
Raffa menggenggam surat itu dengan tangan gemetar, wajahnya menunjukkan ketegangan. Bagaimana tidak di dalam surat itu tertulis permintaan bagi Celina untuk menerima Dokter Dino sebagai suaminya.
Serasa tidak percaya, Raffa mengulang kembali apa yang telah di bacanya tadi.
^^^Sahabatku, Celina^^^
Aku harap saat ini dirimu ada dalam keadaan sehat-sehat saja, begitu juga dengan putramu Ozora.
Celina, mungkin kamu akan terkejut setelah membaca suratku ini. Jika saat ini kamu membacanya, artinya aku telah tiada. Aku telah meninggalkan dunia ini. Tidak ada satu hal pun yang membuat ku berat meninggalkan dunia kecuali meninggalkan suami dan putri kecilku.
Namun, saat mengingatmu hatiku merasa lega karena masih ada seorang wanita yang baik yang bisa mengisi posisiku di hati suamiku. Dia bukanlah seperti malaikat yang sempurna tapi bagiku dia adalah laki-laki yang terbaik. Dan aku yakin dia akan menjadi suami yang baik untukmu dan kamu adalah wanita yang terbaik untuk menjadi istrinya dan ibu yang terbaik bagi putriku.
Untuk itu aku mohon kesediaanmu untuk menjadi istri dari Dokter Dino dan ibu bagi putriku tersayangku, Nazolla. Hanya kepadamu lah aku bisa mempercayakan mereka. Kumohon kabulkanlah permintaanku ini.
^^^Sahabatmu^^^
^^^Lily^^^
Membaca surat itu napas Raffa terasa berat. Apa yang ditakutinya telah terjadi, firasatnya terhadap Dokter Dino ternyata benar. Dokter itu menyimpan maksud terhadap istrinya. Raffa segera mencari Celina, bertanya pada para karyawan toko hingga akhirnya melihat Celina sedang tertawa bersama Dokter Dino.
Raffa mempercepat langkahnya hingga tiba dihadapan Dokter Dino. Raffa menatap laki-laki itu dan langsung melayangkan pukulan ke wajah Dokter itu. Dokter Dino jatuh, Celina kaget. Raffa bergerak ingin meraih krah kemeja Dokter Dino hingga membuatnya kembali bangkit. Raffa hendak melayangkan pukulannya untuk kedua kalinya.
Namun kali ini Celina menghalanginya. Gadis itu melepaskan genggaman tangan Raffa dari krah kemeja Dokter Dino. Celina bahkan berdiri di antara mereka. Gadis itu mencegah Raffa memukul Dokter Dino dan itu membuat Raffa naik pitam.
"Kamu membelanya? Kamu membela laki-laki kurang ajar yang ingin merebut istri orang?" teriak Raffa.
Celina melihat ke sekelilingnya, pemukulan dan teriakan yang dilakukan Raffa mengundang perhatian orang hingga membuat para pengunjung langsung datang untuk melihat apa yang terjadi.
"Kak, tenanglah ini di toko, ada banyak orang di sini, malu kak," pinta Celina.
"Apa? Malu? Kamu malu terhadapku? Malu dilihat orang karena memiliki suami sepertiku? Tapi tidak malu atas perbuatanmu berduaan dengan laki-laki yang jelas-jelas ingin memperistri kamu!" seru Raffa masih dengan nada yang tinggi.
"Kak, berhenti!" teriak Celina yang tidak ingin memancing orang untuk datang lebih banyak lagi.
"Apa? Kamu berani membentak aku? Kamu benar-benar istri yang tidak tahu ...." ucap Raffa sambil mengangkat tangannya untuk melayangkan tamparan di wajah Celina.
Celina kaget membuatnya reflek memejamkan matanya. Namun, Dokter Dino langsung menangkap tangan Raffa. Mereka saling menatap tajam, Raffa menghentakkan tangannya dari genggaman Dokter Dino. Tangan Raffa terlepas dan langsung pergi meninggalkan Celina dan Dokter Dino.
Celina ingin mengejar tapi langkahnya terhenti. Begitu banyak orang yang melihat ke arahnya. Dokter Dino mendekati Celina. Laki-laki itu merasa tidak enak hati dan merasa bersalah.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Dokter Dino.
Celina yang tercenung langsung sadar dan tersenyum ke arah Dokter Dino.
"Maafkan aku, karena perbuatanku dia jadi salah paham padamu. Harusnya aku tidak perlu lagi menunjukkan surat itu padamu," ucap Dokter Dino merasa menyesal.
"Tidak apa-apa, aku akan menjelaskan semuanya nanti. Dokter Dino saya minta maaf, apa terasa sakit, aku punya kotak P3K di kantor," ucap Celina saat melihat sudut bibir Dokter Dino yang pecah berdarah.
"Tidak usah, aku bisa mengobatinya di rumah sakit. Lagi pula ini tidak terlalu sakit," ucap Dokter Dino sambil tersenyum.
Laki-laki itu bersikap seolah-olah apa yang dilakukan Raffa tidak membuatnya sakit dan berusaha tersenyum tapi saat laki-laki itu tersenyum Dokter Dino terlihat meringis menahan sakit. Celina semakin merasa bersalah.
"Maaf Dokter Dino," ulang Celina untuk meringankan beban rasa bersalahnya.
"Tidak apa-apa, sungguh. Sebaiknya aku memilih alat-alat yang aku butuhkan sekarang. Aku harus segera kembali ke rumah sakit," ucap Dokter Dino.
__ADS_1
Laki-laki itu kembali memilih alat-alat kesehatan yang dibutuhkannya sambil sesekali tersenyum pada Celina. Gadis itu tersenyum dengan wajah yang murung. Membayangkan apa yang akan terjadi saat dirinya bertemu dengan suaminya nanti.
Dokter Dino akhirnya dapat menemukan semua alat-alat kesehatan yang dibutuhkannya. Laki-laki itu pun segera pamit pada Celina.
"Aku kembali dulu dan maaf atas apa yang terjadi, jika terjadi sesuatu tolong hubungi aku. Aku akan membantumu menjelaskan padanya," ucap Dokter Dino.
"Tidak apa-apa, aku bisa menjelaskan padanya, dia hanya merasa cemburu," ucap Celina.
"Ya, terlihat jelas kalau dia sangat mencintaimu," ucap Dokter Dino lalu tersenyum.
Celina mengangguk sambil tersenyum, Dokter Dino melangkah ke kasir dan Celina hanya bisa memandang laki-laki hingga dia menghilang keluar dari toko. Wanita itu segera meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Raffa. Hingga lima kali Celina mencoba menghubungi tapi laki-laki itu tidak mau menerima panggilan telepon darinya.
Celina risau, segera menghubungi David. Menanyakan keberadaan suaminya.
"Kak David, tolong temukan Kak Raffa untukku, dia sedang marah padaku. Kak Raffa sama sekali tidak menjawab teleponku," keluh Celina pada David.
Laki-laki itu langsung menyanggupi dan meminta Celina untuk tenang. Segera setelah dia menemukan Raffa dia akan segera menghubungi Celina.
"Tolong temani kak Raffa ya kak. Baiklah.., terima kasih kak David," ucap Celina.
David meminta Celina untuk tenang dan memastikan akan mencari Raffa. David telah dihubungi namun perasaan Celina tetap tidak tenang. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya saat dia bertemu dengan Raffa nanti.
David pergi mencari Raffa di Club langganannya dan seperti biasa menemukan Raffa sedang berkeluh kesah pada seorang wanita. David duduk di samping Raffa dan berusaha menarik perhatian laki-laki itu.
"Hei, David, kamu ke sini? Kenalkan ini orang kepercayaanku, dia sudah seperti saudara bagiku," ucap Raffa pada wanita disampingnya.
Wanita itu menoleh pada David dan tersenyum, David membalas seadanya.
"Apa kamu tahu? Entah apa yang membuat istriku itu begitu disukai laki-laki. Selalu saja ada yang mengganggunya dan dia selalu membela laki-laki itu," cerita Raffa pada wanita itu.
Raffa mengangguk setuju.
"Itu tidak benar, istrimu itu sangat baik. Kamu saja yang terlalu posesif, terlalu pencemburu. Kalau wanita lain mungkin sudah meninggalkanmu. Mana ada wanita yang tahan dengan laki-laki pencemburu sepertimu. Mungkin dengan mengikatnya sepanjang hari barulah kamu baru merasa tenang," ucap David.
Laki-laki itu bicara dengan suara yang sedikit dikeraskan hingga ceritanya terdengar oleh wanita yang ada di samping Raffa. Tak lama kemudian, wanita itu pamit ke tempat lain. Raffa heran tapi dia tidak peduli sementara David segera menghubungi Celina.
David mengabarkan kalau Raffa baik-baik saja dan nanti akan diantar pulang setelah laki-laki itu bersedia diajak pulang. Celina menitikkan air mata mengetahui di mana laki-laki itu berada.
Kakak sudah janji tidak akan ke tempat seperti itu lagi. Kenapa selalu mengingkari janjimu? batin Celina sambil mengusap air matanya.
Terbayang apa yang pernah terjadi pada rumah tangganya saat laki-laki itu berkenalan dengan seorang wanita di sana. Berusaha menjebaknya hingga rumah tangga mereka hampir saja hancur. Celina yang merasa tidak sanggup menjalani hidup bersama wanita yang mengaku telah dihamili Raffa memilih untuk mundur. Untung saja semua itu dapat diatasi.
Dan sekarang Raffa kembali pada kebiasaan buruknya, mabuk untuk melampiaskan kekesalannya.
{ Para reader yang Othor sayangi, numpang iklan ya hehe ... main-main ke rumah tetangga di blok F ya nggak pake koin kok hehe ... Kak_ICHA judul SIRKUIT CINTA. Mohon dukungannya untuk karyaku ini, masukin ke daftar pustaka aja dulu... ditunggu kedatangannya ya ... makasih. }
Saat menjelang sore Celina pulang, masuk ke halaman kediaman keluarga Saltano. Namun, mobil Raffa masih belum terparkir di garasi. Celina memandang sedih pada garasi yang masih kosong itu. Celina masuk ke dalam rumah dengan wajah murung. Setiap kali Raffa marah, sepanjang hari hati Celina akan terasa sedih. Suasana hatinya akan langsung buruk jika rumah tangganya berada dalam masalah.
Satu-satunya yang dapat menghibur hatinya adalah putrinya. Wanita itu langsung teringat pada Aurora, menatap wajah Aurora yang tidur sambil tersenyum membuat hati Celina menjadi tentram. Kesedihannya bisa teralihkan setiap kali memandang wajah cantik bayinya itu.
Menjelang malam Raffa baru pulang diantar oleh David. Gadis itu tidak berkata apa-apa lagi dan David sudah mengerti. Celina membiarkan Raffa tidur di ranjang dan mengantarkan David ke depan rumah.
Celina banyak termenung, matanya berkaca-kaca dan David hanya bisa diam melirik padanya. Setelah sampai di teras rumah Celina mengucapkan terima kasih pada David. Kesempatan bicara itu dipergunakan David untuk bertanya.
"Siapa sebenarnya Dokter Dino? Kenapa dia ingin menikahimu? Apa dia tidak tahu kalau kamu sudah menikah?" tanya David.
__ADS_1
Sedikit banyak David telah mengetahui tentang Dokter Dino dari keluh kesah Raffa yang tengah mabuk. Tapi tentu saja ucapan Raffa sangat tidak jelas dan lebih banyak berisi ungkapan kekesalan dan menyalahkan. Kali ini David sangat ingin mendengar cerita dari sisi Celina.
Celina tersenyum pahit, namun merasa senang karena David memiliki perhatian terhadap kondisi rumah tangganya. Sejujurnya David selalu perhatian terhadap keluarga sahabatnya itu. Sejak pertama Raffa dan Celina bertemu, David lah yang pertama mengetahui seperti apa perasaan mereka. David tidak ingin gadis baik seperti Celina mengalami kesulitan karena sifat Raffa yang terlalu posesif.
"Dia dan istrinya dulu adalah pelanggan di tokoku. Istrinya sangat menyukai Ozora hingga kami sering bertemu dan menjadi akrab. Hingga suatu ketika mereka tidak muncul lagi di toko. Lama kami tidak berhubungan lagi hingga akhirnya kami bertemu saat memeriksa Aurora. Aku menanyakan keadaan istrinya dan dia mengatakan istrinya telah meninggal dunia," jelas Celina lalu menghapus air matanya.
"Tiba-tiba dia datang dan membawa surat wasiat dari istrinya. Mendiang istri dokter itu ingin aku menikah dengan suaminya. Aku telah menyelesaikan masalahku dengan Dokter Dino. Dengan tegas aku menyatakan kalau aku tidak dapat memenuhi permintaan istrinya karena aku telah menikah. Dokter Dino mengerti, dia hanya ingin memenuhi janji pada istrinya untuk menyampaikan surat wasiat itu," ungkap Celina sambil menghapus air matanya.
David ingin Celina mengungkapkan lebih banyak lagi isi hatinya. Laki-laki itu menunggu hingga Celina siap untuk bercerita lagi.
"Dokter Dino mengerti amanat istrinya itu tidak bisa aku penuhi. Dia tidak berharap lagi aku akan memenuhi permintaan itu karena dia tahu aku mencintai suamiku dan suamiku juga mencintaiku," keluh Celina dengan air mata yang semakin deras mengalir.
Kali ini Celina telah menangis sesenggukan. David menatap iba pada gadis itu.
"Tadi Kak Raffa datang dan membaca surat itu, Dokter Dino mendapat pukulan darinya. Aku hanya ingin menengahi, aku tidak ingin dia menganiaya orang. Apalagi semua terjadi karena kesalahpahaman. Tapi Kak Raffa justru menuduhku membela Dokter Dino," cerita Celina.
"Kapan istrinya meninggal?" tanya David.
"Tiga tahun yang lalu," jawab Celina.
"Saat itu kalian memang belum menikah. Dokter Dino memang masih berhak untuk melamarmu. Tapi Dokter Dino justru menyimpan surat itu sekian tahun," ucap David.
"Tapi tetap saja kak, aku tidak bisa menerimanya, aku tetap tidak bisa memenuhi permintaan istri Dokter Dino karena aku mencintai kak Raffa. Aku bahkan mengabaikan perasaan kak Kevin yang bertahun-tahun mencintaiku. Aku tetap setia mencintai kak Raffa, tapi kak Raffa tidak mengerti itu. Aku tidak bisa menjelaskan semua ini karena kak Raffa pasti tidak akan percaya padaku. Kak Raffa pasti menuduhku mencari alasan karena kak Raffa tidak pernah mempercayaiku," ucap Celina sesenggukan.
"Aku percaya padamu."
Tiba-tiba Raffa memeluk Celina dari belakang. David tersenyum. Laki-laki itu mengalihkan pandangannya ke taman asri yang luas dihiasi indahnya lampu taman dihadapannya. Seperti yang Celina katakan karena emosi Raffa mungkin tidak akan mau mendengar penjelasan Celina.
David sengaja memancing Celina untuk bercerita saat sekilas David melihat Raffa yang berdiri di dalam rumah dengan sudut matanya. Laki-laki itu meminta Celina menjelaskannya dan Celina tidak berbohong karena dia menjelaskan sekaligus mencurahkan isi hati dan kesedihannya. Dengan begitu Raffa tidak menganggap itu sebagai sebuah alasan untuknya karena Celina menjelaskan kejadian itu untuk David.
Raffa memeluk istrinya dan meminta maaf, David tersenyum. Menepuk pundak Raffa dan berlalu menuju mobilnya. Raffa memandang laki-laki itu sambil terus memeluk Celina.
"Maafkan aku sayang. Aku menyesal, selalu saja membuatmu menangis," ucap Raffa sambil menangkup wajah istrinya.
Sampai di situ Celina tidak bisa menahan tangis lagi, Celina menangis sesenggukan. Namun, gadis itu kembali memeluk suaminya. Celina bahagia karena suaminya menerima penjelasannya meski tadinya itu adalah sebuah curahan hati pada David.
Dalam hati mereka berterima kasih pada laki-laki itu. Orang kepercayaan Raffa dan sekarang telah mereka anggap sebagai keluarga mereka.
...~ Bersambung ~...
Dear,
Penulis dan Pembaca Setia Noveltoon.
Mohon dukungannya untuk Berbagi Cinta yang berjudul :
...BERBAGI CINTA - SUAMI YANG DINGIN...
Like, vote, komen, favorit, hadiah (poin/koin) rate 5 bintang dan segala bentuk dukungan apa saja sangat berarti bagi saya, yang akan menjadi penyemangat bagi saya dalam berkarya.
Terus beri dukungannya ya, terima kasih.
^^^Salam hormat,^^^
^^^Author^^^
__ADS_1
^^^Alitha Fransisca^^^