
Aleda berdiri kembali dan mencoba untuk tenangkan diri agar bisa menghadapi monster lipan yang ada di hadapannya.
"Aku juga di kepung 3 monster lipan. Dylan bantu Aleda." Jawab Haura yang sedang di kepung oleh 3 ekor monster lipan di hadapannya.
"Apa?" tanya Aleda.
"Baik guru." Jawab Dylan.
"Jadi ini adalah sarang Monster lipan? Dan yang di lihat oleh Aleda tadi adalah telur lipan yang sedang di peluk oleh kaki lipan. Lipan memiliki kaki seribu yang saat lipan betina akan menjaga telurnya pada tubuhnya." Jawab Dylan yang menjelaskan apa yang di simpulkan kepada Aleda dan Haura.
"Sepertinya itu benar." Jawab Haura yang melihat lingkungan sekitar.
"Jadi, warna putih yang aku hancurkan tanpa sengaja tadi adalah telur lipan?" tanya Aleda.
"Iya." Jawab Dylan dan Haura.
"Hey manusia? Kenapa kau diam saja?" tanya monster lipan yang ada di hadapan Aleda.
"Bagaimana ini guru? Jika kita menggunakan sihir untuk menyerangnya. Itu akan menarik perhatian monster lain untuk datang." Jawab Dylan.
"Gunakan kemampuan pedang dan pertarungan fisik kalian." Jawab Haura.
"Apa itu bisa?" tanya Aleda dan Dylan.
"Iya. Kita harus meminimalisir kerusakan yang akan terjadi kita melakukan penyerangan kepada mereka.
" Baik guru." Jawab Aleda dan Dylan baru saja tiba di samping Aleda.
"Kami hanya mencari jamur herbal, tidak ada berniat untuk menggangu sarang milik mu." Jawab Aleda.
__ADS_1
"Wanita itu harus di bunuh, dia sudah menghancurkan satu butir telurku." Jawab seekor lipan betina yang tiba-tiba muncul.
"Dasar manusia. Aku benci manusia." Jawab lipan jantan yang pertama mendatangi Aleda.
"Monster lipan memiliki racun pada tubuhnya. Hati-hati dengan mulut dan ekornya. Gunakan kekuatan mu untuk menyerang dan menghindari dari kedua bagian itu." Jawab Haura.
"Baik guru. Aku mengerti." Jawab Dylan yang langsung mengeluarkan pedangnya dari kantong penyimpanan dan memegang pedang itu di kanan untuk mengalahkan lipan.
Satu tebasan yang telah berhasil di hindari oleh 2 ekor lipan dengan cepat. Serangan itu mengakibatkan suatu buah pohon tumbang terbelah dua akibat dari serangan pedang Dylan.
Aleda yang tidak ingin menjadi beban dari Dylan langsung mengambil pedang milik nya dan mulai untuk bertarung. Lipan betina itu berhasil meloloskan diri dari serangan Aleda yang mengarah kepadanya. Kedua monster lipan itu seperti sedang menganalisis kemampuan dari Aleda dan Dylan.
"Hebat juga kalian bisa menghindar." Jawab dalam hati Dylan.
Dylan kembali mengayunkan pedangnya dan memotong dua kaki monster lipan. Dan monster lipan juga mengeluarkan cairan dari mulutnya.
"Aleda hati-hati dengan cairan yang di keluarkan dari mulutnya." Jawab Dylan yang sedang bertarung dengan sengit. Aleda juga telah berhasil melayangkan pedang nya untuk memotong kaki monster lipan.
"Racunnya?" tanya Haura dan menjawab sendiri dari apa yang dilihatnya. Melihat cairan racun yang di keluarkan oleh lipan seperti air cuka yang mendidih ketika terkena kulit. Terlihat jelas racun dari lipan itu membuat beberapa kayu langsung terbakar lenyap menjadi abu dan beberapa batang pohon tumbang itu menjadi bolong karena cairan racun yang di lemparkan oleh monster lipan.
"Apa ini?" tanya Dylan yang juga melihat hal yang sama seperti apa yang di lihat oleh Haura.
"Dengar. Racunnya bersifat korosif." Jawab Haura memberitahu mereka
"Kami juga melihatnya guru." Jawab Dylan.
"Jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Aleda.
"Gunakan kemampuan fisik mu menggunakan pedang dengan cepat. Sepertinya yang sudah aku ajarkan kepada mu. Jangan berikan jeda dalam menyerang menggunakan pedang mu. Potong semua kaki lipan itu dengan cepat dan penggal kepala serta ekor beracun miliknya. Aku tidak ingin ada lagi yang menderita terkena monster." Jawab Haura.
__ADS_1
"Baik guru." Jawab Dylan dan Aleda.
Haura langsung mengeluarkan pedang miliknya dan menyerang monster lipan jantan dan betina dengan kecepatan penuh dan sayatan sesuai dengan target Haura. Haura langsung menghancurkan 3 monster lipan dengan berkeping-keping. Kecepatan Haura yang seperti angin dengan membawa pedang memotong-motong monster lipan dengan mudah.
"Fiuh, sudah lama aku tidak menggunakan kekuatan fisik sayatan angin yang aku miliki." Jawab Haura melihat hasil karya mengalahkan monster lipan.
Sedangkan Dylan dan Aleda yang langsung membuat rencana untuk mengalahkan monster-monster lipan yang di hadapan mereka. Meraka mulai fokus untuk membuat musuh tidak bisa membaca apa yang sedang di lakukan.
"Aku akan menyerang kepalannya. Aleda serang ekornya di waktu bersamaan." Jawab Dylan. Dylan dan Aleda sedang menyusun strategi dengan cepat melalui telepati.
"Oke. Hitungan ke 3 maju." Jawab Dylan.
Saat hitungan ketiga, Dylan dan Aleda fokus kepada lipan jantan dengan menyerang bersama-sama di tempat yang berbeda. Mereka langsung membuat gerakkan cepat dan menyayat target menjadi terbelah dengan pedang tajam yang di miliki oleh mereka masing-masing. Pedang yang memiliki sihir sendirian saat bertarung.
"............" Suara sayatan yang membunuh satu ekor lipan di hadapan mereka dan menghindari sedangan dari monster lipan betina yang tidak terima dengan kecepatan mereka dengan cepat membunuh monster lipan jantan.
"Tidak akan aku ampuni." Jawab Monster Lipan betina yang langsung menyerang Dylan dan Aleda. Mereka berdua berhasil terbang menghindari serangan monster lipan betina. Kemudian melakukan hal yang sama untuk membunuh monster lipan betina.
Kepala dan ekor monster lipan terpisah dengan tubuhnya akibat serangan yang dilakukan oleh Dylan dan Aleda. Mereka memenangkan pertarungan dengan monster lipan.
"Kerja bagus." Jawab Dylan yang menurunkan pedang miliknya dan melihat hasil karya petarungnya.
Aleda tersenyum melihat Dylan yang membimbingnya untuk mengalahkan monster lipan.
"Kerja bagus. Sepertinya ini adalah sarang mereka. Kita harus segera pergi. Mungkin tidak hanya 5 ekor pasti lebih. Sebelum monster lipan betina bangun dan monster lipan jantan kembali ke sarangnya, kita sudahi mencari jamur herbal. Sepertinya sudah cukup banyak juga kita mengumpulkannya." Jawab Haura yang tiba-tiba datang di tempat Aleda dan Dylan.
"Guru benar, ini juga sudah hampir gelap. Kita tinggalkan tempat ini dan mencari tempat untuk bermalam." Jawab Dylan.
"Oke." Jawab Aleda.
__ADS_1
Dylan, Aleda dan Haura terbang meninggalkan sarangan monster lipan. Mereka yang pergi melewati sarang Monster lipan dan kembali menemukan pepohonan yang kembali masuk ke dalam hutan.