Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Ema Bertarung Dengan Monster Ular Merah


__ADS_3

"Aku akan kembali ke tempat air terjun tadi. Lagi pula semua sudah aku kumpulkan. Ternyata mudah mendapatkannya bahkan aku tidak menemukan monster lain sepanjang perjalanan." Jawab Alice sendiri yang berbicara dengan dirinya sendiri.


Alice yang sudah selesai mengumpulkan tanaman herbal yang ada pada misi yang diambil olehnya. Alice berjalan ke arah air terjun untuk membuat perkemahan. Alice mengeluarkan tenda yang berada di dalam kantong penyimpanan dan mulai mendirikannya di sekitar dataran dekat air terjun.


Sementara Ema yang sedang mengumpulkan kayu bakar bertemu dengan seekor monster ular di dalam hutan. Ular berwarna merah dengan tubuh berukuran 5 kali lipat lebih besar dari Ema. Ema yang sedang mengumpulkan kayu bakar di incar oleh ular itu.


Tubuh Ema bagian ekor yang berbentuk naga menyadari bahwa ada seekor ular yang sedang mengincar. Ema yang sudah merasakan hal itu berpura-pura tentu tetap santai dan ia tersenyum licik.


"Tidak di disangka bahwa mangsa datang sendiri." Jawab Ema yang tersenyum.


Ular itu tiba-tiba datang dengan melingkar dan meninggikan kepalanya ke arah Ema untuk siap memburu. Serangan ular yang mengarah ke Ema tidak berhasil, Ema menghindar dengan cepat sehingga ular tidak dapat menangkap Ema.


Ular itu mengejar Ema kembali untuk menangkapnya menjadi mangsa. Ema menggunakan ekor tubuhnya untuk mengigit ular. Serangan demi serangan yang diluncurkan oleh ular tidak berhasil. Namun, serangan yang diluncurkan oleh ular memberikan kesempatan kepada Ema untuk menggigit bagian tubuh ular. Sedikit demi sedikit tubuh ular di gigit oleh ekor Ema yang berbentuk naga. Ema sedang menyerang sang ular dengan racunnya.


"Racun kalau aku tanamkan pada tubuhnya akan berevolusi pada racun yang ada pada dalam dirinya sehingga aku dapat memakannya nanti dengan beruntung. Heheh." Jawab Ema yang kembali tersenyum sambil menghindari.


Mereka terus melakukan kejar-kejaran dan menghindar pada setiap serangan selama 30 menit sehingga membuat pepohonan tumbang akibat perkelahian mereka berdua. Ular yang gerakkannya semakin lambat menunjukkan racun Ema sudah mulai bekerja.


Ema yang sudah cukup membuat monster ular ini kewalahan berhenti dan menghitung mundur.


"Brukkkkkkk." Monster ular terjatuh ke tanah dan tidak bergerak.


Ema dengan cakar kakinya mencincang tubuh ular dan memakannya menggunakan kepala singa untuk di cabik-cabik. Ema memakan tubuh ular monster tanpa tersisa kecuali inti monster.


"Inti ini aku akan berikan kepada nona. Lebih baik aku segera mencari ayam dan kayu bakar." Jawab Ema dalam hati mengambil inti monster.


Ema yang berjalan kembali ke air terjun sambil membawa ayam hutan dan ranting kayu kering dengan tubuh yang acak-acakan dengan berlumuran darah setelah menikmati makannya.


"Nona." Panggil Ema yang melihat Alice sedang memotong beberapa sayuran.

__ADS_1


"Ema? Kenapa penampilan mu darah semua? Kau habis makan monster apa?" tanya Alice.


"Tadi aku bertemu monster ular merah yang terkenal dengan racun mematikannya. Monster ular itu berada di level puncak. Dan ini inti monsternya untuk nona." Jawab Ema yang takut jika Alice marah.


"Hmmmm." Alice yang sedang memeriksa jendela status Ema.


"Kekuatan racun pada bisa di ekornya meningkat. Jadi, Ema harus mengkonsumsi sesuatu yang beracun untuk meningkatkan racun pada tubuhnya." Jawab Alice dalam hati.


"Nona, apa kau marah?" tanya Ema yang sejak tadi memanggil namun tidak terdengar oleh Alice yang sedang membaca jendela status Ema.


"Pdffff. Aku tidak marah, aku sedang melihat status level mu yang bertambah lagi. Terutama sihir racun mu meningkat. Padahal selama ini kita tidak memikirkan itu." Jawab Ema.


"Benarkah?" tanya Ema.


"Iya." Jawab Alice yang menerima inti monster yang diberikan oleh Ema.


"Jadi kau makan semua tubuhnya sehingga berpenampilan kotor seperti ini?" tanya Alice.


"Pergilah ke air terjun, bersihkan diri mu." Jawab Ema.


"Baik nona." Jawab Ema.


Alice membuat api unggun dan memasak makanan untuk makan malam dirinya.


"Nona tidak ingin makan ikan? Aku lihat ikan di air terjun ini sangat segar dan besar." Ucap Ema.


"Ambil beberapa untuk mu juga." Jawab Alice.


Ema yang mendengar perintah dari Alice. Dengan mudahnya menggunakan sihir pada cakar miliknya dan mengambil ikan-ikan yang sedang berenang jatuh di air terjun. Ema melempar seekor dengan seekor ke arah Alice. Alice yang memerintahkan sudah cukup dan mulai membersihkan ikan dan memanggangnya di atas api bersama dengan ayam hutan yang juga di tangkap tadi.

__ADS_1


Ema yang sudah selesai mandi menggerak-gerakkan tubuhnya untuk mengeluarkan semua air pada bulunya agar kering. Ema menjadi bersih kembali setelah mandi dan mengeringkan tubuhnya sendiri.


Hari semakin gelap sehingga api unggun menjadi penerang mereka berdua di dalam hutan.


"Kau sini dulu, aku ingin berjalan mencari kunang-kunang untuk menjadi penerang kita." Jawab Alice saya sudah menyiapkan sebuah botol kaca.


Alice mencari beberapa ekor kunang-kunang yang dimasukkan ke dalam botol kaca sebagai penerang mereka di dalam tenda. Setelah mendapatkan kunang-kunang, botol kaca diletakkan ke dalam tenda Alice dan ia kembali duduk di atas api unggun.


"Apakah sudah matang?" tanya Alice.


"Sudah nona." Jawab Ema yang sudah tidak sabar untuk menikmati makanan.


Alice mulai mengambil satu persatu ekor ikan yang sudah matang untuk disantap bersama dengan Ema.


"Bagaimana dengan misi mengumpulkan tanaman herbal nona?" tanya Ema.


"Aku sudah mengumpulkannya. Semuanya sudah lengkap." Jawab Ema.


"Iya " Jawab Alice yang sedang menikmati ikan ayam hutan panggang.


"Jadi apa rencana nona selanjutnya?" tanya Ema lagi.


"Kau semakin banyak tanya sekarang Ema." Jawab Alice.


"Maaf nona, aku tidak bermaksud." Jawab Ema.


"Tidak apa-apa. Sebenarnya, rencana kita adalah untuk menangkap monster kelelawar yang ada di dalam Mading misi guild." Jawab Alice.


"Nona mengambil misi guild monster kelelawar?" tanya Ema lagi.

__ADS_1


"Iya. Aku melihat misi itu tidak pernah di ambil oleh orang. Misi itu ada di mading sekitar 4 bulan yang lalu. Walaupun hadiah yang di tawarkan itu sangat mahal tapi tidak di ambil banyak orang. Karena sebanding dengan konsekuensinya."


"Aku sudah mencari informasi tentang monster kelelawar ini sebelum mengambil misi ini. Informasinya sedikit tapi itu sudah cukup. Beberapa orang sudah pernah mengambil misi ini bukan karena kalah, tapi mereka katakan tidak berani melawan monster kelelawar yang mereka temui." Ucap Alice.


__ADS_2