Anak Genius - Beyond Recollection

Anak Genius - Beyond Recollection
BAB 30 ~ Pesta Mewah ~


__ADS_3

Hasil tes telah berada ditangannya. Nyonya yang tetap cantik di usia senja itu tak bosan-bosan membaca hasil identifikasi DNA ditangannya.


Berbeda dengan hasil yang diperolehnya saat menguji DNA Tita. Hasil yang didapat dari tes DNA Ozora sangat-sangat memuaskannya. Anak genius yang benar-benar diharapkannya menjadi pewaris perusahaan itu terbukti adalah keturunan keluarganya.


Ny. Rowenna membacanya hingga berulangkali, tak bosan rasanya membaca pernyataan yang menerangkan bahwa Raffa adalah ayah biologis dari Ozora. Membacanya dan kembali membacanya.


...HASIL IDENTIFIKASI DNA...


Bukti ilmiah yang diperoleh mengacu pada sampel yang diperiksa menunjukkan bahwa tiga belas alel Loci marka STR yang dianalisis dari terduga ayah, Raffa Saltano cocok dengan alel paternal anak, Ozora.


Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa probabilitas Raffa Saltano sebagai ayah biologis dari Ozora adalah >99.99 %. Oleh karena itu Raffa Saltano sebagai terduga ayah tidak dapat disingkirkan dari kemungkinan sebagai ayah biologis Ozora.


Ny. Rowenna tersenyum, tertawa membaca hasil identifikasi DNA itu. Harapan dan keinginannya terwujud.


Tinggal mencari cara untuk merebut anak itu dari wanita yang tidak pantas mengasuhnya karena Ozora adalah Saltano, Ozora adalah seorang Saltano, batin Rowenna.


Selama menginap di kediaman keluarga Saltano, Ozora sangat dimanja. Apalagi setelah hasil tes diketahui, Ny. Rowenna tak segan-segan menunjukkan rasa sayangnya pada anak laki-laki yang telah merebut hatinya itu.


Ny. Rowenna menawarkan segala macam hadiah untuk cucu kandunganya. Ozora diajak ke pusat-pusat perbelanjaan yang mewah. Semua barang-barang yang tak mungkin dimiliki anak itu akan dihadiahkan untuknya.


Namun Ozora menolak apapun tawaran Ny. Rowenna. Ozora mengikuti Ny. Rowenna hanya untuk melihat barang-barang yang terpajang di pusat perbelanjaan mewah itu. Ny. Rowenna kecewa, keinginan wanita kaya itu agar Ozora terbiasa menerima hadiah darinya hingga anak itu bisa dikuasainya.


Ozora hanya tertarik memperhatikan mainan-mainan edukasi yang tersedia di pusat perbelanjaan itu. Sebagai anak yang masih dalam usia bermain, Ozora tentu saja tertarik untuk memainkannya, namun tidak tertarik untuk memilikinya.


Permainan-permainan yang dapat melatih memori serta kecerdasan sambil bermain seperti robot yang dirakit, mainan yang bisa dibongkar pasang atau puzzle adalah hal yang paling menarik perhatiannya.


Namun tak satupun yang ingin dimilikinya, bukan tanpa alasan. Ozora merasa apa yang dilakukan Ny. Rowenna telah membuat hati Tita bersedih. Perhatian Ny. Rowenna telah beralih seratus delapan puluh derajat kearahnya membuat anak itu merasa telah merebut nenek dari gadis kecil itu.


Ozora justru menyarankan membeli mainan yang disukai gadis kecil itu. Karena yang berulang tahun adalah Tita. Ny. Rowenna bersabar, karena ini baru permulaan. Ny. Rowenna masih akan mencari cara lain untuk bisa menguasai hati anak genius itu.


Tita terhibur melihat hadiah-hadiah yang dibelikan neneknya. Semua atas saran dari Ozora. Raffa merasa bahagia saat melihat Ozora yang telah beradaptasi dengan lingkungan rumahnya.


Setiap kali melihat anak itu, dia akan teringat pada Celina. Laki-laki itu berharap secepatnya bisa membawa gadis itu tinggal bersama dengannya.


"Apa kamu kenal dengan ibunya Ozora ?" tanya Rowenna.


"Tentu saja" jawab Raffa singkat.


"Apa dia salah satu teman kencanmu ?" tanya Rowenna lagi.


"Dia adalah gadis yang ingin aku nikahi waktu itu" jawab Raffa lagi.


"Gadis yang mana ?" tanya Rowenna penasaran.


"Gadis yang aku perkosa di villa dan mommy usir dengan memberikan uang tutup mulut padanya" jawab Raffa.


"Ternyata gadis itu ? bagaimana aku bisa lupa padanya ?" ucap Rowenna.


"Orang-orang dari kalangan itu tidak akan mendapat perhatian dari mommy" ucap Raffa langsung meninggalkan Ny. Rowenna.


Ny. Rowenna termangu, jika dia pernah melakukan itu pada ibu Ozora, akan sulit baginya untuk mendapatkan anak itu. Ibunya Ozora pasti memiliki dendam terhadapnya. Ny. Rowenna ingin menyelidiki kembali asal usul gadis itu.


Raffa berdiri menatap putranya yang sedang bermain bersama Tita. Semakin kuat keinginan laki-laki itu untuk memiliki Celina dan Ozora. Raffa mengetuk pintu, kedua anak itu langsung menoleh kearahnya. Tita langsung menghamburkan diri pada ayahnya sementara Ozora hanya berdiri memandang Raffa.


Raffa merentangkan tangan untuk Ozora, anak laki-laki itu langsung mendatanginya, memeluk tubuh ayahnya. Raffa mencium puncak rambut kedua anak itu lalu menggendongnya bersamaan. Kedua anak itu tertawa bersama.


Saat malam tiba Raffa mengajak Ozora untuk tidur dikamarnya. Raffa yang ingin mencurahkan kasih sayangnya pada Ozora mendapat kesempatan menghabiskan waktu bersama.


Pelaksanaan pesta ulang tahun Tita pun tiba. Keluarga Saltano menggelar pesta super megah dan meriah bertema putri dari negeri dongeng.


Pesta ulang tahun yang keenam itu diadakan di sebuah gedung megah dengan nuansa dekorasi merah muda.


Begitu mewah serba megah, ulang tahun ini pun menjadi satu dari sederet perayaan megah anak-anak terkaya di negeri ini.


Digelar dengan sangat mewah karena Ny. Rowenna juga mengundang kerabat, kolega dan orang-orang penting di dunia bisnis, datang bersama anak-anak dan cucu-cucu mereka.


Karena konsepnya adalah putri dan pangeran kerajaan maka anak-anak itu pun berdandan ala putri dan pangeran. Ozora berpenampilan seperti Prince Charming dan Tita sebagai Cinderella. Kedua anak itu terlihat sangat cantik dan tampan.


Ny. Rowenna yang tidak lagi bernafsu merayakan pesta cucu palsunya itu, terpaksa tetap menampilkan senyum terbaiknya. Karena telah terlanjur mengundang orang-orang penting maka mau tidak mau Ny. Rowenna tetap harus menjamu mereka dengan senyuman hangatnya.


Namun dibalik senyumnya yang hangat, Ny. Rowenna menyimpan rasa kesal karena seperti biasa, Jessica yang mana adalah ibu kandung Tita tetap tidak bisa hadir dipesta ulang tahun anaknya sendiri. Padahal hampir setiap hari diingatkan pada perempuan yang suka berfoya-foya dan mabuk-mabukan itu.


Tita selalu bersedih, disaat semua anak-anak yang hadir dipesta datang bersama kedua orang tuanya. Mommy nya justru tidak menampakkan batang hidungnya. Raffa yang selalu menghibur gadis kecil itu, hari dimana seharusnya menjadi hari paling bahagia baginya. Dan sekarang gadis kecil itu terhibur dengan perhatian Raffa dan juga Ozora.


Pesta telah sukses dilaksanakan, keluar Saltano kembali pulang ke rumah megahnya dan beristirahat. Raffa kembali ke kamar bersama dengan Ozora. Disetiap kesempatan mereka selalu berbincang-bincang di balkon samping kamarnya.


Raffa yang setiap saat selalu merindukan Celina, sangat senang berbincang-bincang tentang gadis yang dicintainya itu bersama Ozora.


"Apa mama memiliki teman dekat seorang pria ?" tanya Raffa tiba-tiba.

__ADS_1


Ozora mengangguk


"Siapa dia ? apa Ozora mengenalnya ?" tanya Raffa semakin penasaran.


"Uncle Kev" jawab Ozora singkat.


Raffa tercenung, Celina benar-benar memiliki seorang teman pria. Hati Raffa langsung risau, gadis itu ternyata serius dengan ucapannya. Raffa tidak terima, laki-laki itu telah lama menanti pertemuannya dengan Celina dan ternyata gadis itu telah memiliki seseorang dihatinya.


Setelah puas bercakap-cakap Raffa menyuruh putranya untuk beristirahat. Sementara Raffa sendiri kembali duduk termenung dibalkon. Sama seperti dulu, Ozora diam-diam memperhatikan ayahnya, kesedihan terpancar dari raut wajahnya.


Raffa yang tadinya tidak percaya dengan ucapan Celina, sekarang mulai mempercayai kalau gadis itu telah bertunangan. Setelah Raffa mendengar sendiri Ozora menyebutkan sebuah nama.


"Aku ingin bertemu denganmu sekarang" ucap laki-laki itu melalui ponselnya.


"Ini hampir jam sembilan malam, untuk apa bertemu denganmu tuan" tanya Celina risau.


"Kamu datang menemuiku atau kamu tidak akan bisa bertemu dengan anakmu lagi. Aku bisa membawanya pergi sejauh mungkin darimu atau bahkan keluar negeri" ancam Raffa.


"Jangan lakukan itu tuan, aku mohon" ucap Celina terdengar menangis.


"Kalau begitu datanglah, aku akan menunggumu" ucap Raffa.


Setelah menyebutkan tempat pertemuannya, Raffa menutup panggilan teleponnya. Lalu bergegas keluar melaju mengendarai sedan sportnya ketempat yang telah ditentukan.


Celina yang menerima telepon dari Raffa di dalam kamarnya merasa sangat bingung. Gadis itu tidak ingin menemui Raffa lagi, namun sangat takut jika Raffa nekat membawa pergi putranya. Celina berjalan mondar-mandir berpikir kerasnya apa yang harus dilakukannya.


Akhirnya memutuskan untuk memenuhi keinginan laki-laki itu. Pergi ketempat yang telah ditentukan Raffa. Gadis itu pergi dengan tergesa-gesa. Kevin yang melihat gadis itu menyalakan mobilnya langsung bertanya.


Celina menjawab ada sesuatu yang harus dikerjakannya, sehubungan dengan persiapan event yang akan digelar di toko buku.


"Tapi ini sudah malam Celina, kamu bisa mengerjakannya besok, atau sebaiknya aku temani" ucap Kevin khawatir.


"Nggak... nggak usah, kakak istirahat saja dirumah. Aku cuma pergi sebentar, aku pergi dulu ya kak," ucap Celina lalu memundurkan mobilnya.


Celina pergi, Kevin termangu.


Urusan apa yang harus dikerjakannya malam-malam begini, batin Kevin.


Laki-laki itu memutuskan mengikuti Celina, segera meraih kunci mobil Alyssa secepatnya menyusui mobil Celina yang melaju kencang. Disebuah taman kota mobil Celina berhenti, gadis itu segera turun, berjalan menuju tempat yang ditentukan.


Raffa menarik tangan gadis itu dan langsung memeluknya.


Dengan cepat laki-laki itu mendekap gadis itu dan ******* bibirnya. Celina mencoba untuk mendorongnya namun dekapan Raffa sangat kuat. Gadis itu tidak berkutik, menerima ciuman penuh kerinduan dari Raffa.


Kamu tidak berubah Celina, kamu masih tetap berkhianat, batin Kevin menyaksikan adegan mesra itu dari dalam mobilnya.


Kevin memutuskan untuk pulang, sudah cukup baginya menyaksikan kebohongan Celina.


Kenapa ? kenapa disini cuma aku yang menderita ? Mereka berbuat semau mereka, dan aku... aku hanya bersembunyi menyaksikannya.


Kenapa aku harus bersembunyi darimu ?


Kenapa aku harus bersembunyi dari Raffa ?


Apa aku orang yang bersalah ?


Apa aku harus merasa bersalah karena mencintai orang yang dicintainya ?


Aku tidak ingin bersembunyi lagi.


"AKU TIDAK AKAN BERSEMBUNYI LAGI DARIMU" teriak Kevin sambil memukul kemudinya.


Pertanyaan demi pertanyaan muncul dalam benak Kevin, sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ditengah-tengah jalan kota yang mulai sepi.


Sementara Celina yang tak mampu menghindar dari Raffa akhirnya menemui laki-laki itu. Menuruti kemauan laki-laki itu untuk bertemu di sebuah taman kota. Celina tentu saja takut dengan ancaman Raffa yang ingin memisahkannya dari putra satu-satunya.


"Tuan, dimana Ozora ?" tanya Celina.


"Tentu saja ada dirumah, kami baru selesai mengadakan pesta, dia pasti kelelahan dan tertidur" jawab Raffa.


Celina sudah ingin berbalik, namun Raffa menahannya.


"Kenapa kamu selalu menghindar ? Aku ingin kita bersama, aku, kamu dan Ozora. Aku ingin selamanya bersama kalian" ucap Raffa hendak mencium Celina lagi, namun Celina mundur.


"Aku tidak bisa" jawab Celina.


"Kenapa ? apa kamu tidak kasihan pada Ozora ? Celina, aku sayang pada putraku, aku ingin bersamanya" ucap Raffa sungguh-sungguh.


"Kenapa tuan selalu menganggap Ozora adalah putra tuan ? dia.. dia.. dia adalah putra suamiku" ucap Celina terbata-bata.

__ADS_1


"Apa maksudmu ?" tanya Raffa.


"Meski kami tidak menikah, namun dia.. dia berkata kalau dia adalah suamiku, dia mengakui dirinya adalah suamiku" ucap Celina.


"Bohong, kamu berbohong. Ozora sendiri tau kalau dia adalah putraku. Dia memberi petunjuk padaku kalau dia adalah putraku, dia adalah putraku" teriak Raffa.


"Itu karena dia mengagumi tuan, aku melihat sendiri artikel-artikel yang disimpan di laptopnya. Dia mengagumi tuan sejak dulu, seseorang yang sukses dan sayang terhadap putrinya" ucap Celina dengan mata yang berkaca-kaca.


"Tidak, aku tidak percaya. Semua ucapanmu hanya karena ingin menghindar dariku. Tapi aku tau, kamu masih mencintaiku" ucap Raffa yakin.


Raffa menarik tangan Celina, kembali mendekap gadis itu. Memeluknya erat membenamkan bibirnya, Celina mencoba untuk meronta tapi dekapan Raffa sangat kuat, dan itu adalah perasaan sesungguhnya laki-laki itu ingin melampiaskan kerinduannya pada gadis itu.


Hingga akhirnya Celina diam tidak berdaya membiarkan laki-laki itu meresapi ciumannya hingga dia merasa puas.


Pertemuannya dengan Celina tadi malam membuat hati Raffa berseri-seri. Hanya perlu sekejap saja bertemu dengan Celina bisa merubah suasana hati laki-laki itu menjadi berbunga-bunga.


Hal itu terpancar dari wajahnya yang terlihat berbinar. David datang pagi namun Raffa datang lebih pagi. Laki-laki itu telah duduk dimeja kerjanya sambil tersenyum-senyum. David datang memberikan sebuah undangan.


"Apa ini ?" tanya Raffa sambil mengamati undangan itu.


"Itu adalah undangan untuk bergabung dalam sebuah club" ucap David.


"Club ? untuk apa aku harus ikut club itu ?" tanya Raffa yang tidak peduli.


Baginya saat ini lebih penting mengkhayalkan Celina.


"Itu adalah club yang baru dibentuk dan sangat bergengsi, beranggotakan Top Level Management dari seluruh perusahaan besar yang ada di negera ini" jelas David.


"Khusus untuk top level management ?" tanya Raffa yang dibalas anggukan oleh David.


Raffa berpikir, top level management adalah tingkat manajemen puncak yang merupakan tingkatan paling tinggi dalam manajemen perusahaan atau biasa disebut dengan level C-Suite.


Orang-orang diposisi itu biasa dikenal dengan Chief Executive Officer atau CEO, Chief Operational Officer yaitu COO dan Chief Financial Officer atau CFO.


Manajemen puncak lainnya bisa dikenal dengan Managing Director, General Manager atau GM dan presiden direktur atau yang dikenal dengan presiden direksi atau presdir.


Ini benar-benar club yang bergengsi, batin Raffa.


"Daftarkan aku dalam club itu" ucap Raffa.


David mengangguk.


"Pertemuan pertama sekaligus peresmian pembukaan club akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini, undangan pertemuan akan dikirimkan melalui email resmi perusahaan" jelas David.


"Baiklah tuan David, terima kasih atas informasinya" ucap Raffa menggoda David yang terlihat sangat serius pagi ini.


Sebenarnya bukan David yang terlihat serius namun perasaan Raffa yang begitu santai dan bahagia. Hanya perlu sebuah ciuman dari Celina untuk mengubah harinya menjadi lebih ceria.


David ikut tertawa mendengar candaan Raffa.


Seperti yang dikatakan David, dalam waktu dekat undangan peresmian pembentukan club akan dilayangkan. David mendapat undangan itu dalam bentuk e-mail dan segera memberitahukannya pada Raffa.


"Membawa pasangan ?" tanya Raffa.


"Ya, sekaligus mengenalkan pasangan dari anggota club. Ini bisa bertujuan untuk mengenal para anggota yang sesungguhnya. Membawa selingkuhan atau wanita simpanan hanya akan merusak image dari para anggota" jelas David.


Raffa menarik nafas berat, sedikitpun laki-laki itu tidak menganggap Jessica sebagai pasangannya apalagi sebagai istrinya. Rasanya ingin mengajak Celina, namun itu jelas tidak mungkin. Orang akan menganggap Celina sebagai wanita simpanan karena orang-orang tau Jessica adalah istri sahnya.


Mau tak mau Raffa harus mengajak istrinya untuk menghadiri pesta peresmian pembukaan club yang akan diadakan minggu depan.


Raffa duduk sendirian di balkon, Ozora telah kembali pulang kerumahnya. Setelah pesta ulang tahun Tita selesai digelar, anak itu pamit untuk kembali kerumahnya. Berhari-hari mengisi waktu dengan Ozora membuat Raffa mendadak kesepian.


Jessica kembali dari aktivitas sehari-harinya, mengintip melalui pintu kamar Raffa yang terbuka. Gadis itu masuk, dan seperti biasa memeluk Raffa dari belakang.


Raffa menjauh dari wanita berbau alkohol itu. Tapi kesempatan ini digunakan Raffa untuk menyampaikan niatnya mengajak Jessica menghadiri pesta club bergengsi itu.


Jessica menyambut gembira ajakan Raffa, meski mabuk gadis itu bisa menjawab dengan yakin untuk semua yang berhubungan dengan pesta.


Mereka pun sampai ditempat yang telah ditentukan. Pesta club diadakan di hotel mewah di sebuah pulau. Hotel yang dipilih bukanlah hotel yang sembarangan namun sebuah hotel mewah termahal yang pernah menyabet gelar hotel terbaik di dunia dan direkomendasikan di berbagai majalah wisata internasional sebagai hotel dengan kualitas fasilitas dan pelayanan yang terbaik.


Hotel yang mengusung konsep resort surgawi yang menggambarkan betapa indah dan nyamannya penginapan bintang 5 satu ini. Berenang di privat pool yang berhadapan langsung dengan laut yang indah, dan dikelilingi oleh gunung-gunung membuat hotel itu pantas mendapatkan predikat hotel terbaik di dunia.


Balkon luar yang memiliki sofa yang nyaman untuk menikmati indahnya pemandangan, tentu saja pemandangan indah yang dimaksud adalah pemandangan tropis laut dan hamparan pulau-pulau kecil yang menambah keindahan alami pulau itu sendiri.


Malam itu, dengan bahagia Jessica menggandeng tangan Raffa, mengenakan gaun malamnya yang paling indah dan seksi. Berjalan bangga ditengah-tengah tamu pesta yang terdiri dari orang-orang dengan posisi puncak di perusahaan.


"KEVIN.. !!!" teriaknya tiba-tiba.


Kevin pun menoleh, begitu juga dengan Celina. Mereka berempat saling menatap.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2