Anak Genius - Beyond Recollection

Anak Genius - Beyond Recollection
BAB 35 ~ Pengadilan ~


__ADS_3

Ny. Rowenna mengumumkan Ozora sebagai anak biologis Raffa Saltano melalui konferensi pers yang diadakannya tepat disaat Raffa dan Celina selaku orang tua biologis Ozora masih menghadiri suatu acara di sebuah pulau.


Kevin ingin mendengarkan penjelasan Alyssa lebih lanjut namun pembicaraan ditelepon tidak akan cukup untuk menjelaskan situasi yang sedang terjadi. Akhirnya Kevin memutuskan untuk segera pulang.


"Kita harus segera pulang, keluargamu mengambil hak asuh atas Ozora" ucap Kevin pada Raffa.


Mendengar itu Celina berlari meninggalkan kamar Raffa tanpa memikirkan apa-apa lagi, gadis itu segera membereskan semua barang-barangnya.


Kevin langsung berpesan pada Keira, yang hanya bisa memandang semua orang yang tiba-tiba terlihat panik.


"Keira, kami harus pulang. Acara selanjutnya aku serahkan pada panitia, jika ada yang menanyakan keberadaan kami, tolong katakan kami pulang karena suatu hal yang mendesak" ucap Kevin.


Keira menyetujui, Kevin mengangguk pada Raffa yang juga bersiap-siap untuk berangkat pulang. Berlari Kevin menuju kamarnya dan melihat Celina yang membereskan pakaian-pakaiannya seperti orang yang kesetanan.


Gadis itu menumpuk semua dalam koper, melempar semua perlengkapan perjalanannya, tanpa memikirkan apapun lagi. Kevin meraih bahu gadis yang pikirannya seperti tidak berada di dunia ini.


"Celina.. sabar, sabar Celina" ucap Kevin.


Berusaha menatap mata Celina yang seperti kosong, pikirannya telah melayang lebih dulu ke rumah kediaman keluarga Saltano.


"Aku harus segera kesana, aku harus membawa Ozora kembali. Ozora anakku... OZORA ANAKKU !!!" jerit Celina membabi buta.


"YA.. Tidak ada orang bisa mengambil anakmu tapi kamu harus tenang !!" teriak Kevin.


Celina tertegun, air matanya mengalir. Gadis itu akan menyesal seumur hidupnya pergi ke acara yang menyebabkan dia harus meninggalkan anaknya itu.


"Aku tidak akan membiarkan Tante Rowenna mengambil anakmu, percayalah padaku" ucap Kevin menenangkan Celina.


Kevin memeriksa notifikasi ponselnya, laki-laki itu berhasil mendapatkan tiket pulang. Kevin menelpon Raffa menanyakan kesiapan laki-laki itu.


"Saya tidak menemukan Jessica, saya sudah tinggalkan pesan untuknya. Saya menunggu di lobby sekarang" ucap Raffa.


Kevin dan Celina bergegas menuju lobby hotel, mereka bertemu Raffa disana. Bergegas mereka menuju bandara, Kevin, Raffa dan Celina berhasil terbang dengan pesawat jam keberangkatan tercepat yang bisa mereka dapatkan.


Tak berapa lama kemudian mereka tiba dikediaman keluarga Saltano. Raffa langsung menemui ibunya, Ny. Rowenna yang duduk di balik meja kerjanya tersenyum melihat anaknya yang telah kembali.


"Mommy dimana Ozora ?" tanya Raffa tanpa basa-basi.


Ny. Rowenna yang telah menduga apa yang akan ditanyakan putranya hanya tersenyum simpul.


"Ada di tempat yang aman" jawab Rowenna.


"Katakan dimana ? di Villa ? Villa yang mana ? aku akan membawanya kembali" ucap Raffa dengan nafas yang tersengal.


"Tidak bisa, sebelum keputusan pengalihan hak asuh pada ayah biologisnya keluar, Ozora tidak akan bisa ditemui siapapun" ucap Rowenna.


"Teganya mommy membiarkan anak sekecil itu terpisah dari ibunya demi ambisi mommy untuk menguasainya" teriak Raffa.


"Ini keuntungan bagimu, kamu menyayangi Ozora bukan ? mommy hanya Ingin memudahkan jalanmu untuk bisa terus bersamanya" ucap Rowenna.


"Tapi tidak dengan memisahkan Ozora dari ibunya" teriak Raffa.


Tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka lebar, Celina muncul dari sana, begitu juga Kevin. Rowenna kaget melihat mereka berkumpul bersama menghadapinya.


"Tante, saya mohon tante mau mengembalikan Ozora kepada Celina" ucap Kevin.


"Kevin, tante senang kamu datang berkunjung tapi masalah Ozora kamu sama sekali tidak ada sangkut pautnya disini. Kamu boleh pergi" ucap Rowenna ramah namun angkuh.


"Celina adalah calon istri saya dan Ozora adalah anaknya, saya ada sangkut pautnya disini tante" ucap Kevin dengan tegas.


"Baguslah kalau begitu, kamu boleh bawa calon istrimu. Dia bisa memiliki anak lagi darimu, jadi tidak perlu mengharapkan Ozora lagi" ucap Rowenna tanpa menoleh sedikitpun pada Kevin dan Celina.


Raffa tertunduk mendengar pembicaraan itu, ada perasaan pedih didalam hatinya. Dengan gamblang Kevin menyatakan Celina adalah calon istrinya, dengan tegas menyatakan gadis itu adalah miliknya. Raffa menyesali sikapnya yang tak bisa seperti Kevin.


"Nyonya, apa ingat pada saya. Saya, adalah gadis yang nyonya rendahkan waktu itu, gadis yang tidak boleh sedikitpun dekat dengan putra nyonya.


Bukankah nyonya sendiri yang ingin saya menjauh dari keluarga nyonya ?


Sekarang berikan Ozora pada saya, saya akan pergi, saya akan pergi jauh dari keluarga nyonya" bujuk Celina.


Ny. Rowenna berdiri dari kursi kerjanya, berjalan kearah Celina yang berdiri diantara Kevin dan Raffa. Berhenti tepat didepan gadis itu. Tatapannya tajam menusuk ke mata Celina, gadis itu gemetar namun mencoba untuk tetap bertahan.


Aku harus kuat, aku tidak boleh terlihat lemah dimatanya, batin Celina.


Ny. Rowenna masih menatap kearah Celina, Kevin dan Raffa memandang was-was atas apa yang akan dilakukan Ny. Rowenna.


"Kamu ingin bernegosiasi denganku ?

__ADS_1


Kamu pikir kamu punya hak untuk bicara ?


Jika kamu ingin pergi tidak ada yang melarangmu, tapi Ozora dia adalah keturunanku. Dia harus tetap bersamaku" ucap Rowenna sambil tertawa sinis, lalu kembali ke kursi kerjanya.


Raffa maju mendekat ke meja ibunya.


"Saya adalah ayah biologisnya, saya berhak menentukan bahwa Celina-lah yang akan mengasuh Ozora" ucap Raffa.


Kevin tidak tinggal diam, laki-laki itu juga maju kedepan meja Ny. Rowenna.


"Jika tante memaksa memisah Ozora dari ibunya maka kami bisa menuntut tante atas pelanggaran pasal perlindungan anak, karena setiap anak berhak untuk mengetahui orang tuanya, dibesarkan, dan diasuh oleh orang tuanya sendiri.


Jadi siapapun tidak berhak menyembunyikan anak dari ibunya atau melarang ibunya untuk bertemu dengan anaknya" ancam Kevin.


"Sudah kulakukan, aku sudah melakukan tuntutan itu. Seperti yang kamu sebutkan tadi, setiap anak berhak untuk mengetahui orang tuanya, dibesarkan, dan diasuh oleh orang tuanya sendiri.


Lalu apa yang dilakukan calon istrimu ? dia telah menyembunyikan Ozora dari ayahnya hampir enam tahun lamanya, Ozora telah kehilangan hak dibesarkan dan diasuh oleh ayahnya sendiri" ucap Rowenna sambil tersenyum miring.


Raffa, Kevin dan Celina terkejut, mendengar ancaman Ny. Rowenna yang justru menuntut Celina melakukan pelanggaran UU perlindungan anak.


"Aku adalah orang yang baik dan bijaksana, sebagai terima kasihku karena telah melahirkan keturunanku maka aku akan mencabut tuntutanku dengan syarat, kamu setuju jika hak asuh Ozora diberikan kepada Raffa, ayah biologisnya" ucap Rowenna dengan tatapan mata yang tajam dan senyuman yang mematikan.


"Jadi sampai bertemu di pengadilan penetapan hak asuh Ozora" lanjut Ny. Rowenna percaya diri.


Meski gemetar dan dengan rasa takut dihatinya, Celina maju perlahan menyampaikan ancamannya pada Ny. Rowenna.


"Tapi jangan lupa nyonya, nyonya juga bisa dijerat pasal pidana, barang siapa dengan sengaja menarik seorang yang belum cukup umur dari kekuasaan yang menurut undang-undang ditentukan atas dirinya, atau dari pengawasan orang yang berwenang untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.


Dan sebuah pasal mengatakan anak yang belum berusia dua belas tahun adalah hak ibunya.


Jadi selama anak masih berusia di bawah dua belas tahun, maka ibu yang berhak mendapatkan hak asuh atas anaknya" ucap Celina mengingat Ny. Rowenna.


"Sampai jumpa di pengadilan" lanjut Celina.


Lalu melangkah pergi dari ruang kerja Ny. Rowenna, diikuti oleh Kevin dan Raffa. Ny. Rowenna mengepalkan tangannya, memukul meja kerjanya. Bahkan membanting semua yang ada dihadapannya.


Celina tersenyum saat mendengar bunyi barang-barang pecah berjatuhan. Ny. Rowenna tidak bersedia menyerahkan anaknya, tidak bersedia memberi tau dimana Ozora berada bahkan telah melayangkan tuntutan padanya.


Celina tidak bisa mengelak dari ancaman itu, meski tubuhnya gemetar dan tangannya dingin, mau tidak mau Celina harus melayani keinginan Ny. Rowenna.


"Kamu tidak apa-apa ?"


"Kamu baik-baik saja ?"


Serentak Kevin dan Raffa bertanya.


Gadis itu kelimpungan memandang mereka bergantian.


"Ayo kita pulang" ucap Kevin akhirnya.


Celina mengangguk, Raffa melepaskan tangan Celina. Gadis itu menoleh pada Raffa.


"Saya pulang dulu tuan" ucap Celina pamit pada Raffa.


Laki-laki itu mengangguk perlahan, wajahnya terlihat murung. Raffa merasa dirinya hanya menjadi masa lalu bagi Celina. Laki-laki itu memandang Kevin dan Celina yang melaju berlalu menghilang dibalik gerbang.


Raffa melangkah perlahan menuju kamarnya, Ny. Rowenna memandang dengan mata yang tajam.


"Kenapa kamu harus menentangku ? apa yang kulakukan ini demi untuk mendapatkan buah hatimu.


Kenapa kamu harus melawan ku ?" teriak Rowenna heran.


"Aku tidak tega memisahkan anak itu dari ibunya" ucap Raffa.


"Tapi kamu adalah ayahnya dan selama ini telah dibohongi oleh gadis itu. Diam-diam menguasai Ozora seorang diri padahal anak itu berhak untuk mengetahui siapa ayahnya" ucap Rowenna.


"Dulu aku sangat ingin menikahinya tapi mommy melarangku bahkan mengusirnya dengan cara yang merendahkannya.


Sekarang mommy inginkan anaknya, apa itu adil untuknya ?" tanya Raffa sambil berlalu menaiki tangga menuju kamarnya.


"Aku tidak peduli, yang penting kamu harus mendukungku mendapatkan hak asuh anak itu" teriak Rowenna.


Raffa telah berlalu masuk kedalam kamarnya, disana laki-laki meluapkan tangis yang telah ditahannya sejak tadi. Celina gadis yang dicintainya, yang selalu dicintainya sejak pertama kali bertemu dengannya, sekarang telah menjadi milik sahabatnya.


Sementara itu Kevin dan Celina telah sampai dirumahnya, Alyssa membukakan pintu untuk mereka lalu kembali sibuk dengan tontonannya. Terlihat diraut wajahnya yang tidak menunjukkan antusias untuk menyambut kedatangan Kevin dan Celina.


Kevin mendekati adiknya, laki-laki itu meminta pengertian atas sikap mereka yang tidak terbuka pada Alyssa.

__ADS_1


"Aku merasa diperlakukan seperti orang bodoh, aku menceritakan hubungan kita dengan Raffa dan keluarganya namun dia tetap menutupi hubungannya dengan laki-laki itu.


Bahkan kita menerima anaknya tanpa mempedulikan dari mana asalnya.


Tapi dia justru menutupinya agar dia bisa tetap menguasai kakak" ucap Alyssa kesal.


"Alyssa cukup, Celina tidak bermaksud seperti itu" ucap Kevin.


"Kak, jika saat itu kakak tau anak yang kandung Celina adalah anak kak Raffa, apakah kakak akan tetap mencintainya ?


Apa kakak akan tetap menerima wanita yang pernah menjadi pelampiasan ***** kak Raffa itu ? " tanya Alyssa.


"CUKUP !!! aku tidak mau bicara denganmu jika kamu tidak memperbaiki cara bicaramu, bagaimanapun juga sekarang dia adalah tunanganku, calon istriku" ucap Kevin tegas pada adiknya.


Alyssa kesal, pergi dari ruang tengah dan masuk ke kamarnya dengan membanting pintu. Sementara Celina menahan mulutnya sekuat tenaga agar tidak mengeluarkan suara tangisan.


Kevin membuka pintu kamar Celina, menatap tubuh gadis itu yang berguncang menahan tangis. Kevin mendekatinya memeluk gadis yang duduk di ranjang itu. Kevin sangat mengerti bagaimana kesedihan Celina, hari ini adalah hari yang berat baginya.


Mendapati anaknya yang telah direbut oleh keluarga laki-laki yang selama ini telah mengabaikannya dan sekarang harus menerima kenyataan bahwa sahabat yang disayanginya telah membencinya.


"Maafkan Alyssa, dia belum bisa menerima kenyataan ini. Aku rasa kita harus maklum akan perasaannya terhadap Raffa.


Alyssa menyukai sekaligus membencinya. Wajar dia merasa kesal karena kita telah menutupi hubunganmu dengan laki-laki itu" ucap Kevin menghibur Celina.


"Sebaiknya aku pergi dari sini ? aku merasa bersalah karena telah membohonginya" ucap Celina dengan air mata yang terus mengalir.


"Tidak usah, kamu hanya perlu memenangkan hatinya maka dia akan memaafkanmu.


Sama seperti yang kamu lakukan padaku, memenangkan hatiku dan kamu selalu membuatku memaafkanmu" ucap Kevin sambil tersenyum.


"Bagaimana cara aku melakukan itu ?" tanya Celina.


"Hanya menjadi dirimu sendiri, perlahan-lahan dia akan merasakan ketulusanmu" ucap Kevin sambil mengecup puncak rambut gadis itu.


Hari yang ditunggu-tunggu tiba, Celina harus menghadiri sidang pengadilan penetapan hak asuh atas Ozora. Dan tentu saja Ny. Rowenna telah memilih jasa pengacara hak asuh anak yang terbaik untuk memenangkan gugatannya.


Selama persidangan, dokumen dan keterangan saksi menjadi kunci penting dalam memenangkan hak asuh anak.


Celina sedikit tenang jika mengingat umur Ozora yang masih dibawah dua belas tahun memiliki kemungkinan besar hak asuh anak akan jatuh ketangannya.


Namun tidak tertutup kemungkinan diberikan kepada sang ayah jika ibu tersebut memilki kelakuan yang tidak baik, serta dianggap tidak cakap untuk menjadi seorang ibu, terutama dalam mendidik anaknya.


Apabila seorang ayah menginginkan hak asuh anak jatuh kepadanya maka ia harus membuktikan dipersidangan bahwa ibu dari anak tersebut tidak mampu untuk menjamin kemashalatan anak baik


jasmani maupun rohani.


Seiring dengan perkembangan waktu dan pembaharuan hukum maka ketentuan hukum yang ditetapkan undang-undang juga memberi jalan beralihnya hak asuh anak dari ibu ke ayah karena faktor-faktor kepentingan anak yang menghendaki hal tersebut.


Hakim memiliki wewenang untuk menentukan pihak mana yang berhak


memperoleh hak asuh anak dengan melihat fakta beserta bukti, karena itu


tidak selamanya ibu mendapatkan hak menjadi pengasuh anak dengan berbagai alasan. Seperti jika dalam proses persidangan ditemukan fakta bahwa ibu dari anak


itu adalah seorang yang memiliki perilaku yang dapat membawa pengaruh buruk bagi anak.


Hal itu dipergunakan oleh Ny. Rowenna untuk mengalahkan Celina. Ny. Rowenna bahkan memanggil saksi teman-teman Celina dan orang-orang yang berada disekitar tempat tinggal Celina.


Ny. Rowenna menghadirkan Maura dan orang-orang yang bekerja di club malam sebagai saksi, dengan iming-iming bayaran yang mahal mereka memberi kesaksian bahwa Celina pernah melakukan perbuatan tercela selama menjadi pelayan di Club malam.


Ditambah lagi orang-orang yang menjadi saksi dari pihak Ny. Rowenna memberikan saksi bahwa mereka mengetahui Celina hidup seatap dengan seorang laki-laki tanpa terikat pernikahan yang sah.


Hakim sebelum mengambil keputusan akan melakukan


pemeriksaan setempat mengenai pihak yang bersangkutan dengan melihat fakta-fakta yang terungkap dipersidangan dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, menggali rekam jejak orang tua anak serta melakukan pemeriksaan setempat untuk melihat kenyataan yang terjadi di lapangan.


Meskipun hak asuh anak dibawah umur berada ditangan ibunya. Bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut majelis berpendapat bahwa ada indikasi yang kuat anak penggugat dengan tergugat kedepannya akan terpengaruh oleh masa lalu dan gaya hidup ibunya.


Berdasarkan pertimbangan yang ada, berdasarkan dalil-dalil dan bukti-bukti fakta yang dipenuhi pihak pemohon maka majelis hakim yang menangani perkara ini berpendapat bahwa hak asuh patut diberikan kepada


penggugat sebagai ayah biologisnya.


"Tidak.. tidak.. saya tidak terima, itu bohong, saya tidak terima. Ozora adalah anak saya" jerit Celina.


"Saya juga tidak terima keputusan ini, saya selaku ayah biologisnya menyatakan tidak sanggup mengasuh Ozora, dan saya memutuskan untuk menyerahkan kembali hak asuh anak kepada ibunya, Celina" ucap Raffa tegas.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2