Anak Genius - Beyond Recollection

Anak Genius - Beyond Recollection
BAB 101 ~ Akhirnya ~


__ADS_3

Raffa bertanya alasan Celina dan Dr. Dinda tertawa. Raffa membujuk dan merayu istrinya agar bicara namun akhirnya berujung dengan bercinta. Setelah memuaskan diri mereka, Raffa kembali bertanya karena sejak tadi belum mendapat jawab.


Celina kembali tertawa, Celina merasa seakan-akan Raffa melakukannya dengan tidak ikhlas. Raffa tersenyum lalu memeluk istri tercintanya. Mana mungkin Raffa tak ikhlas, karena dia sendiri menginginkannya. Celina adalah segala-galanya bagi Raffa. Tak ada satu pun yang tak ikhlas diberikan untuk wanita itu. Raffa mengecup puncak rambut wanita itu lalu memejamkan matanya.


"Dinda jatuh cinta sama Ozora--"


"Apa?" tanya Raffa kaget. Celina tertawa melihat suaminya yang kaget hingga kembali membuka mata dan sontak mendekatinya.


"Kagetnya sampai seperti itu? Maksudnya, Lala ingin dijodohkan dengan Ozora," ucap Celina sambil tertawa.


Raffa langsung menghempaskan tubuhnya kembali ke ranjang dan tertawa. Raffa menarik tubuh istrinya dan mendekap wanita itu dalam pelukannya. Celina bicara sambil memeluk suaminya.


"Ozora itu sudah menjadi idola sejak bayi. Permintaan Ozora dijodohkan dengan putri-putri keluarga mereka, sudah lama aku hadapi tapi ... kalau dari keluarga sahabat, baru Dinda yang terang-terangan," jelas Celina.


"Banyak yang melamar Ozora?" tanya Raffa.


"Iya, rata-rata ibu-ibu yang kagum pada kecerdasan dan ketampanan Ozora," ucap Celina.


"Kita tak boleh memaksakan kehendak pada anak-anak. Entah itu karena kita bersahabat dengan orang tuanya, atau karena kita suka dengan putra putri mereka atau karena tujuan tertentu. Aku tak akan pernah setuju dengan perjodohan, karena aku pernah menjalani rumah tangga yang terpaksa. Tak bisa merasakan bahagia. Meski dari luar rumah tanggaku seperti tak ada masalah. Meski orang-orang menilai rumah tanggaku sempurna tapi ... aku yang menjalaninya merasa seperti di neraka," jelas Raffa yang teringat masa lalunya.


"Sangat aneh? Bukannya Kakak menikah dengan pacar Kakak sendiri?" tanya Celina.


"Aneh? Iya sangat aneh. Semua itu karena kamu! Kamu yang membuat aku hilang rasa pada pacarku. Kamu itu  pencuri hati calon suami orang," ucap Raffa kembali mencubit pipi istrinya.


"Aah ya, siapa suruh mencariku, salah sendiri kenapa mengejarku," jawab Celina teringat pertama kali mereka bertemu.


"Kalau aku tak mengejarmu, kamu tak akan punya suami setampan aku," ujar Raffa berbangga hati.


Celina tertawa tapi akhirnya mengangguk. "Ya, aku juga tak akan punya Ozora dan Aurora. Tak akan punya anak yang diidolakan ibu-ibu. Aurora cantik, Ozora sangat tampan, jadi magnet bagi perempuan--"


"Oh tentu! Siapa dulu dong Papanya," ucap Raffa.


Celina langsung menatap wajah Raffa dari dekat. Seperti sangat serius mengamati hingga Raffa menjadi grogi. Sambil tertawa Raffa menutup mata istrinya dengan telapak tangannya.


"Aku ingin mengamati, seperti apa Papa Ozora," ucap Celina sambil menarik tangan Raffa yang menutupi matanya.


Laki-laki itu akhirnya melepaskan tangannya. Menatap dengan lembut wajah istrinya.

__ADS_1


"Pantas Ozora tampan, Papa Ozora ternyata sangat tampan. Aku beruntung mengenal dan mencintai Papa Ozora," ucap setengah berbisik.


Wanita itu menatap suaminya sambil bertumpu di dada bidang laki-laki itu.


"Aku yang beruntung mengenalmu. Aku beruntung karena memutuskan mencarimu. Aku beruntung kamu bersedia menjadi istriku. Terima kasih sayang, karena menerima cintaku," ucap Raffa lalu mengecup bibir istrinya.


Tak ada kebahagiaan lain selain bahagia bersama keluarganya. Celina dan anak-anak adalah segala-galanya bagi Raffa, begitu juga bagi Celina.


{Para reader yang Othor sayangi, numpang iklan ya hehe ... main-main ke rumah tetangga di blok F ya. Bacanya nggak pake koin kok... judulnya SIRKUIT CINTA napen Kak_ICHA. Mohon dukungannya untuk karyaku ini ya, masukin ke daftar pustaka aja dulu hehe ... ditunggu kedatangannya ... makasih.}


Sebelum liburan Ozora habis, keluarga besar Saltano mengundang para sahabat dan keluarganya menginap Villa keluarga itu. Tak perlu berpikir dua kali, semua serentak setuju. Mereka pun berkumpul. Mereka rela cuti dari pekerjaan demi bisa berkumpul bersama.


Rasa rindu berkumpul bersama setelah sekian lama tenggelam dalam kesibukan masing-masing. Ozora selalu menjadi bintang di segala hal. Anak itu jadi rebutan para sahabat untuk dijadikan menantu, meski Raffa tak mengizinkan perjodohan. Para istri-istri sahabatnya itu tak peduli dan tetap menargetkan Ozora sebagai menantu mereka.


"Tenang Auntie-Auntie semua, Ozora sudah pilih satu orang, tapi Ozora simpan dulu, nanti Ozora kasih tahu ya," ucap remaja tampan itu sambil tertawa.


"Siapa Ozora sayang? Ayo kasih tahu Auntie Al, kita kan sahabat sejak Ozora masih kecil," bujuk Alyssa.


"Sini, Ozora bisikin," ucap Ozora mendekati Alyssa.


Celina menatap putranya yang di kejar para sahabat dan putri-putri mereka. Ozora berlari sambil tertawa di atas pasir pantai yang putih bersih. Alyssa terpaksa tak ikut mengejar Ozora. Wanita itu memutuskan berjalan bersama Aurora yang baru bisa berjalan di dampingi suaminya.


Raffa merangkul istrinya yang menatap kebahagiaan para sahabat. Semua hadir, tak ada yang ingin  melewatkan kesempatan ini. Setelah mengambil foto keluarga besar itu, mereka semua bermain di tepi pantai. Tiba-tiba Celina membalik badan untuk menatap Villa di belakangnya.


"Ada apa sayang?" tanya Raffa.


"Tidak apa-apa Kak. Aku cuma ingin mengingat dari mana datangnya semua keluargaku ini," jawab Celina.


"Mereka semua? Dari mana?" tanya Raffa heran.


"Dari sana!" tunjuk Celina pada Villa milik keluarga Saltano itu.


"Dari sana? Kenapa?" tanya Raffa heran.


"Karena dari sana kehidupanku berubah. Sejak masuk ke Villa itu, hidupku yang datar jadi bergelombang. Sejak seorang pria tampan memaksaku bermalam bersamanya di sana. Sejak itu, aku bertemu dengan para sahabat satu persatu yang akhirnya menjadi keluargaku. Dulu, aku hanya sendirian menjalani hidupku. Awalnya aku menyesali perbuatan Kakak padaku, tapi kini aku mensyukurinya. Anakku pun berawal dari kejadian disitu. Apakah aneh jika aku berterima kasih pada Kakak?" ucap Celina.


"Kenapa? Karena aku memperkosamu di sana? Ini aneh, sangat aneh sayang. Kamu berterima kasih karena diperkosa?" tanya Raffa lalu tertawa.

__ADS_1


Celina tersenyum, Raffa langsung menarik wanita itu ke dalam pelukannya. "Kalau begitu katakanlah ... agar rasa penyesalanku hilang karena pernah melakukan itu padamu," bisik Raffa.


Celina tersenyum, "Terima kasih Tuan Raffa karena malam itu telah menyekapku di sana," ucap Celina sambil memeluk Raffa erat-erat.


"Sama-sama sayang, aku bahagia karena kamu tidak menyesalinya," ungkap Raffa.


Celina tersenyum, Raffa masih memeluk erat tubuh wanita yang dicintainya itu. Perlahan kemudian menangkup wajah istrinya, dan membenamkan bibirnya ke bibir wanita itu. Tak ada kebahagiaan lain bagi Raffa selain mencurahkan rasa cintanya pada wanita dihadapannya itu.


Raffa dan Celina hanya ingin menjadi keluarga yang bahagia bersama putra putri mereka. Membesarkan mereka dengan penuh kasih. Menjadi seorang ibu yang penyayang, seorang ayah yang bijaksana dan sekuat tenaga melindungi seluruh keluarga.


...~  ☘️☘️☘️ T A M A T ☘️☘️☘️ ~...


Nb. Atas permintaan reader, karya ini berlanjut ke Season 2


Dear,


Pembaca dan Penulis Setia Noveltoon


Akhirnya karyaku ini tamat juga ya 🤭, terima kasih atas segala bentuk dukungannya Like, vote, komentar, favorit, hadiah berupa koin atau pun poin dan rate bintang 5 nya. Semua itu sangat berarti bagi kami para penulis yang menjadi penyemangat kami untuk menamatkan karya kami dan memulai karya baru.


Jangan lelah dan jangan bosan memberikan dukungan.


Mari juga refreshing ke karya-karya ku yang lain, silahkan lihat cover karya-karyaku di bawah ini.


Akhir kata, terima kasih Othor sebanyak-banyaknya untuk para reader yang telah setia mengikuti kisah ini dari awal hingga akhir. Follow akun NT Othor agar bisa mengikuti perkembangan karya-karya Othor. Terima kasih. 😁


^^^Salam hangat,^^^


^^^Author^^^


^^^Alitha Fransisca^^^




__ADS_1


__ADS_2