
"SURPRISE"
Teriakan bergemuruh dari dalam Villa mengagetkan Celina. Gadis itu hingga menutup mulutnya yang ternganga karena kaget. Terlihat semua sahabat Celina berdiri berbaris menghadap ke arahnya. Seorang pemuda tanggung sangat tampan berdiri di deretan paling depan sambil tersenyum. Celina langsung berlari memeluk putra kesayangannya itu.
"Tunggu dulu, kamu ini siapa?" tanya Celina memandang Ozora dari bawah hingga ke atas.
"Ini Ozora Mama" ucap Ozora sambil tertawa.
"Nggak mungkin, Ozora ku masih kecil, tidak setinggi ini" ucap Celina bercanda.
Ozora tidak peduli langsung mencium kedua pipi Celina lalu memeluk erat mamanya.
"Hei young man, jangan lama-lama nanti aku bisa cemburu" ucap Raffa.
Ozora tetap tidak peduli masih memeluk Mamanya, sambil menepis tangan papanya yang mencoba mengganggu acara berpelukan mereka. Ozora terlihat sangat merindukan ibunya begitu juga dengan Celina.
"Jangan sedih lagi ya" ucap Ozora yang dibalas anggukan oleh Celina.
Ozora beralih memeluk papanya, kedua laki-laki tampan itu berpelukan hangat. Ozora tumbuh besar dengan cepat. Dengan usia yang masih anak-anak Ozora telah hampir setinggi papanya. Kedua laki-laki tampan itu terlihat seperti kembar beda usia. Semua tertawa haru melihat keakraban mereka.
Celina terkejut saat melihat Ny. Rowenna dan Tn. Robby yang juga ikut datang sambil menggendong Aurora.
"Benar kata Grandma kita bertemu lagi di sini sayang" ucap Celina langsung mengambil alih menggendong Aurora.
Celina menyapa semua yang datang, Celina terharu semua sahabatnya datang untuk menghiburnya. Keira dengan perutnya yang sudah sangat membesar.
"Cewek atau cowok Auntie Kei?" tanya Ozora.
"Cewek sayang" balas Keira sambil mencubit pipi Ozora.
Ozora langsung melompat senang, semua menggelengkan kepala. Anak itu meski telah bertubuh tinggi namun tingkahnya masih menunjukkan seorang anak-anak.
"Yei... ye.. adek cewek, adek cewek" teriak Ozora sambil melompat bergoyang menari.
Semua yang melihat tingkah Ozora langsung tertawa. Celina memeluk Keira sambil membelalakkan matanya pada perut buncit Keira.
"Gerak cepat juga Kak Kevin ini, memang dari dulu tak pernah mau kalah dengan Kak Raffa" ucap Celina.
Kevin mengecup puncak rambut Keira saat mendengar pujian dari Celina. Keira memandang suaminya penuh cinta.
"Ya ampun mesranya" ucap Celina berdecak.
"Hasil usaha kita menipunya hingga ke tengah telaga ternyata tidak sia-sia Celina" ucap Alyssa.
Celina menoleh pada Alyssa sambil tertawa, gadis itu langsung memeluk sahabat baiknya itu.
"Aku dengar kamu bersedih karena sahabatmu yang baru meninggal dunia. Siapa itu? Aku tak pernah tahu kalau kamu punya sahabat sebelumnya?" tanya Alyssa.
"Dia sahabat yang ku kenal saat OSPEK, beda jurusan dengan kita. Juga tidak bertemu lagi sejak keluar dari Night Club" jelas Celina.
"Ow, pantas aku nggak kenal. Kupikir sejak kapan kamu punya sahabat selain aku" ucap Alyssa berbangga diri.
"Ya, hari-hari ku habis sejak bersamamu. Hingga aku kehilangan kesempatan mengenal orang lebih banyak lagi" ucap Celina.
Alyssa langsung mencekik gadis itu bercanda, membuat Celina tertawa geli. Mereka tertawa dengan riang, para suami juga ikut tertawa melihat canda para wanita-wanita cantik itu.
"Maaf kami telat"
Semua menoleh tak terkecuali Celina. Dokter Dino, Dokter Dinda beserta Lala datang ke Villa, Celina sangat bahagia melihat semua berkumpul bersama. Saling bersalaman dan mengenalkan diri masing-masing. Celina memandang heran pada suaminya seolah-olah bertanya bagaimana bisa memiliki ide kejutan seperti ini.
"Ini semua ide Ozora" ucapnya.
Ozora langsung memperkenalkan diri pada Lala. Anak laki-laki tampan itu langsung bersorak lagi.
"Adek cewek lagi" ucapnya sambil melompat tertawa.
Kembali semua tertawa mendengar sorak Ozora. Anak laki-laki tampan itu sangat senang mengenal banyak anak perempuan. Ny. Rowenna langsung mengajak semua makan siang bersama di halaman belakang Villa sambil tertawa bersama.
"Kami sudah lama merencanakan untuk berkumpul di Villa ini, sejak rencana perjodohan Alyssa dan Kak David tapi baru sekarang bisa terwujud" ucap Celina sambil menatap suaminya yang sibuk memanggang barbeque bersama Kevin.
"Sekarang tukang masaknya sudah bertambah satu lagi" ucap Keira.
Sambil menatap David yang juga mendekat pada Raffa dan Kevin. Namun, Raffa mendorong David menjauh dari area memanggang itu dengan alasan takut ketahuan resep rahasia. Alyssa langsung tampil membela suaminya.
Berdiri di depan Raffa sambil berkacak pinggang dengan mata melotot. Raffa menyusun jari di depan hidungnya seolah-olah meminta ampun dan langsung menowel hidung Alyssa dengan arang hitam.
Alyssa kaget dan langsung mengejar, bukan Raffa namanya jika tidak usil pada Alyssa.
"Seperti dejavu ya Dad, melihat Raffa di kejar-kejar sama Alyssa" ujar Rowenna.
"Ya, tapi dengan situasi dan kondisi yang berbeda jika dulu mereka masih anak-anak sekarang mereka sudah punya anak-anak" ucap Robby.
"Sayang tidak bisa hadir seluruhnya, keluarga Melviano dan Cartwright tidak bisa hadir. Cuma kita yang tua-tua ya Dad" lanjut Rowenna
"Nanti saat ulang tahun pernikahan, kita undang mereka semua" ucap Robby.
"Benarkah Dad?" tanya Rowenna.
"Kalau perlu kita sewa Villa di pulau untuk kita semua" ucap Robby sambil tertawa.
__ADS_1
Ny. Rowenna bersandar pada suaminya, bapak yang bijaksana itu pun merangkul istrinya. Memandang anak-anak dan cucu-cucu mereka.
Tak lama kemudian datang Edward sambil membawa buket bunga yang sangat besar dan memberikan pada Celina. Gadis itu langsung menerima sambil memeluk kakaknya.
"Bagaimana kabar Daddy kak?" tanya Celina.
"Baik, Daddy titip salam untukmu. Bagaimana kabarmu adik kecilku yang manis" ucap Edward sambil mengucek rambut Celina.
Celina tertawa mendapat perlakuan seperti anak kecil.
"Kak, aku ini seorang ibu bukan adik kecil lagi" ucap Celina sambil merapikan rambutnya yang di acak Edward.
"Bagiku kamu tetap adik kecilku yang manis" ucap Edward sambil memeluk erat Celina.
Dari jauh Kevin menepuk bahu Raffa meminta laki-laki itu melihat Edward yang memeluk erat Celina.
"Kalau bukan kakaknya sudah aku layangkan bogem mentah ke mukanya" ucap Raffa.
Kevin dan David tertawa karena berhasil menghasut Raffa.
"Wah, kita hidupkan lagi fight club, dia sepertinya lawan yang alot itu " ucap Kevin.
"Nggak lah kualat melawan kakak ipar" ucap Raffa.
"Bilang saja takut, nggak apa-apa mengaku saja" ucap David.
"Maaf tuan David, bukannya aku takut tapi jika aku melawannya kasihan istriku dia harus memihak pada siapa? Suaminya atau kakaknya. Kalau melawan kalian aku yakin istriku tidak akan ragu. Kalian aku gebuk kalian sampai bonyok tidak akan masalah bagi istriku" ucap Raffa menakut-nakuti.
"Tapi janganlah sekarang kita sudah tua" ucap Kevin.
"Kalian yang tua, kalau aku masih muda" ucap Raffa.
Raffa langsung mendapatkan tinju di lengan dari kedua sahabatnya itu.
"Tidak diajak bergabung, sepertinya dia kurang suka bergabung dengan kita?" ucap Kevin.
"Ya, dia suka di kelilingi cewek-cewek" ucap Kevin.
Mereka memperhatikan Edward yang duduk bersama Celina, Keira dan Alyssa. Mereka terlihat tertawa bersama, para wanita sering memperlihatkan ekspresi terpana dan terperangah tak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Aku taburi racun juga ke makanannya ini" ucap David.
Terlihat cemburu melihat Alyssa yang tertawa duduk di samping Edward. Kevin dan Raffa tertawa, mereka nyaris tak pernah mendengar David berbicara kejam. Kali ini terlihat kesal dengan tingkah Edward.
"Dia memang Casanova, tampan, kaya dan cerdas. CEO di perusahaan milik keluarganya di New York. Dan terlebih dari itu dia suka menggoda wanita apalagi yang telah menikah" ucap Kevin.
"APA?" jerit David.
Itulah pemikiran Kevin hingga membuat David, menghela nafas berat. Kevin dan Raffa kembali tertawa hingga membuat para wanita dan Edward menoleh pada mereka.
Raffa melambaikan tangannya pada Edward dan kelompok wanita itu yang terkejut mendengar tawa mereka. Kevin menepuk lengang David yang mulai berwajah tegang. Mereka tahu Kevin dan Edward bersahabat di New York. Mereka teman kuliah, tentu saja Kevin sangat mengetahui seperti apa Edward sebenarnya.
Pemikiran Kevin membuat David panas dingin.
"Santai bro, cuma bercanda" ucap Kevin.
Raffa tertawa, David menghembuskan nafas lega, ternyata Kevin hanya bercanda. Barbeque siap disantap, mereka pun berkumpul di sebuah meja besar untuk menikmati masakan andalan keluarga besar Melviano dan Saltano itu.
"Beruntung hari ini ada tambahan bantuan, meski kami tidak buka lowongan. Tapi dia memaksa untuk merasakan menjadi bagian dari kebanggan kami menghidangkan menu hari. Kami perkenalkan Co-Chef baru kami dan beri tepuk tangan untuk tuan David" ucap Kevin sambil berdiri sebelum semua memulai menyantap makanan.
Semua bertepuk tangan, David justru kelimpungan.
"Mudah-mudahan makin enak" teriak Celina.
"Mudah-mudahan makin rajin masak di rumah" teriak Alyssa.
Semua tertawa mendengar harapan Alyssa.
"Jangan jadi beban Kak David, bagi Alyssa makanan apa pun akan enak kalau di buatkan oleh suami tercinta" ucap Celina.
"Tentu jadi beban dong Celina, gimana nggak Alyssa itu jago masak tapi jago masak mie instan" ucap Keira.
Alyssa langsung mencubit pinggang kakak iparnya itu.
"Tapi wajar dia tak bisa masak karena adik kecil satu ini adalah kesayangan kami. Jadi dia tidak boleh menyentuh alat masak sedikit pun" bela Raffa.
"Enaknya jadi adik kesayangan Kak Raffa"
Terdengar suara dari belakang, sontak semua melihat ke arah asal suara. Seorang gadis cantik berambut pirang berjalan melenggak-lenggok seperti seorang model catwalk.
"NATASHA" jerit Rowenna.
Semua menatap pada Ny. Rowenna yang langsung berdiri menyambut gadis yang baru datang itu. Hanya Ny. Rowenna yang antusias menyambut kedatangan gadis itu, karena dia masih asing bagi orang-orang yang hadir di Villa itu.
"Ini Natasha, putri sepupu Mommy yang tinggal di Paris. Mereka pindah ke sana sejak kamu kelas satu SMP kalau tidak salah" ucap Rowenna.
"Benar Tante Rowenna" ucap Natasha sambil memeluk Ny. Rowenna.
Celina dan Raffa saling berpandangan dan tersenyum.
__ADS_1
"Dia putri sepupu Mommy, kakak kenal dengannya?" bisik Celina.
"Lupa, aku benar-benar lupa" ucap Raffa.
"Tapi dia kenal dengan kakak" ucap Celina penasaran.
"Wajar saja, laki-laki tampan sepertiku banyak yang ingin kenal" ucap Raffa sambil menatap istrinya.
Celina langsung memukul lengan Raffa dengan tangan Aurora.
"Papa nakal sayang, ayo marahi, Papa terlalu percaya diri" ucap Celina pada Aurora.
Raffa menyentuh tangan bayi kecilnya yang dipukulkan padanya. Raffa berpura-pura kesakitan dan itu membuat Aurora tertawa. Celina melakukannya berkali dan Aurora selalu tertawa melihat ekspresi Papanya yang kesakitan.
Gadis bernama Natasha itu menatap lama pada keluarga kecil itu. Di saat semua orang terpaku menatap kagum mendengar prestasinya di dunia modeling. Raffa dan keluarganya justru sibuk bercanda. Sebagian hatinya merasa kesal melihat keluarga kecil itu yang tidak terlalu mengaguminya.
"Bagaimana ceritanya bisa sampai ke sini?" tanya Rowenna sambil menyuruh keponakannya itu duduk di sampingnya
"Tadi aku datang ke rumah Tante tapi pelayan bilang sedang berlibur di Villa jadi aku minta antar ke sini" jawab Natasha.
"Kenapa tidak memberitahu Tante kedatanganmu, jadi Tante bisa menjemputmu dan bisa ke sini bersama-sama" ucap Rowenna bersemangat.
Raffa dan Celina saling berpandangan sambil tersenyum mendengar pembicaraan Tante dan keponakan itu. Ny. Rowenna akhirnya meminta semua untuk memulai makan. Mereka makan siang bersama sambil kembali berbincang-bincang.
Menjelang sore Dokter Dino dan Dokter Dinda pamit pulang. Lala yang terlihat sangat akrab dengan Ozora terlihat enggan diajak pulang.
"Nanti kita main lagi ya Ozora" ucap Lala saat di ajak pulang.
"Kenapa tidak menginap di sini saja Dokter Dino, Dokter Dinda" ucap Celina..
"Maaf Kak Celina, kami harus standby untuk rumah sakit, apalagi aku Kak. Tengah malam pun bisa dipanggil pasien. Jika menginap di sini berapa lama aku harus mencapai rumah sakit?" ucap Dokter Dinda menolak tawaran Celina secara halus.
"Ini acara yang mendadak, aku sendiri tidak tahu ada kumpul-kumpul di sini jadi tidak punya persiapan apa-apa. Tapi nanti tolong luangkan waktu untuk berkumpul lagi jika kami mengadakan acara seperti ini lagi" pinta Celina.
"Mudah-mudahan Kak, kami usahakan" ucap Dokter Dinda.
"Ngomong-ngomong kapan Dokter Dinda dan Dokter Dino meresmikan hubungan kalian ke jenjang pernikahan?" tanya Celina.
Dokter Dinda hanya diam malu-malu. Celina yang menggandeng tangan Lala menatap gadis itu seolah bertanya namun gadis kecil itu hanya tersenyum. Celina mengantar mereka ke halaman di mana mobil Dokter Dino terparkir.
"Tante kapan-kapan ajak Ozora ke rumah ya" ucap Nazolla.
"Ya, nanti jika Ozora ada waktu Tante akan ajak Ozora main ke rumah Lala ya" ucap Celina sambil membelai rambut Nazolla.
"Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk datang ke acara dadakan ini. Maaf jika ada yang kurang berkenan" ucap Celina.
"Kami sangat senang bisa hadir di sini, suasana kekeluargaan yang sangat hangat. Kami merasa tersanjung ikut di undang dalam acara keluarga seperti ini" ucap Dokter Dino.
"Kak Celina, terima kasih. Dengan di undangnya kami ke sini. Kami merasa di anggap keluarga. Kami sangat senang bisa menjalin hubungan kekeluargaan dengan kak Celina" ucap Dokter Dinda.
"Baiklah tapi tidak masalah dengan masakan Chef-Chef dadakan tadi kan?" tanya Celina sambil tertawa.
"Masakan yang lezat kak, kami tidak menyangka para CEO perusahaan sukses bisa pandai memasak seperti itu" ucap Dokter Dinda.
"Saya jadi malu tidak bisa membantu apa-apa" ucap Dokter Dino.
"Tidak apa-apa Dokter Dino, tidak apa-apa tidak bisa memasak. Sekarang sudah punya Dokter Dinda yang bisa diandalkan" ucap Celina.
Dokter Dinda tersenyum malu, mereka pun pamit pulang. Celina melambaikan tangan saat mobil yang membawa mereka melaju melalui jalan kerikil menuju jalan raya.
Celina kembali ke halaman belakang Villa, gadis itu mencari suaminya namun tidak menemukannya. Aurora pun sedang digendong Ny. Rowenna.
"Kak Raffa di mana Mom?" tanya Celina.
"Oh, itu di dalam sedang mengambil minuman ringan" ucap Rowenna.
Celina pun berjalan menuju ke dalam Villa untuk membantu suaminya membawakan minuman ringan.
"Apa Kak Raffa lupa kalau Kak Raffa pernah berjanji akan menikahiku?" ucap Natasha.
Langkah Celina terhenti saat mendengar kata-kata yang begitu keras diteriakkan oleh gadis yang baru mereka kenal itu.
...~ Bersambung ~...
Dear,
Pembaca dan Penulis Setia Noveltoon.
Mohon dukungannya untuk karya lombaku dalam event Lomba Menulis #BerbagiCinta yang berjudul :
...BERBAGI CINTA - SUAMI YANG DINGIN...
Like, vote, Comment, Favorit dan segala bentuk dukungan apa saja sangat berarti bagi saya, yang akan menjadi penyemangat bagi saya dalam berkarya.
Terus beri dukungannya ya, terima kasih.
^^^Salam hormat,^^^
^^^Author^^^
__ADS_1
^^^Alitha Fransisca^^^