
Kevin memutuskan untuk menginap dirumah Keira selama beberapa hari. Laki-laki itu ingin menata hatinya bersama gadis itu. Ingin lebih mengenalnya, ingin lebih dekat dengannya, ingin menumbuhkan perasaan cinta dihatinya. Gadis yang setia menunggunya, menunggu hadirnya cinta diantara mereka.
Hari itu Raffa dan Celina ingin menjenguk Jessica setelah beberapa hari yang lalu tidak lagi mengunjunginya. Keadaan luka Jessica sudah mulai membaik, tinggal menunggu penanganan selanjutnya untuk melakukan bedah plastik dan rekonstruksi wajah.
Jessica mungkin harus melakukan bedah plastik beberapa kali untuk membuat luka diwajahnya tidak terlihat lagi agar bisa seperti semula. Dan semua biaya perawatan itu ditanggung oleh Raffa.
Celina mengetuk pintu ruang perawatan dan masuk kedalam, terlihat Kevin dan Keira telah berada disana begitu juga orang tua Jessica.
Keira memeluk Celina, dan seperti biasa Raffa berpelukan dengan Kevin. Mereka saling menanyakan kabar, ada perasaan tak enak yang dirasakan oleh Kevin. Meski Celina dan Raffa memaafkan tapi saat teringat apa yang dilakukannya menyebabkan rumah tangga mereka terguncang menyebabkan Kevin tak sanggup menatap mata mereka.
Namun sikap Raffa telah seperti biasa, Kevin bersyukur sahabatnya itu tidak menyimpan dendam padanya. Begitu juga Celina yang tidak lagi mempermasalahkan apa yang Keira lakukan sebelumnya. Gadis itu benar-benar melupakan sikap Keira yang tega menghasut Raffa dengan mengirimkan foto itu.
Mereka tidak ingin membahas sedikitpun tentang masalah itu lagi.
Raffa menanyakan kabar orang tua Jessica, bagaimanapun juga mereka adalah orang tua dari wanita yang pernah dicintainya. Mereka sangat berterima kasih atas bantuan biaya perawatan yang ditanggung oleh Raffa.
Celina terharu, kehidupan manusia bisa berubah tanpa diduga, Raffa dulu pernah sangat mencintai Jessica. Keluarga Cartwright juga sangat menyayanginya, telah menganggap Raffa seperti putra mereka.
Namun keadaan berubah tanpa disadari, walaupun begitu beruntung Raffa masih menghormati mereka. Sama seperti saat hubungannya dengan Jessica masih mesra.
"Raffa terima kasih atas kebaikanmu menanggung biaya perawatan istrimu" ucap Ny. Cartwright.
"Mantan istrinya mom" ucap Tn. Cartwright membetulkan ucapan istrinya.
Raffa menggenggam tangan Celina, lalu memandang lembut padanya. Celina hanya tersenyum tipis, gadis itu selalu merasa kalau Ny. Cartwright belum bisa menerima kenyataan kalau putrinya bukan lagi menjadi istrinya Raffa.
Raffa merangkul istrinya untuk membesarkan hatinya, bahwa Jessica dan keluarganya adalah masa lalunya, sama sekali tidak ada perasaan apapun yang tersisa untuk mereka.
Raffa tak ragu-ragu menunjukkan kasih sayangnya pada Celina di depan mereka. Begitu juga dengan Kevin terhadap Keira, bagi mereka apa yang ditampilkan Raffa menunjukkan sinyal bahwa Kevin harus bisa bersikap lebih mesra lagi pada Keira.
Raffa menanyakan kondisi perusahaan keluarga itu. Karena dia tau pasti bahwa sebelumnya ibu Raffa sering memberikan bantuan dana untuk kelangsungan bisnis keluarga sahabat ibunya itu.
Namum sejak mereka bercerai, otomatis ibunya tak memberikan bantuan apapun lagi pada perusahaan keluarga itu.
"Ya, saat ini kehidupan kami semakin sulit. Perusahaan kami terancam bangkrut" ucap Tn. Cartwright.
"Kenapa bisa seperti itu pa, apa yang terjadi ?" tanya Raffa yang masih memanggil laki-laki papa karena masih tetap menganggap bapak tua itu orang tuanya.
Tn. Cartwright menceritakan kondisi perusahaannya yang seperti sudah tak bisa tertolong lagi. Rasa malu akan kegagalannya sudah tidak ada lagi dalam diri bapak itu, apa lagi rasa sombong yang biasa diperlihatkannya setiap kali sukses menjalankan bisnisnya.
Tapi kondisi sebuah usaha bisa naik dan bisa turun, kadang sangat sukses dan kadang bisa terpuruk.
"Kenapa tidak mencoba meminta saran pada Ozora tuan ?" ucap Keira tiba-tiba.
Semua memandang ke arah Keira.
"Apa maksudnya Keira ?" tanya Celina.
"Kamu tidak tau ? putramu memiliki sebuah forum bisnis di dunia maya. Mereka berhubungan dan saling bertukar pikiran melalui jaringan internet" jelas Keira.
"A P A !!!" serentak Raffa, Celina dan Kevin tercengang.
"Karena itu aku sangat mengenalnya, aku sering mengikuti pembahasan-pembahasan mengenai situasi bisnis yang sedang dalam keadaan sulit, awalnya mereka meragukan seorang anak kecil seperti Ozora tapi setelah menjelaskan dan mereka lebih mempelajari akhirnya mereka percaya" jelas Keira.
Celina dan Raffa berpandangan, ibunda Ozora itu memang membebaskan putranya menggunakan laptop karena Celina percaya pada Ozora yang tau persis dengan aturan-aturan hingga Celina yakin bahwa putranya tidak melakukan hal yang melenceng.
Tapi Ozora ikut dan memiliki sebuah forum diskusi untuk menangani masalah-masalah di perusahaan tak pernah terpikirkan sedikitpun oleh Celina.
"Ozora tak pernah cerita padamu ?" tanya Keira.
"Tidak, saya pikir dia hanya berhubungan dengan anak-anak. Membahas pelajaran atau permainan-permainan anak-anak" jawab Celina.
Keira tertawa.
"Kamu, mamanya bahkan tidak mengetahui seberapa besar kehebatan anakmu ?" ujar Keira.
"Aku bahkan pernah melihat situasi perusahaan yang lebih buruk lagi. Semua aset telah dalam proses sita dan pemilik terancam dipenjara.
Disaat keadaan yang sudah genting seperti itu pemilik perusahaan meminta bantuan pada Ozora untuk menganalisa kondisi perusahaannya dan meminta tolong untuk mencari jalan keluarnya.
Orang itu sudah pasrah, nothing to lose, jadi dia percayakan semua penanganan perusahaan itu pada Ozora.
Asalkan jujur dalam menyampaikan informasi dan keadaan perusahaan yang sebenarnya.
Ozora akan menganalisa, mencari penyebab kegagalan perusahaan dan mencarikan jalan keluarnya, bahkan Ozora membentuk kelompok khusus mencari orang-orang yang berkompeten untuk menangani masalah itu" jelas Keira panjang lebar.
"Lalu bagaimana keadaan perusahaan itu sekarang ?" tanya Raffa yang sangat penasaran dengan hasil kerja putranya.
"Sabar, anakmu yang ganteng itu memiliki logika bisnis yang luar biasa. Dia selalu memiliki jalan keluar yang terbaik sehingga orang-orang yang tergabung dalam kelompok penyelamatan perusahaan itu sangat percaya dengan langkah kerjanya" cerita Keira sambil membayangkan lucunya Ozora yang selalu membuatnya merasa gemas terhadap anak itu.
Yang lain tidak sabar mendengar kelanjutan cerita Keira. Mereka menatap Keira dengan pandangan yang penasaran.
"Perusahaan itu akhirnya berhasil diselamatkan, bahkan menawarkan satu milyar untuk imbalan pemikiran Ozora. Tapi anak itu menolak, dia hanya meminta perusahaan itu memberi pada kelompok penyelamatan itu seikhlasnya sebagai ucapan terima kasih atas kerja keras mereka" cerita Keira lagi.
__ADS_1
Celina sampai menutup mulutnya saking terperangah.
"Kamu tau apa yang diucapkan Ozora ? Ozora masih kecil pak, Ozora belum boleh bekerja.
Ozora hanya ingin membantu menyalurkan ide dan pemikiran. Itu yang dikatakannya lalu menolak satu milyar ucapan terima kasih yang khusus diberikan untuknya" cerita Keira berbinar-binar sambil menirukan ucapan Ozora lengkap dengan mimik wajahnya.
Semua tersenyum melihat cara gadis itu bercerita.
"Apa itu legal ?" tanya Celina.
"Kenapa tidak ? jika ada yang bertanya padamu dan ada yang mau memberikan jalan keluar apa itu sebuah kesalahan ?.
Yang terpenting dari semua itu Ozora membantu mencari jalan dengan tidak melenceng dari aturan.
Anak itu tau segalanya, peraturan-peraturan, undang-undang dan teori-teori, dia itu bukan lagi kamus berjalan atau ensiklopedia berjalan tapi sudah perpustakaan berjalan.
Yang berdiskusi dengannya mulai dari First Line Level Management, Middle Level Management hingga ke Top Level Management. Haaah, hanya orang tuanya sendiri yang tidak mau berdiskusi dengannya" sindir Keira sambil bercanda.
"Harusnya kamu mengizinkan dia untuk mendapatkan gelar sarjananya" lanjut Keira.
"Aku ingin dia menikmati masa kecilnya" ucap Celina.
"Masa kecil itu tidak ada habisnya, orang yang sudah tuapun tetap bisa merasakan keceriaan masa kecil terbukti jika diajak bermain game siapa yang akan menolak ?
Jika dia memang memiliki passion untuk berbisnis kenapa tidak disalurkan" ucap Keira.
"Apa kamu pernah konsultasi dengan Ozora ?" tanya Kevin.
"Aku malu, nanti dia bilang auntie Kei nya bego banget" ucap Keira sambil tersipu.
Semua tertawa, akhirnya keluarga Cartwright menyetujui usulan Keira untuk berkonsultasi dengan Ozora. Keira berjanji akan mengajak Ozora mengunjungi perusahaan Cartwright demi mendapatkan semua informasi yang dibutuhkannya nanti.
Gadis itu sangat menyukai kesempatan untuk bertemu dengan anak tampan itu.
"Jika kamu ingin bertemu dengan Ozora, datang saja kerumah, aku yakin Ozora sangat senang bertemu denganmu" ucap Raffa.
"Wah senangnya, aku boleh datang kapan saja ?" tanya Keira sambil melirik Kevin.
Raffa mengangguk sambil tertawa melihat ekspresi lucu Keira.
"Kamu juga, aku yakin Ozora sangat merindukanmu" ucap Raffa pada Kevin.
"Ozora sudah menganggap kalian sebagai orang tuanya juga" ucap Celina.
Tapi takdir berkata lain, Ozora kembali bertemu dengan ayah kandungnya. Darah lebih kental dari pada air, pepatah itu ternyata memang benar adanya. Sebesar apapun kasih sayang Kevin terhadap Ozora tak bisa mengalahkannya ikatan batin antara ayah dan anak.
"Raffa bagaimana dengan keadaan Tita ?" tanya Jessica tiba-tiba.
Raffa dan Celina saling berpandangan, mereka sengaja tidak membawa Tita menemui Jessica karena mereka belum tau seperti apa respon Jessica terhadap gadis kecil itu. Seperti yang Celina lihat sendiri, Jessica menolak memelihara Tita hingga akhirnya Celina memutuskan untuk merawat gadis kecil itu.
"Dia baik-baik saja dan sehat tapi sifatnya sedikit berubah, dia terlihat lebih diam dari dulu-dulu. Hanya Ozora yang bisa membuatnya ceria, jadi kami masih berusaha untuk mengembalikan keceriaannya" jelas Raffa.
Celina dan Raffa tak bosan-bosan menunjukkan kasih sayang mereka pada Tita, tapi entah mengapa Tita masih seperti membatasi diri, seperti minder atau tidak percaya diri.
Anak itu merasa dia tidak berhak mendapatkan kasih sayang dari orang-orang yang tidak berhubungan darah dengannya karena merasa ibu kandungnya sendiri tidak mempedulikannya.
Namun Celina selalu berusaha menumbuhkan pemikiran bagi anak itu bahwa kasih sayang bisa didapatkan dari orang yang tak ada hubungan darah sekalipun. Untuk itu Celina sering mengajak Ozora dan Tita mengunjungi panti asuhan tempat dia dibesarkan.
Disana Ozora dan Tita bisa bertemu dengan anak-anak yang sama sekali tidak ada hubungan darah namun bisa saling melindungi, saling peduli dan saling menyayangi.
Selain memberikan bantuan dari diri pribadinya sendiri juga dari perusahaan Raffa. Celina ingin mengenalkan anak-anak yang bernaung di panti kepada Ozora dan Tita. Saat bertemu dengan anak-anak itu Tita terlihat ceria begitu juga dengan Ozora. Mereka belajar dan bermain bersama-sama.
Jessica menitikkan air mata, mengingat nasib putrinya. Menyadari betapa jahatnya dia karena hanya memanfaatkan Tita untuk mendapatkan fasilitas dari keluarga Saltano. Anak yang tadinya ditolak oleh ayahnya sendiri itu akhirnya dibesarkan oleh keluarga Saltano dengan status palsu.
"Apa ayah kandungnya, Manager mu itu ?" tanya Raffa tiba-tiba.
Jessica mengangguk, tuan dan nyonya Cartwright menunduk malu. Sebenarnya mereka telah mengetahui perihal kandungan Jessica sejak awal hingga akhirnya mendesak Ny. Rowenna untuk segera menikahkan putra dan putri mereka.
Sejak pulang dari Paris, Jessica menceritakan tentang kehamilannya dan ingin keluarganya memberikan solusi untuk masalahnya. Satu-satunya yang terpikirkan oleh mereka hanyalah segera mencari ayah untuk anak yang dikandung Jessica.
Karena mereka tau Raffa mencintai Jessica dan pasti akan bersedia menikah dengan Jessica. Namun ternyata kenyataan telah berubah. Raffa mengenal Celina dan tak bisa lagi mencintai Jessica sehingga gadis itu terpaksa memohon kepada Raffa untuk tetap menikahinya karena tengah mengandung anak dari kekasihnya sekaligus Managernya itu.
"Chicco sejak awal tidak mau bertanggung jawab, dia memintaku menggugurkannya atau mencari orang lain untuk menjadi ayahnya" jelas Jessica.
"Ya benar, orang itu adalah mantan tunanganmu yang kamu usir waktu itu Keira" ucap Celina teringat kejadian saat dia dan Ny. Rowenna disekap di gudang.
Keira mengangguk, dia sudah mengetahui tentang itu dari Ny. Rowenna. Tiba-tiba Jessica mengulirkan tangannya, Celina menyambut jabatan tangan itu.
"Celina, maafkan aku, maafkan kesalahanku selama ini padamu.
Aku telah berbuat jahat padamu, merendahkanmu, menghinamu bahkan hampir membunuhmu tapi kamu justru masih mau menolongku.
Aku bahkan tetap berprasangka buruk padamu waktu kamu mencoba menolongku saat disiram air keras itu.
__ADS_1
Dokter berkata keadaanku bisa lebih parah atau bahkan bisa sangat fatal jika saat itu kamu tidak memberikan pertolongan pertama padaku.
Aku tidak tau bagaimana cara meminta maaf dan membalas kebaikanmu Celina" ucap Jessica sambil menangis.
Wanita itu sangat menyesali perbuatannya, Celina bahkan tidak sedikitpun menyimpan dendam padanya. Celina justru mencoba membantu agar hidupnya menjadi lebih baik.
Membantu merawat anaknya yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya. Begitu banyak kebaikan Celina terhadapnya. Jessica merasa sangat berdosa terhadap Celina.
"Aku akan membantumu untuk menemukan laki-laki itu, Chicco itu, dia harus bertanggung jawab atas semua perbuatannya. Dia juga ikut menjadi dalang penculikanmu" ucap Jessica.
"Sudahlah Jessica, jangan berurusan dengan orang itu lagi. Hanya membahayakan diri kita saja, sebaiknya kamu mulai menata hidup dan memikirkan masa depanmu saat sembuh dari lukamu nanti" jawab Celina.
"Tidak apa-apa Celina, anggap saja ini adalah untuk membalas kebaikanmu" ucap Jessica.
Celina lebih suka jika Jessica menjauh dari Chicco dan tidak mempedulikan orang itu lagi. Namun kehendak Jessica begitu kuat, dia ingin Chicco mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Setelah berbincang panjang akhirnya mereka pamit pulang. Hari ini mereka sudah mencari jalan keluar untuk kondisi perusahaan keluarga Cartwright sekaligus saling berbaikan. Tak ada dendam lagi diantara mereka.
Celina tersenyum sambil menoleh pada Raffa, menatap pasangan yang berjalan di depan mereka. Terlihat Kevin yang menggandeng tangan Keira.
"Apa mereka sudah menentukan tanggal pernikahannya ?" tanya Celina pada Raffa.
"Belum, biarkan saja, mungkin mereka masih mau pacaran dulu sebelum menikah" balas Raffa.
Celina mengangguk, Raffa menoleh menatap wajah Celina. Gadis itu terlihat tulus memandang bahagia pada pasangan itu. Tidak terlihat rona kecemburuan diwajahnya, Raffa baru menyadari kalau Celina benar-benar tidak memiliki perasaan khusus lagi terhadap Kevin.
"Menurutmu mana yang lebih baik antara aku dan Kevin ?" tanya Raffa tiba-tiba.
"Kak Kevin" jawab Celina.
Kurang ajar, dia lebih memilih Kevin, batin Raffa.
"Kalau begitu, diantara kami mana yang kamu sayangi ?" tanya Raffa lagi.
"Kak Kevin" jawab Celina lagi.
Raffa menarik nafas berat.
Sial, Kevin lagi, sebenarnya dia menyukaiku apa tidak sih ? jerit hati Raffa.
"Kalau seandainya aku dan Kevin tenggelam dalam waktu yang bersamaan, sementara kamu sendiri sudah kesulitan untuk bertahan, siapa yang akan kamu tolong duluan ?" tanya Raffa, kali ini dia sangat ingin Celina menjawab namanya.
"Kalian kan jago renang, kenapa bisa tenggelam ?" tanya Celina masih sambil berjalan pelan diselasar rumah sakit, mengiringi Kevin dan Keira yang berjalan di depan mereka.
"Ini cuma seandainya, kamu jawab saja" ucap Raffa, sambil mengecangkan genggaman tangannya.
"Aduh, aduh, jangan terlalu kencang pegangnya, sakit" ucap Celina manja.
"Ya tapi apa jawabannya ?" tanya Raffa penasaran, sambil mencubit pipi istrinya.
Tadi sudah dua kosong, kalau sekarang jawabannya masih Kevin lagi, aku benar-benar kalah telak, batin Raffa.
"Kak Kevin" jawab Celina lagi.
Raffa menghentikan langkahnya, langkah Celina ikut terhenti. Gadis itu memandang heran pada suaminya.
"Kamu sebenarnya cinta sama aku nggak sih ? semuanya jawabannya Kevin, Kevin, Kevin, sebenarnya apa artinya aku ini bagimu ?" tanya Raffa terlihat sungguh-sungguh.
"Apa yang salah dengan jawabanku ?
Kakak tanya mana yang lebih baik, saya jawab kak Kevin karena memang dia sangat baik.
Dia rela membiarkan aku hidup bahagia dengan laki-laki yang aku cintai, bukan itu sangat baik ?
Bahkan sangat, sangat, sangat, sangat baik" jawab Celina yang membuat Raffa terperangah.
"Lalu kakak tanya, diantara kalian siapa yang aku sayangi, aku jawab kak Kevin, apa salahnya ? aku memang sayang kak Kevin" jawab Celina santai.
"Lalu bagaimana denganku ? kamu nggak sayang sedikitpun sama aku ?" tanya Raffa lagi mulai emosi.
"Tentu saja sayang tapi bukan cuma sayang.
Tapi semuanya, suka, sayang dan cinta, kalau kakak tanyakan itu jawabnya pasti kak Raffa" ucap Celina lagi sambil tertawa.
"Oh jadi pertanyaannya yang salah" ucap Raffa sambil merangkul Celina, hatinya berbunga-bunga mendapat jawaban itu dari istri tercintanya.
"Kalau jawaban terakhir kenapa masih Kevin ? kamu lebih memilih menyelamatkan dia daripada aku ? katanya kamu lebih suka, sayang dan cinta sama aku ?" tanya Raffa lagi.
"Karena situasinya, aku sendiri sudah kesulitan untuk bertahan, maka aku memilih menyelamatkan kak Kevin. Setelah kak Kevin selamat, aku akan menyusulmu dan tenggelam bersamamu" ucap Celina santai.
Tiba-tiba langkah Raffa terhenti lalu memeluk gadis itu, semua jawaban Celina terlihat buruk pada awalnya namun semua itu justru untuk menunjukkan betapa besar arti Raffa baginya.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1