Anak Genius - Beyond Recollection

Anak Genius - Beyond Recollection
BAB 72 ~ Di Resepsi ~


__ADS_3

Persiapan pesta pertunangan Alyssa di bantu sepenuhnya oleh Celina, Raffa, Kevin dan Keira. Mereka semua memaksa ingin berpartisipasi untuk hari bahagia gadis itu. Mereka baru saja menetapkan gedung yang di digunakan sebagai lokasi acara pertunangan dilangsungkan.


Bersama mereka berjalan santai ke sebuah restoran dengan konsep alam terbuka. Restoran yang menyediakan tempat makan di tengah-tengah taman yang dilengkapi dengan kolam ikan dan air mancur.


"Memang enak jadi adik kecil ini, di sayang semua orang, diperhatikan semua orang, semua ingin membantu, semua ingin memberikan yang terbaik, aku jadi iri melihatnya" ucap Celina sambil berjalan mengapit lengan Alyssa.


"Kurang perhatian apa semua orang padamu hingga membuatmu merasa iri" ucap Alyssa sambil memeluk Celina dengan sekuat-sekuatnya sehingga membuat gadis itu susah bernafas.


"Gemas boleh, tapi jangan sampai membunuh orang" ucap Raffa menarik tubuh istrinya yang di peluk kuat Alyssa.


"Kakak ini, dia lebih dulu jadi saudaraku dari pada jadi istrimu" protes Alyssa pada Raffa.


Semua yang berada di sana tertawa, Raffa mati kutu.


"Baiklah kamu menang, semakin lama adik kecil ini semakin cerdas bisa melawan kakaknya. Tapi secerdas-cerdasnya kamu ternyata masih bisa di tipu" ucap Raffa.


Semua menatap Raffa dengan pandangan heran. Tidak ada satupun yang mengerti ucapan laki-laki itu.


"Bisa di tipu gimana maksud kakak?" tanya Celina.


"Tanya saja sama David gimana caranya? se-tahuku David itu sudah punya anak dan istri di kampungnya, iya kan David?" tanya Raffa pada David.


Alyssa terbelalak mendengar ucapan Raffa, langsung saja gadis itu menatap tajam pada David. Laki-laki itu kebingungan mendapat tatapan seperti itu, yang lainnya menatap pada Raffa apalagi Celina yang berada disisinya. Suaminya itu mengedipkan mata, Celina menghela nafas, Kevin langsung tersenyum tertahan begitu juga dengan Keira.


"Jangan-jangan yang waktu itu pernah kulihat di mall. Aku ingin menyapa tapi tidak berani, apa saat itu dia sedang berkunjung David?" tanya Keira.


"Aku juga pernah dengar David bicara bisik-bisik di ponselnya. Rupanya sedang dihubungi sama yang jauh di sana" tambah Kevin.


David semakin kelimpungan mendapat serangan bertubi-tubi. Alyssa langsung meminta penjelasan, matanya mulai berkaca-kaca. Gadis itu bahkan menangis, David berusaha menenangkannya dengan memeluknya. Alyssa meronta melepas tangan David lalu kembali menatap tajam pada laki-laki itu.


"Nggak Alyssa, jangan percaya itu, mereka semua bohong" ucap David yang langsung menatap tajam pada Raffa.


"Raffa tolonglah, kalau dalam hal ini aku tidak peduli kalau kamu adalah atasanku, kenapa menuduhku seperti ini. Lihatlah Alyssa jadi menyalahkanku" ucap David memohon pada Raffa.


Raffa hanya tertawa dengan santai, Celina pun tidak melakukan apa-apa untuk menenangkan Alyssa. Begitu juga dengan Keira dan Kevin. Mereka seolah-olah tak peduli dengan hubungan pasangan yang baru akan bertunangan itu sekarang terguncang.


Alyssa hendak beranjak menjauh dari mereka.


"Berarti ucapanku benarkan Alyssa? meski bertambah cerdas tapi kamu masih bisa di tipu?" tanya Raffa.


Gadis itu berhenti melangkah lalu menoleh ke arah Raffa. Alyssa makin kesal mendengar sindiran Raffa seolah-olah dia perempuan yang mudah di tipu laki-laki.


"Kamu itu tidak di tipu pak David tapi di tipu kak Raffa" ucap Celina yang tidak tahan lagi melihat sahabatnya bersedih.


"Apa maksudmu?" tanya Alyssa.


"David belum punya anak dan istri, kamu ini dari kecil tak bosan-bosannya dikerjai Raffa, masih saja percaya pada ucapannya" ucap Kevin sambil tertawa.


Alyssa langsung mengejar Raffa dan memukuli lengan laki-laki itu. David menghembuskan nafas lega, Celina dan Keira tertawa. Letih memukuli Raffa, mata Alyssa beralih ke Celina.


"Kamu juga tahu kan, kalau kak Raffa cuma mengerjaiku, awas ya, rasakan pembalasanku" ucap Alyssa ingin mengejar Celina.


Celina terbelalak melihat gelagat Alyssa yang ingin melakukan sesuatu padanya. Raffa langsung meraih istrinya dan memeluknya.


"Tentu saja dia tahu tapi seorang istri harus tunduk pada suaminya. Jadi, meski dia lebih dulu jadi saudaramu dari pada jadi istriku, aku tidak akan pernah kalah darimu. Dia akan lebih patuh padaku" ucap Raffa yang langsung di kejar lagi oleh Alyssa.


"Sudah, sudah, nanti kamu capek. Masih banyak yang harus dipersiapkan, jangan sampai kamu kelelahan dan jatuh sakit" ucap David sambil memeluk Alyssa.


"Itu dengerin ucapan calon suamimu" ucap Keira.


Alyssa langsung melepaskan pelukan David dan menoleh pada Keira.


"Kak, urusan kita belum selesai ya? tunggu aja pembalasanku, Kak Keira juga ikut-ikutan mengerjaiku, awas saja kalau Ozora di tanganku, tidak akan kubagi denganmu" ucap Alyssa sambil cemberut.


Kedua gadis itu memang selalu rebutan jika bertemu dengan Ozora. Mereka selalu ingin menguasai anak tampan itu. Jika Ozora bersama salah satu dari mereka maka yang lainnya cuma bisa memandang saja. Berebut perhatian dan senyum anak itu adalah kegemaran baru kedua wanita itu.


"Karena kamu sebut-sebut nama Ozora, aku jadi kangen sama anak itu" ucap Keira tiba-tiba murung.


"Nama Ozora itu artinya langit yang luas, aku memberinya nama itu berharap kalau anak itu dicintai oleh banyak orang, sebanyak dan seluas langit. Karena kebaikannya dan kehebatannya yang juga tanpa batas seperti langit yang luas" ucap Alyssa mengenang saat dirinya memberi nama pada Ozora, saat anak itu masih bayi.

__ADS_1


"Kalau begitu aku juga ingin kamu yang memberi nama untuk anakku" ucap Keira menyentuh lengan Alyssa.


"Boleh tapi hamil dulu kak, kalau belum hamil buat apa siapin nama" ucap Alyssa yang di balas dengan senyuman dan anggukan yang kencang oleh Keira.


"Apa maksudnya ini?" tanya Alyssa.


"Kamu udah...?" tanya Celina.


Keira kembali mengangguk, kedua gadis dihadapan Keira langsung memeluknya. Mereka terharu hingga menitikkan air mata.


"Cepat sekali, aku salut pada kalian" ucap Alyssa.


"Selamat ya" ucap Raffa menepuk bahu Kevin.


Laki-laki itu itu tersenyum sambil menunduk tersipu. David juga mengucapkan selamat untuk calon kakak iparnya itu.


"Keira terlalu bersemangat ingin memberi adik perempuan untuk Ozora" dalih Kevin.


Keira melepaskan pelukannya dengan Alyssa dan Celina. Gadis itu langsung protes pada suaminya.


"Bukannya abang yang selalu mengingatkan aku untuk memenuhi janji pada Ozora" balas Keira.


"Karena kamu sudah terlanjur janji sama anak itu. Ya harus segera kita tepati" ucap Kevin semakin berdalih.


"Jadi sekarang ini salahnya Ozora?" tanya Celina.


"YAA.. !!" ucap Kevin dan Keira bersamaan.


"Mengkambinghitamkan anak kecil, padahal emang mau sendiri, Ozora lagi yang disalahkan?" ucap Alyssa.


"Hm mm, padahal dalam hati mereka bangga bisa berhasil secepat itu, tapi omongannya malah menyalahkan anakku" ucap Celina.


Ucapan Celina dengan wajah yang pura-pura cemberut itu membuat semua tertawa. Ini adalah berita bahagia, Celina reflek mengusap perutnya yang juga sudah mulai membesar meski saat menggunakan gaun yang longgar kandungan Celina masih belum begitu terlihat.


Mereka telah duduk di sebuah meja bundar yang besar, berkeliling saling berhadapan. Melihat Celina yang mengusap perutnya, Alyssa langsung bertanya.


"Sudah jalan berapa bulan? apa sudah ketahuan laki-laki atau perempuan?" tanya Alyssa.


"Ibu-ibu yang satu ini benar-benar seenaknya saja ya? begitu lahir baru suruh orang mencari nama begitu?" ucap Alyssa pura-pura keberatan.


Celina tertawa, gadis itu yakin kalau Alyssa akan segera menyiapkan nama untuk anaknya kelak baik itu laki-laki ataupun perempuan. Mendengar pembicaraan mereka, Keira pun tertarik untuk bergabung.


"Kalau benar-benar adik perempuan berarti satu keinginan Ozora tercapai" ucap Keira duduk di samping Celina sambil memandangi perut sahabatnya itu.


"Ya dan bersiap-siap untuk keinginan Ozora yang lainnya" ucap Celina sambil menunjuk dengan mengarahkan matanya pada perut Alyssa.


Alyssa yang di singgung Celina dalam hal itu langsung tertunduk malu, David juga demikian. Kedua pasangan itu habis-habisan di goda para kakak-kakaknya.


"Tanggal resepsinya di percepat ya auntie Al, biar keburu, takutnya saat pesta, adek lahir jadi adek nggak bisa hadir" ucap Celina bicara seolah-olah mewakili anak yang dikandungnya.


"Ya adek, kami usahakan secepatnya, do'akan biar lancar ya adek" ucap Alyssa mengusap perut Celina.


"Ya auntie" balas Celina lalu memandang Alyssa sambil tersenyum.


Mereka pun saling berpelukkan, dua orang gadis yang telah merasa seperti kakak adik itu saling menangis haru. Terkenang semua masalah yang mereka hadapi. Mereka bersyukur hingga detik ini masih bisa saling menyayangi.


Semua yang hadir menatap dengan perasaan haru, tidak ada yang tidak tahu seperti apa berat perjuangan hidup Celina untuk merasakan hidup bahagia. Gadis itu bahkan harus menerima perlakuan buruk dari mereka semua.


Namun, Celina sama sekali tidak menaruh perasaan benci, gadis itu mensyukuri pertemuan dan hubungan pertemanan mereka. Celina yang dibesarkan di panti asuhan justru merasa bersyukur sekarang memiliki teman-teman yang telah dianggap keluarga seperti mereka.


Acara pertunangan akhirnya dilaksanakan, semua yang hadir turut merasakan kebahagiaan Alyssa dan David. Celina bertemu kembali dengan kedua orang tua Kevin. Sangat terkejut melihat perut Celina yang telah membesar.


"Sebentar lagi Tante juga akan menimang cucu" ucap Celina pada Ibunda Kevin.


"Ya, semoga semua berjalan dengan lancar ya nak, kamu dan juga Keira bisa mengandung dan melahirkan dengan lancar, selamat dan sehat" ucap Ny. Melviano.


"Tidak terlalu cepat do'anya ma" ucap Keira.


"Ya nggak, do'a mengandung untuk kamu dan do'a melahirkan untuk Celina, dua-duanya semoga lancar, selamat dan sehat" ucap ibunda Kevin sambil mengusap wajah Keira.

__ADS_1


Keira yang mengapit lengan ibu mertuanya itu tersenyum sipu. Keira terlihat sangat manja pada ibu mertuanya dan ibunda Kevin terlihat sangat menyayangi menantu satu-satunya itu. Selama ibu mertuanya datang ke kota itu, Keira dan Alyssa berebut agar ibunda mereka menginap dirumahnya.


Mendengar cerita itu Celina tertawa, kisah tentang perebutan antara Keira dan Alyssa memang sering terdengar, dari berebut Kevin, Ozora dan sekarang ibundanya. Celina tak bisa menahan tawa mendengar cerita lucu ibunya Kevin.


Raffa dan Kevin datang bergabung, begitu juga dengan Tuan dan Nyonya Saltano. Keluarga-keluarga itu hadir dan menjalin persahabatan dan keakraban. Keluarga Raffa, keluarga Kevin, keluarga Jessica, keluarga Keira dan sekarang di tambah dengan keluarga David yang juga memiliki seorang adik.


Semua akrab tanpa ada perbedaan kasta, meski keluarga David berasal dari keluarga sederhana namun mereka telah mengikutsertakan keluarga itu ke dalam keluar besar mereka. Banyak kisah-kisah mengharukan yang mereka dapat dari perjuangan membesarkan David hingga bisa mendapatkan beasiswa di Amerika sampai akhirnya bertemu dengan Raffa.


Para tuan-tuan dan nyonya itu tertawa bersama saat bercerita tentang kelakuan anak mereka masing-masing. Terutama saat anak-anak mereka meningkat remaja. Cerita kenakalan Raffa dan Kevin mendominasi cerita keluarga-keluarga itu.


"Itulah suka dukanya memiliki anak laki-laki, sementara kami hanya punya anak-anak perempuan. Benarkan jeng?" tanya mommy Keira pada Ny. Cartwright.


"Tapi tingkah anak gadis juga tidak kalah unik kan? kami juga ikut deg-degan saat pernikahan Keira yang harus di rancang sedemikian rupa agar anak itu tidak lari" ucap Ny. Rowenna.


"Benar jeng, aduh ampun anak itu, kalau kemarin tidak jadi lagi, aku bisa masuk rumah sakit jantung jeng" ucap mommy Keira.


Semua kembali tertawa mendengar kisah lucu itu, hingga ada yang menitikkan air mata atau mulut terasa pegal karena tertawa.


"Sebentar lagi cerita tentang anak-anak akan tergeser dengan cerita para cucu-cucu kita" ujar Rowenna saat tawa mereka mereda.


"Ya jeng, tidak sabar rasanya menunggu Keira segera melahirkan jika melihat Ozora dan Tita" ucap ibunda Kevin.


"Tapi kita patut bersyukur karena Keira bisa cepat hamil. Ini benar-benar anugerah jeng, meski Kevin terlambat menikah tapi ternyata tidak perlu menunggu lama, tidak seperti saya dulu, cepat menikah tapi memiliki anak baru delapan tahun kemudian" ucap Rowenna.


Para orang tua itu tersenyum mendengar cerita Ny. Rowenna, apa yang dikatakan Ny. Rowenna memang benar, semua patut di syukuri. Segala macam ujian dan cobaan hidup adalah pelajaran berharga untuk mendewasakan pribadi manusia.


Semua yang tadinya terasa buruk, terasa berat dan terasa menyakitkan jika telah dilewati bisa menjadi cerita yang justru membuat mereka tertawa. Keluarga besar itu bercerita dan berkumpul hingga setelah acara pertunangan itu selesai.


"Alyssa jangan terlalu lama menetapkan tanggal pernikahan ya? kasihan Celina kalau terlalu lama nanti perutnya semakin membesar malah keburu melahirkan atau di tunda sampai anaknya sudah agak besar" ucap Rowenna bercanda.


"Jangan jeng kelamaan, nanti keburu dingin" ucap mama Alyssa.


"Memangnya makanan bisa keburu dingin ma?" tanya Alyssa.


"Kamu ini, ya sudah kalau begitu tahun depan saja sekalian" ucap mama Alyssa.


"Jangan ma, itu kelamaan" ucap Alyssa.


"Makanya di percepat saja" usul Rowenna.


"Ya mommy, kami sudah bicara kok dengan Celina. Akan kami usahakan secepat-cepatnya" ucap Alyssa akhirnya.


"Gitu dong itu baru berita bagus" ucap Rowenna sambil tertawa.


Tiga bulan kemudian resepsi pernikahan Alyssa dilaksanakan. Semua sudah diusahakannya secepat mungkin namun situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan lebih cepat.


Usia kandungan Celina yang hampir sembilan bulan tak menghalanginya untuk menghadiri pesta bahagia sahabat yang telah di anggap saudaranya itu. Sambil terus menggenggam tangan Ozora yang tidak mau kehilangan kesempatan menghadiri pesta pernikahan auntie kesayangannya.


Bahkan Alyssa meminta Ozora untuk naik ke panggung pelaminan dan duduk bersama mereka. Namun, Celina tidak menyetujui.


"Nanti di kira anak kamu, udah punya anak gede baru menikah bisa jadi bahan omongan" ucap Celina.


Alyssa akhirnya menurut meski kecewa, Ozora tertawa melihat ekspresi cemberut Alyssa.


"Nanti ketemu lagi ya auntie" ucap Ozora sambil melambaikan tangannya mengikuti ibunya berjalan menuju meja tamu.


Mereka duduk di meja tamu dan mengikuti acara resepsi pernikahan. Para wanita berkumpul di satu meja dan para pria di meja yang lainnya.


"Ma, Ozora mau ke toilet sebentar ya" pamit Ozora pada ibunya.


Celina yang tidak pernah mau melepaskan anaknya sekejap pun sejak kejadian penculikan Ozora oleh Chicco, hendak berdiri mengantarkan putranya ke toilet.


"Biar aku saja yang mengantarnya" ucap Keira yang duduk di samping Ozora.


Keira yang merasa kasihan melihat kandungan Celina yang telah besar berinisiatif untuk mengantar. Ozora menolak dan mengatakan bisa ke toilet sendirian tapi ibunya keberatan begitu juga dengan Keira. Akhirnya Ozora bersedia di antar Keira.


Celina pun duduk dengan tenang. Tak berapa lama kemudian Celina menerima pesan dari nomor tak di kenal.


Jangan beritahu siapapun, temui aku di rooftop gedung ini atau anakmu aku lempar dari atas gedung ini. Datang sendiri atau kamu terima akibatnya.

__ADS_1


Celina gemetar membaca pesan itu dan segera berlari menuju elevator yang membawanya ke rooftop.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2