
Raffa mendapat pesan dari nomor yang tak di kenal karena menurutnya Chicco yang menghubungi, laki-laki itu langsung menyetujui untuk menerima pesan yang harus di bayar sendiri olehnya.
"Ozora menghubungiku" teriak Raffa.
Semua orang yang berada di situ langsung menoleh ke arah Raffa. Celina langsung menghampiri Raffa ingin melihat pesan yang masuk ke ponsel suaminya.
"Ozora meminta kita tidak menghubunginya melalui nomor ponsel ini. Ozora mengatakan kalau dia baik-baik saja dan berada di sebuah kamar di apartemen milik Chicco" jelas Raffa semua yang ada di ruangan itu.
"Dia juga memberi tahu apa pun yang bisa dia lihat dari jendela apartemen itu" ucap Raffa bersemangat.
"Apa itu?" tanya Keira.
"Sebuah taman dengan arena bermain anak-anak, dia bisa melihat jendela dari rumah-rumahan yang ada di taman itu. Ozora memberi petunjuk pada kita" ucap Raffa.
"Kalau begitu kenapa tidak sekarang saja kita mencarinya? Kita ajak polisi bersama kita" ucap Celina.
"Kami sudah dikenali oleh penjaga pos keamanan, kami mungkin dicurigai. Rencananya nanti malam saat pergantian petugas jaga, barulah kami kesana" ucap Kevin menjelaskan rencana mereka.
"Tapi aku takut jika menunggu nanti malam, mereka sudah keburu menghilang" ucap Celina murung.
Raffa merangkul lengan istrinya untuk menenangkannya namun raut wajah Celina masih terlihat cemas.
"Aku yang akan memanggilnya, aku yang akan meminta dia membukakan pintu" ucap Jessica tiba-tiba.
"Benar, jika Jessica yang menelponnya dia pasti tidak akan curiga. Kak, kita pergi sekarang, kasihan Ozora. Aku nggak mau dia disekap lebih lama. Sekarang sudah sore kak, aku takut semakin malam semakin sulit mencarinya" ucap Celina, air matanya sudah mengalir tak tertahankan.
Raffa memeluk istrinya lalu menoleh pada Kevin. Laki-laki itu mengangguk, dia setuju untuk segera mencari Ozora dengan bantuan Jessica.
Bersama-bersama, Raffa, Kevin dan dan Jessica pergi ke apartemen yang telah mereka ketahui sebelumnya. Namun, Jessica sama sekali tidak bisa membantu mereka lolos dari penjaga pos keamanan karena Chicco yang merasa curiga dengan kedekatan hubungan Jessica dengan Raffa sekarang.
Akhirnya mereka memilih rencana semula, menunggu pergantian penjaga dan berpura-pura menjadi Chicco. Satu per satu mobil mereka diperbolehkan masuk, mereka langsung mengitari kawasan apartemen. Raffa mengabari Celina bahwa mereka berhasil memasuki kawasan apartemen.
Celina dan Keira berdo'a sambil menunggu tapi mereka tidak sabar dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada polisi perihal penculikan Ozora. Awalnya polisi tidak bersedia menerima laporan karena belum 24 jam. Namun Keira menceritakan tentang penyelidikan mereka berikut pesan yang Ozora sampaikan kepada ayahnya.
Keira dan Celina berusaha meyakinkan polisi bahwa Chicco membawa secara paksa. Polisi masih meragukan hingga tak lama kemudian Celina menerima pesan kalau penculik Ozora akan membawa anak itu pergi jauh jika tidak segera memberikan uang tebusan.
Polisi membaca pesan itu dan bergerak cepat, Celina memberitahukan kalau suami dan teman-temannya saat ini sedang mencari lokasi penyekapan Ozora.
Sementara itu, Raffa, Kevin dan Jessica mencari taman bermain anak-anak yang memiliki permainan rumah-rumahan. Mereka telah melihat taman seperti yang di gambarkan Ozora dan melihat sekeliling, terdapat beberapa gedung apartemen yang mengelilingi taman luas itu. Mereka kembali bingung menentukan apartemen yang di maksud Ozora.
"Kita harus melihat dari sisi mana jendela rumah-rumahan itu" ucap Jessica pada Raffa.
Raffa mengangguk, mereka pun mengelilingi taman. Tak berapa lama kemudian Kevin menelpon.
"Raffa, aku melihat sinar di dari sebuah jendela seperti memberi kode sandi morse" ucap Kevin.
Ozora memang mengirimkan kode morse cahaya saat melihat mobil yang dikenalinya melintas. Salah satu mobil itu berhenti, Kevin yang melihat sandi itu membentuk kata SOS. Kevin langsung menghubungi Raffa.
Bersama-sama mereka melihat kode yang terlihat di salah satu jendela apartemen. Mereka memperkirakan letak apartemen yang memberikan kode itu. Lalu bergerak masuk dan segera mengetuk pintu apartemen.
Chicco yang merasa tidak pernah memberitahukan kepada siapa pun tempat tinggalnya merasa heran dan mulai panik.
"Om, menyerah saja, Ozora akan membantu. Om Chicco adalah ayahnya Tita, Ozora yakin papa dan mama pasti akan memaafkan om Chicco" bujuk Ozora.
__ADS_1
Laki-laki itu langsung duduk berlutut sambil menangis tak bisa berpikir apa pun. Terdengar Raffa berteriak tak sabar, mengancam akan mendobrak pintu jika Chicco masih belum membukakan pintu. Ozora mengambil kunci apartemen di jaket Chicco dan segera membuka pintu, Raffa masuk dan langsung menggendong anaknya. Kevin pun segera masuk untuk melihat situasi.
"Ozora baik-baik saja nak?" tanya Raffa.
"Ya, pa" jawab Ozora.
Raffa mencium dan memeluk putra semata wayangnya. Tiba-tiba polisi datang, Chicco panik dan langsung berusaha melarikan diri. Laki-laki itu berlari menuruni tangga sekencang-kencangnya. Hingga sampai di lapangan taman bermain polisi melepaskan tembakan peringatan.
Semua terkejut mendengar itu, namun Chicco tetap berlari. Laki-laki itu sama sekali tidak berniat untuk menyerahkan diri begitu melihat Keira yang pernah hampir ditipunya. Chicco merasa kesalahannya terlalu banyak hingga tak sanggup mempertanggungjawabkan semuanya.
Polisi akhirnya memutuskan menembak, laki-laki itu jatuh tersungkur. Jessica menangis sambil mengejar, dalam hatinya masih berharap laki-laki itu menyerahkan diri dan menjalani hidup yang lebih baik. Bagaimanapun juga Chicco adalah ayah dari putrinya.
Saat mengetahui keberadaan Chicco, Jessica berharap bisa menjalani hidup yang baik bersama laki-laki itu. Namun, Chicco justru melakukan tindakan kriminal dengan menculik Ozora, membuat Jessica sangat bersedih.
Chicco malah menculik anak dari orang-orang yang telah menolong kehidupannya. Jessica memeluk Chicco yang terjatuh, beruntung polisi hanya menembak di area yang tidak mematikan. Segera para polisi memapah Chicco dan membawanya ke kantor polisi.
Jessica menangis menatap Celina.
"Maafkan aku Celina, atas nama Chicco aku meminta maaf padamu" ucap Jessica sambil memeluk Celina.
Celina tercenung, rasa kesal, benci dan marah tentu saja dirasakannya atas perbuatan Chicco. Namun, Celina tidak menyangka kalau Jessica bisa begitu merasa bersalah atas perbuatan Chicco terhadap Ozora. Celina merasa kalau Jessica masih menyimpan perasaan sayang pada ayah kandung Tita itu.
"Baiklah Jessica, aku sudah memaafkannya, aku sangat bersyukur karena dia tidak melakukan hal yang buruk pada Ozora" ucap Celina sambil mengusap punggung Jessica.
Bersama-sama mereka ke kantor polisi untuk membuat laporan. Celina dan Raffa berencana tidak melanjutkan tuntutan tapi karena perbuatan penculikan adalah tindak kejahatan delik umum, meskipun pihak keluarga telah memaafkan atas tindakan hukum tersebut polisi tetap memproses perkara atau kasus karena tugas dan kewajiban aparat penegak hukum yang mewakili negara.
Saat mereka bergiliran memberikan laporan, Kevin merasakan ponselnya bergetar. Laki-laki itu menerima panggilan ponselnya yang ternyata dari Alyssa.
"Kakak dan kak Keira ada di mana? kami ke apartemen tapi tidak ada yang membukakan pintu" ucap Alyssa begitu Kevin menerima panggilan teleponnya.
"Di kantor polisi? kenapa? ada apa? ada kejadian apa?" tanya Alyssa bertubi-tubi dan terdengar panik.
"Ozora tadi di culik, kami di kantor polisi untuk memberikan laporan" jelas Kevin.
"Apa? Ozora diculik? apa sudah ditemukan? gimana keadaannya? kami akan kesana sekarang" ucap Alyssa langsung mematikan ponselnya.
Tidak berapa lama kemudian Alyssa telah sampai di kantor polisi. Gadis itu meminta David mengendarai mobil dengan sangat cepat. Beruntung proses pelaporan telah selesai dilaksanakan saat Alyssa sampai di sana.
Langsung saja gadis itu menggendong dan memeluk Ozora sambil menangis. Gadis itu menciumi Ozora sambil tak lepas-lepasnya bertanya apakah Ozora baik-baik saja. Celina juga ikut menangis, melihat Alyssa yang menangis keras seperti anak kecil.
"Ozora nggak apa-apa auntie, auntie jangan nangis lagi" ucap Ozora sambil menghapus air mata Alyssa.
Gadis itu masih sulit menerima kenyataan kalau anak yang di rawat dan diasuhnya sejak bayi itu mengalami kejadian yang menakutkan seperti itu.
"Kenapa bisa diculik? Celina, gimana caramu menjaga Ozora? jika terjadi sesuatu yang buruk terjadi padanya gimana?" ucap Alyssa menyalahkan Celina.
Ibu Ozora itu menunduk sambil menangis. Raffa langsung memeluk istrinya yang semakin bersedih karena disalahkan Alyssa.
"Alyssa sudahlah, jangan seperti itu, orang yang paling bersedih karena kejadian ini adalah Celina" ucap Kevin membela Celina.
"Kakak jangan bela Celina, tanyakan padanya siapa yang menjaga Ozora saat dia masih bayi, saat Celina melanjutkan kuliah, saat mencari kerja hingga akhirnya mendapat pekerjaan, siapa yang menjaganya? siapa yang menyayangi Ozora seperti anak sendiri bahkan yang memberi nama anak ini siapa? tanyakan padanya?" tanya Alyssa semakin lama semakin keras.
"Kevin, aku tidak tahu kalau Alyssa begitu cerewet?" ucap Raffa masih memeluk istrinya bahkan membelai rambut Celina untuk menenangkannya.
__ADS_1
"Jangankan kamu, aku yang kakak kandungnya saja kaget melihat betapa cerewetnya dia?" ucap Kevin.
David tertawa tertahan, Alyssa melotot. Raffa dan Kevin akhirnya ikut tertawa.
"Sudah sayang, jangan terlalu diambil hati ucapan Alyssa, dia berkata seperti itu karena sangat khawatir dan terlalu sayang sama Ozora" ucap Raffa menghibur Celina.
Alyssa bisa berkata seperti itu karena dia sendiri telah menganggap Celina seperti saudaranya sendiri. Apa yang diucapkannya tidaklah sungguh-sungguh dari lubuk hatinya. Alyssa hanya ingin mencari pelampiasan atas rasa takut dan khawatirnya akan kejadian yang menimpa Ozora.
"Mulai sekarang Ozora tinggal sama auntie ya sayang?" tanya Alyssa.
"Loh apa-apaan ini? bawa-bawa anak orang seenaknya" ucap Raffa.
"Biarin ya Ozora? mending sama auntie ya? biar auntie yang jagain Ozora?" ucap Alyssa.
"Ya, aku setuju. Kita bawa Ozora ke apartemen uncle Kev aja" ucap Keira tiba-tiba.
"Ih siapa yang mau kesitu, kalau mau, kamu aja yang pindah kerumah kita, ya kan Ozora?" tanya Alyssa pada Ozora.
"Ke apartemen aja" ucap Keira mengajak Ozora ke apartemennya.
"Ozora itu punya rumah dan kamarnya sendiri sejak dari bayi hingga gede seperti sekarang ini. Jadi nggak perlu numpang di apartemen siapa pun" ucap Alyssa.
Raffa menjentikkan jarinya pada Alyssa dan meminta Ozora di berikan padanya.
"Sudah, ayo kita pulang, ini sudah larut malam. Lihatlah Ozora sudah tertidur" ucap Raffa sambil meraih Ozora dan menggendongnya.
"Huu, pelit kakak ini baru juga gendong sebentar" ucap Alyssa.
"Tapi Ozora sudah tidur, kalau mau kita ketemuan besok disini. Besok kita akan mendengarkan hukuman apa yang akan dijatuhkan pada Chicco" ucap Raffa.
Mereka mengangguk, Alyssa hanya diam mengikuti. Besoknya mereka akan mendengar keputusan hukuman Chicco.
Atas perbuatan yang di lakukan Chicco, laki-laki itu terancam pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 lima belas tahun. Namun, mengingat dalam melakukan kejahatannya, Chicco sama sekali tidak melakukan perbuatan yang menyakiti Ozora dan pihak keluarga telah memaafkan dan mencabut laporannya.
Sementara selama melakukan pemeriksaan Chicco juga bersikap kooperatif dan menunjukkan penyesalan atas perbuatannya ditambah lagi antara Chicco dan keluarga telah saling mengenal serta telah memaafkannya.
Untuk itu Chicco hanya di tahan selama enam bulan dan diwajibkan membayar denda. Jessica tercenung mendengar keputusan itu. Wanita itu sama sekali tidak memiliki tabungan untuk membayar denda.
Celina berjanji akan membantu membayarkan dendanya. Jessica terharu merasakan kebaikan hati Celina yang tak ada habis-habisnya untuk dirinya dan keluarganya.
"Kami sekeluarga berjanji akan hidup dengan cara yang baik. Kami juga sangat berterima kasih atas segala bantuanmu yang sangat besar dan sangat berarti bagi kami sekeluarga" ucap Jessica lalu memeluk Celina.
Mulai sekarang Jessica akan menjaga sendiri putrinya dan juga Chicco saat laki-laki itu bebas kelak. Celina memeluk Tita, gadis kecil itu juga membalas pelukan Celina.
"Tita sering-sering main ke rumah ya sayang, kalau nggak, grandma, grandpa, daddy, mama dan Ozora bisa kangen berat sama Tita" ucap Celina sambil memeluk Tita.
Jessica menitikkan air mata, wanita itu benar-benar terharu melihat kasih sayang Celina terhadap putrinya. Mereka berjanji akan sering mengunjungi kediaman keluarga Saltano.
"Kalau begitu datang juga ke acara kami bulan depan ya kak Jessica. Karena kami akan mengadakan pesta pertunangan" ucap Alyssa mengundang Jessica.
"Apa? kamu akan tunangan? dan hanya mengundang Jessica?" tanya Celina dengan nada heran.
"Kalau kamu nggak perlu di undang pasti akan datang sendiri" ucap Alyssa sambil meraih tangan Ozora dan mengajaknya pulang.
__ADS_1
Mereka pun kembali pulang ke rumah masing-masing, setelah berjanji akan berkumpul di acara pertunangan Alyssa dan David.
...~ Bersambung ~...