
Semua orang terdiam dan melihat mereka yang sudah membuat serigala mundur dengan membawa banyak anggota serigala yang pingsan. Aleda yang meminta maaf kepada mereka semua dengan mengakui kesalahannya.
"Apakah parfumnya masih ada atau tidak?" tanya Darren kepada Aleda.
"Parfumnya sudah aku buang tadi." Jawab Aleda.
"Gunakan ini." Jawab Darren.
"Kalian harus ingat apa yang aku sampaikan tadi, kita harus menghemat kekuatan sihir yang kita miliki untuk masuk ke dalam hutan larangan. Dan gunakan semua cara untuk melewati hutan awal dengan tenang. Jika kalian tetap egois dengan diri sendiri dan tidak mau mengikuti apa perintah pemimpin kalian bukan hanya membahayakan diri sendiri tapi membahayakan rekan kalian sendiri. Seperti tadi, untung saja kita bisa dengan cepat mengakhiri pertarungan daripada harus mati-matian untuk melawan mereka yang puluhan menyerang." Jawab Darren.
"Sekali lagi aku minta maaf pak, Pak Haura, Pak Eva. dan teman-teman semua sudah membahayakan kalian." Jawab Aleda.
"Aku juga minta maaf, karena melakukan hal yang sama." Jawab Freya yang sudah mengakui kesalahannya .
"Kau juga?" tanya Darren dan Glen bersamaan. Freya menganggukan kepala nya dan menunjukkan botol parfum yang belum di buka olehnya masih di saku kanan sebagai tempat penyimpanan parfum yang diberikan oleh Darren.
Akhirnya Freya dan Aleda memakai parfum itu.
"Jangan lakukan lagi." Jawab Darren dan semua orang menganggukkan kepalanya.
"Sudahlah kita mencari tempat untuk mendirikan tenda saja malam ini di hutan awal." Ucap Darren.
"Apa nyaman jika kita bermalam di sini?" tanya Aleda.
"Aman. Masih ada yang menjaga tempat ini." Jawab Darren.
"Siapa?" tanya mereka.
"Tentu saja kita semua. Kita akan melakukan pergantian shift 3 jam sekali untuk tidur." Jawab Haura.
"Sepertinya tidak perlu. Kita hanya akan tidur seperti biasanya untuk memulihkan keadaan sebelum masuk ke dalam hutan larangan." Jawab Darren.
__ADS_1
"Bisa begitu?" tanya Alice
"Tentu saja. Kalian akan melihatnya nanti." Jawab Darren.
"Baiklah, sekarang bisa kita bergerak kembali untuk dekat dengan hutan larangan dan melihat sekitar mendirikan tenda?" tanya Darren dan mereka menganggukan kepalanya dan berjalan lagi ke dalam hutan awal.
"Sepertinya ini bagus. Kita di sini saja." Jawab Darren saat semua orang sedang kelelahan dan matahari hampir terbenam Mereka berada di jam 17.30 Wib. Mereka menemukan lapangan luas yang bersih dengan di bawahnya tanaman pohon yang cukup rindang.
Mereka semua mengeluarkan semua tendanya dan mendirikan sendiri. Arlan dan Darren sudah siap mendirikan tenda mereka dengan cepat langsung berjalan menuju ke tenda Alice yang belum siap mendirikan.
"Mau papa bantu?" tanya Darren yang memegang stick
"Aku juga akan membantu." Jawab Arlan yang juga memegang stick di sebelah lain dari Darren.
"Baguslah. Papa dan Arlan yang mendirikan tenda, aku akan melihat hal lain di sekitar " Jawab Alice kepada mereka dengan meninggalkan rendangnya yang belum di kirimkan.
"Nona, aku merasakan sosok yang tidak asing bagiku." Jawab Ema.
"Nanti kita telusuri tentang perasaan itu. Sekarang bantu aku melihat sekitar." Jawab Alice.
Alice pergi agak jauh dari tenda merek dirikan. Alice pergi mencari batang pohon yang dapat di bakar.
"Biarkan mereka." Jawab Alice.
"Bagaimana jika kita pergi mencari kayu bakar?" tanya Alice kepada Freya dan Aleda yang di bangu oleh masing-masing tunangannya mendirikan tenda. Freya dan Aleda menerima ajakan dari Alice.
Mereka bertiga berjalan menelusuri sekitar dan mencari hal yang bisa di bawa. Mereka menemukan beberapa buah liar yang bisa di makan dan beberapa kayu bakar yang bisa di gunakan ada. Setelah itu mereka kembali ke lokasi tenda di didirikan. Meraka melihat tenda yang sudah rapi dan para pemuda itu sedang duduk di depan tenda baru selesai mendirikannya.
Mereka melihat tenda yang disusun rapi sudah di kelilingi oleh dinding tanah yang di buat oleh Glen sebagai pelindung. Dan Kerjasama mereka membuat tanaman pengusir nyamuk di depan pintu tenda masing-masing.
"Kalian darimana aja?" tanya Glen
__ADS_1
"Hanya melihat sekitar dan ingin membantu." Jawab Alice membawa kayu bakar. Aleda dan Freya membawa buah persik dan membawa beberapa buah liar lainnya yang bisa di makan.
Mereka kembali duduk di terpal yang sudah di sediakan oleh Alice yang di keluarkan dari kantong penyimpanan. Mereka membuat api sedikit untuk memanggang ikan yang sudah di cari oleh Glen dan Dylan.
Matahari yang sudah tenggelam dan tidak menyinari lagi berganti menjadi bulan yang indah di kelilingi oleh pesawat terbang. Alice melihat Arlan yang sedang berbicara dengannya.
"Ada apa?" tabah Alice
"Tidak apa-apa, hanya ingin melihat mu." Jawab Arlan.
Dimana pun tempat akan ada bahan ghibah yang mau di bicarakan oleh perempuan sekarang. Lebih tepatnya selalu aja di bicarakan oleh karena itu Alice dan Arlan tidak banyak berbicara.
Semua orang sedang berkumpul mengelilingi api unggun untuk menghangatkan tubuh. Semua orang ternyata sudah mendapatkan satu tusuk ikan bakar. Mereka makan bersama dan tertawa bersama. Dan mereka sudah membawa bekal dari rumah yang di simpan di kantong penyimpanan. Jadi mereka makan bekal waktu pigi dan makan ikan yang seger di sini.
"Aku ingin bertanya, apakah hewan yang tinggal di tempat ini adalah hal yang wajar." Jawab Glen.
"Wajar saja," jawab Haura dalam hati melihat Glen yang tidak tau.
"Hewan di sini pertumbuhan sejak lahir hingga dewasa semuannya beda dari hewan pada umumnya. Entah ini adalah karena mereka dekat dengan hutan larangan atau memegang sudah ada sejak dulu. Aku tidak tau." Jawab Arlan.
"Aku benarkan ?* tanya Arlan ke arah Darren
"Iya, tidak ada yang tau benar atau tidak entang keadaan kita di luar sana yang cukup kuat terlihat tapi rapuh jika di peluk. Yang terpenting kita harus memiliki satu desa. Tapi kita harus tau yang lainnya. Mungkin saja penyihir Anggota kerajaan sudah pernah melakukan hal lain." Jawab Darren yang tersenyum.
"Papa berapa hari pernah kemari?" tanya Alice langsung ke Darren.
"Tidak tau. Nanti kita cek kembali." Jawab Arlan.
"Kalian pasti lelah bukan? Lebih baik kalian semua istirahat untuk persiapan masuk ke hutan larangan." Jawab Darren kepada semuanya yang sedang menikmati makanan.
" Iya, aku sudah kenyang dan merasa mengantuk." Jawab Freya.
__ADS_1
"Aku duluan." Jawab Aleda yang masuk lebih dulu ke tendanya sendiri. Lalu di susul oleh Glen, Dylan dan Aleda.
Alice juga segera masuk ke dalam tenda nya yang diikuti oleh Arlan. Tenda mereka hampir dekat karena di himpit oleh Darren. Darren berada di tengah-tengah antara tenda Arlan dan tenda Alice.