
Celina melangkah keluar dari toko perhiasan, mengikuti pasangan beda usia itu. Celina memanggil Jessica, wanita itupun menoleh, melihat siapa yang memanggil namanya.
Mereka beradu argumen, Celina ingin Jessica kembali ke jalan yang benar. Gadis yang sekarang menjalani kehidupan sebagai gadis simpanan itu menentang keinginan Celina yang ingin membantunya.
Demi Tita, demi gadis kecil yang sekarang tinggal bersamanya, Celina tidak akan menuntut atas apa yang pernah Jessica lakukan padanya. Namun Jessica bukanlah Jessica jika dia menurut apa yang diinginkan Celina.
Gadis itu pantang mengikuti kemauan orang apalagi orang itu adalah musuhnya. Jessica ingin agar Celina menyesal melihat kehidupannya sekarang yang berubah sejak berpisah dari Raffa.
Jessica memilih pergi bersama pria yang menjadi tempat bergantungnya sekarang ini, meski Celina melarang, meski Celina menasehati. Jessica tetap memilih menjadi simpanan pria tua bertubuh gemuk itu.
Celina ingin mengejar tapi tiba-tiba sebuah mobil berhenti dihadapan mereka. Celina terkejut sontak menghentikan langkahnya, terlihat dari mobil memancar semacam cairan yang langsung mengenai Jessica. Gadis itu menjerit kesakitan, Celina langsung berlari menghampirinya.
Celina melihat kulit yang memerah hingga melepuh disekitar pipi kirinya hingga ke bahu dan tangannya. Celina langsung mengambil air mineral yang selalu dibawanya. Menggunakan air mineral itu untuk membasuh lukanya. Tujuannya untuk mendinginkan jaringan di sekitar kulitnya agar konsentrasi cairan yang menempel di kulitnya bisa berkurang.
"Apa yang kamu lakukan" ucap Jessica mendorong Celina.
Celina terdorong hingga jatuh, Jessica merasakan sakit yang luar biasa namun tak mau menerima kebaikan apapun dari Celina. Celina menyadari kebencian Jessica terhadapnya membuat ego gadis itu menolak bantuan darinya.
Celina pasrah.
"Pak, tolong Jessica dibawa kerumah sakit segera" ucap Celina pada laki-laki tua yang hanya bisa termangu itu.
"PAK, Tolong bawa Jessica kerumah sakit segera" ulang Celina dengan suara yang lebih keras.
Laki-laki itu baru tersadar segera mengajak Jessica masuk ke mobilnya. Celina segera mengikutinya, menggunakan taksi. Mereka sampai dirumah sakit, Celina langsung menelpon Raffa dan Kevin, memberi tahu tentang kejadian yang dialami Jessica.
Jessica langsung ditangani oleh paramedis.
"Luka nona adalah akibat terkena bahan kimia atau biasa dikenal dengan air keras. Ini bisa menyebabkan kerusakan parah pada struktur jaringan kulit.
Luka bakar yang ditimbulkan bisa menyebabkan kulit meleleh.
Beruntung tidak mengenai organ-organ lain seperti mata, telinga dan hidung.
Nona masih cukup beruntung karena begitu terkena langsung mendapat pertolongan pertama seperti membasuh luka dengan air" jelas dokter.
Jessica tercenung,
"Apa bisa sembuh dokter ?" tanya Jessica sambil menangis.
"Tentu bisa, namun jaringan kulit yang rusak tak bisa kembali seperti semula. Jaringan kulit yang meleleh ini akan sembuh namun akan meninggalkan bekas" jelas dokter yang juga di dengar oleh Celina dari balik tirai.
Gadis itu menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat mendengar penjelasan dokter. Celina tidak bisa menerima kenyataan itu terlebih lagi Jessica. Tak berapa lama kemudian Raffa datang yang disusul oleh Kevin.
" Apa yang terjadi ? Bagaimana keadaannya ?" tanya Raffa dan Kevin begitu sampai dirumah sakit dan menemui Celina.
Celina menceritakan kejadian saat didepan toko perhiasan tadi hingga saat mendengar penjelasan dari dokter. Raffa dan Kevin tertegun, mereka juga tidak bisa membayangkan betapa terpukulnya Jessica mendengar penjelasan dokter tentang luka yang dideritanya.
Raffa dan Kevin mengajak Celina menemui Jessica tapi Celina enggan, dia tau Jessica tidak ingin bertemu dengannya. Akhirnya kedua laki-laki itu menemui Jessica, wanita itu menangis sejadi-jadinya.
"Tenanglah Jessica, kita akan usahakan kesembuhanmu semaksimal mungkin" ucap Kevin.
"Aku akan temui dokter, aku akan bertanya padanya, usaha maksimal apa yang bisa kita lakukan untuk mengobati lukamu" ucap Raffa lalu pergi, menemui Celina dan mengajak istrinya menemui dokter.
Laki-laki itu berjalan sambil terus menggenggam tangan istrinya. Bermacam-macam pertanyaan berkecamuk dalam pikiran mereka.
"Aku menyesal dengan apa yang terjadi pada Jessica. Harusnya aku bisa menghentikannya" ucap Celina dengan suara serak.
Raffa menoleh pada istrinya, laki-laki itu sudah mengerti tabiat istrinya. Dia akan selalu merasa menyesal.
"Ini bukan salahmu sayang" ucap Raffa menenangkan perasaan istrinya.
Raffa dan Celina mendengarkan penjelasan dokter dengan seksama.
"Apa yang kita lakukan untuk mengatasi kondisi seperti ini dokter ?" tanya Raffa.
"Ketika wajah seseorang terkena siraman air keras, maka jalan satu-satunya yang dapat ditempuh adalah melakukan operasi plastik" ucap dokter itu.
"Melalui operasi plastik, wajah yang tadinya cacat permanen akan kembali sedia kala namun ada beberapa prosedur yang harus diperhatikan jika ingin melakukan operasi plastik" lanjut dokter itu.
Ekspresi Raffa dan Celina terlihat lega, ternyata masih ada jalan keluar untuk mengatasi masalah yang dialami Jessica.
__ADS_1
Dokter itu menyarankan agar Raffa dan Celina menemui dokter bedah plastik dan konstruksi. Merekapun menemui dokter yang disarankan, lalu dokter itupun memeriksa keadaan Jessica.
"Bahan kimiawi seperti air keras sangat jahat, kerusakannya sangat hebat karena bisa merusak seluruh kedalaman kulit," jelas dokter itu
"Operasi plastik merupakan tindakan perbaikan dan rekonstruksi cacat pada wajah dan tubuh yang bisa dilakukan pada pasien luka bakar" jelas dokter itu lagi.
Lebih lanjut, dia mengatakan luka bakar akibat air keras pada umumnya dalam hitungan menit tertahan di kulit, bukan hanya merusak kulit, tapi juga melelehkan tulang. Itu sudah masuk dalam kondisi terburuk namun setelah pemeriksaan yang dilakukannya sekilas pada Jessica, apa yang dialaminya tidak sedalam itu berkat pertolongan pertama yang didapat beberapa saat setelah terkena siraman air keras itu.
"Pembuangan jaringan kulit mati perlu waktu sekitar tujuh hari. Setelah itu baru penyembuhan bagian kulit. Bisa dilakukan dengan menutup bagian luka dengan kulit dari bagian tubuh lain," lanjut dokter itu.
Celina dan Raffa saling berpandangan mereka bersyukur, dokter memberikan penjelasan dengan sangat jelas. Mereka hanya perlu mengikuti arahan dan berharap semoga Jessica bersedia dan patuh menjalani perawatan.
Raffa menggenggam tangan istrinya sambil mengemudi, sesekali laki-laki itu menoleh dan tersenyum pada istrinya. Melihat Celina yang hanya memandang keluar melalui jendela kaca mobil.
Raffa mengagumi kebaikan hati Celina, setelah apa yang dilakukan Jessica terhadapnya. Gadis itu masih mau repot-repot menolongnya, meski telah mendapatkan penolakan keras dari Jessica.
Raffa mengecup bibir Celina saat mereka berdiri berdua dibalkon kamar mereka. Celina hanya menatap heran dengan perlakuan Raffa.
"Apa kamu malaikat yang menyamar menjadi manusia ?" tanya Raffa sambil tersenyum.
"Tidak mungkin, aku sering berbuat kesalahan dan sering menyakiti hati orang. Bagaimana mungkin malaikat bisa berbuat seperti itu" balas Celina.
Raffa tertawa, apa yang diucapkan Celina telah diperkirakannya. Gadis itu pasti selalu merasa bersalah, selalu merasa berbuat kesalahan.
"Satu-satunya kesalahanmu adalah jika kamu mengkhianatiku" ucap Raffa.
"Jika seperti itu apa yang akan kakak lakukan, mengusirku atau memaafkanku ?" tanya Celina.
"Aku tidak akan mengusirmu, tapi aku akan menghukummu" ucap Raffa.
"Seperti apa hukumnya ?" tanya Celina lagi.
"Aku belum pikirkan apa hukumnya. Kenapa ? kamu berniat mengkhianatiku ?" tanya Raffa.
Celina tertawa.
"Menurut kakak aku bisa seperti itu ?" tanya Celina.
Celina tersenyum lalu mengangguk, Raffa termangu, Celina dengan polos menyetujui ucapannya yang terlalu percaya diri. Padahal laki-laki itu mengira Celina akan menertawakan kepercayaan dirinya yang terlalu berlebihan itu.
Celina benar-benar menganggap Raffa adalah yang terbaik. Kepolosan Celina membuat laki-laki gemas, laki-laki yang dari tadi memeluk istrinya itu tidak tahan untuk segera membenamkan bibirnya dibibir Celina.
Menikmati manisnya bibir lembut itu, Celina melingkarkan tangannya di punggung suaminya. Saling memberikan perlakuan lembut, tanpa nafas yang memburu, pelan dan meresapi.
Keesokan paginya, saat sarapan barulah Raffa menceritakan tentang kejadian Jessica pada orang tuanya. Ny. Rowenna tidak setuju dengan perbuatan Raffa yang mau membantu Jessica menjalani perawatan.
Terlebih lagi teringat betapa jahatnya Jessica terhadap Celina dan dirinya. Ny. Rowenna sepertinya masih belum bisa memaafkan Jessica. Celina membelai dan tersenyum pada Tita saat melihat anak itu tertunduk mendengar mereka membicarakan ibunya.
Celina mencoba memberi pengertian pada Ny Rowenna bahwa apa yang mereka lakukan adalah untuk mengurangi rasa bersalah Celina karena telah merebut Raffa dari sisinya.
"Kamu tidak merebut Raffa darinya, mereka memang sudah tidak akur sejak awal pernikahan mereka" balas Rowenna.
"Tapi Jessica masih merasa seperti itu mommy" ujar Celina.
"Kamu mengkhawatirkan pemikiran orang yang egois seperti itu ?" tanya Rowenna.
"Ah sudahlah" lanjut Rowenna tiba-tiba sadar dirinya pun egois sama seperti Jessica.
Sifat mereka sama, tidak mau kalah, tidak mau disalahkan dan tidak mau mengaku salah.
Raffa menggenggam tangan Celina, laki-laki itu tersenyum. Lalu mengumumkan kalau Celina telah dipromosikan menjadi Manager toko.
"Benarkah ? kamu menjadi manager di toko itu ? bukan di toko cabang ? " tanya Tn. Robby.
Celina mengangguk.
"Kalau begitu kamu sudah selevel General Manager, bukan Sub Branch Manager ?" tanya Tn. Robby.
Celina kembali mengangguk sambil tersenyum, gadis itu merasa malu tuan Robby terlalu membahas karirnya saat ini. Dan memandang itu sebuah berita yang luar biasa.
"Kamu selevel CEO Celina" ucap Tn. Robby lagi.
__ADS_1
Celina semakin malu, gadis itu tersenyum sambil menunduk. Raffa tertawa, bangga terhadap istrinya. Celina merintis karir benar-benar dari dasar, berbeda dengan para CEO yang hanya menjadi pewaris perusahaan keluarga. Posisi yang tidak dicapai dengan usaha namun diserahkan karena faktor keturunan.
"Tidak, sebuah perusahaan tidak akan bertahan jika sembarangan menyerahkan kepemimpinan hanya karena keturunan. Tentulah perusahaan dipercayakan pada mereka karena mereka punya kemampuan untuk mengelolanya" ucap Celina membela suaminya yang menjadi CEO karena perusahaan diwariskan padanya.
Mereka semua tertawa mendengar pembelaan Celina untuk suaminya.
"Saya cukup jadi General Manager saja Dad, panggilan CEO terlalu berat untukku" lanjut Celina membuat semua kembali tertawa.
Berbincang bersama, tertawa bersama membuat suasana dirumah itu menjadi ceria. Ny. Rowenna belum pernah merasakan suasana seperti itu lagi sejak putranya tumbuh dewasa dan menjadi pimpinan diperusahaan keluarga itu.
Ny. Rowenna kembali teringat pada keakraban keluarga mereka dan keluarga Kevin. Kesempatan itu juga dimanfaatkan Raffa mengumumkan pertunangan Kevin dan Keira. Dan memberitahu ayah ibunya kalau Raffa sebagai penanggung jawab pesta pernikahan mereka.
Ny. Rowenna menyambut niat baik Raffa, bagaimanapun juga nyonya itu sangat berterima kasih pada kebaikan dan ketulusan Kevin.
"Besok aku akan kerumah Alyssa mengambil mobil dan barang-barangku ya kak" ucap Celina saat mereka dikamar.
"Kamu akan bertemu dengan pacar lamamu lagi ?" tanya Raffa.
Celina langsung cemberut, Raffa mencubit pipi istrinya.
"Baiklah, tapi hati-hati jangan sampai cinta lama bersemi kembali" ucap Raffa sambil tertawa.
Celina balas mencubit pinggang suaminya. Raffa kegelian satu-satunya yang bisa menghentikan aksi Celina hanyalah segera memeluknya.
Sore itu Celina sampai dirumah Alyssa, kembali bertemu dengan sahabatnya yang telah lama dirindukannya. Sedikit agak canggung namun mereka segera bersikap biasa.
Alyssa memeluk Celina, mereka menitikkan air mata. Setelah Alyssa bersikap dingin padanya, Celina tak berani mendekati sahabatnya itu. Mereka berbincang tentang apa saja, tentang semua kejadian yang menimpa Celina dihari pernikahannya dengan Kevin hingga peristiwa penyiraman air keras yang dialami Jessica.
Alyssa mendengarkan dengan seksama, tak menyangka Celina mengalami begitu banyak peristiwa yang traumatis. Menjelang senja barulah Celina beranjak pulang, setelah mengemasi barang-barangnya gadis itu segera berniat pulang.
Tapi pada saat Celina menata barang-barangnya dimobil, Kevin datang. Laki-laki itu baru pulang dari kantor. Sangat terkejut saat melihat kedatangan Celina. Alyssa membiarkan kakaknya berbincang dengan Celina.
Kevin menatap Celina.
"Kami baik-baik saja ? apa kamu bahagia ?" tanya Kevin.
Kedua pertanyaan itu dijawab dengan sekali anggukan oleh Celina. Tiba-tiba Kevin memeluk Celina, hal yang sangat ingin dilakukannya sejak tadi. Celina kaget namun tak berani menolak Kevin.
"Aku merindukanmu Celina" bisik Kevin pelan.
"Kak, aku juga merindukan kalian. Begitu banyak jasa-jasa kakak dan Alyssa padaku. Aku tidak bisa membalas semuanya tapi aku akan selalu mendo'akan kebahagiaan kakak dan Alyssa" ucap Kevin.
"Apa mungkin aku bisa bahagia Celina ?" tanya Kevin.
"Kakak pasti bisa, Keira gadis yang baik dan cantik" ucap Celina.
"Aku menyukainya tapi aku masih mencintaimu Celina" ucap Kevin.
"Mungkin memang butuh waktu kak, tapi aku yakin, kakak pasti bisa mencintai Keira" ucap Celina yang masih dalam pelukan Kevin.
Celina mencoba untuk melepaskan pelukan laki-laki itu, namun Kevin masih kukuh memeluknya. Celina mulai khawatir dia tidak ingin ada orang yang salah paham terhadap mereka.
Tiba-tiba Kevin menangkup wajah Celina dan membenamkan bibirnya ke bibir gadis itu, Celina kaget berusaha melepaskan diri namun Kevin dengan kuat memeluknya.
Keira yang datang mengunjungi Kevin, mendapat suguhan adegan mesra itu, hatinya teriris. Keira memaklumi cinta Kevin yang belum berakhir terhadap Celina. Namun gadis itu tidak menyangka bahwa Celina masih menyimpan rasa pada Kevin setelah menikahi Raffa.
Entah mendapatkan bisikan dari mana Keira mengambil foto mereka dan mengirimkannya kepada Raffa. Sejenak kemudian Keira sadar atas perbuatannya. Segera menghapus foto yang sempat terkirim itu. Gadis itu tak ingin memenangkan hati Kevin dengan cara seperti itu.
Keira berlari meninggalkan tempat itu sambil menangis, namun dia ingin berusaha tetap tegar. Bertekad suatu saat akan mendapat cinta Kevin seutuhnya.
"Kak, jangan kak, apa yang kakak lakukan ? aku ini sudah menikah kak ?" ucap Celina berusaha menyadarkan Kevin.
Kevin tersadar, menyesal dengan apa yang dilakukannya.
"Maafkan aku Celina, aku benar-benar khilaf" ucap Kevin menyesali.
Celina segera meminta izin untuk pulang kerumahnya. Perasaannya tidak tenang, apa yang dilakukan Kevin sungguh diluar dugaannya.
Sementara itu dikantor Raffa memandang foto itu dengan hati yang hancur. Tempat dan waktu yang bertepatan dengan saat ini. Saat Celina meminta izin kerumah Alyssa untuk mengambil mobil dan barang-barangnya.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1