Anak Genius - Beyond Recollection

Anak Genius - Beyond Recollection
BAB 34 ~ Merebut ~


__ADS_3

Celina termenung menatap sarapan paginya, Kevin menggenggam tangan Celina. Gadis itu tersadar lalu tersenyum pada Kevin. Keira duduk dihadapan Celina, gadis itu berterima kasih atas pertolongan Celina tadi malam.


"Aku rasa dia kapok mencariku, dia tidak akan punya kepercayaan diri untuk bisa mengalahkan Kevin" ucap Keira sambil menoleh pada Kevin.


Celina tersenyum sementara Kevin terlihat tidak peduli. Teringat kejadian tadi malam saat mereka berhasil membuat mantan tunangan Keira pergi dengan wajah yang kesal. Keira memeluk Kevin dengan bahagia, laki-laki itu merasa tidak enak hati, segera menemui Celina yang tengah bersembunyi.


Celina yang pura-pura tidak melihat apapun akhirnya mengikuti Kevin yang buru-buru mengajaknya kembali ke kamar mereka.


"Cukup sekali ini aku berurusan dengannya, jangan pernah meminta aku untuk membantunya lagi.


Aku merasa dilecehkan, apa kamu tau itu ?" ucap Kevin kesal.


"Maafkan aku" ucap Celina menunduk, matanya berkaca-kaca.


Gadis itu merasa sedih bukan hanya karena kemarahan Kevin namun karena dia sendiri merasa menyesal dengan apa yang dilihatnya. Celina merasa seharusnya dia tidak mengintip mereka saat itu yang hanya akan membuat hatinya terasa diiris.


Selama bersembunyi Celina berusaha menenangkan hatinya yang tidak karuan. Ingin segera pergi dari situ, namun muncul diantara mereka hanya akan merusak rencana Keira.


Celina menyembunyikan air matanya yang hampir tumpah, hendak pergi ke kamar mandi. Namun tangannya diraih Kevin. Gadis itu mencoba meronta, dia tidak ingin menangis didepan laki-laki itu. Tapi Kevin justru menahannya. Memeluknya erat.


"Maafkan aku, aku justru memikirkan perasaanmu, maafkan ucapanku" ujar Kevin menyesal mengeluarkan kata-kata yang menyalahkan Celina.


Kevin memeluk Celina erat, membenamkan gadis mungil itu ke dalam dada bidangnya. Seperti biasa setiap kali Kevin meminta maaf gadis itu justru tak bisa menahan tangisnya. Kevin membelai rambut gadis itu sambil terus meminta maaf.


Dan pagi ini mereka harus bertemu lagi dengan Keira. Celina tidak bisa menyalahkan gadis itu, karena dia sendiri yang memutuskan membantunya.


Suasana hati Celina masih terasa buruk, gadis itu lebih banyak diam. Kevin berusaha menghibur hati Celina dengan melakukan segala cara untuk menggodanya. Kevin tak lepas menggenggam tangan gadis itu, kadang mengecup telapak tangannya, kadang menempelkan tangan Celina ke dada bidangnya.


"Oh.. ya ampun kalian ini benar-benar bikin iri, cepat-cepatlah menikah, biar jiwa romantis Kevin bisa tersalurkan dengan maksimal" ucap Keira pada Celina.


Celina hanya tersenyum simpul, Kevin bangga dinilai seperti itu, tapi sekarang perhatian Celina telah tertuju pada Jessica yang terlihat sarapan seorang diri.


Bagaimana keadaan tuan Raffa ? apa dia baik-baik saja ? Kenapa tuan Raffa tidak bersama Jessica ? batin Celina.


Kevin menoleh kearah mana Celina memandang.


"Nanti kita kunjungi dia, kita bawakan sarapan untuknya" hibur Kevin.


Keira menoleh, ingin melihat apa yang sedang dibicarakan Celina dan Kevin.


"Kamu akan mengunjunginya ? setelah membuat dia babak belur kamu mengunjunginya ?" tanya Keira.


Celina dan Kevin hanya diam.


"Hubungan kalian ini benar-benar aneh, saling membenci, saling cemburu, tapi saling peduli.


Aku jadi ingat dulu, jaman masih SMA, anak-anak di SMA ku menganggap pasangan gila yang suka berkelahi bahkan membentuk sebuah club berkelahi itu sebagai idola mereka" cerita Keira.


Celina dan Kevin hanya mendengarkan.


"RnK Fight Club, anak-anak SMA kami sangat mengidolakan club berkelahi itu.


Sekolah kami sangat mengkhawatirkan pelajar-pelajarnya terlibat disitu tapi anehnya tingkat tawuran justru berkurang.


Anak-anak orang kaya yang masuk club itu membiayai latihan mereka hingga biaya untuk pengobatan.


Aneh bukan ? pengen sakit sendiri setelah itu obati sendiri.


Kalian persis sama seperti club itu RnK Fight Club.


RnK ? RnK ? Raffa and Kevin ? Apa itu kalian ?


Kevin hanya tersenyum, Celina menatap heran pada Kevin yang hanya senyum-senyum.


"Ah... ternyata memang kalian, aku ingat perkelahian yang paling tenar saat itu adalah perebutan seorang gadis" ucap Keira yang sangat yakin.


"Apa kamu termasuk gadis yang diperebutkan saat itu ?" tanya Keira.


"Tidak, aku tidak bersekolah disitu" ucap Celina lalu menatap Jessica.


Keira menoleh pada Jessica.


"Dia yang kalian perebutkan ? apa nggak ada yang lain ?" tanya Keira pada Kevin dengan nada yang meremehkan.


Kevin langsung memandang tajam pada Keira.


"Apa ? kenapa memandangku seperti itu ? aku memang mirip Keira Knightley.


Tapi maaf, aku tak ada hubungan dengannya" ucap gadis itu santai menyebutkan aktris Hollywood yang berperan dalam film Pirates of the Caribbean itu mirip dengannya.

__ADS_1


Kevin tertawa meski tawa itu terdengar meremehkan.


"Ha.. ha..ha.. si jutek ini bisa tertawa juga rupanya" celutuk Keira.


Kevin dan Celina kembali tertawa mendengar ucapan Keira, lalu memandang kearah Jessica.


"Dia itu seperti selebriti yang telah redup, sejak kasus dia menuntut seorang pelayan restoran yang menyebabkan dia melahirkan bayi prematur ?


Banyak pro dan kontra terhadapnya, ada yang percaya itu cuma setting-an agar mengelabui usia kehamilannya ada juga yang percaya kalau anaknya benar-benar lahir prematur" cerita Keira.


Celina memperhatikan cerita Keira dengan seksama begitu juga Kevin.


"Ada yang percaya kalau bayi itu bukan bayi Raffa karena kedekatannya dengan managernya. Tapi ada juga yang yakin putrinya itu adalah anak Raffa, hanya digosipkan telah hamil duluan sebelum menikah, entahlah yang mana yang benar" lanjut Keira.


Celina tertunduk, teringat masa dimana dia dituduh sengaja mencelakai Jessica.


"Ada yang bilang perusahaan mereka terancam pailit, karena itu keluarga mereka memaksanya untuk menikah dengan Raffa sebagai imbalan bantuan-bantuan dana yang diberikan keluarga Saltano pada keluarga Cartwright" ucap Keira setengah berbisik.


Kevin menambahkan ucapan Keira.


"Aku tau keluarga mereka menjalankan bisnis terlalu mengikuti *****, sejak di SMA aku sudah melihat gaya berbisnis mereka yang terlalu membabi buta melakukan ekspansi bisnis tanpa melihat situasi dan kondisi market dengan lebih cermat" ucap Kevin.


Keira mengangguk.


"Keluarga itu tidak memiliki penerus yang bisa diandalkan.


Liat saja Jessica, dia sama sekali tidak ada berminat untuk menjalankan bisnis keluarganya.


Karena itu keluarganya berusaha menjodohkan Jessica dengan Raffa karena berharap Raffa juga akan membantu mengatasi masalah perusahaan mereka. Begitulah yang kudengar" cerita Keira.


Celina dan Kevin saling memandang.


"Tapi apa kalian dengar kehebohan yang terjadi saat pernikahan mereka. Raffa menolak mentah-mentah dinikahkan dengan Jessica di depan semua tamu undangan.


Namun entah apa yang terjadi akhirnya Raffa dan Jessica akhirnya menikah juga" lanjut Keira.


Celina tercenung saat mendengar cerita penolakan Raffa, gadis itu sama sekali tidak tau tentang itu. Yang dilihatnya bersama gadis-gadis di asrama waktu itu justru pernikahan yang sangat mewah. Dimana semua orang mengatakan itu adalah pernikahan yang sempurna dengan pasangan yang sangat serasi.


"Aneh bukan, sejak dulu Raffa sudah menjalin hubungan dengan Jessica.


Namun saat dinikahkan Raffa justru menolak, aku tidak mengada-ada, aku hadir di pesta itu bersama orang tuaku" cerita Keira sambil mengingat masa-masa itu.


"Raffa itu idola para gadis-gadis, mulai dari pelajar SMA hingga wanita dewasa.


Banyak yang mengikuti perkembangan hubungannya dengan model cantik itu, banyak yang menyayangkan hubungan mereka namun banyak juga yang mendukungnya.


Tapi aku dengar Raffa itu suka bersenang-senang dengan banyak perempuan, apa itu benar ?" tanya Keira.


Kevin hanya mengangkat bahu dan Celina hanya tersenyum hambar. Berita seperti itu sudah seperti rahasia umum, namun tak ada yang benar-benar tau kebenarannya.


"Ada yang percaya, ada yang tidak, memiliki kekasih cantik dan terkenal seperti Jessica, kenapa masih suka bermain dengan banyak perempuan, agak sedikit aneh bukan ?" lanjut Keira.


Celina termenung, berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikirannya. Begitu juga dengan Kevin yang tidak tau apa-apa mengenai berita pernikahan Raffa yang ternyata menghebohkan.


"Tidak ada orang yang berani membahas masalah yang terjadi di keluarga mereka, karena kalian tau lah keluarga Saltano itu berkuasa, siapa saja bisa dihabisi jika berani berseberangan dengan mereka" lanjut Keira.


"Kamu ini tau semua ya" ucap Kevin terselip kekaguman akan pengetahuan Keira.


"Aku ini juga wanita yang suka bergosip, tapi yang kulakukan, semua demi kelangsungan dan keamanan perusahaan keluargaku" ucapnya mengangguk tersenyum.


Kevin tertawa, Keira juga tertawa, Celina tersenyum.


"Coba sering tertawa seperti itu, ketampanan mu tidak akan mubazir" sahut Keira


Celina tersenyum, tiba-tiba Kevin menarik tangan gadis itu.


"Kita liat Raffa sekarang ?" tanya Kevin.


Celina bingung bagaimana harus menjawab, gadis itu memang ingin mengetahui keadaan Raffa, tapi merasa tidak enak terhadap Kevin.


"Bingung dia menjawab, bertemu dengan dua orang yang dikasihi secara bersamaan bagaimana rasanya ya ? ayo ! aku juga ingin liat keadaannya" ucap Keira langsung berdiri.


"Siapa yang mengajakmu ?" tanya Kevin.


"Ih.. ih.. mulai deh juteknya, aku yang membantu membawa dia kesana setidaknya dia harus berterima kasih padaku" ucap Keira.


Celina tersenyum, Kevin berdecak lalu menggandeng tangan Celina mengunjungi Raffa, tak lupa mereka membawakan sarapan untuknya.


Raffa sedang termenung seorang diri saat ketiga orang itu mengunjunginya. Melihat Celina datang tentu saja membuatnya sangat senang tapi Celina juga datang bersama tunangannya, yang mana adalah sahabatnya sendiri.

__ADS_1


"Bagaimana keadaanmu ?" tanya Kevin.


"Dia babak belur, bukankah terlihat jelas" jawab Keira.


Kevin memandang kesal pada Keira yang selalu ikut campur.


"Kenapa harus basa basi ?" ucap gadis itu lagi.


Kevin menggelengkan kepala, Raffa tertawa, Celina tersenyum.


"Aku baik-baik saja terima kasih, oh ya terima kasih juga karena sudah membantuku semalam" ucap Raffa menjawab pertanyaan Kevin sekaligus berterima kasih pada Keira.


Keira dan Raffa pun saling berkenalan.


"Kalian ini semua aneh ya ? berantem tapi saling peduli" ucap Keira, yang dibalas senyum oleh mereka.


"Kevin, apa agenda hari ini ? kalau bisa diwakilkan aku ingin segera pergi dari sini" ucap Raffa.


"Tinggal pengumpulan dana setelah itu bisa bubar" jawab Kevin.


"Kalau begitu aku transfer dari rekening perusahaanku, Ok ?" tanya Raffa lalu melirik pada Celina.


Raffa menarik nafas berat lalu menunduk.


Apa yang terbaik bagi kami ? apa aku harus menyingkir dari mereka ? batin Raffa.


Celina juga menunduk, hening sejenak, semua sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Tiba-tiba ponsel Celina bergetar, segera gadis itu melihat siapa yang menelepon, Celina merasa heran karena melihat nama Alyssa tertera di layar ponsel.


Pikirannya langsung risau entah kenapa ? Celina langsung menjawab telepon Alyssa.


"Tega nya kamu membohongi aku Celina " ucap Alyssa keras, sesaat setelah Celina menyapa Alyssa.


Celina termangu, tak mengerti dengan ucapan Alyssa yang langsung menuduhnya berbohong tanpa basa-basi. Wajah Celina langsung berubah murung, Kevin, Raffa dan Keira melihat heran dengan perubahan wajah Celina.


"Ada apa Alyssa ?" tanya Celina.


Suara gadis itu bergetar, Alyssa tak pernah mengeluarkan kata-kata yang keras padanya. Namun kali ini Alyssa seperti sangat marah dan terdengar kecewa. Mata Celina langsung berkaca-kaca, semua yang ada disana menatap heran padanya.


"Kenapa kamu harus menutupi kenyataan bahwa Ozora adalah putra kandung kak Raffa ?" tanya Alyssa dengan suara yang bergetar menahan amarah.


"Ba.. Bagaimana kamu bisa tau ?" tanya Celina.


"Keluarga Saltano mengumumkan melalui konferensi pers bahwa kak Raffa adalah ayah kandung Ozora" ucap Alyssa setengah berteriak.


Celina menutup mulutnya yang terperangah, matanya yang tadinya berlinang langsung mengalirkan air matanya. Kevin langsung merampas ponsel Celina menanyakan apa yang terjadi.


Terdengar Alyssa yang menangis saat mendengar kakaknya yang menyambung pembicaraan telepon mereka.


"Kakak sudah tau itu ? kakak sudah tau siapa sebenarnya ayah Ozora ?" tanya Alyssa marah bercampur sedih.


"Alyssa tenanglah, apa yang terjadi ?" tanya Kevin.


"Kakak sudah tau kalau Ozora adalah anak kandung kak Raffa tapi kenapa masih mengharapkan Celina ?


Kakak masih bisa menerima kalau gadis yang kakak cintai itu pernah ditiduri sahabat kakak sendiri ?" tanya Alyssa sangat marah dengan kebodohan Kevin.


"ALYSSA.. CUKUP..!!!" ucap Kevin emosi mendengar ucapan Alyssa.


Terdengar Alyssa yang menangis, membenci Celina yang merahasiakan siapa ayah dari anaknya. Namun semua itu hanyalah kekecewaannya yang seakan-akan dirinya adalah orang yang tidak dipercayai bisa menerima kenyataan itu.


"Alyssa sudahlah, ini sebuah kenyataan jadi kita hanya bisa menerimanya" ucap Kevin mencoba menghibur Alyssa.


"Apa kakak juga akan menerima kenyataan kalau sekarang keluarga Saltano menguasai Ozora ?" tanya Alyssa.


"Apa maksudmu ?" tanya Kevin mulai merasa ada yang tidak beres.


"Tante Rowenna mengumumkan Ozora adalah anak biologis kak Raffa melalui tes DNA dan sekarang mereka membawa Ozora tinggal bersama mereka. Mereka ingin merebut hak asuh Ozora dari Celina" jelas Alyssa.


Kevin tercenung mendengar penjelasan Alyssa. Lalu menatap Raffa, laki-laki yang tidak tau apa yang terjadi itu hanya bisa menunggu penjelasan dari Kevin.


"Kita harus segera pulang, keluargamu mengambil hak asuh atas Ozora" ucap Kevin pada Raffa.


"Bagaimana bisa ?" tanya Raffa.


"Tante Rowenna melakukan tes DNA terhadap Ozora dan sekarang Ozora ada bersamanya" ucap Kevin.


Raffa menoleh pada Celina, laki-laki itu ingin meminta penjelasan pada Celina.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2