Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Hujan Badai di Hutan Larangan Part 3


__ADS_3

Freya yang sedang memanggang ayam hutan di bantu oleh Glen yang membolak-balikkan ayam hutan yang sedang di panggang. Freya yang sudah membuat bumbu dengan rempah-rempah yang di oleskan ke atas ayam hutan yang di panggang. Freya juga menyiapkan sambal untuk ayam hutan bakar yang akan di santap mereka. Sedangkan Evan sedang merebus air untuk mereka.


Setelah menyelesaikan masakkan yang di masak, mereka berkumpul bertiga di hadapan makanan dan siap untuk menyantapnya.


"Enak sekali." Jawab Evan yang baru saja melahap paha ayam hutan yang sangat sedap bersama dengan sambal yang di buat oleh Freya.


"Benar. Ini sangat enak. Perpaduan daging ayam hutan dengan sambal yang di buat oleh Freya sangat pas." Jawab Glen kepada Evan.


"Syukurlah jika guru dan Glen menyukainya." Jawab Freya yang makan dengan perlahan melihat kedua lelaki yang di hadapannya ini sangat begitu lahap menikmati makanannya.


Saat mereka sedang menikmati makanan yang begitu santai, tiba-tiba angin berhembus ke arah mereka dengan begitu dingin.


"Angin ini?" tanya Glen yang merasakan hawa dingin yang begitu menusuk ke tulang.


"Ada apa?" tanya Evan dan Freya.


"Sepertinya akan hujan. Tapi......." Glen menghentikan ucapannya melihat ke atas langit dengan awan hitam tebal yang mengelilingi mereka.


"Mendung." Jawab Glen setelah melihat awan hitam di atasnya dan menunjukkan ke atas saat mereka duduk di depan api menikmati makanan.


"Iya, awan hitam nya begitu tebal." Jawab Freya.


"Dan waktu sore begitu cepat sehingga waktu malam akan segera tiba. Tapi awan hitam itu membuat semuannya gelap dengan cepat." Jawab Evan yang melihat awan hitam yang berjalan dan mengumpul di sekitar hutan larangan.


"Tapi ada yang aneh." Ucap Glen yang melihat awan hitam yang begitu pekat tidak seperti biasanya.


Baru saja berbicara seperti itu, rintik hujan mulai turun ke arah mereka.


"Masuklah ke dalam tenda." Ucap Glen kepada Freya. Glen dan Evan masuk ke tenda mereka dan Freya juga masuk ke dalam tendannya sendirian.


Mereka yang baru saja masuk ke tenda beberapa menit, rintik hujan bukan lagi pelan namun kencang dan lebat. Beberapa kali suara petir juga terdengar satu persatu beserta dengan kilat yang menyertainya.

__ADS_1


"Kenapa petirnya begitu keras?" tanya Freya dalam hati. Freya membangunkan tubuhnya dan melihat ke luar tenda dari cela. Freya melihat hujan yang begitu kuat.


"Hujannya sudah seperti badai saja." Jawab Glen yang merasakan bahwa akan ada badai yang datang.


"......." Evan hanya diam dan membangkitkan tubuhnya dan melihat keadaan dari luar tenda.


Baru saja akan pergi dari balik tenda, tiba-tiba angin kencang yang merobohkan tenda Glen dan Evan dengan begitu kencang sehingga membuat mereka berdua sangat terkejut. Evan yang benar-benar terkejut dengan tenda yang terbang di hadapannya dan air hujan langsung membasahi Mereka. Berbeda dengan Glen dengan menggunakan kekuatan sihirnya untuk membuat rumah yang terbuat dari tanah membuat mereka dapat terhindari dari air hujan yang membasahi.


"Ini tidak akan bertahan lama." Jawab Glen yang sedang berusaha membuat Evan dan dirinya tidak terkena hunjan. Freya melihat tenda Glen dan Evan terbang karena angin yang begitu besar.


"Glen, guru." Teriak Freya yang langsung berdiri dan membuka tenda miliknya untuk berlari ke arah Glen tapi saat dirinya sudah membuka tenda, Freya melihat merdeka membuat sebuah teduhan dari tanah.


"Apa yang terjadi saat ini?" tanya Freya.


"Kenapa keluar? Angin begitu kencang dan kuat?" tanya Glen.


"Karena khawatir. Apa tidak boleh?" Jawab Freya dan langsung ikut dekat dengan Glen.


"Kita ke sana." Jawab Evan kepada Freya.


Tidak jadi kesana, Evan dan Freya melihat tenda Freya yang sudah terbang akibat angin yang begitu deras.


"Lebih baik kita berjalan mencari sesuatu yang bisa membuat kita teduh." Ucap Glen kepada mereka dengan begitu cepat berjalan dengan kedua tangannya ke atas yang sedang menyanggah tanah untuk membuat pelindung bagi mereka.


Freya dan Evan mengikuti Glen dari belakang untuk berjalan menerpa badai angin, hujan di tengah-tengah hutan. Mereka yang berjalan melewati beberapa pohon besar melihat sebuah pohon yang memiliki lubang di bawahnya, seperti sarang kelinci yang ada di dalamnya.


"Itu seperti ada gua di bawah pohon itu." Jawab Glen yang melihatnya.


Mereka kesana dan langsung masuk ke dalam gua itu. Dengan hati-hati mereka melihat dan mengecek apakah benar ada atau tidak penghuninya. Freya menggunakan api untuk sebagai penerang mereka melihat gua itu.


"Hati-hati, tetap waspada." Jawab Evan yang sedang perlahan-lahan jalan.

__ADS_1


"Iya. Jangan turun kewaspadaan. Kita di sini sebagai tamu dan tidak tau apa yang ada di dalam." Jawab Glen.


"Baik. Aku akan menerangkan kalian menggunakan api." Jawab Freya yang sedang membuat kedua bola api yang menerangi mereka berjalan.


"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Glen yang melihat Freya yang sedikit basah bajunya.


"Tidak apa-apa aku akan menggunakan sihir pengering." Ucap Freya yang langsung membuat bajunya tidak basah lagi.


Dan terlihat bahwa itu tidak ada sama sekali.penghuninnya. Gua itu hanya memiliki kedalaman 10 meter saja di bawah akar pohon dan sangat cocok untuk berteduh.


"Benar-benar tidak ada penghuninya?" tanya Freya.


"Tidak. Lihat sendiri, itu tidak ada. Sepertinya tempat ini sudah lama tidak di tinggali." Jawab Glen.


"Iya tempat ini juga tidak ada apapun. Bahkan sesuatu yang tertinggal tidak ada." Jawab Evan yang memeriksa.


"Kita menetap di sini saja." Jawab Glen kepada Freya dan Evan.


"Benar. Aku setuju jika kita di sini saja." Jawab Evan.


"Baiklah." Jawab Freya.


"Aku akan ke depan membuat penghalang tanah agar tidak ada air hujan yang masuk ke dalam gua ini " Jawab Glen yang ke depan gua dan membuat aliran air menjauh dari gua dan membuat dinding di depan gua untuk menutupi mereka.


Setelah itu, Glen langsung mengeluarkan beberapa ranting pohon yang ada di dalam kantong penyimpan dan meminta bantuan Freya untuk menghidupkan api. Mereka membuat api unggun di dalam gua akar untuk membuat mereka tetap hangat.


"Hujan di luar benar-benar tidak berhenti sama sekali." Jawab Freya.


"Sepertinya ini akan badai beberapa hari." Jawab Glen.


"Kenapa begitu?" tanya Evan.

__ADS_1


"Iya guru, biasanya badai akan bertahan lama sehari atau lebih. Dan melihat situasi ini terlihat jelas badai ini akan berlangsung lama." Jawab Glen yang sudah memprediksi situasi yang terjadi di luar. Hujan yang masih lebat dengan angin yang kencang dan awan hitam yang masih tebal di atas langit.


__ADS_2