
Celina memberi arahan pada karyawan toko, meminta mereka membantu pelanggan yang kesulitan mencari sesuatu yang mereka butuhkan. Celina tersenyum saat melihat buku-buku yang masih berserakan di meja baca.
Semua buku-buku sampel itu kembali disusunnya ditempat yang telah disediakan. Celina terkejut saat tiba-tiba, sepasang tangan menutupi matanya.
"Udah tau, pasti si gadis manja kesayangan kak Kevin" ucap Celina.
"Siapa ? sekarang kesayangan kak Kevin ada dua ?" tanya si pemilik tangan dengan suara yang diberatkan.
"Yang kesukaannya makan snack wrap" ucap Celina sambil tertawa mendengar suara Alyssa yang terdengar seperti muntah.
Mereka tertawa, justru Alyssa tidak lagi menyukai makanan yang satu itu, bukan apa-apa, teringat saat Kevin membeli begitu banyak snack wrap membuat gadis itu langsung enek. Celina langsung memeluk sahabatnya itu, mereka saling melepas rindu.
"Kok kamu tau sih kalau ini, aku" tanya Alyssa.
"Aroma yang tetap sama, parfummu tidak pernah berubah" jawab Celina sambil mengajak sahabatnya itu ke kantornya.
"Aku ini orang yang menoton ya ?" tanya Alyssa.
"Bukan menoton tapi konsisten" jawab Celina.
"Sama sajalah, sama-sama tidak suka perubahan. Orang seperti itu sepertinya mudah ditebak" ucap Alyssa.
"Tapi orang yang seperti itu sifatnya tegas, tidak terpengaruh apapun, tetap kuat pada pilihannya" jawab Celina.
"Tapi orang seperti itu membosankan" lanjut Alyssa.
"Orang seperti itu tidak membingungkan" lanjut Celina.
Lalu mereka tertawa bersama, jika diteruskan sampai toko tutup mungkin mereka akan terus berbalas ucapan.
"Aku kangen dengan suasana saat kalian masih dirumah" ucap Alyssa pelan.
"Bukankah sekarang ada Keira, dia sering main kerumahmu kan ?" tanya Celina.
"Ya, tapi tetap beda, kamu itu sahabatku yang kebetulan jadi tunangan kakakku" ucap Alyssa.
"Tapi dia baik Al, dia juga bisa dijadikan sahabat" ucap Celina.
"Ya sih, orangnya baik, tapi nggak bisa masak" ucapnya sambil tertawa.
"Kalau gitu kamu harus ajarin dia masak" ucap Celina.
"Aku sendiri juga nggak bisa masak. Paling kak Kevin yang masak kalau nggak kami pesan makanan di luar" jelas Alyssa.
"Andai kamu jadian sama kak Kevin, rumah itu pasti selalu rame" ucap Alyssa.
"Nggak usah disesali Al, ini udah jodohnya masing-masing" sahut Celina.
Alyssa mengangguk setuju gadis itu mendekat kearah Celina lalu memeluknya, menangis dibahu gadis itu.
"Al, ada apa ?" tanya Celina.
"Aku belum pernah benar-benar minta maaf padamu, atas apa yang terbersit dihatiku. Aku pernah merendahkanmu dalam hatiku, meski tidak terucap, tapi aku pernah sungguh-sungguh menilaimu seperti itu, aku menyesal Cel. Maafkan aku" ucap Alyssa menangis.
"Alyssa, aku maklum, kadang disaat emosi kita tidak bisa mengendalikan pikiran kita. Apapun terlihat buruk, aku mengerti Al, semua karena kamu terlalu memandang aku ini orang baik hingga membuatmu kecewa, karena sebenarnya aku tidak sebaik itu.
Aku sering mengecewakan orang, karena aku tidak bisa bersikap tegas. Aku tidak menceritakan tentang kak Raffa padamu karena aku berpikir kamu menyukainya.
Aku egois Al, aku tidak ingin kamu tau kalau aku juga mencintainya" ucap Celina.
"Kenapa kamu berpikiran seperti itu, itu hak mu jika kamu mencintainya. Kenapa harus menutupinya dariku ? apalagi dia bukan milikku, kamu sama sekali tidak merebutnya, tapi betul-betul tidak menyangka kak Raffa bisa berbuat seperti itu. Menyekap dan memperkosamu hingga akhirnya menghadirkan Ozora. Aku juga tidak menyangka jika selama ini mengasuh dan menyayangi putra dari kak Raffa " ucap Alyssa sambil tertawa miring.
"Maafkan aku" ucap Celina.
"Sudahlah, seperti yang kamu bilang tadi, ini memang jodohnya" ucap Alyssa.
"Kak Raffa cinta pertamamu bukan ?" tanya Celina.
Alyssa memandang Celina dengan tatapan menyesal. Begitu juga sebaliknya.
"Maafkan aku Al" ucap Celina sekali lagi.
"Aku datang kesini justru ingin sungguh-sungguh minta maaf padamu. Tapi justru kamu yang berulangkali meminta maaf padaku" ucap Alyssa tertawa.
Celina menunduk, sejak tau keluarga Alyssa dan keluarga Saltano adalah teman baik. Celina sudah merasa Alyssa menyukai Raffa. Tapi tak pernah diungkapkannya, karena Raffa hanya menganggap Alyssa seperti adiknya dan memilih Jessica sebagai kekasihnya.
Dan itu membuat Alyssa kesal pada Raffa, karena Raffa, telah merebut kekasih Kevin. Namun tetap saja perasaan Alyssa masih menyukai Raffa, antara benci dan cinta itulah perasaan Alyssa terhadap Raffa.
"Maafkan aku Al" ucap Celina kembali.
"Hei, mau kamu ucapkan sampai berapa kali ?" ucap Alyssa sambil tersenyum, meski disudut matanya setitik bening menetes disitu.
"Aku bahagia untukmu Celina, aku lebih suka kak Raffa bersamamu daripada bersama Jessica" ucap Alyssa.
"Sungguh ?" tanya Celina.
__ADS_1
Alyssa mengangguk.
"Dua orang yang aku sayangi bersatu, aku sungguh-sungguh bahagia untukmu. Haaah... setelah sekian lama akhirnya lega juga, perasaanku sekarang lega. Kamu jangan ragu-ragu terhadapku, aku sudah membuang perasaanku terhadap kak Raffa" ucap Alyssa.
"Bagaimana denganmu ? apa sekarang ada seseorang yang kamu suka ? bagaimana dengan pak David ? apa kamu merasakan sesuatu ?" tanya Celina bertubi-tubi.
Alyssa tertawa.
"Kamu ini, terlalu polos, memangnya perasaan itu bisa dialihkan dan diatur penempatannya begitu saja" ucap Alyssa.
"Maaf Alyssa, karena aku pikir pak David adalah orang yang baik. Dia juga tampan dan sangaaat sopan, dia tetap menghormatiku meski keluarga itu menganggap aku sampah yang harus disingkirkan" ucap Celina bernostalgia.
"Karena itu kamu ingin menjodohkan aku dengannya ?" tanya Alyssa.
Celina mengangguk.
"Kalian berdua adalah orang-orang yang berhati baik" ucap Celina menunduk.
"Tapi dia sudah punya pacar jadi kalau aku mengganggunya berarti aku ini orang yang berhati jahat" jelas Alyssa sambil tertawa.
"Benarkah ? oh aku tidak tau itu" ucap Celina menyesal.
"Jodoh itu tidak bisa dipaksakan dan tidak perlu dicari-cari. Aku pikir, hubunganku dengan bos ku adalah hubungan yang serius tapi taunya berakhir begitu saja" cerita Alyssa.
"Kamu pacaran sama bos mu ? orang Jepang itu ?" tanya Celina kaget.
Alyssa mengangguk.
"Dia sudah lama menyatakan cinta padaku tapi aku tidak pernah menggubrisnya. Belum lama ini aku menerima cintanya, aku ingin mencoba membuka hati untuknya tapi tidak berhasil. Sekarang rasanya aku tidak betah lagi bekerja disana" cerita Alyssa.
"Ya ampun Alyssa, aku menyesal mendengar ini, aku minta maaf ya" ucap Celina yang kembali merasa menyesal karena merebut cinta Alyssa hingga membuat gadis itu menderita.
"Kamu meminta maaf lagi ? kenapa kamu merasa semua salahmu. Kak Raffa juga tidak menerima perasaanku meski kamu tidak bersamanya" ucap Alyssa.
"Tapi kak Raffa dia.."
Terdengar ketukan pintu, Raffa sudah berdiri disana. Alyssa dan Celina sontak kaget.
"Kakak sudah lama disitu ?" tanya Celina.
"Ya, aku sudah lama, sudah sejam yang lalu" ucap Raffa bercanda.
Alyssa mendelik kesal, hampir saja dia percaya.
"Kalian sedang membicarakan aku ya?" tanya Raffa.
"Anak kecil nggak boleh liat" ucap Raffa setelah itu.
"Ya, aku ini memang tidak pernah besar dihadapan kalian berdua, baik kak Raffa maupun kak Kevin" ucap Alyssa kesal yang dibuat-buat.
Celina dan Raffa tertawa.
"Tapi kamu memang anak kecil" ucap Raffa sambil mengucek rambut Alyssa.
"Yaaaaa, kak Raffa sadar sedikit, jika aku ini anak kecil bagaimana dengan Celina ?" tanya Alyssa sambil merapikan rambutnya.
"Kenapa dengan Celina ? kenapa dengan istriku ?" tanya Raffa heran sambil mendekatkan wajahnya pada Alyssa.
"Dia itu temanku, sahabatku, teman masa kuliahku, kenapa tidak menganggapnya anak kecil ? kenapa justru menikahinya ? kalau aku masih kecil berarti dia juga masih anak kecil" protes Alyssa.
Raffa tertawa.
"Baiklah, baiklah, ternyata adik kecil sudah besar, sudah bisa protes, kalau gitu sekarang kamu boleh punya pacar tapi harus kenalin dulu ya jangan sembunyi-sembunyi" ucap Raffa berlagak seperti kakak Alyssa.
"Huuu... telat, izinnya udah telat, temanku udah punya anak aku baru dapat izin pacaran" ucap Alyssa sewot.
Mereka tertawa bersama, Raffa merangkul Celina. Raffa datang untuk mengajaknya menemui Jessica di rumah sakit. Mereka telah janjian akan menjenguk wanita itu saat melihat hasil rekonstruksi tahap pertama wajahnya.
"Kenapa dengan Jessica ?" tanya Alyssa.
"Kevin dan Keira tidak cerita padamu ?" tanya Raffa.
"Tidak, kami tidak pernah membicarakan tentang Jessica" ucap Alyssa.
Celina mengangguk, gadis itu mengerti Kevin tidak menceritakan keadaan Jessica karena menurutnya Alyssa masih membenci Jessica.
Mereka bersama-sama mengunjungi Jessica, Alyssa menatap prihatin akan keadaan Jessica. Disepanjang perjalanan Celina menceritakan kondisi Jessica dan keluarganya.
Juga niat Keira dan Ozora untuk menolong kondisi perusahaan itu. Alyssa tercenung, sama sekali tidak menyangka. Kehidupan Jessica berubah sedrastis itu. Alyssa menjadi menyesal karena sering mengutuki perempuan itu.
Saat dirumah sakit Jessica sangat terkejut dengan kehadiran Alyssa, dia menangis entah apa sebabnya. Alyssa merangkul Jessica yang masih berbalut perban di wajahnya.
Detik ini Alyssa bertekad untuk melupakan semua kejadian masa lalu. Agar dirinya terbebas dari perasaan yang mengekangnya sejak masih kecil. Keadaan sudah berubah bahkan penyebab kesedihannya juga tidak ada hubungannya lagi. Kakaknya Kevin juga telah menemukan cintanya sendiri.
Alyssa menatap orang-orang dari masa lalu itu. Raffa, Kevin dan Jessica, mereka terlihat telah bebas dari belenggu masa lalu mereka.
__ADS_1
Dan menemukan cinta mereka masing-masing, Raffa dengan Celina dan Kevin dengan Keira. Alyssa tersenyum, akhirnya bisa menerima situasi baru ini.
"Aku ingin mengumumkan sesuatu" ucap Raffa.
Celina menatap heran pada suaminya, mengira-ngira apa yang ingin disampaikan Raffa.
"Celina sedang mengandung anak kedua kami" ucap Raffa.
Berita itu langsung disambut hangat oleh semuanya, Keira dan Alyssa berebut ingin memeluk Celina. Akhirnya mereka bertiga berpelukan. Jessica menatap sambil tersenyum di ranjang rumah sakit.
"Akhirnya, kamu memiliki anak baru lagi, sekarang aku bisa menguasai Ozora" ucap Keira.
Semua menatap heran, apalagi Alyssa.
"Menguasai Ozora, yang benar saja, tanya Celina siapa yang merawat anak itu sejak masih bayi, bahkan tanya pada Celina siapa sudah memberinya nama ?" ucap Alyssa.
Keira menoleh pada Celina, ibunya Ozora itu mengangguk, Keira langsung frustrasi. Keinginannya untuk lebih dekat dengan Ozora dihalangi Alyssa.
"Gawat kak, kedua ipar ini sepertinya tidak akur ?" tanya Celina pada Kevin sambil tertawa.
"Ya, tapi dalam hal menguasai Ozora saja, yang lainnya mereka akrab kok" ucap Kevin tersenyum.
Keira dan Alyssa mendelik.
"Lagian kalian ini aneh, siapa yang menyerahkan anakku pada kalian. Mentang-mentang istriku hamil lagi trus anaknya mau dikasi-kasi gitu ?" ucap Raffa.
"Yang benar itu, kak Kevin segera nikahi Keira dan punya anak sendiri. Dan Alyssa segera mendapat jodohnya, menikah dan punya anak juga" ucap Celina.
Mereka yang disebut namanya langsung menunduk.
"Huu... tadi heboh, sekarang pada nunduk semua" ucap Raffa sambil tertawa.
Mereka akhirnya tertawa, berbincang akrab membicarakan masa depan mereka. Kevin dan Keira telah memberikan tanggal pernikahan mereka. Dan seperti janji Raffa, dia yang akan mengurus semuanya.
Tapi Keira dan Kevin melarang Celina ikut campur, mengingat Celina sedang hamil muda, mereka tentu tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Semua tau, keluarga Saltano sangat mengharapkan hadirnya keturunan baru itu.
Raffa tak lepas merangkul istrinya, laki-laki itu merasa sangat bahagia dan bangga terhadap istrinya. Keira dan Kevin memandang iri pada mereka, membuat mereka terpacu untuk merasakan indahnya berumah tangga.
Perban di wajah Jessica akhirnya di buka, Alyssa terlihat ngeri melihat keadaan wajah Jessica. Karena dia tidak melihat sebelumnya yang lebih parah lagi. Yang lain justru menganggap proses penyembuhan wajah Jessica berjalan dengan baik.
Jessica sangat berterima kasih pada semuanya, tak lupa kembali meminta maaf pada semuanya, terutama pada Alyssa yang baru dijumpainya. Alyssa yang tau Jessica lah dalang penculik dan penusukan terhadap Celina akhirnya mau memaafkan setelah melihat Celina sendiri tidak menyimpan dendam.
Keira mengabarkan kalau kondisi perusahaan keluarga Cartwright telah menemukan titik terang, Ozora telah menemukan permasalahannya dan sekarang sedang mencoba untuk mengatasinya.
"Beruntung ada donatur dalam jumlah besar yang mau menanggulangi masalah keuangan perusahaan itu" cerita Keira.
"Siapa orang itu ? perusahaan darimana ?" tanya Jessica.
"Ozora yang mendapatkannya, perusahaan dari New York, kalau tidak salah anak itu memanggilnya dengan panggilan uncle Ed, anak itu, semua orang dipanggil uncle bener-bener bikin kesel" jelas Keira.
"Kamu tidak kenal siapa uncle Ed ? dia adalah Edward" ucap Raffa.
"Edward ? Edward yang menculik Celina ? bagaimana Ozora mau berhubungan dengan orang yang telah menculik ibunya ?" tanya Keira heran begitu juga dengan Kevin.
"Karena Edward ternyata memang benar-benar uncle nya" ucap Raffa sambil tersenyum pada Celina.
"Apa maksudmu ?" tanya Kevin yang diikuti pandangan penasaran dari Keira dan Alyssa.
"Edward adalah kakak Celina dan perusahaan yang menjadi donatur itu adalah perusahaan warisan ayahnya pada Celina" jelas Raffa.
"Ya ampun Celina, kamu telah menemukan keluargamu, ini benar-benar berita baik" ucap Keira.
Alyssa langsung memeluk Celina, turut berbahagia karena Alyssa tau bagaimana hidup Celina yang sulit karena mendapati dirinya yang seorang yatim piatu.
Jessica berterima kasih pada Celina atas pertolongannya pada perusahaan keluarganya, Jessica bahkan menangis dihadapan gadis itu, mengingat apa yang pernah dilakukannya terhadap Celina. Jessica tidak percaya ada orang yang justru membalas kejahatan dengan kebaikan.
Celina merangkul Jessica dan membawa kembali ke ranjangnya.
"Aku bahagia untukmu Raffa, kamu mendapatkan wanita yang baik. Wanita yang sangat baik, jangan pernah sia-siakan dia" ucap Jessica pada Raffa yang dibalas anggukan oleh laki-laki itu.
Mereka juga mengabarkan keadaan Tita yang membaik dan sekarang telah kembali ceria.
"Tita sangat ingin bertemu denganmu, tapi kami melarangnya dulu, karena kami belum tau bagaimana hasil operasi wajahmu. Kami takut dia tidak bisa menerimanya" ucap Raffa.
Jessica setuju, dia ingin Tita bertemu dengannya saat telah sembuh nanti. Kembali wanita itu terharu atas kebaikan Celina dan Raffa yang menjaga dan merawat putrinya.
Celina juga memberi saran pada Jessica untuk membuka usaha yang sesuai dengan passionnya yaitu dunia modeling. Gadis itu berencana membuka sekolah modeling yang akan dikelola oleh Jessica jika wanita itu bersedia.
Jessica menangis sesenggukan mendengar usul Celina, tak sabar ingin segera sembuh dan menjalani kehidupan barunya.
Kunjungan ini membawa kebahagiaan bagi mereka, telah hilang semua dendam masa lalu. Hanya berita-berita bahagia yang mendominasi pembicaraan mereka. Mereka seperti keluarga besar yang sedang berkumpul bersama.
Setelah puas berbincang mereka pamit pulang dan berjanji akan bertemu lagi saat kunjungan Jessica berikut nya. Keira pulang bersama Kevin sementara Celina, Raffa dan Alyssa kembali ke toko buku.
Bersama mereka berjalan dari parkiran menuju toko Celina. Seorang wanita tiba-tiba menghadang mereka.
__ADS_1
"Aku ingin minta pertanggungjawaban darimu" ucap wanita itu sambil menatap Raffa.
...~ Bersambung ~...