Anak Genius - Beyond Recollection

Anak Genius - Beyond Recollection
BAB 37 ~ Bersama di Villa ~


__ADS_3

Sejak kehilangan kesempatan mendapatkan hak asuh Ozora, Ny. Rowenna seperti uring-uringan, apapun salah dimatanya. Pelayan-pelayan dirumah itu menjadi sasaran kemarahannya. Barang-barang yang ada dihadapannya hanya bertahan sekejap didepan matanya kemudian melayang hancur berantakan dimana-mana.


Gelas kristal, figura, vas bunga, begitu mengingat kekalahannya di persidangan barang-barang itupun hancur tak berbentuk. Tak peduli berapa harganya, tak peduli itu barang kesukaannya dengan sekali tepis barang itu akan melayang dan hancur. Semua itu karena Ny. Rowenna sangat menyesal tidak bisa menguasai Ozora.


Berjalan ke ruang tengah, berharap mendapat ketenangan diruangan yang lega itu, Ny. Rowenna justru mendapati Jessica yang melangkah tak peduli dihadapannya. Membuat wanita paruh baya itu naik pitam.


Ny. Rowenna mengusir Jessica keluar dari rumahnya. Hal yang sangat ingin dilakukannya saat mengetahui Tita bukanlah darah dagingnya. Namun wanita paruh baya itu bertahan demi memanfaatkan Tita untuk mendekati Ozora. Melalui acara ulang tahun Tita, Ozora berhasil diajak menginap dirumahnya.


Akhirnya Ny. Rowenna berhasil mendapatkan bukti kecurigaannya atas asal usul Ozora. Ozora benar adalah keturunannya dan Tita sudah tidak ada gunanya lagi baginya. Ditambah perilaku Jessica dan orang tuanya yang hanya menghamburkan-hamburkan harta keluarganya.


"Sekarang juga bawa anakmu, angkat kaki dari rumah ini. Kamu sama sekali tidak berguna bagiku, kamu bahkan tidak bisa memberikan keturunan untukku" ucap Rowenna memutuskan untuk mengusir Jessica dengan nafas yang turun naik karena menahan amarah.


"Mom, bagaimana dengan Tita, dia adalah cucumu" jerit Jessica.


Ny. Rowenna melayangkan tamparan di wajah Jessica, membuat wanita itu terperangah. Ny. Rowenna sudah berusaha menahan amarah namun ucapan Jessica menunjukkan kalau perempuan itu masih ingin berbohong dihadapannya.


"Simpan kebohonganmu itu, aku sudah tau siapa Tita sebenarnya. Anak itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan keluarga kami" ucap Rowenna dengan tatapan yang tajam.


Jessica terperangah.


"Harusnya aku menuntutmu karena telah menipuku selama bertahun-tahun.


Tapi demi mengingat hubungan pertemananku dengan orang tuamu.


Aku memutuskan hanya mengusirmu dari rumah ini, kamu harusnya bersyukur karena itu" ucap Rowenna.


Jessica menggelengkan kepalanya mencoba mengingkari kenyataan bahwa Ny. Rowenna telah mengetahui kebohongannya. Ny. Rowenna mengingat kembali seperti apa hubungan pertemanannya dengan keluarga Cartwright.


"Saat perusahaanku terpuruk, keluargamu memang menolong kami, kamipun berusaha bangkit dari keterpurukan.


Berbeda dengan keluargamu yang setiap saat mengandalkan bantuan dariku.


Setiap kali mereka sukses, mereka akan meraup sendiri hasilnya tapi setiap kali mendapat masalah, mereka akan merengek datang padaku.


Sekarang aku tidak ingin lagi berurusan dengan kalian, aku telah menunaikan janjiku untuk menikahkanmu dengan Raffa.


Aku tidak berhutang apapun lagi pada mereka" ucap Rowenna hendak kembali ke ruang kerjanya.


Jessica langsung menahan Ny. Rowenna, menangis memohon untuk dimaafkan. Jessica berjanji akan menjadi menantu yang baik untuknya. Wanita itu sangat mengandalkan Raffa untuk mengatasi masalah keuangannya, dia tidak ingin kehilangan semua fasilitas hidup mewahmu.


"Aku tau apa yang kamu harapkan dari anakku, fasilitas untuk gaya hidup mewahmu.


Aku tau sudah tidak ada cinta lagi diantara kalian, dan sudah pasti anakku tidak lagi mencintaimu jadi untuk apa pernikahan kalian dipertahankan ?


Untuk membiarkan anakku selamanya digerogoti olehmu ?" lanjut Rowenna.


"Tidak mommy.. tidak.. aku mencintai Raffa.


Aku pasti bisa membuat Raffa mencintaiku lagi.


Beri aku kesempatan mommy, aku pasti bisa meraih cinta Raffa kembali.


Aku tidak akan pergi dari sini, aku tidak mau kehilangan Raffa" ucap Jessica masih memegang tangan Ny. Rowenna.


"Tidak mau kehilangan Raffa atau tidak mau kehilangan uangnya ?


Bagaimana aku bisa percaya padamu ?


Sejak menikah dengan anakku kamu hanya peduli dengan dirimu sendiri.


Kamu tidak peduli dengan perasaan anakku yang tak bisa beralih dari perempuan miskin itu.


Kamu bahkan tidak peduli kalau dia masih mencintai wanita lain.


Itu saja sudah cukup bukti bagiku, kalau kamu tidak butuh cinta Raffa tapi kamu cuma butuh uangnya saja" bentak Rowenna.


"Sekarang, kamu pergi secara baik-baik dari sini atau ku usir dengan paksa.


Pertimbangkan perasaan anakmu, jika kalian terpaksa kuseret keluar dari rumah ini" ucapnya tegas, lalu melangkah kembali ke ruang kerjanya.


Jessica berlari masuk ke kamar, berteriak sekeras-kerasnya disana. Wanita itu tidak bisa menerima kenyataan tiba-tiba harus keluar dari kediaman keluarga Saltano. Wanita itu tidak bisa hidup tanpa mengandalkan fasilitas dari keluarga kaya itu, karena Jessica tau pasti kondisi keuangan keluarganya yang sedang berada diujung tanduk. Perusahaan keluarga Jessica kembali terancam bangkrut.


Baiklah, aku akan pergi dari sini tapi aku tidak akan membiarkan kalian hidup tenang setelah berani mengusirku dari sini, jerit hati Jessica.


Wanita itu akhirnya pasrah, meninggalkan kediaman Saltano sambil membawa Tita putrinya. Hati Ny. Rowenna terenyuh saat mendengar suara tangisan Tita yang tak ingin pergi dari rumah itu. Bagaimanapun juga Ny. Rowenna telah mencurahkan kasih sayangnya pada Tita selama ini.


Ny. Rowenna telah memanjakan cucu satu-satunya itu sekian lama, rasa sayang itu tidak bisa hilang begitu saja. Namun kebohongan dan perilaku Jessica membuat nyonya kaya itu merasakan kebencian yang mendalam pada Jessica hingga akhirnya membiarkan Tita pergi tanpa melihatnya sama sekali.


Ny. Rowenna hanya memandang mereka pergi sambil menitikkan air mata dari jendela ruang kerjanya.


Sementara itu Celina dan Ozora telah kembali menjalani kehidupan sehari-harinya, sibuk melayani pelanggan toko yang semakin hari semakin bertambah. Celina yang kembali mendapat hak asuh atas Ozora seperti mendapat semangat baru untuk menjalani kehidupannya.


"Celina !!!"


Celina menoleh ke arah suara, gadis itu terkejut melihat siapa yang menyapanya.


"Keira, kamu disini" jerit Celina tak menyangka akan bertemu dengan Keira di toko buku itu.


"Ini bukan kebetulan, aku memang sengaja mencarimu" ujar Keira sambil melihat-lihat toko.


"Wah toko ini semakin besar, kalau tidak salah sudah memiliki beberapa cabang bukan ? aku masih ingat saat di SMA, kami suka main-main ke toko buku ini" ujar Keira bernostalgia.


"Benarkah ? kamu pelanggan di toko ini ?" tanya Celina.

__ADS_1


"Mm.. dulu waktu masih sekolah displaynya masih jadul, tidak sekeren sekarang ini, toko ini jadi bertambah hebat.


By the way, gimana kabar kalian ?


Sebenarnya apa yang terjadi ?


Kenapa waktu itu kalian buru-buru pulang ?


Siapa Ozora ?" pertanyaan Keira memberondong seperti peluru senapan mesin.


Celina tertawa melihat rasa ingin tau Keira yang begitu besar.


"Kami buru-buru pulang karena anakku, aku harus mendapatkan kembali hak asuh terhadap Ozora anakku" ujar Celina.


"Kamu sudah punya anak ? diusia muda begini ? siapa ayahnya ? Kevin ? atau Raffa ?" tanya Keira langsung.


Celina hanya tersenyum, menggelengkan kepalanya. Keira cemberut, rasa penasarannya tidak mendapat jawaban.


"Lalu dimana anakmu, bersama Kevin ? atau bersama Raffa ?" Keira masih mencoba mendapatkan jawaban.


"Mama" Ozora muncul.


"Ozora .. ini Ozora yang itu ? Ozora yang itu ? no way, anakmu adalah Ozora yang genius itu ?" ucap Keira histeris.


Keira langsung menahan tubuh kecil Ozora, memegang kedua tangan anak itu, duduk bersimpuh dihadapan Ozora.


"Oh my God, kamu ganteng sekali ? siapa ayahmu, ayo ngaku ? dari siapa kamu dapat wajah gantengmu ini haa" ucap Keira sambil mencubit pipi Ozora.


Keira masih mencoba mencari jawaban siapa ayah dari putra Celina, gadis itu benar-benar penasaran dengan kisah cinta segitiga dua orang sahabat itu.


"Siapa ayahmu sayang ?" ulang Keira mulai cemberut.


"Papa" jawab Ozora.


"Oh.. kalau itu tante juga tau huu" ucap Keira sambil mencubit puncak hidung Ozora.


"Tebakanku Raffa, benarkan ? dia lebih mirip Raffa.


Mm tidak salah lagi, anak ini benar-benar mirip Raffa" ucap Keira sambil terus memandangi Ozora bahkan dari jarak dekat dan semakin dekat hingga menempelkan hidungnya dengan hidung Ozora.


Membuat anak tampan itu langsung tertawa, Keira pun ikut tertawa.


"Keira" ucap Keira memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya


"Keira Knightley" ucap Ozora, langsung membuat Keira kembali tertawa.


"Kamu tau Keira Knightley ? kalau gitu pilih mana Keira ini atau Keira Knightley ?" tanya Keira menunjukkan dirinya.


"Keira ini" pilih Ozora sambil menunjuk Keira.


"Lebih cantik" jawab Ozora.


"Ooh.. ya ampun, kecil-kecil sudah pintar menggombal. Gimana kalau udah besar, Raffa benar-benar menurunkan bakat playboy nya padamu" ucap Keira sambil tertawa, Ozora juga ikut tertawa.


"Uncle Kev" teriak Ozora.


"Uncle Kev ?" ucap Keira lalu melihat arah pandangan Ozora.


"Oo jadi panggilannya uncle Kev ? kalau tante bilang dia itu uncle tek, uncle jutek" ucap Keira sambil menunjuk Kevin.


Ozora tertawa, Kevin mengabaikan ucapan Keira


"Aku rasa aku tau dimana Raffa, apa kita akan menemuinya ?" ucap Kevin bertanya pada Celina.


Celina diam, bingung harus menjawab apa, sejujurnya gadis itu sulit mengatasi perasaannya setiap kali berhadapan dengan Raffa. Setiap kali berhadapan dengan laki-laki itu jantungnya selalu berdebar dan rasanya tidak nyaman apalagi jika ada Kevin disampingnya.


"Mana mungkin dia bisa menjawabnya, sudah aku bilang bertemu dua laki-laki yang dicintai dalam waktu bersamaan itu sulit" ucap Keira menjawab ucapan Kevin.


Celina tertunduk mendengar ucapan Keira, didalam hatinya membenarkan ucapan gadis itu. Meski ragu, Celina akhirnya mengangguk menyetujui.


Ayok" ucap Keira langsung menggendong Ozora.


"Hei siapa yang mengajakmu ?" ucap Kevin.


Keira cemberut.


"Ayok auntie Kei, kita pergi" ucap Ozora yang masih digendong Keira.


"Aku diajak Ozora" jawab Keira langsung menjulurkan lidahnya.


"Ozora memanggilku auntie Kei, keren sekali yu huu.. " ucap Keira sambil menggendong Ozora lalu menggenggam tangan kecil itu sambil bergoyang seperti berdansa.


Celina dan Kevin tersenyum, melihat tingkah riang Keira dan Ozora


Setelah shift kerja Celina habis mereka bersama-sama berangkat menuju tempat dimana Raffa berada. Jantung Celina berdebar cepat saat mulai mengenali daerah yang mereka tuju. Celina berusaha menenangkan hatinya saat mobil yang membawa mereka memasuki jalan kerikil menuju sebuah Villa.


Kevin menghentikan mobil di Villa di pinggir pantai itu. Villa mewah yang modern itu sama sekali tidak terlihat angker namun mampu membuat Celina berkeringat dingin. Tubuh gadis itu gemetar, jantungnya berdebar sangat kencang.


Masih jelas diingatannya saat dia mencoba melarikan diri dari Villa ini. Semua masih terlihat sama, hampir tujuh tahun berlalu, semua masih terlihat sama. Kevin membukakan pintu mobil untuk Celina, membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.


"Kamu tidak apa-apa ? wajahmu terlihat pucat" ucap Kevin sambil menyentuh kening Celina namun gadis itu hanya menggelengkan kepala.


Mereka berjalan menuju teras Villa, Kevin mengetuk pintu namun tidak ada jawaban. Mereka memutuskan berjalan ke samping Villa, menuju halaman belakang yang bisa langsung memandang ke laut lepas.

__ADS_1


"Itu papa" seru Ozora saat melihat seorang laki-laki yang duduk diujung dermaga kayu.


Anak itu langsung berlari meniti jembatan kayu yang menghubungkan dermaga. Celina tidak sempat menghentikannya, hanya bisa menatap saat Ozora memanggil Raffa.


Laki-laki yang tadinya terlihat termenung itu langsung berdiri dan menyambut Ozora yang menghamburkan dirinya ke pelukan laki-laki itu. Raffa memeluk anak itu erat, sambil memandang ke halaman belakang Villa.


Bibirnya tersenyum saat melihat gadis yang dirindukannya berdiri disana sedang memandanginya. Kevin menyusul Ozora dan Raffa, seperti biasa mereka berpelukan lalu berjalan bersama kembali Villa.


Sebelah tangan Ozora dipegang Raffa sebelah lagi dipegang Kevin. Ozora tertawa lepas saat Raffa dan Kevin mengangkat tinggi tangan anak itu bersamaan.


"Waah.. pemandangan yang indah, kamu dikelilingi tiga pria tampan, kamu luar biasa beruntung Celina" ucap Keira sambil memandang ketiga laki-laki yang berjalan sambil tertawa di dermaga itu.


Celina hanya tersenyum hambar, senyum yang dipaksakan. Keira menyusul ketiga pria tampan itu, Keira menyalami Raffa yang menyambut uluran tangannya.


"Villa yang sangat indah" puji Keira.


"Terima kasih" jawab Raffa.


Mereka sampai dihalaman belakang Villa.


"Kamu juga disini" ucap Raffa menyapa Celina.


Celina mengangguk, Raffa memandang Celina dengan tatapan yang penuh dengan kerinduan. Raffa dan Celina saling tersenyum ragu-ragu lalu menunduk, suasana menjadi canggung.


"Kami tidak melihatmu lagi setelah penandatanganan dokumen hak asuh itu, padahal kami sangat ingin berterima kasih padamu" ucap Kevin sambil merangkul bahu Celina lalu mengecup puncak rambut gadis itu.


Celina menunduk, ada rasa aneh mengaliri hatinya. Pedih, saat Kevin bersikap mesra dihadapan Raffa. Celina seperti merasakan kepedihan hati Raffa yang menyaksikan itu semua. Mendadak suasana jadi hening.


"Aduh rasanya kok lapar ya ? Ozora lapar nggak ? " tanya Keira memecah keheningan suasana yang canggung itu.


Ozora mengangguk.


"Kalau barbeque Ozora mau ?" tanya Raffa.


"Mauuu.. " seru Keira,


Semua tertawa, bersama-sama mereka menyiapkan bahan-bahan dan perlengkapan untuk memasak di halaman belakang Villa. Seperti kebiasaan lama saat keluarga Raffa dan Kevin berkumpul, para wanita di larang ikut memasak. Kevin dan Raffa yang bertugas menyiapkan semua hidangan.


Beef steak with black pepper sauce menjadi menu pilihan mereka. Keira memandang kagum melihat keakraban Kevin dan Raffa saat menyiapkan hidangan untuk mereka semua. Kevin dan Raffa saling bercanda, saling mengerjai kemudian tertawa bersama.


Saat memasak bersama, mereka seperti melupakan semua masalah diantara mereka. Sama sekali tidak menunjukkan adanya persaingan diantara mereka. Dan memang selalu begitu, saling melindungi, saling menyayangi, seperti saudara kandung.


"Coba kalau Alyssa ada disini" ucap Raffa sambil menata hidangan.


Kevin diam, Celina menunduk, Raffa menatap heran pada mereka. Setiap kali kedua keluarga itu makan bersama tentu saja Alyssa selalu hadir dan Alyssa adalah orang pertama yang mereka persilahkan untuk mencicipi. Mereka sangat menyayangi Alyssa, Raffa sudah menganggap Alyssa seperti adiknya sendiri.


Namun saat ini, hubungan antara Alyssa, Celina dan Kevin sedang terjadi perang dingin. Alyssa marah dan kecewa terhadap Celina, Alyssa juga kesal karena Kevin bersikeras tetap mencintai Celina.


"Ayo kita mulai, aku sudah tidak sabar ingin mencicipi" seru Keira tiba-tiba memecah suasana.


"By the way siapa Alyssa ? gadis yang kalian perebutkan juga ?" tanya Keira penasaran.


"Ya" jawab Raffa.


Celina reflek menatap Raffa.


"Diperebutkan untuk menjadi kakak kesayangannya" lanjut Raffa sambil membalas tatapan Celina.


"Sebenarnya adik siapa dia ?" tanya Keira lagi.


Raffa memonyongkan mulutnya pada Kevin. Keira mengangguk mengerti.


"Kalian berebut ingin jadi kakak kesayangannya ? mm aku jadi ingin mengenalnya" ujar Keira lagi.


Mereka mulai makan bersama, Kevin duduk disamping Celina dan Keira duduk disamping Raffa sementara Ozora duduk di sisi yang lain. Mereka menikmati masakan kedua laki-laki itu. Keira tak bosan-bosannya memuji kelezatan masakan mereka.


"Kamu tidak masuk kantor sejak hari itu, aku kesulitan mencarimu" ucap Kevin.


"Aku langsung datang kemari, rasanya belum siap menjalani urusan dikantor. Daripada salah mengambil keputusan lebih baik aku menghindar " jawab Raffa.


"Terima kasih karena menyerahkan hak asuh Ozora padaku" ucap Celina akhirnya.


Raffa memandang Celina yang duduk dihadapannya. Tersenyum miring, senyum yang dipaksakan, perih, menentang keluarganya demi wanita yang memilih bahagia bersama laki-laki lain. Rasanya sangat perih, laki-laki itu hanya tertunduk memainkan stik kentang dengan garpunya.


Setelah acara makan siang bersama, mereka berbincang-bincang santai dihalaman belakang sambil menikmati pemandangan dan angin laut. Sementara Ozora terlihat asyik bermain dipantai bersama Raffa. Laki-laki itu seperti ingin menikmati bermain sepuasnya bersama putra kesayangannya.


Mereka memutuskan untuk menginap semalam, melihat Ozora yang enggan diajak pulang. Celina tertegun menatap kamar tempat dirinya disekap dulu. Kevin datang mengagetkannya mengajak duduk bersama di ruang tengah di lantai bawah.


Setelah makan malam, mereka duduk bersama di karpet tebal sambil menikmati makanan ringan. Mereka asyik mendengarkan celotehan Ozora. Seperti biasa Kevin paling senang menggoda Ozora dan anak itu akan lari meminta pembelaan dari Keira.


Sekarang Ozora telah memiliki auntie yang baru, bertambah orang yang menyayanginya. Keira siap pasang badan saat Ozora minta dibela setiap kali Kevin iseng mengganggunya.


"Aku ingin mengumumkan sesuatu" ucap Kevin tiba-tiba setelah mereka letih bercanda.


Meraih dan menggenggam tangan Celina.


"Aku berencana akan menikahi Celina bulan depan, bertepatan dengan ulang tahun Ozora" ucap Kevin.


Kontan suasana berubah menjadi hening. Celina terkejut menatap Kevin, gadis itu sama sekali tidak mengetahui rencana itu.


"K.. kenapa secepat itu ?" reflek Celina bertanya.


"Cepat bagaimana sayang ? aku telah mencintaimu selama tujuh tahun, sejak pertama kali aku bertemu denganmu" ucap Kevin menggenggam tangan Celina lalu mencium punggung tangan gadis itu.

__ADS_1


Celina menunduk, begitu juga dengan Raffa, berita ini seperti petir menyambar ditengah-tengah mereka. Keira bahkan tidak sanggup mencairkan suasana.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2