Anak Genius - Beyond Recollection

Anak Genius - Beyond Recollection
BAB 69 ~ Lembaran Baru ~


__ADS_3

Celina membuka pintu, Keira telah berdiri disitu. Saling merentangkan tangan dan memeluk erat. Kevin dan Raffa tersenyum melihat tingkah para istri. Mereka pun tak ingin ketinggalan, saling memeluk dan saling menepuk punggung.


Ozora langsung menghamburkan diri pada Keira. Memeluk anak tampan itu dan menggendongnya.


"Ozora jangan di gendong lagi Keira, dia sudah besar" ucap Celina.


"Ya, auntie Kei, nanti auntie capek" ucap Ozora sambil mencium pipi Keira lalu turun dari gendongan Keira.


Celina mempersilahkan Keira dan Kevin duduk di ruang keluarga. Celina menanyakan serunya perjalanan bulan madu mereka. Keira bersemangat menceritakan keseruan bulan madunya bahkan menceritakan tentang pertemuannya dengan mantan kekasih Kevin.


"Oh ya ampun, jadi tanpa sengaja kamu berkenalan dengan mantan pacar kak Kevin? kalau nggak salah siapa ya namanya dulu Alyssa pernah cerita?" tanya Celina.


"Gaby" ucap Kevin.


"Ya benar Gaby, dia mantan pacar kak Kevin yang membuat kakak patah hati bukan?" tanya Celina.


"Itulah masalahnya, dia berkenalan denganku menggunakan nama lengkapnya, Gabriella sementara abang menceritakan kalau nama mantan pacarnya itu Gaby" cerita Keira.


Raffa buka suara.


"Abang? siapa itu abang?'' tanya Raffa sambil tertawa.


Keira tertunduk malu sambil bersandar pada suaminya.


"Oh so sweet, jadi panggilannya kak Kevin sekarang abang ya, halo bang Kevin" ucap Celina iseng.


"Sayang, itu panggilan khusus dari Keira untuk Kevin, kamu jangan ikutan" ucap Raffa sambil menarik bahu Celina kearahnya hingga membuat Celina bersandar didadanya.


"Baiklah aku mengerti, aku nggak boleh ikutan ya" ucap Celina.


"Oh ya, besok kami akan mengunjungi Jessica. Kami dengar Jessica sudah melakukan operasi tahap akhir. Kami berencana melihat hasilnya, apa kalian ingin datang juga?" tanya Raffa.


"Tentu, aku juga ingin melihat hasilnya. Mudah-mudahan berhasil tanpa bekas yang berarti" ucap Keira.


"Kami juga berencana membuka sekolah modeling untuknya jika dia bersedia menjadi pengelolanya" ucap Celina.


"Wah, itu rencana yang bagus, pekerjaan seperti itu sesuai dengan passion-nya. Dia pasti bersedia, aku yakin itu" ucap Keira.


Mereka berbincang mengenai rencana itu, dengan Keira berjanji akan mencari orang-orang yang berkompeten di bidang itu untuk membantu perencana awal.


"Setelah itu kita buka lowongan pekerjaan bagi posisi di segala divisi" ucap Keira.


Perbincangan mereka pun dibantu oleh Ozora yang mengenal banyak orang-orang yang berkompeten di segala bidang.


Keesokan harinya bersama mereka mengunjungi Jessica.


"Lihat siapa yang datang?" tanya Celina.


Semua yang berada di situ menoleh ke arah pintu. Alyssa dan David datang bersamaan. Ekspresi Keira yang tak pernah bisa menyembunyikan isi hati langsung terpancar.


"Kalian sudah jadian? kapan? dimana?" tanya Keira pada adik iparnya itu.


Alyssa yang di berondong pertanyaan seperti itu langsung menunduk, David hanya tersenyum. Keira semakin penasaran namun Kevin meminta Keira untuk tidak memaksa mereka bicara.


"Kedua orang ini sangat pemalu, jadi jangan diberi pertanyaan bertubi-tubi seperti itu" ucap ucap Kevin.


"Kalau nggak boleh bertubi-tubi, ya udah ditanya satu-satu" ucap Keira.

__ADS_1


Semua tertawa, Keira memang suka menggoda suaminya. Dokter yang bertanggungjawab terhadap perawatan Jessica pun datang. Bersama mereka melihat hasil operasi tahap akhir ini.


Setelah melihat hasilnya, mereka bersyukur karena tidak ada cacat yang berarti.


"Kalau begitu dalam waktu dekat kita bisa membuka sekolah modeling untukmu" ucap Celina.


"Serius Celina, kamu benar-benar memberikan pekerjaan padaku di sekolah modeling itu?" tanya Jessica.


"Bukan memberi pekerjaan tapi itu adalah usaha milikmu. Kami harap kamu bisa bekerja dengan sepenuh hati disana" ucap Raffa.


Jessica menoleh pada Raffa dan Celina berganti, matanya berkaca-kaca. Tak pernah terpikirkan olehnya orang-orang yang telah disakitinya justru menjadi penolong hidupnya. Jessica memeluk Celina dan Raffa bergantian.


"Kalian adalah orang-orang berhati malaikat" ucap Jessica.


Semua tersenyum melihat berita bahagia itu, tak lupa Celina memberitahu orang-orang yang terlibat dalam perencanaan pembukaan sekolah modeling itu. Ucapan terima kasih dari Jessica juga tertuju pada Kevin dan Keira.


Dan hari yang mereka tunggu-tunggu pun datang, acara Grand Opening sekolah model yang akan dikelola oleh Jessica pun diselenggarakan. Keira yang kebetulan melewati jalan yang sama dengan kantor Kevin, berniat untuk mampir sekalian.


Setelah menelpon terlebih dahulu, Keira masuk ke parkiran gedung yang berkonsep modern dan futuristik itu. Sementara itu Kevin masih mencoba untuk meninggalkan ruangannya namun masih dihalangi oleh Gabriella.


"Gaby, aku sudah menikah dan kamu juga mengenal istriku jadi tolong jangan ucapkan kata-kata seperti itu lagi. Aku bukan milikmu lagi" ucap Kevin.


"Kamu mencintainya?' tanya Gabriella.


"Aku tidak harus menjawab ucapanmu" ucap Kevin.


"Kalian sudah mengenal berapa lama? apakah bisa dibandingkan dengan hubungan kita yang telah terjalin lebih dari lima tahun?" tanya Gabriella.


"Lamanya suatu hubungan tidak menjamin hubungan itu memiliki nilai yang berarti. Kita telah berhubungan lebih dari lima tahun tapi hanya perlu sesaat bagimu menghancurkan semua itu dalam sekejap" ucap Kevin sambil menunduk.


"Itu salahku dan aku sangat menyesal" ucap Gabriella sambil menyentuh punggung Kevin.


"Aku selalu teringat padamu pangeranku, meski aku bersamanya tapi tetap saja merindukanmu" rayu Gabriella.


"Menurutmu, aku akan percaya ucapanmu? sudah terlambat. Semua itu tidak ada artinya lagi" ucap Kevin tegas.


"Kevin, kembalilah padaku" pinta Gabriella sambil bersandar di punggung Kevin.


Pintu terbuka, Keira muncul untuk memberi surprise pada suaminya. Keira datang lebih cepat menemui suaminya namun mendapati pemandangan yang tak di duga. Gabriella sedang memeluk Kevin dari belakang.


Kevin dan Gabriella terkejut, begitu juga Keira. Gadis itu langsung membalik badan dan berlari sambil menangis.


Aku tidak menyangka, aku bisa se-cengeng ini. Aku selalu merasa aku bisa mengatasi keadaan seperti ini, aku selalu merasa kuat, aku meremehkan seorang istri yang hanya bisa berlari saat mendapati suaminya berkhianat. Kenapa sekarang aku justru seperti ini? kenapa begitu bodoh? kenapa meninggalkan suami dengan wanita lain? kenapa kaki ini justru berlari? batin Keira sambil menekan call button beberapa kali dengan cepat agar pintu elevator segera terbuka.


Keira masuk kedalam elevator dan segera menekan tombol pintu di tutup. Namun, sebuah tangan muncul dan menahan pintu itu. Keira mundur, terlihat Kevin yang juga masuk kedalam elevator.


Keira memalingkan wajahnya, Kevin meraih tangan istrinya, namun Keira menepis dengan kuat.


"Aku salah paham lagi?" tanya Keira saat Kevin masih berusaha menggenggam tangannya.


Kevin mengangguk sambil menyentuh pipi istrinya.


"Aku tidak bisa merayu, aku juga tidak bisa membujuk, aku tidak tahu bagaimana caranya agar kamu percaya. Tapi, aku sungguh-sungguh tidak ingin kembali padanya. Aku tidak peduli lagi pada perasaannya, yang aku pedulikan sekarang, hanyalah wanita cantik yang ada di hadapanku ini" ucap Kevin.


"Aku tidak tahu, tapi setiap kali kamu bicara seperti itu. Aku selalu percaya padamu, aku tidak bisa menilai orang, aku mudah percaya pada orang. Jika aku suka, maka aku akan menyukainya. Jika aku benci, maka aku akan membencinya, jadi tolong jangan bohongi aku. Jika abang tidak menyukaiku lagi maka katakanlah, aku lebih suka seperti itu" ucap Keira memohon.


"Baiklah, kalau aku tidak menyukaimu lagi, aku akan ucapkan di depan semua orang atau kalau perlu aku siarkan lewat televisi" ucap Kevin sambil memeluk istrinya.

__ADS_1


"APA?" teriak Keira sambil mendorong Kevin.


"Aku cuma bercanda, aku tidak akan lakukan itu. Belum pernah ada dalam sejarah hidupku berkata seperti pada wanita yang aku sukai, yang ada akulah yang dicampakkan, apa kamu lupa?" tanya Kevin.


"Mungkin saja, aku menjadi yang pertama" ucap Keira menunduk.


"Setiap aku memutuskan memiliki hubungan dengan seorang wanita, aku bertekad untuk selalu memuliakannya. Tidak akan menyakitinya dan akan selalu menjaga dan membelanya, mengerti?" ucap Kevin.


"Aku tidak tahu kamu seperti itu" ucap Keira.


"Kamu lupa apa sebabnya kamu jatuh cinta padaku. Karena kamu melihatku sungguh-sungguh dalam mencintai seorang wanita" ucap Kevin.


Keira tersenyum, tentu saja dia ingat itu. Karena itu juga sampai sekarang Keira masih cemburu pada Celina karena sulit dipercaya dengan cinta Kevin yang begitu besar bisa dengan mudah beralih padanya.


Namun, Keira bersabar untuk mendapatkan kepastian itu, Keira berharap suatu saat bisa membuktikan bahwa cinta Kevin sungguh-sungguh telah beralih padanya.


Mereka sampai di gedung bergaya modern yang menjadi pusat pelatihan para model kelak. Grand opening itu dihadiri oleh banyak model-model terkenal dan juga pendatang baru yang ingin melatih diri dan bakat mereka di dunia modeling.


Raffa dan Celina beserta putra putri mereka datang. Jessica langsung menyambut mereka, menatap wajah putrinya lalu memeluknya erat.


"Maafkan mommy sayang, mommy telah membuatmu menderita" ucap Jessica sambil memeluk putrinya -- Tita.


Tita mengangkat tangannya dan memeluk ibu kandungnya, lalu bersandar di bahu ibunya.


"Nggak apa-apa mommy, Tita udah maafin mommy" ucap Tita.


Raffa dan Celina memandang pertemuan itu dengan perasaan haru. Setelah sekian lama tinggal bersama mereka akhirnya Tita bertemu dengan ibunya yang telah mengabaikannya. Namun, Tita tetap memaafkan ibunya.


Celina menatap pada suaminya, ingin melihat ekspresi apa yang timbul di wajah laki-laki itu. Raffa yang merasa di perhatikan langsung menoleh pada istrinya.


"Apa yang ada dalam pikiranmu?" tanya Raffa sambil meraih tangan Celina.


"Aku justru ingin tahu apa yang kakak pikiran tentang cinta pertama kakak itu, yang membuat dua orang sahabat fenomenal di SMA akhirnya saling bermusuhan" ucap Celina sambil menunjuk Jessica dengan kerlingan matanya.


Raffa justru membalikkan badan menghadap lurus ke arah Celina, lalu diam memandangi istrinya. Celina menunggu apa yang akan dilakukan suaminya, namun Raffa hanya diam memandangnya lama. Celina heran dengan tingkah Raffa hingga salah tingkah.


"Apa yang kakak lakukan?" tanya Celina.


"Cinta pertamaku telah berlalu, sekarang aku sedang menatap cinta terakhir dan cinta sejatiku yang juga membuat dua sahabat fenomenal saling bermusuhan. Apa kamu lupa? aku bahkan rela menerima pukulan darinya karena merasa bersalah telah mencintai tunangannya" cerita Raffa.


Celina tertunduk malu sambil tertawa lalu meraih tangan suaminya.


"Maafkan aku karena selalu cemburu pada cinta pertamamu" ucap Celina.


"Baiklah aku memaafkanmu" ucap Raffa sambil meraih pinggang Celina.


Mereka tersenyum bersama, suasana yang ramai sama sekali tidak menjadi perhatian mereka. Ozora menyadarkan kedua orang tuanya yang lupa daratan.


"Mama, papa ini bukan di rumah" ucapnya sambil menutup mulut dengan tangan kecilnya untuk menahan tawa.


"Anak ini mengganggu acara kita saja, ayo kita gelitik beramai-ramai" ucap Raffa, Celina mengangguk lalu mengejar putra mereka.


Ozora lari, Raffa dan Celina mencari-cari di antara tamu-tamu yang hadir. Hingga akhirnya Celina melihat Ozora yang berbicara dengan seseorang. Celina tersenyum sambil berjalan santai untuk menghampiri Ozora namun kaget saat melihat orang itu adalah Chicco.


Celina langsung mempercepat langkahnya hingga akhirnya berlari. Chicco menoleh pada Celina lalu tersenyum padanya, sekejap kemudian meraih tubuh Ozora dan memasukkannya kedalam sebuah mobil.


Celina berteriak sambil mengejar namun mobil itu telah melaju kencang. Raffa mengejar istrinya dan bertanya.

__ADS_1


"Chicco menculik anak kita" ucap Celina menangis.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2