
Edward dan David tak bisa melanjutkan pelacakan Natasha karena ponsel Natasha yang dibuang di suatu tempat di bandara. Selama tiga hari mereka bertanya pada Dany di mana posisi ponsel Natasha. Tapi karyawan di perusahaan Raffa itu tetap menyatakan kalau ponsel Natasha tidak bergerak dari posisinya di bandara.
Edward memastikan kalau ponsel Natasha di buang di suatu tempat dan tidak di temukan orang hingga tidak berpindah dari posisinya.
"Melacak melalui ponsel sepertinya sudah tidak ada gunanya," ucap David.
Edward mengangguk setuju.
"Tapi setidak-tidaknya kita tahu di kota ini mereka berada," ucap Edward yang merasa sedih karena tidak segera menemukan adik iparnya.
Mereka melanjutkan pencarian dengan melapor ke polisi dan menyebar foto Raffa. Setiap kali Celina menelpon, Edward merasa bersalah pada adik tersayangnya itu. Namun Celina tidak ingin membuat Edward merasa terbebani, Celina selalu memberi semangat pada kakaknya. Menelpon dengan suara yang ceria dan bersemangat meski sambungan telepon di tutup Celina menangis sejadi-jadinya.
Sementara itu Raffa tidak di izinkan keluar dari apartemen oleh Natasha dengan alasan takut Raffa akan tersesat karena tidak bisa mengingat apa-apa. Laki-laki itu menuruti ucapan Natasha namun sekian hari tak menghirup udara bebas membuat laki-laki itu merasa bosan.
Saat Natasha keluar apartemen laki-laki itu berjalan-jalan di sekitar apartemen hingga bertemu dengan penghuni apartemen lain yang mengenal Natasha. Raffa bertanya tentang dirinya pada laki-laki itu dan tentu saja dia tak mengenal Raffa. Saat Raffa bercerita kalau dirinya adalah suami Natasha, laki-laki itu tidak percaya.
Karena sangat mengenal Natasha yang tidak pernah menikah dan hanya suka menjalin hubungan tanpa status.
Perempuan itu membohongiku, batin Raffa.
Segera laki-laki itu kembali ke apartemen agar tidak ketahuan oleh Natasha. Raffa bertekad mencari informasi tentang dirinya setiap kali wanita itu keluar apartemen.
Sementara itu saat makan malam kediaman Saltano, Ny. Rowenna tak mampu menelan makan malamnya. Saat di tanya Tn. Robby, ibunda Raffa itu langsung menangis. Nyonya itu merasa sangat menyesal dan tidak menyangka kalau Natasha tega berbuat seperti itu.
"Grandma jangan sedih, Ozora sudah menghubungi semua kenalan untuk membantu mencari Papa, Uncle Ed sudah memberi tahu kemungkinan posisi Papa jadi lokasi pencarian bisa di per sempit. Grandma sayang jangan khawatir ya," ucap Ozora lalu berdiri dari kursinya dan memeluk neneknya dari belakang.
Ny. Rowenna mengangguk sambil membelai rambut Ozora dengan sebelah tangannya. Ozora mencium pipi neneknya untuk menyenangkan hati Ny. Rowenna. Nyonya besar itu langsung menoleh pada Celina seolah-olah berterima kasih karena melahirkan cucu yang menjadi penyejuk hatinya.
Celina tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. Rasa khawatir Celina tak kalah dengan Ny. Rowenna tapi gadis itu berusaha menahannya demi menguatkan dirinya sendiri dan keluarga itu.
Ozora merasakan ponselnya bergetar, anak itu langsung menerima panggilan telepon masuk itu. Lalu berjalan menuju ruang tengah dan berbincang di sana. Tak lama kemudian terdengar Ozora menghubungi Edward dan menjelaskan informasi yang baru di terimanya.
Edward menyambut informasi yang di berikan Ozora dan segera bergegas menuju lokasi yang dikirimkan Ozora. Anak itu pun segera menginformasikan bahwa salah seorang kenalannya mengenali Raffa dan melihat di sebuah apartemen.
"Benarkah nak? Kamu sudah menghubungi Uncle Ed?" tanya Celina.
Ozora mengangguk kuat, anak dan ibu itu langsung berpelukan. Ny. Rowenna pun ikut bangun dari tempat duduknya dan memeluk Ozora sambil berterima kasih pada anak itu.
"Ayo Grandma kita makan yang semangat biar tetap sehat untuk menyambut kedatangan Papa," teriak Ozora.
Anak itu melihat neneknya yang tidak bernafsu makan sejak kehilangan putra satu-satunya. Tak ingin lebih lama melihat neneknya bersedih, Ozora bergerak cepat mengerahkan semua kenalan-kenalannya di dunia Maya untuk mencari informasi keberadaan Papanya.
Sementara itu Natasha kembali ke apartemennya dan meminta Raffa mencoba pakaian-pakaian yang baru dibelinya.
"Jika ini rumah kita kenapa tidak ada sedikit pun pakaianku ada di sini?" tanya Raffa.
__ADS_1
"Karena kita baru pindah ke sini? Kita belum sempat membawa semua barang-barang kita," ucap Natasha.
"Lalu kenapa harus membeli? Kenapa tidak mengambil dari rumah kita dulu?" tanya Raffa.
"Aku tidak ingin kembali ke rumah kita karena sebenarnya orang tuaku tidak merestui hubungan kita," jawab Natasha dengan ragu-ragu.
Wanita itu tak ingin lagi mendapat pertanyaan dari Raffa, buru-buru meminta Raffa mencoba pakaian yang baru dibelinya. Tiba-tiba terdengar bel berbunyi, Natasha memeriksa siapa yang datang. Saat mengintip dari lubang intip di pintu, wanita itu langsung mundur dan tidak ingin membuka pintu.
Raffa merasa heran karena Natasha tidak membuka pintu hingga tamu itu tidak berhenti menekan bel. Edward bahkan menggedor pintu agar Natasha segera membuka pintu.
Laki-laki itu bergegas membuka pintu, Natasha langsung menahan tangan Raffa.
"Jangan, mereka adalah suruhan orang tuaku yang ingin memisahkan kita," ucap Natasha sambil memegang tangan Raffa.
"Tidak apa, aku akan menemui mereka. Mereka tidak punya hak untuk memaksa kita berpisah," ucap Raffa.
Dalam hatinya telah terbersit rasa tidak percaya pada Natasha hingga Raffa justru ingin bertemu dengan orang-orang yang tak ingin ditemuinya. Segera Raffa membuka pintu dan bertemu langsung dengan Edward dan David.
"Raffa," teriak David dan Edward serentak.
Raffa menjadi semakin bingung karena setahu dia namanya bukan Raffa.
"Raffa?" tanya Raffa heran.
"Ya, kamu Raffa, kamu adalah adik iparku," ucap Edward.
"Itu adikmu?" tanya Raffa dengan polos.
"Bukan, dia bukan istrimu, dia adalah Natasha. Wanita yang terobsesi ingin memilikimu hingga memisahkanmu dengan keluargamu yang sebenarnya," jelas David.
"Mereka bohong, mereka suruhan orang tuaku yang ingin memisahkan kita," teriak Natasha.
"Jika kamu masih berbohong, aku akan menyeretmu ke penjara," ancam Edward yang geram melihat kebohongan Natasha.
Apa yang di perbuat wanita itu telah menyusahkan David dan Edward. Edward merasa kesal karena ulah Natasha membuat keluarganya menjadi sedih. Mereka segera mengajak Raffa untuk pergi dari tempat itu. Raffa mengikuti setelah Edward dan David memperlihatkan foto-foto kedekatan mereka.
Ozora langsung memeluk ayahnya begitu Raffa di ajak masuk ke dalam rumah keluarga Saltano.
"Dia putra sulungmu," jelas Edward.
"Benarkah? Aku punya putra sebesar ini?" tanya Raffa tak percaya.
"Raffa!" panggil Rowenna sambil berlari memeluk putranya.
Raffa kebingungan tapi akhirnya membalas memeluk ibunya. Ny. Rowenna menangkup wajah putranya dan menatap dengan tatapan yang penuh kasih sayang. Tak lama kemudian Tn. Robby keluar dari kamarnya. Menepuk lengan laki-laki itu lalu memeluk putranya.
__ADS_1
"Kami sangat mengkhawatirkanmu," ucap Robby.
Di belakang Tn. Robby telah berdiri Celina yang menatapnya dengan penuh rasa rindu. Tersenyum pada laki-laki itu dan melangkah mendekatinya. Raffa membalas tatapan Celina dengan rasa kagum pada kecantikan dan kelembutan wajah Celina.
Gadis itu langsung memeluk Raffa dan laki-laki itu membalasnya.
Diakah istriku yang sesungguhnya? Wanita cantik ini? batin Raffa.
"Aku sangat senang Kakak bisa ditemukan kembali. Aku mendengar Kakak mengalami amnesia. Jangan khawatir kami akan membantu Kakak untuk mengingat kembali," ucap Celina.
"Celina ajaklah suamimu istirahat di kamar," ucap Rowenna.
"Baik Mommy," jawab Celina.
"Kak Edward, Kak David terima kasih telah membawa suamiku kembali pulang. Kakak berdua istirahatlah," ucap Celina pada David dan Edward.
Edward dan David mengangguk, David pun meminta izin pulang.
"Aku senang akan kerjasama kita," ucap David.
"Mungkin kita bisa membuka usaha detektif swasta," ucap Edward bercanda.
David tertawa, menepuk lengan Edward dan pamit pulang.
Sementara itu Celina langsung mengajak Raffa ke dalam kamar. Meminta suaminya untuk beristirahat.
"Kakak sungguh tidak mengingat aku sedikit pun?" tanya Celina.
"Aku tidak ingat apa pun, tapi aku akan terus mencoba mencari ingatanku kembali," ucap Raffa.
Celina tersenyum sambil mengangguk, Celina akan membantu suaminya untuk mencari ingatannya lagi.
"Apakah kamu mengenal Natasha?" tanya Raffa.
"Tentu saja kenal. Dia adalah anak dari sepupu Mommy, Kenapa?" ucap Celina.
"Dia mengatakan kalau dia adalah istriku tapi aku merasa kalau apa yang dikatakannya adalah bohong. Meski aku lupa tapi aku merasa dalam hatiku telah ada orang-orang yang aku sayangi," ucap Raffa.
Tiba-tiba Celina mendapati ponselnya bergetar. Celina meraih ponselnya dan melihat pesan yang masuk. Celina mendapat sebuah pesan dari Natasha.
Celina terkejut hingga menutup mulutnya dengan tangannya. Raffa langsung mendekati wanita yang dinyatakan sebagai istrinya itu.
"Apa Kakak melakukan hubungan dengannya, gadis bernama Natasha itu?" tanya Celina.
"Entahlah tapi saat aku bersamanya kami tidak melakukan apa pun. Aku selalu menjaga diriku karena selalu merasa ragu dan tidak percaya padanya. Ada apa? Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Raffa.
__ADS_1
Tanpa disadari Celina menitikkan air mata saat melihat foto yang dikirim Natasha. Sebuah test pack dengan tanda dua garis merah terpampang jelas di layar ponselnya.
...~ Bersambung ~...