Anak Genius - Beyond Recollection

Anak Genius - Beyond Recollection
BAB 62 ~ Melewati Jebakan ~


__ADS_3

Celina, Raffa dan Alyssa kembali ke toko buku setelah mengunjungi Jessica. Mereka berjalan bersama dari parkiran menuju toko buku Celina. Namun seorang wanita tiba-tiba menghadang langkah mereka.


"Aku ingin minta pertanggungjawaban darimu" ucap wanita itu sambil menatap Raffa.


Raffa, Celina dan Alyssa tercenung, apa yang ada dihadapan mereka sama sekali tak pernah terpikirkan. Seorang wanita hamil meminta pertanggungjawaban Raffa. Semua memiliki satu pikiran bahwa Raffa telah menghamili wanita itu.


"Apa maksudmu, aku tidak kenal denganmu" ucap Raffa marah.


Wanita itu menunjukkan rekaman pertemuan mereka saat berada di bar. Celina dan Alyssa menatap rekaman video dari ponsel yang dipegang wanita itu. Terlihat Raffa yang berbincang dengan wanita itu dalam kondisi mabuk.


Wanita itu mengusap wajah Raffa dengan sapu tangannya lalu menyelipkan sapu tangan itu di saku jas Raffa.


"Sapu tangan itu ? ternyata miliknya" ucap Celina pada Raffa dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Raffa menggelengkan kepala, tidak ingin istrinya mempercayai apa yang dilihat dihadapan mereka. Direkaman terlihat Raffa mencium wanita itu, melihat rekaman adegan itu, Celina tidak sanggup lagi, gadis itu berjalan sendiri masuk kedalam toko.


Raffa ingin menghalangi Celina tapi gadis itu menepis tangan yang menahannya. Raffa tidak sanggup melihat air mata Celina yang telah mengucur, akhirnya laki-laki itu melepaskan tangannya.


Alyssa merebut ponsel itu, mematikan tayangannya lalu menyerahkannya ke tangan wanita itu dengan paksa.


"Ini tidak membuktikan apapun, pergi kamu dari sini" ucap Alyssa tegas.


"Kak, sana temui Celina, biar aku hadapi perempuan ini" ucap Alyssa lagi.


"Tapi Alyssa, kita ikuti saja apa maunya, kita berikan sesuatu agar dia menutup masalah ini. Alyssa, aku tidak bisa kehilangan Celina" ucap Raffa memohon pada Alyssa, saat laki-laki itu bicara berdua menjauh dari wanita itu.


"Lebih baik menebar uang dijalanan dari pada memberi pada penipu" ucap Alyssa.


"Kenapa kamu begitu yakin kalau dia menipu ? saat itu aku sedang mabuk Al, perbuatan itu bisa saja terjadi" ucap Raffa pelan terlihat canggung.


Alyssa tersenyum melihat tingkah Raffa yang terlihat malu dan menyesal.


"Udah, biar aku yang urus perempuan itu, kakak bujuk Celina saja" ucap Alyssa sambil mendorong


Meski bingung akhirnya Raffa masuk ke dalam toko, laki-laki itu teringat pada istrinya yang tadi masuk sambil menangis.


"Ngapain lagi kamu ada di sini ? cepat pergi sana" usir Alyssa.


"Enak saja kamu mengusirku, memangnya kamu ini siapa ?" tanya wanita itu.


"Aku ini adiknya, kenapa ? aku tidak percaya dengan tipuanmu, pertama, kamu itu belum tentu hamil. Kedua, kalaupun hamil belum tentu itu anak kakakku. Jadi pergi kamu dari sini sebelum aku lapor polisi atas dasar penipuan" ancam Alyssa.


"Awas kamu, aku akan menyebarkan kalau Raffa adalah seorang laki-laki pengecut yang tidak mau bertanggung jawab" ancam balik wanita itu.


"Lalu maumu apa ? kamu kan liat sendiri kalau dia sudah berkeluarga ?" balas Alyssa.


"Setidaknya dia harus memberikan padaku kompensasi atas perbuatannya, dia harus membiayai hidup bayinya" ucap wanita itu.


"Oh sekarang sudah masuk pada tahap pemerasan, kamu ingin memeras kakakku dengan tipuanmu itu, kamu pikir kami akan percaya begitu saja. Kamu boleh datang lagi setelah membawa bukti tes DNA dari anak yang kamu kandung itu" ucap Alyssa lalu masuk kedalam toko.


Dari dalam toko Alyssa memperhatikan tingkah wanita itu, terlihat wanita itu yang tengah bingung. Alyssa tersenyum lalu melangkah ke kantor Celina.


Sementara itu Raffa masih mencoba membujuk istrinya. Celina yang duduk menangis dimeja kerjanya, tangannya menumpu kepalanya yang terasa sakit. Celina menangis tak mendengarkan ucapan Raffa.


Gadis itu berdiri menjauh dari Raffa, laki-laki itu langsung mengejar dan memeluknya.


"Maafkan aku, tapi percayalah, aku tidak pernah berniat mengkhianatimu. Aku mencintaimu Celina, mana mungkin aku sengaja melakukan itu. Mungkin karena aku mabuk, mungkin aku tidak sadar melakukan itu. Tapi percayalah, aku akan menyelesaikan, aku tidak ingin berpisah darimu" ucap Raffa memohon pada istrinya.


"Aku nggak sanggup kak, aku nggak sanggup membayangkan kakak memeluk wanita itu. Aku tidak bisa berbagi dengannya, aku tidak sanggup, lebih baik biarkan aku pergi kak" ucap Celina sambil terus menangis.


"Tidak Celina, tolong jangan tinggalkan aku. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu. Tidak, tolong percayalah padaku, aku akan menyelesaikan ini" ucap Raffa memohon pada Celina.


"Apa yang akan kakak lakukan ? kakak ingin mengusirnya ? mengabaikan darah daging kakak sendiri ? teganya kakak melakukan itu. Itu sama seperti yang dilakukan keluarga kakak padaku dulu" ucap Celina menangis.


Gadis itu sedih, Celina tak ingin berpisah dengan Raffa tapi juga tak sanggup berbagi cinta dengan wanita lain. Gadis itu benar-benar merasa hatinya sakit. Sementara Raffa tetap tak ingin Celina meninggalkannya. Berusaha membujuk Celina untuk memaafkannya.


Alyssa masuk ke kantor Celina, Raffa dan Celina langsung menatap penuh tanda tanya pada gadis itu.


"Aku sudah menyuruhnya pergi, kakak, aku minta nomor ponsel personal assistant mu, aku akan menanyakan padanya, mungkin dia tau sesuatu tentang wanita itu. Kita harus punya persiapan untuk membantah tuduhannya" ucap Alyssa.


Raffa mengambil ponselnya lalu mengirimkan nomor ponsel David pada Alyssa.


"Alyssa, kenapa tega mengusirnya ? itu sama saja kamu mengusir darah daging kak Raffa, keturunan kak Raffa sendiri" ucap Celina.


"Aku menyuruhnya kembali jika dia bisa membawa bukti kalau anak yang dikandungnya adalah anak kak Raffa. Tapi kurasa tidak akan mungkin" ucap Alyssa.


"Kenapa kamu begitu yakin ?" tanya Raffa.

__ADS_1


"Pertama, kenapa baru sekarang dia menuntut kakak ? setelah beberapa bulan berlalu ? Kedua, jika memang kakak tidur dengannya, yang dia bawa bukan rekaman dibar itu, tapi saat dikamar. Aku rasa dia komplotan khusus memeras laki-laki kaya yang sedang mabuk" jelas Alyssa.


"Aku salut padamu, bagaimana bisa gadis kecil sepertimu bisa berpikiran hebat seperti itu ?" ucap Raffa kagum.


"Pertama, jangan kira aku ini masih anak kecil. Kedua, aku ini orang luar, jadi aku lebih berpikir jernih daripada kalian. Kak Raffa langsung sibuk ingin menuntaskan masalah ini dengan cara membayarnya. Celina, langsung panik takut kehilangan suaminya, bagaimana kalian bisa berpikiran jernih ?" ucap Alyssa.


"Untung ada kamu di saat genting seperti ini, kalau tidak kami akan terjebak oleh gadis penipu itu" ucap Raffa langsung memeluk Alyssa.


Alyssa langsung mendorong Raffa, dia merasa tidak enak karena Celina tau perasaannya terhadap Raffa. Jika dulu saat masih kecil Raffa sering memeluknya itu tidak masalah karena tidak ada yang tau apa yang ada dihatinya.


Raffa sudah menganggap Alyssa seperti adiknya sendiri, saat masih kecil Raffa paling senang mengganggunya hingga membuat Alyssa menangis. Tapi setelah itu dia sendiri yang akan membujuknya. Raffa bahkan pernah meminta Alyssa untuk menjadi adiknya saja, orang tua Kevin tentu saja hanya bisa tertawa mendengar permintaan sahabat anaknya itu.


Tapi seiring pertumbuhan, Raffa tumbuh menjadi laki-laki yang mempesona, tenang namun memiliki magnet yang kuat menarik hati para gadis. Termasuk hati gadis kecil Alyssa, yang akhirnya harus membuat kakaknya Kevin waspada terhadap pesona Raffa.


Celina tersenyum saat melihat rona merah diwajah Alyssa saat Raffa ingin memeluknya. Tak berapa lama kemudian David datang dan menanyakan apa yang terjadi.


"Apa aku pernah pergi dengan wanita dibar saat mabuk ?" tanya Raffa langsung sesaat David datang.


"Setauku tidak, nyonya Celina, aku selalu mengawal tuan Raffa hingga mengantarkannya pulang sampai kerumah" jelas David agar Celina juga ingat kalau dia ikut mengantar Raffa pulang.


"Tidak ada satupun yang lolos dari kawalanmu ?" tanya Alyssa tegas.


"Tidak nona Alyssa, saat tuan Raffa terlihat bermasalah, saya akan selalu berada disisinya" ucap David tegas.


Ya, disaat Raffa memiliki masalah dan mencari tempat pelampiasan David selalu menemani, meski Raffa tidak mengajaknya. Diam-diam David selalu ada di sekitar Raffa. Menjaga agar tidak terjadi hal yang lebih buruk pada atasan sekaligus sahabatnya itu.


"Saat mabuk tuan Raffa kadang lupa diri, saat terakhir itu tuan Raffa mengira wanita yang dihadapannya adalah nyonya Celina. Tuan Raffa justru berkeluh kesah dan melampiaskan isi hatinya pada wanita yang belum dikenalnya itu. Aku duduk tak jauh darinya jadi aku bisa mendengar ucapnya" jelas David.


"Pak David mendengar curahan hati kak Raffa ?" tanya Celina.


David mengangguk.


"Saya tidak ingin perasaan sedih tuan Raffa dimanfaatkan oleh wanita-wanita itu untuk menjeratnya, bagaimanapun juga tuan Raffa adalah seorang CEO tampan yang menjadi incaran para wanita yang ingin menikmati hidup mewah" jelas David.


"Masalah apa yang pak David dengar ?" tanya Celina penasaran.


"Udah sayang, malu sama David dan Alyssa" ucap Raffa.


"Mereka sudah tau semua, pak David tau apa masalah kak Raffa dan Alyssa bahkan mengusir wanita itu, apalagi yang membuat kakak malu ?" tanya Celina.


David dan Alyssa tersenyum, mendengar debat suami istri itu.


Raffa langsung menunduk sambil memegang pangkal hidungnya karena malu.


"Karena mendapat kiriman foto dari nona Keira yang menampilkan..."


"Stop.. jangan teruskan" ucap Celina sambil menutup wajahnya.


"Aku bilang juga apa ? jangan ditanya ?" ucap Raffa sambil meraih Celina dalam pelukannya.


"Hm.. Hm.. menampilkan apa ? jangan hentikan aku terlanjur penasaran" tanya Alyssa pada David.


Laki-laki itu tersenyum sangat manis, melirik pada Celina yang menggeleng-geleng dalam pelukan suaminya. Raffa langsung mendekap istrinya yang menyembunyikan wajahnya sambil tertawa.


"Tuan Kevin sedang mencium nona Celina, meski ponsel dibanting dan layarnya retak namun saya masih sempat melihatnya" ucap laki-laki itu tertawa.


Alyssa kaget mendengar penjelasan David hingga terperangah.


"Ada kejadian seperti itu ? aku benar-benar ketinggalan jauh" ucap Alyssa sambil tertawa.


"Karena itu saya harus selalu siap mengusir wanita-wanita yang mencoba mengusik rumah tangga tuan Raffa, yang mencoba mendekatinya untuk menghancurkan rumah tangga mereka atau yang mencoba memanfaatkan situasi untuk memerasnya" jelas David.


"Benarkan perkiraanku, kak David, sekarang ini ada seorang wanita yang ingin memeras kak Raffa. Kak David bantu untuk membantahnya ya, dia datang dalam kondisi hamil" jelas Alyssa.


"Itu jelas-jelas penipuan, kejadiannya paling baru tiga bulanan, mana mungkin kandungan telah terlihat dalam usia segitu" ucap David.


"Benar juga, demi memperlihatkan kandungannya dia tidak memperkirakan besar usia kandungan yang tidak sesuai dengan tanggal kejadian" ucap Alyssa.


"Nona Alyssa benar, saya rasa penampilan hamil itu tadinya digunakan agar membuat orang menjadi panik lalu mengikuti kemauannya" ucap David.


"Kami beruntung memiliki orang-orang seperti kalian yang mau melindungi kami" ucap Celina.


Raffa mengangguk, Alyssa dan David tersenyum.


"Ngomong-ngomong apa pak David sudah berkeluarga ?" tanya Celina.


"Belum nyonya" jawab David sambil tersipu.

__ADS_1


"Kalau begitu sudah punya calon istri ?" tanya Celina lagi.


Pertanyaan Celina yang bertubi-tubi membuat Alyssa terbelalak.


"Belum juga nyonya" jawab David.


"Kalau begitu, punya seorang pacar ?" tanya Celina lagi.


"Belum juga" jawab David.


"Tapi ada yang bilang kalau pak David sudah punya pacar ? tanya Celina.


Raffa memandang heran istrinya, sementara Alyssa menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Aku mau pulang dulu ya" ucap Alyssa langsung.


"Tunggu, aku mau konfirmasi ucapanmu, bukankah kamu bilang pak David sudah punya pacar ?" tanya Celina.


"Ada apa ini sayang ?" tanya Raffa pada Celina.


Celina hanya tersenyum, sambil menyilangkan jari telunjuk dibibirnya.


"Waktu itu aku dengar dirumah sakit, kalau kak David menelpon seorang wanita dan bilang dia menyayanginya" ucap Alyssa sambil menunduk dengan suara yang semakin lama semakin pelan.


"Nona Anna ? itu ibu saya. Saya selalu memanggil ibu saya seperti itu untuk membujuknya" ucap David sambil tertawa.


Alyssa terperangah, Celina tertawa sementara Raffa masih terlihat bingung.


"Kak, kalau masalah wanita tadi selesai kita kumpul di villa ya kak, kita undang semua, juga pak David dan Alyssa" ucap Celina pada Raffa.


Alyssa tersipu begitu juga David.


"Baiklah, kita selesaikan masalah ini lalu kita berlibur. Kalian jangan menolak permintaan wanita hamil ini ya" ucap Raffa.


"Nyonya Celina sedang hamil lagi ? kalau begitu selamat nyonya, tuan Raffa, semoga selalu sehat" ucap David.


"Terima kasih pak David" jawab Celina.


Setelah berbincang ringan, David segera mengingatkan Raffa jadwal pertemuan di sebuah hotel. Celina menatap suaminya.


"Jangan khawatir nyonya, saya selalu mengawal tuan Raffa" ucap David sambil tersenyum.


"Hanya pertemuan dengan rekan kerja, aku pergi dulu ya sayang" ucap Raffa sambil mengecup bibir istrinya.


Alyssa dan David memalingkan wajah, namun mereka justru saling bertemu pandang, Alyssa dan David sama-sama tersenyum.


Setelah ditunggu-tunggu wanita yang meminta pertanggungjawaban Raffa itu tidak muncul-muncul. Bukti yang diminta Alyssa serta ancamannya membuat wanita itu tidak berani muncul lagi dihadapan mereka.


"Aku berencana menjodohkan Alyssa dan pak David, apa kakak setuju ?" tanya Celina.


"Aku menolak" ucap Raffa.


"Kenapa ? pak David itu baik, dari dulu selalu bersikap baik padaku, aku juga sayang sama Alyssa, aku ingin dia mendapatkan laki-laki yang baik, aku juga..."


"Sudah, nggak usah ngomong panjang-panjang. Aku berkata seperti itu hanya mengikuti gaya seorang kakak laki-laki yang selalu menolak laki-laki manapun yang ingin mendekati adiknya" ucap Raffa sambil menangkup wajah Celina.


"Jadi nggak serius ? cuma ikut-ikutan gaya seorang kakak laki-laki ? memangnya kak Raffa ini kakaknya Alyssa ?" tanya Celina.


"Tanyakan saja pada orang tua Kevin pasti mereka bilang aku ini kakaknya Alyssa" ucap Raffa.


"Baiklah, baiklah aku percaya" ucap Celina.


Celina tersenyum, sepertinya Raffa tidak menyadari perasaan Alyssa terhadapnya selama ini. Raffa benar-benar menganggap Alyssa seperti adik perempuannya.


"Indahnya punya kakak laki-laki seperti kak Raffa yang begitu melindungi adiknya" ucap Celina.


"Aku menolak melindungimu.. sebagai kakak, aku akan melindungimu sebagai suami. Lagipula bukankah sekarang kamu memiliki seorang kakak ?" tanya Raffa yang dibalas anggukan oleh Celina.


"Tapi dia jauh, aku juga ingin merasakan perlindungan darinya" ucap Celina.


"Meski jauh, tapi kekuatan perlindungannya bisa sampai kesini. Hingga sekarang aku masih takut padanya, bukan.. bukan padanya, tapi pada ancamannya yang akan membawamu pergi dariku" ucap Raffa sambil tersenyum.


Celina tersenyum, sekarang gadis itu memang telah memiliki seorang kakak. Semakin banyak orang yang ingin melindunginya Alyssa, David, Kevin dan Keira.


Celina juga sangat bersyukur mereka tidak terjerumus dalam jebakan wanita jahat itu.


Raffa memeluk erat istrinya di balkon kamarnya itu. Juga bersyukur karena sampai detik ini masih bisa mempertahankan Celina disisinya. Raffa ingin selamanya bersama dengan wanita yang dicintainya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu" ucap Raffa selalu memperbaharui pernyataan cintanya sambil menyatukan bibir mereka, hingga sedalam yang mereka inginkan.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2