
Raffa membebaskan Ozora memutuskan apakah dia bersedia memenuhi keinginan Olivia. Ozora yang memang dari dulu telah biasa mengambil foto bersama dengan pengunjung di toko akhirnya bersedia berfoto bersama.
Mereka asyik mengambil foto dengan beberapa gaya, namun pada kesempatan tertentu akhirnya Olivia dan Felicia tetap mengajak Raffa ikut berfoto. Laki-laki itu tetap menolak namun seperti tak mendengarkan keberatan laki-laki itu Felicia dan Olivia tetap berpose disampingnya.
Saat kembali ke kediaman Saltano, Raffa langsung mencari istrinya. Melepas kerinduan pada wanita yang sangat dicintainya itu. Raffa seperti merasa telah meninggalkan Celina begitu lama. Begitu rindunya hingga saat berjumpa dengan wanita itu Raffa langsung membenamkan bibirnya ke bibir wanita itu tapi tanggapan Celina begitu dingin hingga membuat Raffa bertanya-tanya.
"Ada apa sayang? Kamu kenapa? Apa tidak rindu padaku? Apa aku berbuat salah?" tanya Raffa merasa heran dengan sikap dingin istrinya.
Celina meraih ponselnya, membuka bagian yang ingin diperlihatkannya pada laki-laki itu lalu menyerahkannya. Raffa memperhatikan dengan serius berita yang tersebar di dunia maya itu. Sebuah berita mengabarkan bahwa seorang seorang aktris cantik dan terkenal memiliki keluarga di mana Raffa dan Ozora adalah keluarga baru mereka itu.
"Ini tidak benar sayang! Mana mungkin aku melakukan itu padamu? Ini ... ini karena dia ... ah, dia hanya meminta foto bersama. Aku tidak tahu bagaimana timbul berita seperti ini? Celina, aku tidak mungkin mengkhianati mereka, saat amnesia atau pun sadar aku hanya mencintaimu Celina. Tidak ada bisa menggeser posisimu dihatiku. Aku hanya butuh rasa percaya darimu, selebihnya aku akan urus berita bohong ini. Aku akan menuntut mereka dengan pasal pencemaran nama baik," ucap Raffa.
Laki-laki itu ingin keluar dari kamar namun, dihentikan oleh Celina. Wanita itu memeluk suaminya dari belakang.
"Sudahlah Kak, tidak usah di perpanjang lagi. Aku tak peduli pada mereka, aku hanya peduli perasaan Kakak. Jika memang Kakak tidak mengakui itu, aku percaya," ucap Celina masih memeluk punggung suaminya.
Raffa membalik badan dan menangkup wajah istrinya. Sambil tersenyum laki-laki itu mengecup kening wanita cantik itu lama lalu beralih ke bibirnya. Raffa tersenyum manis pada wanita yang telah menguasai hatinya baik dalam keadaan sadar ataupun saat kehilangan ingatannya.
"Tidak wanita yang aku cintai selain kamu. Perasaan itu sudah dimulai sejak pertama kita bertemu. Meski tak menyadarinya, aku sudah merindukanmu sejak pertama kali aku menyentuhmu," bisik Raffa.
Celina tersenyum, meski ada perasaan takut akan masalah yang timbul, wanita itu mencoba untuk mengabaikannya. Hanya percaya pada cinta suaminya, dan itu yang terpenting baginya.
Keesokan harinya saat bersantai di pinggir kolam renang, Celina diberi tahu pelayan kalau ada yang mencari Raffa. Segera wanita itu memanggil suaminya dan memberi tahu.
"Kak, ada tamu yang mencari Kakak," ucap Celina.
"Siapa sayang?" tanya Raffa.
"Entahlah, apa aku temui dulu?" tanya Celina.
"Baiklah! Kamu temui dulu ya! Nanti aku menyusul," ucap Raffa.
Celina segera melangkah menuju ruang tamu kediaman Saltano itu. Sambil menggendong putrinya Aurora, Celina segera menemui tamu yang datang mencari suaminya.
Terlihat seorang wanita yang terlihat sangat modis dan seorang gadis kecil. Celina langsung mengenali wanita yang mengunjungi rumahnya itu.
__ADS_1
"Maaf, anda siapa ya? Yang ingin mencari suamiku?" tanya Celina pada wanita yang masih berdiri menunggu sambil menatap lukisan besar di ruang tamu mewah itu.
"Oh, perkenalkan aku Felicia dan ini putriku Olivia," ucap wanita itu memperkenalkan diri.
Celina mengangguk, sambil memperhatikan wajah wanita yang ada dihadapannya itu. Celina langsung sadar kalau wanita itu adalah wanita yang digosipkan bersama suaminya.
"Kalau boleh aku tahu, ada keperluan apa ya mencari suamiku?" tanya Celina.
"Oh ini menyangkut berita yang sedang tersebar saat ini. Kami merasa bersalah karena berita itu menyebar tak terkendali. Untuk itu aku ingin meminta maaf atas apa yang terjadi. Apa aku bisa bertemu dengan tuan Raffa?" tanya Felicia.
"Ya tentu saja, suamiku sedang menuju kemari," jawab Celina.
"Ternyata istri tuan Raffa masih muda dan sangat cantik. Pantas saja kalau tuan Raffa sangat khawatir saat di minta mengambil foto bersama," ucap Felicia sambil tersenyum.
"Ya, tapi tetap saja akhirnya suamiku berfoto bersama anda bahkan hingga tersebar ke media. Bagaimana bisa hal itu terjadi?" tanya Celina.
"Sebenarnya kami telah meminta bantuan pada kakak ipar dari tuan Raffa, tapi karena putriku sangat ingin berfoto bersama Ozora yang jadi idolnya akhirnya kami berfoto bersama juga dengan Papa Ozora. Tapi yang tersebar justru bersama Papa Ozora," jelas Felicia.
"Itu adalah kakakku, kalau boleh aku tahu minta pertolongan apa ya?" tanya Celina.
"Apa? Berpura-pura bertunangan?" tanya Celina kaget.
"Ya, kami tidak akan minta tolong jika bukan karena kami sangat tersiksa karenanya. Dan saat itu Tuan Raffa menyarankan untuk meminta tolong pada kakak iparnya. Aku pikir jika orang-orang seperti kalian yang menjadi pendampingku maka suamiku akan percaya. Aku sangat ingin bebas dari dia. Kami sangat menderita hidup bersamanya. Dia suka main perempuan dan melakukan KDRT. Aku berharap dengan foto kemarin bisa membuatnya berhenti mengejar kami" jelas Felicia.
Mendengar itu Celina tercenung, teringat kembali saat Keira meminta tolong pada Kevin untuk berpura-pura menjadi tunangannya.
Seperti Keira dan Kak Kevin, mereka berpura-pura bertunangan. Namun akhirnya benar-benar menjadi pasangan. Aku tidak keberatan itu terjadi, tapi berpura-pura menjadi pasangan dari Kak Raffa, aku tidak bersedia, aku tidak akan izinkan, Kak Raffa milikku, aku tidak ingin suatu saat mereka benar-benar menjadi pasangan, batin Celina.
"Mantan suamiku itu sangat over protective, kami menjadi terkekang. sementara dia bisa berbuat apa saja yang diinginkannya," ucap Felicia sambil tertunduk.
Tak lama kemudian Raffa datang dan langsung terkejut karena tak menyangka tamu yang mencarinya justru orang yang membuatnya merasa tidak nyaman.
"Maaf mengganggu Tuan Raffa, saya datang ke sini ingin meminta maaf atas berita yang tersebar. Saya rasa tuan Raffa sudah mendengar tentang berita itu," ucap Felicia.
"Ya, dan saya merasa tidak nyaman dengan berita itu. Saya minta anda untuk menghentikan berita bohong itu. Tolong konfirmasi kalau itu tidak benar," ucap Raffa.
__ADS_1
"Maaf saya tak bisa," ucap Felicia pelan.
"Apa? Bukannya kemarin itu yang dimintai tolong untuk berpura-pura menjadi pasanganmu adalah Kakak iparku? Tapi Kenapa yang tersebar justru berita tentang aku. Lihatlah aku sudah memiliki keluarga, memiliki istri dan dua orang anak. Aku ingin berita itu dihentikan, kamu boleh melanjutkan sandiwaramu dengan Kakak iparku tapi tidak denganku," ucap Raffa terlihat kesal.
"Tapi sudah telanjur tersebar, jika aku konfirmasi maka mantan suamiku akan menertawaiku. Dia akan menganggap aku hanya berbohong. Untuk itu aku mohon biarkan berita itu sampai suamiku mendapatkan istri yang baru hingga dia tidak peduli lagi padaku," ucap Felicia.
"Itu urusanmu, tak ada urusan denganku," ucap Raffa ketus.
"Aku datang ke sini juga ingin meminta pengertian pada istri tuan. Jika istri tuan telah tahu keadaan yang sebenarnya mungkin dia mau menerima permintaanku dan mau menolongku," ucap Felicia.
"Tolong Tante, tolong bantu Mommy," ucap Olivia.
"Lihatlah, bahkan anak sekecil ini memohon padamu. Apa anda tega menolak permintaan kami. Hanya untuk sebentar saja, tolonglah! Biarkan berita itu menyebar hingga mantan suamiku benar-benar percaya kalau aku sudah memiliki calon pendamping," ucap Felicia memohon.
Raffa memalingkan wajahnya, sementara Celina menatap pada putri dari Felicia yang tertunduk. Celina akhirnya meminta bicara berdua dengan suaminya.
"Apa? Kamu membiarkan berita itu berkembang? Apa kata orang-orang yang mengenalku. Mereka akan menganggap aku suami macam apa? Mereka pasti akan menuduhku selingkuh," ucap Raffa heran dengan permintaan Celina.
"Hanya sampai suaminya menikah lagi, setelah itu kita bisa minta konfirmasi kalau hubungan kalian sudah bubar," ucap Celina mengusulkan.
"Apa kamu sudah gila, justru menyuruh suami mengakui punya wanita lain," ucap Zefran.
"Itu karena aku tahu kalau ini hanya bohongan kalau benar-benar terjadi mana mungkin aku setuju," jelas Celina.
"Baiklah terserah padamu, kamu sendiri yang setuju. Aku tidak tanggung jawab ya! Kalau terjadi apa-apa," ucap Raffa.
Celina mengangguk sambil tersenyum. Wanita itu menyampaikan kalau mereka setuju membiarkan gosip itu beredar sementara.
"Satu lagi permintaanku, izinkan aku tinggal di sini sementara waktu. Rumahku telah di kuasai mantan suamiku dan jika aku telah memiliki pendamping maka seharusnya aku tinggal bersama pendampingku itu," ucap Felicia kembali memohon.
Raffa menoleh pada Celina dan menggelengkan kepalanya. Akhirnya Celina pun bersedia, mereka berdua menempati satu kamar. Seluruh penghuni rumah di minta pengertiannya dan menganggap kalau artis yang terkenal itu sebagai tamu di rumah itu.
Felicia dan Olivia resmi tinggal di rumah itu untuk sementara. Felicia dapat dengan mudah berbaur dengan seluruh penghuni rumah. Celina menjelaskan situasi Felicia pada seluruh penghunii rumah itu.
Olivia bahkan makin akrab dengan Ozora. Mereka menjadi teman baik dalam bermain dan belajar. Hingga suatu saat Olivia tak mendapati ibunya di rumah itu. Felicia meninggalkan Olivia di rumah itu dengan sepucuk surat yang di taruh di atas meja di kamarnya.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...