannya itu?" tanya Ansel dan olahraga lainnya yang sangat penasaran dengan identitas seorang manusia yang dapat mengendalikan monster.
"Aku tidak mengetahuinya. Tadi, seseorang berada di atas pundak monster legendaris Chimera sedang beristirahat. Seseorang itu menggunakan jubah hitam dan wajahnya tidak terlihat, dia menggunakan topeng berwarna putih dengan liris merah di sebelah sini dan sini." Kozi menunjukkan liris topeng yang berwarna merah di bagian mata hingga ke bawah membentuk sebuah ukiran.
__ADS_1