
Kevin mendapat telepon dari Raffa, dengan ragu-ragu Kevin memberitahukan posisinya bersama Celina. Raffa yang selalu merasa cemburu terhadap Kevin justru mendapat undangan dari istrinya yang memintanya bergabung di kafe.
Sesampai disana terlihat istri yang sangat dicintainya sedang tertawa dengan laki-laki yang pernah menjadi tunangannya itu. Raffa terpaku, dari balik kaca kafe terlihat Celina dengan wajah yang ceria berbincang dengan Kevin. Membuat laki-laki itu ragu melangkah menemui mereka.
Celina, kamu terlihat begitu bahagia bersamanya, kenapa aku merasa kamu lebih bahagia bersamanya, haruskah aku berada diantara kalian ? batin Raffa yang berdiri tertunduk.
Tanpa sengaja Celina menoleh keluar dan melihat suaminya, berdiri tertunduk disana.
"Sebentar ya kak" ucap Celina meminta izin pada Kevin.
Sesampai diluar Celina langsung menyambut suaminya dengan senyuman. Raffa yang masih ragu melangkah, kaget melihat istrinya menghampiri.
"Kakak kenapa berdiri disini, ayo masuk, kita bicarakan sesuatu yang penting" ucap Celina sambil mengapit lengan suaminya.
"Sesuatu yang penting ? apa itu ?" ucap Raffa heran namun akhirnya mengikuti istrinya masuk ke dalam kafe.
Raffa duduk disamping istrinya dengan raut wajah heran. Namun akhirnya mengikuti kemauan istrinya.
"Kemarin Keira datang ke kantor kak, dia curhat kalau sudah tiga kali lari dari pernikahannya. Kalau aku dan kak Kevin udah tau dari dulu kalau Keira seperti itu.
Di detik-detik pernikahannya, tanpa bisa ditahan dia akan langsung kabur dari pernikahannya.
Keira risau, takut kalau dia seperti itu lagi, bisa gagal pernikahannya dengan kak Kevin" jelas Celina pada suaminya sambil tertawa.
Raffa tersenyum mendengar cerita Celina, tak disangka kalau istrinya justru membicarakan perihal pernikahan kedua sahabatnya. Raffa tersenyum menunduk, prasangka buruk selalu menguasai pikirannya terhadap istri yang dicintainya itu.
"Keira seperti itu ? lalu bagaimana cara mengatasinya ? agar pernikahannya kali ini tidak gagal lagi. Kasihan teman kita ini kalau pernikahannya gagal, bisa-bisa frustrasi berat dia" ucap Raffa pada istrinya.
"Karena itu, saat kakak menelpon tadi langsung terpikirkan olehku untuk mengganti konsep pernikahannya. Resepsi pernikahan bisa tetap seperti yang direncanakan tapi untuk akad nikah sepertinya harus dirubah kak" usul Celina.
"Baiklah, apa kita harus bertanya pada Keira apa maunya ?" tanya Raffa yang kebetulan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pernikahan.
"Jangan kak, justru ini harus kita rahasiakan dari Keira. Aku dan kak Kevin sudah membicarakannya dan kak Kevin setuju. Sekarang tinggal tugas suamiku tersayang untuk mengaturnya" ucap Celina pada Raffa.
Raffa menatap wajah istrinya yang mendekat kearahnya, tak sabar laki-laki itu langsung mengecup bibir istrinya. Dalam hati merasa bersalah pada pikiran buruk terhadap istrinya.
Mereka akhirnya membicarakan konsep baru akad nikah, Raffa mendengarkan dengan cermat. Dan patuh sepenuhnya pada usulan istrinya. Mereka membicarakan kemungkinan-kemungkinan berhasil dan gagalnya rencana itu sambil tertawa.
Hingga akhirnya mendapat keputusan yang selanjutnya tugas Raffa menghubungi wedding organizer sebagai pelaksana.
"Kami pulang dulu kak, mudah-mudahan semua berjalan sesuai rencana. Kakak jangan lupa istirahat yang cukup, jangan sampai ambruk saat pernikahan ya" pesan Celina pada Kevin sambil tertawa.
Kevin mengangguk dan mereka berpisah menuju mobil masing-masing. Celina diantar Raffa menuju mobilnya laki-laki itu langsung masuk di kursi penumpang dimobil Celina. Gadis itu heran karena Raffa harusnya masuk ke mobilnya sendiri.
Raffa menarik tubuh istrinya dan memeluk wanita yang dicintainya itu.
"Maafkan aku, aku telah berprasangka buruk padamu" ucap Raffa lalu mencium pipi istrinya.
"Kenapa kakak selalu berpikiran seperti itu, bukankah kakak tau perasaanku terhadap kakak" ucap Celina.
"Otakku ini harus dicuci, udah kotor sejak awal. Pikiranku selalu buruk, itu karena dulu aku pernah kehilanganmu. Mempertahankanmu di sisiku terasa lebih berat". ucap Raffa.
"Beratkah ? kenapa ? hatiku sejak awal tidak kemana-mana, kenapa rasanya berat mempertahankanku disisimu ?" tanya Celina risau.
Melihat ekspresi Celina, Raffa mengusap pipi wanita itu dengan lembut.
"Bukankah kamu hampir menjadi miliknya ?" tanya Raffa.
"Itu sudah lama berlalu dan dari dulu hatiku selalu untukmu, meski hampir menjadi miliknya tapi sedikitpun hatiku tak bergeser darimu, kakak percayalah padaku" ucap Celina.
"Mungkin setelah Kevin menikah aku akan sedikit lega. Tapi aku merasa dia masih menyimpan rasa cinta padamu" ucap Raffa lagi.
"Aku tidak tau apa yang ada dihatinya, tapi melihat mata kak Kevin saat melihat calon istrinya, aku rasa dia sudah jatuh cinta pada Keira" cerita Celina.
"Benarkah ? menurutmu begitu ?" tanya Raffa.
Celina mengangguk pasti.
"Kakak tidak liat tadi bagaimana khawatirnya dia mendengar Keira punya kebiasaan lari dari pernikahan ? dulu dia sudah tau soal itu, mungkin saat itu dia tidak peduli. Tapi sekarang dia benar-benar merasa cemas dan sangat serius ingin mencegah kejadian itu " jelas Celina.
"Baiklah aku percaya padamu, aku akan menjalankan tugasku sesuai instruksimu. Aku pergi dulu ya sayang" ucap Raffa langsung meraih bibir istrinya.
Namun tak kunjung dilepasnya.
"Kak, bukannya ingin pergi" ucap Celina saat suaminya ingin memulai menciumnya lagi setelah jeda sebentar.
"Kamu itu seperti narkoba bikin orang kecanduan" ucap Raffa lalu tertawa sambil membuka pintu mobil.
Raffa melambai pada istrinya lalu berjalan menuju mobilnya. Semua kembali pada tugas masing-masing.
Hari yang dinanti-nanti telah tiba, gedung yang ditetapkan sebagai lokasi pesta telah siap dengan dekorasi yang megah dan indah. Keira juga telah siap dengan gaun pengantinnya.
Berjalan mondar-mandir diruang rias, sesekali tersenyum pada tamu yang mendatanginya untuk meminta berfoto bersama. Celina tersenyum melihat air muka Keira yang bisa berubah secepat kilat saat tamu keluar ruangan.
__ADS_1
Wajahnya kembali cemberut, Celina memandang Keira dengan santai. Bersandar pada sofa.
"Kamu kok nggak peduli sama aku sih, nyuruh aku jangan mondar-mandir gitu aja enggak" sungut Keira.
"Itu kamu tau kalau nggak perlu mondar-mandir, kenapa masih dikerjain ?" tanya Celina tak acuh.
"Kamu nggak kasihan sama aku, nggak suruh aku berhenti, kalau aku capek gimana ? " tanya Keira.
"Baguslah, jadi kamu nggak ada tenaga lagi buat lari" ucap Celina tertawa lalu mendekati sahabatnya.
Menangkup wajah Keira.
"Duuuh, coba bayangkan kalau kak Kevin ditinggal kabur gadis secantik kamu, aku rasa kak Kevin akan pilih melajang seumur hidup karena frustrasi" ucap Celina tertawa, Keira pun ikut terhibur.
"Sudahlah Keira sayang, sekarang duduk saja, kalau kamu kabur aku akan menghadangmu. Aku akan memblokade jalanmu hingga tak bisa kemana-mana. Kalau dulu kamu berhasil kabur itu karena mereka tidak punya persiapan untuk itu" ucap Celina sambil merapikan gaun pengantin Keira.
Tak lama kemudian Alyssa datang, calon adik ipar Keira itu langsung mengagumi kecantikan Keira.
"Kamu juga sangat cantik Alyssa" ucap Keira sambil memandangi Alyssa dengan gaun pendamping yang dipilihnya bersama Celina.
"Aku rasa David akan terpana melihatnya" tambah Celina juga ikut memandang Alyssa.
Alyssa tersipu, mereka memutuskan untuk mengambil foto bersama. Seorang fotografer dengan semangat mengambil gambar tiga gadis cantik itu.
"Seperti sekumpulan model" ucapnya lagi.
"Sayang model beneran tidak bisa hadir ya" ucap Celina mengingat Jessica.
"Siapa mbak ?" tanya fotografer pernikahan itu.
"Jessica" ucap Celina.
"Oh Jessica ? gimana keadaannya sekarang ? saya dengar dia disiram air keras. Bagaimana keadaannya sekarang mbak ?" tanya fotografer itu.
"Mas kenal dengannya ?" tanya Keira.
"Ya, dulu saya pernah jadi fotografer di agensi nya. Bukannya bermaksud menjelek-jelekannya tapi Jessica itu sangat sombong dan seenaknya. Dia sangat terkenal sombong karena menjadi istri seorang pengusaha muda yang sukses" cerita fotografer itu.
"Itu cerita lama mas, sekarang Jessica tidak seperti itu lagi" ucap Alyssa.
"Oh syukurlah, tapi hati-hati Jessica itu banyak musuhnya. Bisa-bisa mereka masih menyimpan dendam walaupun Jessica nya telah berubah" nasehat fotografer itu.
Mereka pun lanjut berfoto kembali, saat berpose Keira terlihat lebih rileks. Celina menyuruh pengantin itu melanjutkan aksi berfotonya ditemani Alyssa sementara dia ingin melihat kesiapan rencananya.
"Gimana kak, semua siap ?" tanya Celina.
Raffa mengacungkan jempol, Kevin tertawa.
"Kamu jangan sampai lupa tugasmu ok !" ucap Raffa.
Celina mengangguk tersenyum melihat panggung disebuah taman yang disediakan untuk lokasi akad nikah Kevin dan Keira.
"Kak, aku kembali ke dalam ya" ucap Celina.
Celina duduk disamping Alyssa.
"Konsep nikahmu diganti, sekarang konsepnya ditaman" ucap Celina.
"Haaaa.. ditaman ? kenapa ? kalau diluar ruangan aku lebih gampang melarikan diri" ucap Keira.
"Oh, aku tidak tau itu. Bukannya dulu konsep nikahmu didalam ruangan ? kamu berhasil kabur sekarang ganti diluar ruangan manatau tidak ingin kabur" ucap Celina sambil tersenyum, mengedipkan mata pada Alyssa.
Alyssa mengangguk tersenyum.
"Bener kak, mana tau suasana diluar ruangan bikin kak Keira lebih rileks" ucap Alyssa.
"Aku juga sudah pernah konsep seperti itu, adikku sayaaang tapi tetap saja aku kabur" ucap Keira murung.
"Yah gimana lagi, masa sekarang mau diganti lagi ? nggak keburu lah Keira" ucap Celina sambil menahan tawa.
Keira menelungkupkan wajahnya, frustrasi.
"Hei, hati-hati riasanmu. Kamu kok frustrasi gitu sih, Yanga lebih frustrasi dan tegang itu kak Kevin. Dia yang harus siap-siap untuk kamu tinggalkan" ucap Celina.
Keira semakin frustasi, suaranya dibuat menangis meskipun tak ada air mata. Celina dan Alyssa tertawa melihat tingkah Keira.
Acara pun dimulai, Keira diminta untuk keluar. Alyssa dan Celina berjalan bersama mendampingi. Degup jantung Keira berdetak dengan sangat kencang.
"Kak, tarik nafas dan hembuskan" ucap Alyssa sambil tersenyum.
Keira mengangguk dan mengikuti ucapan Alyssa. Mereka terus berjalan pelan menuju meja akad nikah.
"Seperti mau melahirkan saja, nikah saja belum" ucap Celina setengah berbisik saat mendengar hembusan nafas Keira.
__ADS_1
Alyssa dan Keira menoleh, mereka serentak tertawa bersama.
"Terima kasih untuk segalanya pada kalian berdua" ucap Keira meraih dan memeluk kedua gadis itu.
Keira menitikkan air mata haru.
"Mungkin ditemani kalian, aku bisa menjalin pernikahan ini" ucapnya lagi.
"Mungkin, tapi kami harus tetap antisipasi" ucap Celina.
Mereka telah sampai ditaman.
"Tunggu" ucap Celina.
Mereka pun berhenti melangkah.
"Lihatlah semua tamu itu, lihat panggung akad nikahmu dan lihat kak Kevin. Tatap semua baik-baik, simpan dalam ingatanmu" ucap Celina.
Keira menoleh heran pada Celina, namun akhirnya Keira patuh dan mengikuti perintah Celina. Keira menatap satu persatu tamu yang tersenyum padanya. Panggung dan meja yang disediakan untuk tempat akad nikah dilaksanakan dan terakhir Kevin yang tersenyum bercampur cemas memandangnya.
Keira mengangguk pada Celina, menunjukkan bahwa dia telah mengingat semua yang dilihatnya. Celina meminta Keira kembali menutup mata, meski heran Keira pasrah mengikuti.
Celina membentangkan pita besar berwarna putih didepan mata Keira dan menutup mata Keira lalu mengikatnya.
"Aku ini bukan cuma takut melihat penghulu tapi juga mendengar suaranya" bisik Keira.
"Aku tau, aku tidak mungkin menyumpal telingamu, gimana kamu mendengarkan ijab qobul kak Kevin jika telingamu di tutup" ucap Celina.
Keira pasrah, Alyssa memegang jari-jari tangan Keira. Pengantin itu menoleh pada Alyssa meski tak bisa lagi melihatnya. Keira tersenyum pada calon adik iparnya itu.
"Sekarang kami akan menuntunmu, menyerahkanmu pada kak Kevin. Apapun yang dilakukan kak Kevin kamu patuh ya" instruksi Celina yang dibalas anggukan oleh Keira.
Mereka pun berjalan pelan, disebelah kanan dituntun oleh Celina, disebelah kiri dituntun oleh Alysaa. Perlahan mereka berjalan, sayup-sayup terdengar pujian dari para tamu akan kecantikan Keira meski matanya ditutupi pita putih.
Keira berjalan pelan dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya. Kevin terlihat lebih tenang sekarang, dibelakangnya berdiri Raffa yang tak putus memberinya semangat.
Keira semakin mendekat, dengan perlahan Celina menyerahkan tangan Keira kepada Kevin.
"Terima kasih Celina, terima kasih Alyssa" ucap Kevin menerima tangan Keira.
Keira tersenyum menunggu, tak lama kemudian Kevin menggendong Keira ala bridal style. Laki-laki itu melangkah pasti menuju dermaga telaga bening yang berada dibelakang panggung.
Keira kebingungan.
"Tenanglah sayang, pasrahkan dirimu padaku" ucap Kevin.
Keira pasrah mengikuti kemauan Kevin. Tak lama kemudian muncul rakit besar yang telah didekorasi dengan bunga-bunga berwarna putih. Semua tamu berdecak kagum.
Kevin menaiki rakit yang telah ditata dengan meja berikut kursi yang telah dihiasi rangkaian bunga. Semua tamu berjalan mendekati pinggir telaga. Mereka menyaksikan rakit yang telah bergerak ke tengah telaga.
Tamu undangan terkagum membicarakan dengan konsep pernikahan ini seakan-akan ini adalah sebuah pertunjukan pernikahan. Kevin menurunkan Keira membuka pita penutup mata Keira.
Gadis itu tersenyum pada Kevin dan beralih menoleh pada penghulu. Ekspresi gadis itu langsung berubah, segera gadis melihat kesekelilingnnya. Gadis itu terkejut hingga terperangah, berjalan ke pinggir rakit.
Dengan ekspresi yang kelimpungan karena tidak menyangka dirinya telah berada ditengah-tengah telaga.
Orang tua Keira dan Kevin hanya tersenyum-senyum.
Dari pinggir telaga, para tamu undangan bertepuk tangan. Celina melambaikan tangan, Alyssa mengepalkan tangannya memberi semangat.
"Kamu tidak bisa lari dariku Keira. Aku tidak mengizinkan kamu meninggalkanku" ucap Kevin.
Kevin meraih tangan Keira, gadis itu memandang dengan tatapan pasrah pada Kevin. Kevin mengajak gadis itu duduk didepan penghulu. Setiap saat gadis itu menoleh ke sekeliling. Akhirnya pasrah karena tidak bisa pergi kemana-mana.
Acara ijab qobul terlaksana dengan lancar. Kevin berhasil mempersunting Keira. Mereka resmi menjadi sepasang suami istri. Keira memeluk kedua orang tuanya dan orang tua Kevin.
Keira mengecup punggung tangan Kevin, laki-laki itu membalas mengecup kening Keira. Tepuk tangan terdengar dari para tamu undangan di pinggir telaga. Terlihat Alyssa yang menghapus air mata harunya, lalu tersenyum pada David yang berdiri di sebelahnya.
Celina memandang sambil tersenyum kearah Alyssa dan David. Lalu menyikut pinggang suaminya, Raffa memandang Celina dengan heran. Gadis mengarahkan pandangannya pada Alyssa, Raffa mengikuti pandangan Celina.
"Siap-siap untuk giliran mereka" ucap Celina yang dibalas dengan anggukan oleh Raffa.
Raffa merangkul istrinya lalu mengecup puncak rambut gadis itu. Terlihat Kevin yang memeluk Keira, orang tua Keira kagum terhadap menantunya, yang berhasil menaklukkan putri mereka.
"Kami selalu merasa deg-degan setiap kali menjelang pernikahan Keira. Selalu khawatir akan gagal lagi, namun sekarang kekhawatiran kami telah berakhir. Kami sangat kagum padamu Kevin" ucap ibunya Keira.
Orang tua Keira bergantian memeluk menantunya. Rakit telah kembali menepi, para penumpang rakit berjalan bergandengan di dermaga. Para tamu undangan menyambut, mereka bersalaman bergantian.
Para tamu undangan mengucap kagum pada konsep pernikahan ini. Bagi mereka acara pernikahan Kevin dan Keira adalah konsep yang tak biasa.
"Terima kasih suamiku" ucap Keira pada Kevin.
Keira meraih Kevin dan menyatukan bibir mereka, Kevin membalas ciuman Keira.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...